
Masih di mansion utama All zigra Hillatop.
Bagian sesi All zigra.
Dia menghela pelan nafas nya saat melangkah pergi meninggalkan kan dapur, membiarkan Hayat disana seorang diri dimana bola matanya mencari Ahem. Meksipun tidak dipungkiri dia masih marah terhadap laki-laki tersebut, tapi bagaimanapun juga akhirnya tetaplah putranya dan Hayat tetaplah istri dari putra kesayangannya.
"Bawalah istri mu beristirahat." Dia bicara kearah Ahem, dimana laki-laki tersebut tengah membantu mengangkat beberapa barang-barang.
"Kehamilan di usia muda bukan waktu yang baik untuk terlalu banyak bergerak." Meskipun ekspresi wajahnya masih menampilkan gurat kemarahan, tapi nama nya ayah, pada akhirnya dia tetap lah ayah, seburuk apapun putra dan putri mereka, semarah apapun mereka, tidak pernah benar-benar bisa melampiaskan kemarahan mereka.
Ahem cukup terkejut mendengar daddy nya tiba-tiba datang dan bicara padanya, laki-laki tersebut menoleh dan agak tercekat.
"jika tidak ada pekerjaan yang begitu mendesah ketika siang bawalah dia pulang untuk beristirahat dan datanglah kembali besok ke acara inti nya." Setelah berkata begitu, laki-laki tua tersebut langsung melengos pergi menjauhi Ahem.
Putranya tersebut terlihat diam membeku.
*****
Saat ini semua keluarga tampak berkumpul menjadi satu, keramaian jelas terlihat di mana-mana, suara berisik saling sapa, obrolan yang pecah dan saling berbagi rindu jelas terdengar dimana-mana.
Para keluarga yang lama tidak berkumpul jelas berbaur memecah keheningan Mansion utama keluarga Hillatop tersebut.
Mereka akan bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Abimanyu besok pagi, Kak Ayana nya akan melakukan acara 7 bulanan kehamilan nya.
Semua keluarga jelas bahagia menyambut calon cucu pertama.
All zigra sebenarnya sangat berdebar-debar menunggu acara puncak 7 bulanan cucu pertamanya, mungkin dari seluruh skandal yang dibuat belakangan oleh Nadine dan Ahem, Gao saja yang menikah tanpa banyak drama nya. Dia bahkan begitu menyukai menantunya Ayana.
Satu-satunya alasan dia merasa setidaknya masih ada putra nya yang tidak membuat darah tinggi nya naik menjulang tinggi.
Dia juga bahagia saat Freya kembali, sang putri bungsu yang sudah berbulan-bulan pindah ke uni emirat Arab membuat dia terkadang gelisah. Percaya lah saat menelepon Freya di uni Emirat Arab, All Zigra terus bertanya kapan putri nya tersebut pulang ke Indonesia, laki-laki tua itu ingin mengajak Freya untuk pergi berbelanja perlengkapan untuk calon cucu nya dari Ayana dan Gao.
"Jadi kapan kita pergi belanja?" Sang Daddy nya tiba-tiba mengejutkan Freya yang tengah berbaring di atas kursi sofa.
Freya merasa tubuhnya benar-benar tidak enak dalam beberapa waktu ini, sudah hampir 1 Minggu terus begini.
Pusing, lelah, tidak nyaman bahkan dia belakangan menjadi cukup manja dan cengeng soal banyak hal. Dia gampang sekali merasa sedih jika ada yang bicara dengan nada tinggi kepada dirinya. Pokoknya dia jauh lebih sensitif dari biasanya.
"Daddy?" Freya jelas terkejut, langsung berusaha membenahi posisi tidur nya.
Sejenak bola mata Freya mencari sosok Zoe, biasanya laki-laki itu akan memijat kaki dan tubuh nya jika di uni Emirat Arab, tapi sejak mereka tiba semalam, laki-laki itu berusaha memasang jarak agar hubungan mereka tidak begitu kentara di hadapan Daddy Allzigra.
"Tentu saja setelah acara kak Ayana kan dad?" Jawab Freya atas pertanyaan Daddy nya tadi.
Tuan All zigra terlihat manggut-manggut.
"Ahhh kamu tahu sayang?, Daddy sedikit hmmm kamu tahu?, maksud Daddy seperti orang yang pertama kali jatuh cinta pada mommy mu, rasa nya Daddy tidak sabaran ingin menggendong seorang cucu." All zigra bicara dengan senang, mencoba melepaskan seluruh beban dihatinya.
"kira-kira kita harus membeli apa lebih dulu?." Kini dia bicara begitu antusias, terlihat rona penuh bahagia di balik wajah tua yang masih terlihat kharismatik tersebut.
"Topi yang lucu, kaos kaki dan kaos tangan, 🤔 hmmm stroller atau bahkan baby tub juga harus, tapi dad ngomong-ngomong anak kak Gao dan kak Ayana laki-laki atau perempuan?, bukankah aneh jika seandainya kita membeli aneka warna pink untuk bayi laki-laki?." Tanya Freya cepat ke arah Daddy nya.
"Mereka tidak mau memeriksa jenis kelamin nya" Tiba-tiba raut wajah Daddy nya berubah.
"Ahhh itu juga bagus, memang seharusnya menerima dengan penuh kebahagiaan apapun jenis kelamin baby nya nanti" Jawab Freya cepat.
"Lalu warna apa yang baik?." Freya seolah-olah kembali berfikir.
"Warna golden atau silver bisa menunjukkan untuk dia jenis kelamin baby, atau putih terlihat lebih natural" Freya mencoba untuk memberikan saran.
__ADS_1
Sang Daddy nya terlihat manggut-manggut.
"Itu warna-warna yang indah" Ucap All zigra kemudian, laki-laki itu terlihat mengulumkan senyuman nya, kemudian dia menatap wajah Freya untuk beberapa waktu.
Allzigra terlihat menyentuh lembut wajah Freya.
"Kamu baik-baik saja hmm?." Tanya laki-laki itu tiba-tiba.
"Ahh?." Freya jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Daddy pikir sejak semalam kamu pulang, wajah kamu terlihat lebih tirus dan pucat" Ucap All zigra pelan.
Freya terlihat menyentuh wajah nya sendiri.
"Benarkah? aku tidak menyadari nya."
laki-laki tua tersebut mengangguk cepat
"Apa Zoe menjadi kakak yang baik untuk kamu selama di Uni Emirat Arab?." Tanya nya agak khawatir.
Buru-buru Freya mengangguk kan kepalanya.
"Zoe sangat baik, dia begitu memanjakan ku dad, dia laki-laki yang begitu penuh tanggung jawab dan luar biasa, bahkan dia selalu memperlakukan aku seperti seorang tuan putri." Freya bicara dengan penuh semangat.
Mendengar ucapan putri nya All zigra jelas merasa tenang. Dia fikir hubungan kakak adik yang buruk dulu kini berubah begitu baik dan drastis.
"Tapi wajah kamu benar-benar pucat, Daddy fikir kamu sakit hmmm?, sebaik nya Daddy panggil kan dokter keluarga untuk memeriksa keadaan kamu sekarang juga." All zigra menatap khawatir putri nya itu.
Freya pikir itu mungkin pilihan yang cukup baik, dia belum sempat memeriksakan dirinya ke dokter kemarin.
"Baiklah, itu bukan masalah"
*****
Begitu tuan All zigra pergi berlalu, Mommy Nadya Tiba-tiba langsung menghampiri Freya.
"Ada apa dengan Daddy mu? apa ada sesuatu yang buruk terjadi?," tanya Mommy nya pelan.
Freya langsung menggeleng kan cepat kepalanya.
"Daddy mengajak ku untuk mencari beberapa peralatan bayi untuk baby kak Gao dan Ayana setelah acara 7 bulanan." Cerita Freya cepat.
"Hanya bicara itu?." Mommy Nadya berusaha untuk memastikan.
Freya langsung mengangguk kan kepalanya.
Mendengar ucapan Freya, Mommy Nadya merasa sedikit lega. tidak tau kenapa belakangan ini dia merasa ada sesuatu yang tidak enak didalam hatinya. Seolah-olah kejadian besar akan terjadi didalam keluarga mereka, bahkan sudah beberapa hari dia bermimpi bahwa rumah 🏡 mereka selalu dipenuhi dengan keramaian.
Orang-orang lama berkata setiap kali bermimpi soal keramaian takutnya akan datang petaka sakit atau kematian bahkan bisa jadi akan ada hal buruk yang terjadi di dalam keluarga seseorang tersebut.
Tapi dia selalu berusaha menyakinkan diri bahwa sebaik-baiknya pengatur dan maha mengetahui adalah Allah, bahkan sebaik-baiknya juga seburuk-buruk nya perkara yang tahu hanya Allah saja.
Sejenak Mommy Nadya meratap wajah Freya, wanita paruh baya lebih itu mengerutkan keningnya sejenak.
"Mommy pikir wajah kamu terlihat sedikit pucat."
Kali ini Freya yang mengerutkan keningnya.
"Benarkah?." Tanya nya sedikit bingung.
__ADS_1
"Apa kamu kelelahan?, belum mendapatkan makan?, kamu agak kurusan." Ucap nya sambil menatap dalam wajah Freya.
"Aku hanya kesulitan menerima makan dalam 1 Minggu lebih ini Mom, ada beberapa makanan yang membuat aku mulai merasakan ketidak nyamanan, mungkin karena itu aku sedikit kurusan." Ucap Freya sambil mengembang kan senyumannya.
"Maksudnya tidak nyaman bagaimana?,"
"Aroma mereka membuat ku tidak nyaman." Jawab Freya lagi.
Sejenak Mommy Nadya menghentikan kalimat nya. Dia menelusuri wajah, leher dan kedua bahu Freya, Bahkan wanita itu mencoba untuk menelisik beberapa bagian tubuh Freya.
"Kapan terakhir kali kamu datang bulan, Sayang?." Tanya sang Mommy Nadya tiba-tiba, ada gurat panik di balik Wajah wanita tua itu, dia pikir dia sudah melewati masa itu cukup lama dan sering, 5 anak dengan 3 kehamilan jelas membuat dia cukup tahu bagaimana ciri-ciri orang hamil.
"No,sayang katakan pada Mommy kapan terakhir kamu datang bulan?." Kali ini nada bicara wanita tersebut terdengar jauh lebih panik dan penuh penekanan, Mommy nya berusaha bicara dengan begitu kecil.
Sejenak Freya berfikir, dia mencoba untuk mengingat-ingat kapan kali terakhir dia datang bulan.
Satu bulan yang lalu?. Sebentar!.
Freya mencoba menghitung dan mengingat tanggal nya.
"Aku fikir sudah 1 bulan lebih..hmmm mungkin... 1½ bulan... "Freya kembali mengingat-ingat.
"Seperti nya lebih"
Yah seperti nya Lebih, setelah di ingat-ingat bulan ini dia telah melewatkan jadwal rutin nya.
"Kamu tidak menggunakan obat yang mommy sarankan untuk menunda kehamilan?." Pagi wanita itu Terus bertanya panik, menatap wajah Freya, dada dan beberapa bagian tubuh lainnya.
Bisa dia lihat Nafas putri nya terlihat begitu berat, detak jantung menjadi lebih cepat, wajah pucat, nafsu makan katanya menghilang dan,
Mommy Nadya langsung menggeleng kan kepalanya.
"Aku mengganti nya dengan yang jenis suntikan, per 3 bulan"
Ucap Freya pelan.
"Kapan kamu melakukan nya? apa tanggalnya terlewatkan?."Mommy nya terus bertanya bak seorang detektif.
Freya kembali berusaha mengingat-ingat. Dia type orang yang cukup pelupa, dia fikir kapan di ke dokter kandungan?apa dia melewat kan jadwal suntikan nya?.
"Sayang kamu di sana? come dokter akan memeriksa keadaan kamu."
Tiba-tiba suara tuan All zigra mengejutkan Freya dan nyonya Nadya
"Ya?." Wanita tersebut jelas tersentak kaget.
"Kamu disini sayang?." Tuan All zigra bertanya pada sang istri nya, mendekati Nadya dan putri nya dengan cepat.
"Ada apa dengan Freya?." Nyonya Nadya bertanya dengan perasaan berdebar-debar, menatap dalam bola mata sang suami nya begitu dalam.
"Aku Pikir Freya terlihat begitu pucat dan sedikit kurusan, aku ingin dokter pribadi keluarga memeriksa keadaan nya." Jawab All zigra pelan sambil mengembang kan senyuman nya.
"Apa?."Seketika detak jantung Nadya berdetak tidak beraturan, kepanikan Serta rasa cemas langsung menghantam dirinya.
"Tidak, ini benar-benar celaka."
Ucap Nadya didalam hati nya.
"Apalagi ini ya Allah, ujian apalagi ini?." Jerit wanita tersebut didalam hati nya.
__ADS_1