
Beberapa hari berlalu,
Berpikir baru lewat seminggu,
Nyatanya sebulan berlalu,
Syukurlah tidak sewindu,
Di rumah sakit xxxxxxxxx yang berbeda,
pusat kota.
Pernah merasakan mati dan takut tidak hidup kembali?. Jawaban nya......
"Sayang,"
"Hayat apa kamu mendengar kami?,"
"Hayat?,"
Suara demi suara dari beberapa orang memecah pendengaran, Hayat menggerakkan jemari-jemari tangan nya yang terasa kaku, seolah-olah sudah lama dia tidak menggerakan jemari-jemarinya tersebut bahkan termasuk tubuhnya. Semua terasa begitukah kaku dan berat seolah-olah sudah terlalu lama dia tidak menggerakkan seluruh anggota tubuhnya tersebut, jadi begitu dia mencoba untuk menggerakkannya saat ini semua terasa sangat kaku.
secara perlahan dia membuka bola matanya ketika dia merasa wajahnya disentuh oleh seseorang, samar-samar bisa dia lihat bayangan demi bayangan orang-orang di sekitarnya itu, di mana dia mencoba untuk membiasakan bola matanya untuk menatap orang-orang yang ada di sekitarnya tersebut. Hingga pada akhirnya perempuan itu menyadari jika para anggota keluarga telah mengelilingi dirinya dan itu cukup membuat hanya terkejut saat ini dan wajah pertama yang dia lihat adalah.
__ADS_1
"Sunshine?," Hayat mencoba bicara, namun nyatanya suaranya tidak keluar sama sekali melainkan hanya terdengar seperti sebuah gumaman saja.
dia menggerakkan jemari jemarinya dengan begitu berat karena terasa sangat sulit sekali untuknya menyentuh wajah laki-laki dihadapan tersebut, dengan segala macam upaya hingga pada akhirnya Ahem yang lebih dulu mengangkat telapak tangannya dan membiarkan telapak tangan tersebut berada di pipi kiri sang suaminya.
Hayat berusaha untuk mengembangkan senyumannya.
"Kamu menangis?," dia kembali mencoba untuk bicara kali ini melesatkan sebuah tanya kepada sang suaminya.
Àhem menatap ke arah istrinya dengan bola mata berkaca-kaca, dia cukup tidak percaya saat dia mengetahui Hayat telah sadar dari keadaan nya. Laki-laki tersebut memaksakan diri untuk tersenyum, dia kemudian berkata.
"Ini bukan air mata, aku baru saja mencoba memakan sambal, rasanya cukup menyiksa." dia mencoba untuk berbohong pada perempuan di hadapannya tersebut.
Mendengar apa yang diucapkan suaminya membuat Hayat terlihat berusaha tertawa, tapi rasanya dua tidak sanggup membuat tawa nya lepas, dia pikir perutnya terasa sedikit nyeri dan mengganggu.
"Jangan memaksa untuk tertawa, kamu belum baik-baik saja." dan Ahem terlihat khawatir, bicara pada Hayat sambil menggeleng kan kepalanya dengan cepat.
"Mom?," dan hayat langsung membulatkan bola matanya, bisa dilihat bola mata perempuan tersebut tampak berkaca-kaca saat ini, ada sejuta hari yang terjadi ketika dia melihat wanita yang begitu dia rindukan.
Nyonya Bii terlihat mencoba untuk menahan tangisannya dengan cepat dia beranjak dari posisinya dan langsung memeluk perempuan yang ada di hadapannya tersebut yang tidak lain adalah putri kesayangannya, dalam balutan kerinduan dan juga kesedihan wanita itu langsung memeluk putrinya dengan erat diiringi dengan tangisannya yang tumpah begitu saja.
Hayat menerima pelukan itu dengan bola mata berkaca-kaca, dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya dimana bola matanya tiba-tiba tertuju pada satu sosok yang juga menatap dirinya.
Tangisan terdengar di balik telinganya dari bibir sang mommy nya, tapi bola matanya tidak lepas sama sekali menatap laki-laki yang gini telah berdiri tepat di hadapannya tersebut.
__ADS_1
"Dad," hayat bicara pelan,bola matanya terlihat berkaca-kaca menatap laki-laki yang ada dihadapan tersebut.
Mommy Bii melepaskan pelukannya, berganti pada tuan Zuu yang memeluk balik putri nya. keharuan jelas terasa di dalam ruangan tersebut di mana terlihat semua orang tanpa terlalu bersedih dengan keadaan.
Cukup lama keadaan terjadi seperti itu sehingga pada akhirnya pelukan terlepas dan kesedihan berusaha dihilangkan.
Hayat kemudian menatap ke arah semua orang yang tersisa satu persatu dan dia sadar ada banyak anggota keluarga yang berada di sana. Perempuan tersebut kembali langsung melirik ke arah suaminya untuk beberapa waktu kemudian dia mencoba berkata.
"Bisakah aku beristirahat sebentar?," ekspresi wajah Hayat terlihat aneh, dia mencoba untuk meminta persetujuan, berusaha memejamkan bola matanya dengan cepat.
Perempuan tersebut sengaja melakukan nya, memejamkan bola matanya sambil menyentuh lembut area perut nya, dia tahu sejak awal dia bangun, tapi pura-pura mengabaikan nya, mencoba menekan akal warasnya dan berusaha untuk tidak histeris dan membuat keadaan semakin berkabung. Secara perlahan air matanya tumpah, dia tahu dia telah kehilangan sesuatu yang beberapa waktu ini terus hadir menemani dirinya dan mengisi kehidupan nya.
****
Pernah merasakan mati dan takut tidak hidup kembali? Jawaban nya YAH, aku merasakan nya.
Dear baby, di meja operasi yang begitu dingin dan tidak bersahabat, mommy samar-samar mendengar tentang obrolan semua orang tentang kita. Mereka bilang terpaksa memisahkan kita dengan berbagai macam alasan, kamu sudah terlelap dan enggan membuka mata untuk melihat dunia.
Kala itu rasanya begitu menyakitkan, mommy terpejam tapi mata ingin sekali menangis, mommy tidak ikhlas tapi Tuhan sedang mengajar kan mommy untuk ikhlas.
Kamu hebat my dear baby, meskipun tidak ingin berkunjung melihat dunia yang mommy tempati, tapi selamanya mommy dan orang-orang akan mengingat mu dalam sebuah sejarah yang begitu berarti. Mungkin kamu memang tidak hadir di antara mommy dan daddy atau orang-orang yang ada di dunia ini, tapi percayalah kamu akan selalu ada di hati semua orang karena menjadi perantara juga jembatan penyambung untuk hubungan yang awalnya terputus karena berbagai macam alasan.
Dan kamu hebat dear baby, anak pintar yang menyelamatkan grandpa dari daddy.
__ADS_1
Your Mom, wanita yang akan terus mengenang mu hingga akhir.
Mari bertemu di surga dan tetaplah menjadi anak yang baik hingga mommy datang dan kamu menyambut tangan ini.