
Masih di rumah sakit xxxxxxx,
pusat kota.
Hayat dan Ahem terlihat duduk di sebuah kursi panjang di salah satu sudut rumah sakit saat ini, mereka terlihat menatap lurus ke arah depan, membiarkan diri tenggelam pada pemikiran masing-masing. Mereka tahu jika keadaan jelas tidak baik-baik saja.
Ahem bahkan tahu Gao melewati masa sulit saat mengetahui tentang sebuah kenyataan yang mengerikan soal anak yang dikandung Ayana.
entah siapa Yang pantas disalahkan tapi yang jelas saat kejadian sandi pertama sekali dia pernah memperingati Gao, agar lebih berhati-hati pada laki-laki tersebut di mana ayahnya memiliki pengaruh yang cukup tinggi di pemerintahan. bahkan dia sempat berkata pada daddy All zigra, dia mungkin tidak bisa mempercayai ucapan dari ayah sandi saat berkata mereka akan mengirim sandi ke USA.
__ADS_1
Dan apa yang di takutkan dia, juga dikhawatirkannya pada akhirnya terjadi juga hari ini, namun Ahem tidak pernah menyangka jika kejadiannya akan tragis ini dan juga seekstrem ini. Dia jika tidak menyangka jika sesuatu hal yang di luar ekspektasinya terjadi dan menimpa keluarga Hillatop.
Belum suatu persoalan selesai kini kembali diterjang oleh persoalan yang lainnya di mana dia pikir orang tua mereka pasti cukup tidak sanggup melewati keadaan ini. Ujian yang menghantam keluarga mereka jelas bertubi-tubi tanpa henti.
"Semua buruk bukan?." Hayat pada akhirnya mulai membuka suaranya di mana dia melirik ke arah suaminya untuk beberapa waktu.
"aku melihat darah di mana-mana di bagian tubuh ayahnya bahkan di bagian bawahnya, kehamilan besar dengan darah yang seperti itu dalam volume yang banyak, jelas bukan hal yang baik bukan?." dia terus bertanya pada suaminya dan kali ini membiarkan bola matanya menatap Ahem tanpa melepaskan pandangannya.
masih diingat bagaimana cara mereka berlarian ke rumah sakit dan ketika dia bertemu Padang dengan Ayana yang sama sekali tidak membuka bola matanya, darah segar mengalir dari balik kedua belah paha Ayana, dia juga takut untuk menebak-nebak tapi dia tahu hal yang buruk pasti terjadi melihat bagaimana paniknya para dokter dan juga wajah Gao semalam.
__ADS_1
tapi dia berusaha untuk berbaik sangka dan menyakinkan diri jika sahabat baiknya tersebut pasti baik-baik saja bersama bayi di dalam kandungannya.
mendengar pertanyaan dari istrinya membuat akhir menatap balik sang istri untuk beberapa waktu, kemudian dia secara perlahan menyentuh puncak kepala istrinya tersebut.
"jangan terlalu memikirkan semuanya dan yakinlah semua akan baik-baik saja." laki-laki tersebut bicara mencoba untuk meyakinkan Hayat jika semua baik-baik saja.
"tapi aku tidak melihat sisi baik-baik saja dari diri Ayana semalam, sunshine." dan perempuan itu bicara dengan nada bergetar, kemudian di titik berikutnya tanpa sadar dia kembali menumpahkan air matanya.
"aku melihat darah keluar begitu banyak dari kedua paha Ayana, dan aku yakin hal buruk terjadi kepada bayinya, sunshine." lanjutnya lagi sembari menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Ahem sama sekali tidak menjawab pertanyaan istrinya, dia lebih memilih menyambar tubuh istrinya dan memeluk Hayat dalam diam.