
Hillatop company cabang,
Ruang kerja Ahem.
"Kamu sudah mendengar nya?." Suara seseorang mengejutkan Ahem.
Laki-laki tersebut terlalu fokus pada pekerjaannya, hingga dia mengabaikan orang-orang di sekitarmu bahkan dia tidak mendengar seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya dan masuk ke dalam sana.
"Aku cukup terkejut kamu datang." Ahem bicara dengan cepat tanpa menjawab pertanyaan laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Itu adalah Azlan, laki-laki tersebut merupakan iparnya, suami dari Nadine adik perempuan nya. Kehidupan percintaan adiknya dan juga laki-laki yang ada di hadapannya tersebut sama tidak mulus yang seperti dirinya namun yang lebih enak lebih cepat meyakinkan daddy All zigra dengan cara dan kekuasaan nya, membongkar kasus calon tunangan Nadine yang bukan orang baik sehingga dia mampu menukar pernikahan adiknya dengan laki-laki lain menjadi pernikahan Nadine bersama Azlan. meskipun tidak dipungkiri dia ikut campur secara diam-diam untuk menyetujui hubungan kedua orang tersebut namun tidak sepenuhnya dia membantu karena dia terlalu sibuk juga dengan problem kehidupan pernikahan nya dan Hayat.
__ADS_1
"Aku mencoba untuk mengetuk pintu tapi kamu sama sekali tidak menjawab, konsentrasi kerjamu memang tidak pernah bisa diragukan, kamu akan abaikan siapapun yang ada di sekitarmu jika sudah berhadapan dengan pekerjaan." Azlan menjawab dengan cepat apa yang diucapkan oleh laki-laki di hadapannya tersebut.
Dia bergerak mendekati ke arah kursi sofa dan memilih untuk duduk disana tanpa berpikir dua tiga kali, menghempas kan tubuhnya secara perlahan ke atas kursi sofa tersebut sembari bola matanya tetap fokus menatap ke arah Ahem untuk beberapa waktu.
"Maafkan aku aku benar-benar tidak mendengarmu saat mengetuk pintu atau masuk," laki-laki itu menjawab sedikit menyesal karena dia benar-benar tidak mendengar dan bukan sengaja mengabaikan Azlan.
"Yeah seperti yang kamu katakan saat aku terlalu fokus pada pekerjaan aku bisa melupakan segalanya." Dan dia menyetujui apa yang diucapkan oleh Azlan, jika sudah bekerja dia bisa melupakan segalanya.
"So, katakan pada ku kenapa kamu datang kemari tanpa menghubungiku lebih dulu seperti biasa ya?." Ahem bertanya cepat kepada adik ipar yang tersebut.
"dan kamu belum menjawab pertanyaanku sahabatku pertama kali masuk ke ruanganmu tadi." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
__ADS_1
"Soal?," Ahem mengernyitkan dahinya.
"Aku pikir aku juga tidak mendengar apa yang kamu ucapkan tadi." Ahem kembali bicara dan menyakinkan Azlan jika dia sama sekali tidak mendengar apa yang diucapkan oleh adzan sebelumnya ketika pertama kali masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Apa kamu sudah mendengar tentang sesuatu?," Dan Azlan kembali merasakan tanya kepada Ahem dengan cepat
"Katakan." Pada akhirnya ahem langsung menjawab ucapan Azlan.
"Kalina dan tuan Wuu bertemu dengan daddy All zigra diam-diam beberapa hari ini." Dan Azlan langsung bicara pada intinya tanpa ingin berbelit-belit.
"Dan daddy telah mengatur perjodohan antara kamu dan Kalina tanpa izin dari kamu atau semua orang." Azlan bicara dengan cepat kearah kakak ipar nya tersebut.
__ADS_1
Ahem yang mendengarkan ucapan Azlan seketika langsung membulatkan bola matanya dengan sempurna.
"Kamu bilang apa?." Jelas saja Ahem langsung bertanya dengan tatapan tidak percaya.