Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Merencanakan sesuatu


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,


Sebelum acara 7 bulanan Gao dan Ayana,


Mansion utama Ahem Hillatop,


Paris.


Seorang pelayan bergerak cepat masuk ke kediaman Ahem dan Hayat, membawa sebuah amplop mendominasi berwarna coklat, di atas nya terdapat sebuah kartu kecil yang disinyalir sebagai sebuah kartu nama dan sebuah catatan. wanita tersebut bergerak dengan cepat menuju ke arah atas di mana kamar Ahem dan Hayat berada. Begitu tiba di depan kamar dengan cepat wanita tersebut mengetuk pintu kamar secara perlahan.


Tokkkkkk.


Tokkkkkk.


Tokkkkkk.


Tiga kali ketukan terdengar.

__ADS_1


"Masuk lah bi." Suara Hayat terdengar dari arah dalam sana


Dan ketika mendapatkan perintah, wanita tersebut buru-buru langsung menggeser knop pintu dan masuk ke dalam kamar itu.


wanita itu berjalan mendekati Hayat yang tengah duduk di depan meja rias, dia bergerak dengan cepat kemudian menyerahkan berwarna coklat ditangani tersebut dan kartu kecil yang ada di atas nya.


"Seseorang mengirimkannya kepada nona." Ucap wanita itu cepat, memberikan map yang ada di tangannya tersebut ke arah Hayat.


Perempuan itu menerimanya secara perlahan, menganggukan kepalanya dan membiarkan sang pelayan untuk segera pergi dari sana. Begitu sang pelayan beranjak pergi dan menutup pintu kamarnya Hayat langsung membuka map berwarna coklat tersebut dengan gerakan cukup cepat, namun sebelum dia membuka amplop coklat tersebut terlebih dahulu Hayat mencoba untuk membaca kartu nama dan catatan yang ada di belakang kartu ditangan nya itu untuk beberapa waktu.


kemudian kembali perempuan itu bergerak mengambil sesuatu di dalam amplop coklat yang ada di tangannya dan ingin melihat isinya tanpa banyak bicara hingga pada akhirnya sejenak hayat menatap barisan daripada kertas serta foto-foto yang ada di tangannya itu sehingga pada akhirnya seolah senyuman mengembang dibalik bibir perempuan tersebut.


Cukup lama dia menunggu panggilannya terangkat dari arah seberang sana, hingga pada akhirnya bisa dia dengar suara seseorang yang menjawab panggilan nya.


"Halo?." Seseorang bicara.


"Ini aku."

__ADS_1


"Aku sudah menunggu cukup lama, apa kamu sudah menerima kiriman ku?."


"He em, aku sudah menerimanya."


"Berikutnya aku hanya menunggu perintah, semua orang bisa bergerak untuk meruntuhkan dirinya."


"No, aku pikir terlalu tergesa-gesa jika di kita melakukannya secara langsung saat ini, itu akan membuat kita kehilangan sesuatu karena aku pikir dia pasti tidak bekerja sendiri di sana." Hayat bicara dengan cepat, menolak permintaan seseorang dari seberang sana.


"periksa semua laporan keuangannya, bergerak dengan hati-hati dan pastikan setengah dari saham nya telah beralih tangan secara perlahan." Ucap Hayat lagi kemudian.


"Itu seperti sedikit mengulur waktu?!." Diseberang sana mengernyitkan dahinya.


"Biarkan, aku ingin lihat siapa saja yang membantu mereka dan siapa saja yang ingin menyingkirkan buyut tua."


"Bukan masalah, aku hanya menunggu perintah."


Hayat tidak lagi melanjutkan kata-katanya, dia menatap kearah depan secara perlahan kemudian menutup panggilannya.

__ADS_1


"Sebelum acara Gao dan Ayana, pastikan beritanya baru pecah, itu akan semakin mempermudah aku untuk masuk menjadi keluarga Hillatop nanti nya." Ucap Hayat sebelum menutup panggilannya.


__ADS_2