Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Dia kembali bergerak


__ADS_3

Disisi lain.


Kalina terlihat menggenggam erat telapak tangan nya ketika orang kepercayaan nya memberikan dia beberapa lembar foto di hadapannya.


"Paman tidak berhasil mendesak paman All zigra untuk melakukan nya." Geram perempuan tersebut kesal.


Dia pikir mendekati Ahem benar-benar harus ekstra sabar, mendapatkan laki-laki tersebut benar-benar tidak mudah.


"Jadi dia menikah diam-diam dengan putri Azzura, calon istri Lucas Alexander?." Kalina terlihat mendengus, dia menatap sebuah foto yang ada dihadapan nya.


"Berita bahagia di kehamilan pertama." Perempuan itu mengenggam erat foto yang ada ditangan nya, menatap sosok yang ada dihadapan nya dengan tatapan tajam nya.


"Atur kembali jadwal pertemuan dengan paman All zigra, kali ini biar aku yang bicara dengan nya." Ucap Kalina lagi kemudian.


"Jika aku tidak mampu menghancurkan pernikahan mereka, maka jangan pernah sebut namaku Kalina."


"Aku pikir kamu terlalu memaksakan diri, Kalina. cinta tidak harus didapatkan dengan cara yang picik." Sosok dihadapan nya sedikit gelisah menatap ke arah Kalina, dia pikir Kalina saat ini sedikit melampaui batasannya.


"aku sudah cukup bersabar untuk mendapatkan, kali ini kesabaranku sudah keluar dari batasannya." dan tanpa peduli apa yang diucapkan oleh sosok yang ada di hadapannya Kalina berkata dengan penuh kemarahan.


Didetik berikutnya perempuan itu menyambar handphone nya dan dia mencoba untuk menghubungi seseorang.


Cukup lama panggilan nya tidak tersahut, membuat perempuan tersebut juga tidak sabaran menunggu seseorang di ujung sana mengangkat panggilannya.


Kalina membiarkan jemari tangan kirinya mengetuk-ngetuk ke arah meja di mana tangan kanannya masih terus memegang handphonenya dan mencoba untuk menghubungi seseorang seberang sana.


"Come on sialan." perempuan itu mengumpat dengan kesal, mencoba berkali-kali menghubungi orang yang membuat nya mulai naik pitam di seberang sana.


"Halo." dan akhirnya terdengar sahutan dari seberang sana.


"Kau lama sekali mengangkat panggilan mu sialan."Umpat Kalina kesal.


"Bergerak dan masuk ke planning berikut nya, pastikan semua berjalan dengan lancar." Ucap


Kalina lagi kemudian.


*******


Disisi lain,


Mansion utama Zuu dan Bii,


Masih di hari kemarin,


Palembang.


Laki-laki tua tersebut mengernyit kan dahi nya untuk beberapa waktu, menatap ke arah istrinya yang berkata dia akan pergi ke Jakarta.


"Menghadiri acara 7 bulanan Ayana dan Gao." Nyonya Bii bicara perlahan pada suaminya.


Sebenarnya dia agak keberatan dengan keberangkatan istrinya tersebut tapi dia tidak bisa menekan keegoisannya atas hal yang cukup tidak masuk akal.


Istrinya tahu dia pasti menolak dan melarang karena kesal pada Hayat yang memilih masuk ke keluarga Hillatop.


"kenapa tidak mengirim amplop saja?, tidak mesti langsung datang ke sana bukan?. Saat ini cuaca sering tidak baik, melakukan penerbangan di musim yang kurang baik seperti ini cukup beresiko tinggi." Tuan Zuu bicara dengan cepat dan dia mencoba untuk menghalangi istrinya agar tidak pergi namun dengan cara yang cukup halus dan juga perlahan.


"Cukup tidak enak dengan keluarga Abimanyu, nyonya Ayudia jelas teman baikku sedangkan kamu berteman baik dengan suaminya, Ardhan." Nyonya Bii menjawab cepat ucapan suaminya dan mengingatkan agar laki-laki itu ingat yang mengundang mereka bukan keluarga Hillatop melainkan keluarga besar Abimanyu.


"aku tidak datang dari sisi Nadya atau Hillatop, tapi aku datang dari sisi Ayudia dan Ardhan dari Abimanyu group. Cukup lama sering melakukan proyek kerjasama bersama bahkan mereka tidak sungkan untuk datang ke acara keluarga kita, bukankah cukup memalukan jika di antara kita tidak datang dan hadir dalam perayaan 7 bulanan putri mereka?." wanita itu terus bicara mengingatkan suaminya soal Abimanyu group yang jelas bukan sekedar kenalan saja.


Pada akhirnya ucapan istrinya membuat tuan Zuu diam.


"Aku akan menitipkan salam darimu untuk tuan Ardhan, aku akan bilang kamu tidak bisa datang karena ada pekerja yang tidak bisa diundur dan sangat mendesak." Lanjut wanita tersebut lagi kemudian.


Dan pada akhirnya keheningan terjadi diantara mereka di mana tuan Zuu memilih untuk diam dan tidak melanjutkan ucapannya.


*******


Mau sesi Freya adik Ahem si bungsu Hillatop di sini yah Mak.



Seorang Gadis cantik dengan aksen wajah perpaduan timur tengah dan Eropa tampak duduk begitu santai di atas kursi sambil menatap laki-laki tampan disamping nya itu.


Wajah cantik dengan sorot mata tajam itu sejak tadi mengatur posisi duduk nya sedemikian rupa, satu kaki bertumpu dengan kaki lainnya, sedangkan tangan kanan nya membiarkan menahan kepalanya dengan posisi tubuh sedikit dimiringkan.


Dia menatap dingin ke arah perempuan-perempuan muda yang ada disisi kiri kanan nya yang sejak tadi berusaha mengerumuni laki-laki tampan dengan wajah bak dewa Yunani itu.


Dari arah depan tampak terlihat laki-laki tampan dengan wajah dingin menyeruak masuk ke antara mereka, berjalan mendekati laki-laki tampan yang ada di sampingnya itu.


Sejenak terjadi percakapan di antara kedua laki-laki itu, saling berbisik dan bicara dengan gaya yang begitu serius, gadis itu sama sekali tidak peduli.


Dia membuang pandangannya, mencoba memainkan handphone nya untuk beberapa waktu.


Tiba-tiba laki-laki di sisi kanan nya itu Dengan gerakan cepat melesat pergi meninggalkan semua orang disana diikuti laki-laki tampan lainnya tadi, sang gadis cantik itu tampak mengerutkan dahinya sejenak, kemudian ikut berdiri dari duduknya sambil mencoba mengetik pesan untuk seseorang


"Brother melesat pergi dari klub malam, aku akan pulang sekarang mom, usahakan jangan aku lagi yang memantau buaya berhati es, aku benar-benar lelah mengikuti dia"


Frey


Yah laki-laki itu adalah sang kakak laki-laki kesayangan nya namun memiliki kebiasaan buruk mondar-mandir ke club malam untuk mendapatkan gadis one night stand, belakangan diri nya menjadi pengasuh dari anak nakal kesayangan Mommy nya itu untuk terus memantau pergerakan sang kakak.


Saat laki-laki itu melesat pergi ke depan sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya, sejurus kemudian laki-laki itu mengerutkan dahinya karena sang adik yang ada disamping kirinya sibuk mengetik sesuatu di ponselnya


"Membuat laporan sayang?"


Tanya laki-laki itu cepat, menghentikan langkah kakinya sambil menatap adik kesayangannya itu beberapa waktu.


Gadis itu ikut menghentikan langkahnya, kemudian menaikkan bahunya


"Kamu tahu bukan? siapa lagi yang memberi perintah?"


gadis itu bicara enteng sambil menepuk-nepuk dada kanan sang Kakak.


"Mommy khawatir kamu akan bermain perempuan lagi sayang"


gadis itu berniat beranjak pergi, namun tiba-tiba dia kembali berkata.


"I know like father like son, but please... ingat jangan terlalu sering memainkan perasaan perempuan, dan hati-hati something kakak sendiri yang akan terbawa permainan"


setelah berkata begitu sang adik terkekeh, sejenak menatap ke arah belakang menatap laki-laki tampan satunya yang tidak lain sang asisten kepercayaan pribadi kakaknya yang juga merupakan anak angkat kesayangan Mommy dan Daddy nya.


"Aku fikir sebaiknya tidak ada perempuan malam ini"


dia bicara menatap tajam ke arah laki-laki yang usianya mungkin tidak jauh berbeda dengan kakak nya itu


"Come sayang, jangan terlalu galak pada Zoe"


Sang kakak nya bicara sambil menarik tubuh gadis itu, mencium keningnya pelan kemudian berkata


"Kamu pasti lelah,pulang dan istirahat lah"


"Ckckck masih memikirkan kondisi adik mu ini?"


dia mengejek, Setelah berkata begitu lantas memutar tubuhnya, berjalan kedepan Kemudian segera naik ke atas mobil yang baru saja berhenti tepat di depan mereka


Kakak nya menyeringai, dia fikir makin hari adik nya yang satu ini kalau bicara semakin menyebalkan saja, berbeda dengan si adik satunya yang begitu lembut dan santai sama seperti mommy nya


Alih-alih peduli ekspresi kakak nya, gadis itu melangkah naik ke atas mobil jemputan nya, menghempaskan tubuhnya dengan kasat ke atas kursi mobil tersebut, masih sempat melirik kedua laki-laki dengan wajah tampan mendominasi tersebut.


Bola mata nya sejenak tidak sengaja betemu pandang dengan Sang anak angkat kesayangan orang tua nya itu,bola mata laki-laki itu yang sejak dia masih kanak-kanak selalu menatap nya dengan tatapan dingin tidak bersahabat itu begitu membuat gadis itu benci pada laki-laki itu.


Entah dimulai sejak kapan tdak tahu kenapa laki-laki tampan itu mencoba membuat jarak pada nya sejak dia masih duduk di bangku SD kelas 5, Laki-laki itu selalu bersikap dingin pada nya tanpa alasan yang jelas.


"Dasar"

__ADS_1


Ucap gadis itu lantas membuang pandangannya dengan perasaan kesal.


"Bawa aku kembali ke mansion utama"


Setelah berkata seperti itu pada sang sopir, dia langsung menaikkan kaca mobilnya lantas memejamkan bola matanya secara perlahan.


******


Teriakan melengking Frey cukup memekakkan telinga, dapat membuat tidur nyenyak siapapun pasti akan cukup terganggu karena nya, apalagi di pagi buta pukul 4 pagi.


Frey benar-benar marah,emosi nya cukup memuncak dan dia benar-benar dilanda kebencian mendalam saat menatap wajah sang sekretaris pribadi sang kakaknya Zoe.


Begitu masuk ke apartemen sang kakak, ternyata ada perempuan yang tidur bersama kakaknya.


"Kau...kau..."


Frey tampak begitu marah, dia menahan emosi nya yang begitu menggebu


"Kau..oh my God"


dia berteriak kesal, Kemudian menoleh cepat kearah perempuan yang berdiri didepan pintu kamar Gao, dalam keadaan acak-acakan, hanya menggunakan handuk sambil menyeret pakaian nya.


"Kau... keluar sekarang bii..tcchh.."


umpatnya kemudian


"Ja..laa..ngg"


dengan tergesa-gesa perempuan itu menggunakan pakaian nya di depan mereka


"Oh bit..ch.., Zoe balik badan mu"


Frey menggeram, jelas saja dia mengamuk saat Zoe malah dengan santai nya Melihat perempuan itu berganti pakaian. dan dalam hitungan menit perempuan sialan itu benar-benar pergi dari hadapan mereka.


Frey benar-benar merasa kecewa, berhari-hari menjaga kakaknya seperti pesan mommy mereka, pada akhirnya usaha nya ternyata sia-sia, sang Casanova pada akhirnya tidur juga dengan perempuan ja..Lang yang di inginkan. dan yang pantas disalahkan siapa???


jelas sang asisten pribadi berwajah es itu, yah siapa lagi jika bukan Zoe.


"Yakk...Kau benar-benar membuat ku marah manusia es,apa kamu tidak menggunakan kepala mu dengan baik? oh God! bagaimana jika aku katakan ini pada mom?"


Frey merasa hatinya semakin memanas


"Ada berapa perempuan? kau juga tidur dengan mereka hah?"


dia bicara sambil mendorong dada Zoe dengan kasar


"Kau benar-benar tidak tahu malu"


Frey ingin sekali menjambak laki-laki berwajah tampan namun sekaku es itu, jika bukan karena mereka tumbuh bersama, dan mommy serta Daddy nya sudah menganggap laki-laki ini seperti anak mereka sendiri, entah apa yang akan dia lakukan pada laki-laki itu.


bukannya menjawab Zoe malah menundukkan badannya, seakan berkata dia permisi sekarang juga


"Apa aku bilang kamu boleh pergi?"


dia menarik pakaian Zoe


"Jangan membuat ku kehilangan awal waras, kau benar-benar brengsek, kenapa kau mencarikan perempuan untuk kakak? apa kepala mu sudah sama terganggu nya dengan kakak?"


Frey terus mengoceh kesal, kemudian melompat pelan menghantam kepala nya ke jidad Zoe


"Awh"


Zoe tampak marah, dia meringis.


Frey menaikkan tangannya sambil mengacungkan jari telunjuknya


"Jika sekali lagi kamu melakukan nya... awas"


setelah berkata begitu Frey dengan perasaan kesal membalik tubuhnya lantas berjalan menuju ke kamar kakaknya.


Breng..sek..


Frey saat itu mengumpat dan marah


kalau dia suka Nadine, kan tidak mesti harus menampilkan ekspresi begitu menghadapi diri ku.


dia fikir laki-laki itu benar-benar suka Nadine maka dia menceritakan nya pada mommy, Seketika mommy fikir itu baik mau menjodoh kan Nadine pada zoe, tapi realita nya Zoe malah mengamuk dan semakin tidak suka padanya.


Belum lagi Daddy mereka ternyata keberatan seandainya Zoe dan Nadine saling menyukai, karena bagi Daddy nya mereka sudah seperti keluarga, bagaimana bisa kakak dan adik berniat untuk menikah.


Oh come hubungan keluarga ini membuat dia pusing dan laki-laki itu membuat dirinya muak,belum lagi dia menjadi asisten pribadi Gao, Kemudian atas permintaan daddy nya Zoe diminta untuk terus berada di sekeliling nya sejak 1tahun kemarin dengan alasan agar menjaga dirinya di Indonesia karena takut terjadi sesuatu padanya selama mengurusi perusahaan fashion hillatop.


Dan belakangan sang Daddy meminta Zoe untuk menjadi pengawalnya, dan menggantikan asisten pribadi kakaknya itu dengan orang baru bulan depan.


"What? bulan depan dad?"


"Tidak bisakah orang lain saja?aku tidak begitu dekat dengan Zoe, bahkan kami jarang saling menyapa dad"


Frey saat itu bicara pada daddynya dengan penuh permohonan, meminta agar daddynya mengubah seluruh keputusan nya


Tapi realitanya siapa yang tidak kenal Allzigra Hillatop, mana mungkin dia bisa mengganti kata Iya menjadi tidak. bahkan mommy nya sama sekali tidak membela nya, padahal kunci kelemahan sang Daddy adalah mommy nya.


Oh tuhan


Frey menarik panjang nafasnya


*****


Sejenak Bola mata Zoe memandang dalam punggung Frey yang semakin menjauh, secara perlahan dia menghela nafasnya, seakan menyimpan sejuta beban serta kesulitan didalam hatinya


masih terpatri permintaan allzigra sang Daddy angkat nya itu


"mulai bulan depan kamu akan menggantikan Sam, tetap disisi Frey apa pun yang terjadi, terus awasi dia di dalam jangkauan mu dan jangan sampai ada laki-laki yang coba-coba mendekati Frey sebelum usianya benar-benar matang"


"But dad, tidak bisakah orang lain yang menggantikan Paman sam?"


jelas dia berusaha untuk menolak mati-matian


"hanya kau kandidat terbaik nya, hingga kamu menemukan gadis yang tepat dan menikah, tetap berada di sekitar Frey dan jaga dia"


Seketika Zoe menelan salivanya dan dia kehilangan kata-kata, ini adalah hal paling berat untuk nya, menghindari gadis itu mati-matian sejak dulu ,malah kini menjadi selangkah semakin dekat.


Sejenak dia memijat pelipisnya, membalik tubuhnya dengan cepat lantas beranjak pergi dari sana meninggalkan Kaka Frey, gaohan Allzigra melesat keluar dari sana menuju ke arah mobil nya.


Niat hati baru akan membuka pintu mobilnya, tiba-tiba Frey menarik tubuh nya dan mendorong kasar tubuh Zoe dengan gerakan cepat.


Brakkkk


Tubuh Zoe Seketika terhempas ke sisi pintu mobil.


"Wow... apa-apaan ini?'


Zoe jelas mengerutkan keningnya, awalnya belum sadar siapa yang melakukan nya, begitu tahu itu Frey seketika dia menaikkan alisnya.


"Aku tidak suka typekal laki-laki seperti kamu, jadi baik-baik mengawasi Gao, seharusnya saat tahu itu buruk kau menolak nya, minimal sebelum bertindak gunakan hati mu untuk membuat sebuah pertimbangan Matang"


Ucap Frey penuh dengan penekanan.


Zoe akui, sifat dinginnya selama ini membuat Frey ikut balik membencinya dan begitu dingin padanya, jika dulu gadis itu masih mau bercanda dengan nya untuk menciptakan senyuman di wajah kaku nya.


Namun kini semakin matang Frey, semakin dingin sosok gadis itu pada nya.


Alih-alih menjawab Zoe lebih memilih diam, dia mencoba membuang pandangannya ke sisi kanan, tapi Seketika dahinya mengkerut, dia baru sadar gadis itu tidak datang kemari sendirian, Frey datang bersama seorang laki-laki.


Laki-laki didalam mobil Frey terlihat menatap Balik wajah Zoe, dia tersenyum begitu sinis, menaikkan jari tengah nya ke arah zoe lantas membuang pandangannya.

__ADS_1


Mereka seolah-olah saling mengenal tapi saling tidak menyukai antara satu dengan yang lain nya.


"Kau bersama laki-laki itu?"


Tanya Zoe tiba-tiba, menoleh ke arah Frey lantas menatap dalam bola mata Frey.


"What?"


Padahal Frey sejak tadi terus mengoceh, tapi laki-laki itu malah lebih fokus pada laki-laki yang bersama Frey.


"Track record laki-laki itu tidak baik, jika dia meminta mu tidur dengan nya jangan lakukan itu".


Ucap Zoe tiba-tiba.


"Ya?"


Dalam seumur hidup Frey baru kali ini dia mendengar laki-laki itu bicara dengan nada begitu rendah pada nya.


"Apa ada yang salah dengan isi kepala mu?"


Tanya Frey tiba-tiba.


Alih-alih menjawab ucapan Frey, Zoe secepat kilat mendorong tubuh Frey, kemudian laki-laki itu langsung masuk kedalam mobilnya.


"Yakkkkkk, laki-laki miskin ekspresiiiii"


Teriak Frey dengan perasaan dongkol saat Zoe kembali berlaku dingin dan semena-mena pada nya.


"Kau dengar, jika aku melihat Gao tidur bersama perempuan lain lagi, aku benar-benar akan menghajar mu siala"


Teriak gadis itu dengan perasaan dongkol.


Zoe tidak peduli ocehan Frey, secepat kilat dia mulai menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya untuk menjauh dari sana, bola mata nya masih menatap laki-laki yang ada di mobil Frey untuk beberapa waktu.


Lantas Zoe langsung membuang pandangannya dan berlalu dari sana.


"Breng..sek, dasar laki-laki minim ekspresi"


Umpat Frey dengan perasaan dongkol.


******


Restaurant xxxxxxxx


Jakarta


19.20 PM


Sejenak Freya menghela kasar nafas nya saat memasuki sebuah restoran bernuansa Jepang yang ada dihadapan nya itu, dia Fikir laki-laki macam apa yang akan Daddy nya sodorkan untuk dirinya kali ini, putra siapa yang sudah Daddy nya atur pertemuan untuk dirinya malam ini.


Gadis itu memejamkan perlahan bola matanya, kemudian dia melirik ke arah samping kanannya, Zoe tampak berdiri gagah dengan setelan jas sempurna sambil bola mata laki-laki itu menatap lurus ke depan.


Ckckckkc setampan apapun dia, dengan wajah miskin ekspresi seperti itu gadis mana yang akan tertarik pada nya?.


Batin Freya dalam hati.


Gadis itu melanjutkan langkahnya diikuti oleh Zoe di belakang nya, mencari satu ruangan dimana Daddy nya telah mengatur pertemuan pertama dirinya dan laki-laki itu.


"Untuk nona Freya Hillatop"


Zoe bicara pada salah satu pelayan yang menyambut mereka di pintu menuju ke dalam.


Mendengar laki-laki itu berkata untuk Freya Hillatop, sang pelayan langsung menundukkan kepala nya, dia kemudian langsung menunjukkan jalan ke arah mana yang harus mereka lalui saat ini.


"Di sebelah sini, nona, tuan"


Ucap pelayanan itu dengan wajah yang begitu ramah, membiarkan Freya masuk kedalam ruangan bernuansa Jepang dihadapan mereka.


Secara perlahan pelayanan itu menggeser pintu yang terbuat dari kayu tersebut, menunggu Freya agar masuk kedalam.


Freya langsung melesat masuk kedalam ruangan tersebut, sedang kan Zoe tampak diam tidak beranjak, laki-laki itu membalikkan tubuhnya dan membiarkan Freya untuk mendapatkan privasi nya sendiri di dalam sana.


Sejenak Freya tersenyum saat dia masuk kedalam ruangan tersebut, sang saudara kembar tampak duduk didalam sambil menaikkan ujung alisnya.


"Ini untuk terakhir kalinya aku membantu kamu"


Ucap Nadine,sang saudara kembar nya itu sambil menghela pelan nafasnya.


Nadine jelas tidak pernah bisa menolak permintaan Freya, jangan ditanya kenapa, sebab jawaban nya dari dulu hingga kini tidak akan berubah, karena Freya adik bungsunya.


Gadis itu selalu berkata ini terakhir kalinya, realita nya ketika sang adik meminta kembali bantuan nya mau tidak mau dia menuruti nya.


Nadine fikir dia pasti sudah gila.


Ok anggap Freya juga sama gila nya, dia fikir dia cukup terkejut saat tahu Daddy nya mengatur pertemuan nya dengan siapa.


Aslan (Dalam bahasa Turki Raja singa) Putra tertua Ozvit Del Piero?.


Seketika Freya menganga, menatap tidak percaya laki-laki yang akan dia hadapi malam ini.


Daddy pasti sudah gila.


Freya jelas tidak percaya Daddy nya bisa mengatur pertemuan untuk mereka, Aslan bin Ozvit koray (Koray dalam bahasa Turki berarti bulan yang tampak seperti kobaran api) penerus sah Del Piero company, dia jelas pemegang tombak tahta Del Piero Setelah Daddy nya.


Persis seperti namanya, laki-laki itu singa jantan yang sulit untuk di taklukkan yang terus berkobar bagaikan api, karakter mengerikan yang lahir persis seperti Daddy nya tuan Ozit itu paling enggan dihadapi oleh perempuan manapun, dan dia jelas bukan type Freya.


Sepak terjangnya dimasa lalu sangat mengerikan, bahkan laki-laki itu ketika marah tidak akan menggunakan hati nya, penakluk satu-satunya laki-laki itu adalah Sang istri nya.


Dan Freya tidak akan mungkin jadi lawan seimbang Aslan Koray.


Baginya type laki-laki dingin jelas bukan kegemaran nya, dia bukan orang sabar dan licik yang bisa bermulut manis meluluhkan laki-laki dingin tidak berhati, Nadine jelas Type tepat untuk bisa menaklukkan laki-laki semacam Aslan.


Karena itu dia meminta Nadine menggantikan dirinya untuk bertemu laki-laki itu malam ini.


Gila!, menghadapi Zoe laki-laki minim ekspresi sudah membuat kepala ku terasa pusing apalagi harus menghadapi Aslan.


Omel freya dalam hati.


"Frey??? apa kamu mendengar ku?"


Tiba-tiba suara Nadine memecah pemikiran nya.


"Ya?"


Freya bertanya cepat ke arah Nadine.


"Laki-laki mana lagi yang Daddy atur pertemuan nya pada mu kali ini?"


Nadine bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


"Aku belum tahu"


Jawab Freya sambil mengembangkan senyuman nya.


Oh god maafkan aku kak.


Batin Freya.


Di tahu saat kakak nya mengetahui siapa yang akan datang ke ruangan ini dalam 15 menit kedepan, Nadine pasti akan mengamuk ketika sadar akan berhadapan dengan siapa.


Berbohong lah demi kebaikan.


Batin nya lagi


"Kakak bisa melihatnya langsung nanti, sekarang aku harus pergi secepat nya, aku benar-benar mohon bantuan kk Untuk sekali ini lagi"

__ADS_1


Setelah berkata begitu Freya langsung mencium pipi kiri dan kanan sang kakak, kemudian secepat kilat Frey mencoba kabur dari sana tanpa banyak bicara.


__ADS_2