Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Sedikit menegang


__ADS_3

Disisi lain.


Ahem berhasil masuk ke dalam gedung bangunan tua tersebut, dan secepat kilat dia bergerak dengan sangat hati-hati ketika masuk ke dalam sana, mencoba memastikan jika tidak ada musuh yang akan menangkap kehadirannya saat ini. Bola bergerak begitu awas dan dia mencoba untuk mencari kehadiran istrinya, terjadi komunikasi yang begitu halus dan perlahan dibalik headset bluetooth-nya di mana beberapa orang mencoba untuk memberitahukan beberapa titik lokasi yang cukup dicurigai sebagai tempat Hayat berada.


Ahem terus melangkah maju ke arah dalam, membiarkan dirinya terus melangkahkan kakinya dan dalam kondisi yang begitu awas juga sangat hati-hati, lagi-lagi itu jelas sejuk khawatir karena belum melihat batang hidung istrinya sama sekali dan bahkan dia khawatir jika Alberto atau Kalina memperlakukan istrinya dengan cara yang buruk.


kecurigaan menghantam di dalam hatinya dan berbagai macam ketakutan juga menghantar dirinya saat ini.


Ahem terus melangkahkan kakinya menuju ke arah dalam dan dia seketika langsung terdiam dan langsung bersandar ke bagian dinding ruangan saat mendengar langkah kaki yang tiba-tiba datang mendekat. laki-laki itu bersandarkan diri dan mencoba dalam mode awas, memegang pistolnya dengan cara berhati-hati dan mencoba untuk mengintip dengan baik.


sejujurnya laki-laki tersebut cukup takut membunuh seseorang mengingat tentang kehamilan istrinya, tapi keadaan membuat dia harus melakukan hal tersebut saat ini karena baginya sangat tidak memungkinkan jika dia tidak menyerang lawan dan membahayakan nyawanya sendiri.


di tengah persiapan dan juga ke awasan yang dilakukan laki-laki tersebut, tiba-tiba saja seseorang muncul dari sisi kirinya dan menodongkan pistol kepada dirinya dan hal itu membuat Ahem terkejut setengah mati, laki-laki tersebut langsung ikut menaikkan ujung pistol nya.


kletakkkkk.


Kletakkkkk.


Ahem langsung membulatkan bola mata nya saat dia menyadari ada di hadapan tersebut.


"Enrico?,"


"Tuan?,"


Enrico tidak kalah terserah seperti dirinya ketika menyadari jika Ahem ada di hadapan nya saat ini.


Mereka pada akhirnya saling menurunkan senjata antara satu dengan yang lain, kini mencoba bersandar pada bagian bibir yang sama dan menunggu jika ada musuh yang datang mendekat.


"Kau sudah mendapatkan posisi daddy?," Ahem bertanya setengah berbisik pada laki-laki yang ada di sampingnya tersebut.


Enrico terlihat diam untuk beberapa waktu kemudian dia menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Tuan ada di sini tapi aku belum menemukan titik lokasi tepat nya, aku bisa melihat tuan telah membunuh beberapa musuh secara diam-diam." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


Ahem yang mendengar apa yang diucapkan oleh Enrico seketika diam.


"Aku cukup khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi pada daddy." ucap laki-laki tersebut dengan cepat kemudian mencoba untuk menghela nafasnya.


Enrico tampak diam tidak menjawab, dia hanya menoleh ke arah Ahem untuk beberapa waktu.


"Aku takut jika tiba-tiba daddy tertangkap." laki-laki tersebut bicara lagi kepada sekretaris daddy nya.


"Jangan khawatir salah apapun karena aku yakin tuan pasti bisa menjaga dirinya, tuan merupakan orang yang paling hebat yang pernah ketemuan dan dia mampu memusnahkan musuh dalam keadaan bagaimanapun juga." Enrico mencoba untuk menghibur laki-laki tersebut dan menenangkan Ahem atas kekhawatirannya.


Ahem sama sekali tidak mengeluarkan suaranya memilih untuk diam dan kembali bola matanya saat ini menatap tajam ke arah sisi kanan nya di mana dia mencoba untuk menelisik keadaan agar musuh tidak melihat keberadaan mereka.


"Apa kamu juga telah menemukan titik lokasi di mana istriku berada?," kembali laki-laki itu bertanya.


"Di lantai 2 bangunan ini, tuan." dan Enrico menjawab dengan cepat.


Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut jelas saja membuat Ahem terkejut.


'Kau yakin?," Ahem kembali bertanya dengan cepat.


******


Disisi lain,


beberapa waktu setelah nya.


Hayat bergerak dengan cepat untuk lari dari ruangan tersebut di mana dia melangkah kan kakinya dan mencoba untuk membuang rasa takut nya saat ini, keringat dingin jelas menghantam dirinya saat ini di mana dia berpikir tiba-tiba suhu tubuhnya berubah, dia tiba-tiba merasa kehamilannya tidak baik-baik saja di mana keadaan saat ini, perut Hayat tiba-tiba merasa tidak nyaman.


Perempuan itu sejenak mencoba untuk menghentikan langkah kakinya beberapa waktu di mana dia bisa berpegangan pada dinding di sisi kirinya secara perlahan, tiba-tiba perempuan itu merasa kepalanya pusing dan perutnya menjadi mual. Dia pikir apa yang terjadi pada dirinya, karena dia pikir dia sama sekali tidak mengkonsumsi apapun atau menerima suntikan yang diberikan oleh Alberto.


Hayat sejenak mencoba untuk menajamkan telinganya saat tiba-tiba dia mendengar suara sepatu yang melangkah dari arah ujung sana, perempuan itu berusaha untuk menatap ke arah sekelilingnya dan dia mendapatkan satu pintu ruangan yang ada di sisi kiri tersebut, seketika ayah langsung mencoba untuk membuka pintu tersebut secara perlahan dan memastikan tidak ada siapa-siapa di dalam sana.


Dan dia cukup bahagia karena dia mengetahui di ruangan tersebut tidak ada siapapun, dan secepat kilat perempuan itu langsung masuk ke dalam ruangan itu dan bersembunyi di sana di mana bola matanya mencoba untuk mengintip pada bagian orang yang melangkahkan kakinya di ujung sana secara perlahan.


Hayat mencoba untuk menahan nafasnya beberapa waktu dan meyakinkan diri jika semua pasti baik-baik saja dibalik keringatnya yang keluar tanpa henti tiba-tiba saat ini.


Perempuan itu membiarkan bola matanya tersenyum dari arah balik kaca jendela yang ada di hadapannya tersebut saat ini, ingin tahu siapa yang melangkahkan kaki mendekati dirinya, dalam resep penasaran yang tinggi dia menunggu langkah kaki tersebut bergerak tepat kehadapan dan hanya bisa melihat sedikit demi sedikit langkah kaki dengan ukuran sepatu besar yang kini melangkah perlahan mendekati tempat di mana dia bersembunyi.


hingga pada akhirnya kaki sang pemilik sepatu berhenti tepat di hadapan ruangan tersebut beberapa waktu, Hayat seakan-akan tahu siapa sang pemilik kaki dan sepatu tersebut, dia berusaha untuk menaikkan pistolnya secara perlahan, dan bersiap dalam kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.


Hayat mencoba untuk menarik nafas yang beberapa waktu, di mana dia mencoba juga untuk bersikap setengah mungkin saat ini.


sang pemilik sepatu di depan sana terlihat diam dan memperhatikan kesekelingnya, hidungnya mencoba untuk mencium aroma sesuatu yang terasa asing, dia yakin jika saat ini dia mencium aroma parfum dari seorang perempuan untuk beberapa waktu, mencoba memastikan jika dia tidak terasa ada dari keadaan.


cukup lama laki-laki tersebut berpikir dan menelisik bagian tempat yang ada di sekitarnya, sehingga pada akhirnya bola mata laki-laki tersebut tertuju pada ruangan yang ada di sisi kanan, dia menatap ke arah gudang kosong itu untuk beberapa waktu sembari mengerjakan kelilingnya dan mencoba untuk menaikkan ujung alisnya secara perlahan.


Tiba-tiba saja seulas senyuman licik mengembang di balik wajah laki-laki itu, seolah-olah dia telah mendapatkan apa yang ingin dia cari saat ini, sesuai perintah Tuhan dia harus menangkap siapapun yang menghalangi jalan dan dia pikir siapa tahu itu adalah perempuan yang menghilang dari ruangan Alberto.


laki-laki tersebut pada akhirnya melangkah kan kakinya menuju ke arah ruangan yang ada di sisi kanannya itu, sengaja melangkahkan kakinya secara perlahan dan ingin memastikan jika seseorang ada di dalam sana saat ini. senyuman kecil yang mengerikan terlihat jelas di balik wajah penuh kumis tersebut, laki-laki itu cara perlahan membuka pintu ruangan gudang yang tidak terpakai tersebut secara perlahan dan memastikan akan menangkap perempuan yang menghilangkan sejak beberapa waktu sebelum.


Dan jika dia berhasil mendapatkan perempuan terseru maka dia akan mengeksekusi sesuai dengan kemauan nya.


Laki-laki tersebut belakang masuk ke dalam ruangan itu Dan dia membelokkan kakinya menuju ke arah sisi kanan nya secara perlahan.


*******


Catatan \=


Sambil menanti Wiraditya dan Queen W, mau yang udah end Mak? alur lebih santai dan bikin bucin juga Baper? coba di sini makkk, dijamin cengar-cengir kuda baca nya ❤️❤️❤️❤️ dan ga bisa move on 🤭🤭🤭.



Senja menatap dalam wajah tampan laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut tanpa mengeluarkan sedikit pun suaranya, memperhatikan ritme kata-kata yang di ucapkan oleh laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.


Membiarkan laki-laki tersebut terus menyampaikan apa yang memang seharusnya dia dengar kan dan dia setujui dalam kesepakatan yang mereka lakukan bersama.


Dia mendengarkan dengan baik apa saja yang di ucapkan laki-laki tersebut tanpa pernah berpikir untuk menjawab atau membantah nya di kala laki-laki tersebut terus bicara.


Di hadapan gadis tersebut terdapat beberapa lembar surat yang berisi tulisan-tulisan yang sebenarnya cukup memberatkan dirinya, tapi dia lebih memilih diam dan menyelesaikan membacanya tadi.


Entahlah bagaimana permulaan mereka bertemu, bagaimana bisa mereka pada akhirnya duduk ditempat ini saling berhadapan wajah antara satu dengan yang lainnya.


apakah ini takdir atau hanya sebuah kata kebetulan di mana mereka sama-sama dalam posisi menginginkan sesuatu dan juga membutuhkan sesuatu.


seolah-olah sejak awal ada ikatan benang yang menarik mereka berdua untuk berkumpul di sini dan menyepakati sesuatu yang senja tidak tahu apakah ini menguntungkan dirinya atau merugikan dirinya namun jelas menguntungkan laki-laki yang ada dihadapannya tapi dia tidak paham apakah itu juga akan merugikan laki-laki di hadapannya tersebut satu hari nanti.


Senja, begitu orang-orang memanggil nama nya.


Mereka bilang Senja merupakan momen indah saat sore hari sebelum matahari terbenam. Datangnya senja bisa dikatakan waktu favorit menjelang malam dan menjadi momen yang sering ditunggu-tunggu banyak orang.


Senja atau magrib adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam, ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari CAKRAWALA.


Apakah Senja memiliki manfaat untuk orang-orang disekitar nya?.


yah tentu saja ada.


Mereka bilang Senja Memberi persepsi baru tentang waktu. Pernahkah Anda merasa waktu berjalan sangat cepat? Biasanya hal ini akan Anda rasakan ketika sedang melakukan hal yang menyenangkan hingga waktu terasa berjalan cepat. Atau mungkin saat Anda sedang dikejar deadline pekerjaan yang sangat banyak. Dalam kondisi tersebut, saat memandang sunset Anda akan merasa seolah waktu sedang berjalan dengan lambat. Hal ini terjadi karena Anda terpaku pada keindahan pemandangan tersebut sehingga merasa waktu berjalan lebih lambat. Selain itu, luasnya langit yang tidak terbatas semakin memberi kesan yang sama.


Bahkan berkat melihat Senja membuat kita lebih bersyukur, indahnya pemandangan sunset akan membuat Anda merasa lebih bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menikmatinya.


"Jangan memimpikan pernikahan penuh cinta, aku dan kamu hanya menyepakati surat perjanjian kedua belah pihak untuk saling membuat keuntungan antara satu dengan yang lainnya"


Laki-laki dihadapan Senja terus bicara, menatap datar kearah Senja sembari menyesap minuman nya.


mungkin dari seluruh sosok laki-laki yang pernah dia temui di muka bumi ini, laki-laki di hadapannya ini merupakan laki-laki yang cukup datar dan tidak memiliki hati.


dia tidak tahu apakah laki-laki itu memiliki permasalahan hidup yang sangat berat sama seperti dirinya, tapi saat mereka melakukan kesepakatan seperti ini bisa saja pastikan jika laki-laki di hadapannya tersebut memang tidak memiliki sedikitpun hati.


bagaimana bisa laki-laki tersebut menjanjikan pernikahan tanpa hati dan juga tanpa cinta?!.


Cakrawala adalah nama laki-laki tersebut, yang baru dua hari dia kenal, datang membawa harapan atas keputusannya dalam beberapa waktu ini.


ketika dia berpikir dia tidak lagi memiliki jalan dan dia sudah berpikir jika jalan yang akan ditempuhnya menjadi buntu seolah-olah Tuhan mengirimkan malaikat penolong untuk dirinya namun juga laki-laki di hadapannya tersebut seolah-olah menjadi malaikat yang siap mencabut nyawanya kapan saja.


Cakrawala, bukankah sangat kebetulan sekali nama laki-laki tersebut cakrawala? bayangkan bagaimana ketika Senja dipertemukan dengan Cakrawala, padahal dalam realita Cakrawala tidak bisa hidup tanpa Senja begitu pula sebaliknya.


Tidak pernah terpikirkan jika dua nama tersebut dipisahkan dari bagian ciptaan tuhan tersebut.


Cakrawala laki-laki dingin dan datar, yang tidak pernah menggunakan hati nya dalam beberapa tahun belakangan, bagi nya Perempuan tidak menjadi kebutuhan nya, dia menutup hati dan mata nya untuk makhluk bernama perempuan, dia lebih suka membuat kesepakatan untuk mendapatkan kemauan nya.


Kehilangan membuat dia melupa bagaimana rasanya mencintai, jatuh cinta bahkan di cintai.


Tekanan keluarga untuk menikah lagi dan mendapat kan keturunan terus menggila dalam setengah tahun belakangan, karena itu mau tidak mau dia mencari cara untuk membebaskan diri dari perjodohan yang akan diciptakan oleh orang tuanya, dia mencari seorang gadis yang bisa dia bayar dan saling memanfaatkan antara satu dengan yang lainnya demi sebuah keuntungan.


"Hanya hingga kamu melahirkan bayiku, kita akan membuat sebuah konflik hingga terjadi perceraian di antara kita, bisa siapapun yang akan menjadi salah di antara kita nanti, sebelum itu akan menjadi cara untuk kita berpisah"


Cakra kembali Bicara, menatap wajah Senja dengan tatapan tajam bagaikan elang.


wajah tampan mendominasi meskipun usianya jelas telah jauh lebih matang daripada usia para laki-laki yang pernah sejak kenal, tapi percayalah laki-laki itu merupakan laki-laki paling tampan dari seluruh laki-laki yang pernah Senja di dalam seumur hidupnya.


"Apa kamu sudah memahami semua kontrak perjanjiannya?"


Ketika laki-laki tersebut bertanya ke arahnya Senja mencoba menelisik bola mata laki-laki tersebut, kemudian gadis itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Ada yang ingin kamu tanyakan atau ada yang ingin kau sampaikan dalam perjanjian pernikahan kita selanjutnya?"


laki-laki tersebut bertanya sambil menelisik lawan bicaranya, memastikan jika sebenarnya surat perjanjian yang dibuat sudah sangat jelas tanpa cacat.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Cakra seketika membuat Senja kembali menatap dalam bola mata Cakra, dia menelisik mimik wajah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


"Apakah aku bisa minta uang muka nya?"


Hanya itu barisan pertanyaan yang ingin dia tahu,dia hanya membutuhkan uang nya untuk operasi ayah nya saat ini tidak lebih.


Cakra terlihat tidak bergeming mendengar ucapan yang dilontarkan oleh gadis di hadapannya.


"Aku akan mengirimnya ke rekening mu sekarang juga.


*******


Pernah bertanya apa impian yang diinginkan Senja?!.


Menjadi ratu sehari dalam pernikahannya.


Semua perempuan mengimpikan momen sekali seumur hidup ini. Tampil cantik jadi ratu sehari di panggung pelaminan.


Tidak cuma gaun dan riasan, perempuan juga punya impian tentang kehidupan pasca menikah. Menjalani hari-hari manis berdua sebagai sepasang suami-istri.


jadi sepertinya pasti memikirkan banyak hal di hari pernikahan mereka, ingin mendengar keriuhan dan juga canda tawa dari para teman-teman yang mungkin akan merasa iri dengan pernikahan yang digelar sekali dalam seumur hidup mereka.


Tapi nyata nya dia harus menelan semua impian nya hari ini, karena pada akhirnya impian seseorang terkadang harus kandas karena keadaan, bahkan terkadang apa yang direncanakan di masa lalu tidak akan terlaksana sesuai harapan di masa sekarang.


Pernikahan sederhana dengan mas kawin seadanya, seperangkat alat sholat dan ucapan janji suci didepan penghulu, selebihnya tidak ada, karena itu dia memilih diam dan membuang semua impiannya.


"Saya terima nikahnya, kawin nya....."


Sayup-sayup suara Cakra terdengar memenuhi ruangan mendominasi berwarna putih tersebut, dimana beberapa saksi dan juga tamu menghadiri akad nikah mereka.


Tidak ada lamaran penuh cinta, tidak ada tawa bahagia atau godaan demi godaan yang terlontar untuk calon pengantin baru.


semua berjalan begitu lurus dan datar tanpa ada rasa di dalamnya, persis seperti sayur jadi masak tanpa garam dan micin, hambar juga tawar.


"Sah.?"


"Sah"


"Sah"


"Sah"


Bola mata Senja sejenak menatap kearah depan, pandangan kosong menerjang pemikiran, di beberapa detik berikutnya bola mata gadis tersebut terlihat berkaca-kaca ketika kata sah terlontarkan dari banyak orang yang menyatakan dirinya telah menjadi milik seseorang.


Meskipun janji suci diikat secara keagamaan bahkan disaksikan para saksi dan juga wali realitanya itu bukanlah pernikahan sesungguhnya di antara dirinya dan Cakra.


Seketika air mata gadis tersebut turun membasahi pipi, dia sama sekali tidak bisa mengekspresikan perasaannya saat ini apakah sebenarnya saat ini bahagia atau dia terluka, tapi terkadang hidup itu adalah sebuah pilihan yang terasa tidak adil untuk dijalani.


Ketika kamu berharap berjalan ke arah kanan realitanya kamu dipaksa menuju ke arah kiri, kamu berharap berjalan ke arah depan tapi terkadang kamu akan ditarik oleh Allah SWT ke belakang.


Sesungguhnya Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.


Dia menunjukkan kepalanya, terisak didalam diam kemudian Senja menaikkan kepalanya yang tertunduk sejak tadi, menatap kearah depan nya untuk beberapa waktu,dia menatap wajah ibunya yang terus menangis di samping dirinya, dia tahu wanita itu tidak ikhlas melepaskan dirinya tapi sama sekali tidak berani bicara, menutup rapat-rapat luka di hatinya sembari mencoba mengembangkan senyumannya dan berkata dia bahagia dengan pernikahan yang dia lakukan saat ini.


Dia ingat apa yang dikatakan ibunya kemarin.


"Menikah itu bukanlah sebuah permainan neng, di mana kamu bisa memulai permainan Ketika siap dan mengakhiri jika sudah mulai bosan. Menikah itu bukan hanya sekedar ikatan janji suci atas kedua belah pihak atara dua orang itu. Tapi ikatan juga terhadap sang pencipta. "

__ADS_1


"Pernikahan itu bukan hanya sekedar Buku Nikah, Ijab dan Resepsi, tapi janjinya sama Allah, malu neng sama Allah karena mempermainkan ibadah yang paling di sukai Allah"


Senja sama sekali tidak bergeming, memilih diam sembari sibuk menyiapkan makanan di dapur sederhana beralaskan tanah.


"Bismillah Mak, InsyaAllah"


Dan kini realita nya dia menikah dalam permainan, menganggap ibadah ini hanya perantara mereka untuk saling mendapatkan keuntungan.


Senja menatap Ibu nya lantas membiarkan wanita tersebut memeluknya secara perlahan.


"Jama’allahu syamlakumaa, waas’ada jadda kumaa, wabaarik ‘alaikumaa, waakhraja minkumaa katsiiran thayyiban."


Arti:


“Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.” (HR. Anas bin Malik dalam Kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2: 183, Bab 4).


Bisik Ibu Senja kemudian.


Tangis nya kembali tumpah.


jika ada yang bertanya kenapa dia menangis saat ini, dia bukan bersedih karena pernikahannya saat ini tapi ada beban lain yang membuatnya merasa seharusnya dia tidak terikat didalam pernikahan ini seandainya dia bisa memutar waktu dan memilih di masa lalu.


Sejenak Senja menatap kearah telapak tangan nya, dimana sejak tadi dia menggenggam sesuatu di sana.


Apa kabar mu saat ini?!.


Semoga semua baik-baik saja.


*******


Setelah Cakra pergi dari hadapannya, meninggalkannya seorang diri tanpa kejelasan, pada akhirnya senja beranjak dari posisinya dan mendekati ke arah meja di mana dua kartu hitam tergeletak di sana.


dia menatap dua kartu itu tanpa banyak bicara, lantas meraihnya secara perlahan kemudian membolak-balikkannya dengan perasaan bingung.


dia pikir ini untuk apa?.


gadis tersebut tidak bergeming untuk beberapa waktu, berpikir dengan keras apa fungsi dari kartu hitam tersebut.


pada akhirnya gadis itu mengehela pelan nafasnya, dia meletakkan kembali kartu itu ke atas meja, bergerak mendekati kasurnya secara perlahan.


namun baru dia akan kembali duduk ke kasur nya, tiba-tiba saja suara ketukan pintu mengejutkan dirinya, buru-buru gadis tersebut menoleh.


"Non?"


Sebuah suara terdengar dari depan sana, samar nyaris tak terdengar, Senja menoleh menunggu siapa yang didepan sana masuk ke dalam.


Kleekkk.


rupanya itu bibi pelayan.


"Maaf non"


Wanita berusia sekitar 45 tahunan tersebut bicara cepat, menundukkan kepalanya lantas berjalan mendekati senja.


"Ya bi?"


Senja buru-buru berdiri dari posisi nya, menatap kearah wanita tersebut cepat, dia ikut menundukkan kepalanya, merasa tidak enak saat wanita yang lebih tua dari nya menundukkan kepalanya.


"Pak Rudi sudah menunggu anda di bawah sesuai permintaan Tuan Cakra"


Wanita itu menyampaikan berita, berkata jika laki-laki asisten Cakra Sudah menunggu dibawah sejak tadi.


Rudi?.


Senja mengerut kan keningnya, dia masih tidak mengerti kenapa Cakra mengirim seorang laki-laki untuk menemani nya, bukankah ada pilih lain misal nya bibi yang bekerja di rumah besar tersebut.


dia pikir mereka tidak kekurangan perempuan apalagi Wanita.


gadis tersebut terlihat diam, mencoba mengehela nafasnya secara perlahan.


Melihat tidak ada sahutan dari istri majikan nya, wanita itu pikir nona nya sudah paham maksud nya, pada akhirnya wanita tersebut berencana membalikkan tubuhnya dan berencana pergi dari sana.


Tapi tiba-tiba senja berkata.


"Maaf bi"


gadis tersebut terlihat gelisah, memanggil wanita tersebut lantas bergerak mendekati meja kecil dimana terdapat 2 kartu hitam yang diberikan Cakra tadi pada nya.


"Bisakah bibi menjelaskan pada ku, apa fungsi kartu ini sebenarnya?"


Tanya senja kemudian.


mendapatkan pertanyaan sang nona seketika membuat wanita tersebut menoleh kearah kartu hitam pipih tersebut.


awalnya wanita tersebut cukup terkejut mendengar pertanyaan Senja, namun di beberapa detik berikutnya wanita itu mencoba mengulum senyuman nya.


"Itu nama nya kartu hitam, nona"


wanita tersebut berusaha untuk menjelaskan.


Kartu hitam?!.


Senja mengerutkan keningnya dengan untuk waktu yang cukup lama, masih tidak paham maksud dari wanita dihadapan nya itu.


"Isi nya uang semua, limit, tanpa batas"


Mendengar kata limit tanpa batas malah semakin membuat gadis tersebut bingung, bagaimana bisa ada uang didalam kartu kecil seperti itu.


"Setelah pergi dengan Pak Rudi, nona akan tahu fungsi kartu tersebut"


setelah berkata begitu, wanita tersebut menundukkan kepalanya, dia melebarkan senyuman nya lantas menundukkan kepalanya dan beranjak pergi dari sana.


Senja masih bingung, mencoba untuk meraih kartu tersebut secara perlahan,dia menghela nafasnya berat kemudian gadis tersebut bergerak perlahan keluar dari kamarnya.


Senja buru-buru turun kearah lantai bawah, bergerak cepat setelah seorang pelayan rumah berkata asisten Cakra telah menunggu nya.


bola mata senja menatap sosok laki-laki yang duduk di atas kursi sofa big size mendominasi berwarna cream muda di dalam rumah mewah tersebut, dimana sosok laki-laki tersebut terlihat menatap kehadiran Senja yang turun secara perlahan dari tangga lantai atas menuju kearah diri nya.


laki-laki tersebut mengerutkan keningnya, seolah-olah dia mengenal gadis dihadapannya tersebut.


Dia?!.


*******


Mata mu sangat jeli melihat seorang gadis.


itu adalah barisan pesan yang dikirimkan oleh kakak perempuannya kepada Cakra.


laki-laki tersebut terlihat diam menatap beberapa foto yang ada di hadapannya, menggeser satu persatu foto-foto tersebut secara perlahan dimana bola mata nya terus menatap tajam kearah foto-foto tersebut, itu adalah Senja dengan beberapa penampilan yang berbeda.


tidak ada sama sekali senyuman atau bibir yang dinaikkan ke atas saat membaca pujian yang diberikan oleh kakaknya.


Cantik?!.


Laki-laki tersebut menatap kaku pada foto terakhir Senja, memperhatikan gadis tersebut yang terlihat tertawa lepas sambil menatap kearah depan, seolah-olah ingin bicara dengan seseorang di sana.


Sayangnya dia sama sekali tidak peduli apapun soal gadis tersebut.


Cakra sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, pada akhirnya dia memilih meletakkan handphonenya ke atas meja kemudian kembali berbalik ke arah jendela kaca besar, bola mata nya kembali menatap ke arah depan.


sejenak bola mata laki-laki tersebut terpejam, dia mencoba menghirup aroma di sekeliling kantornya untuk beberapa waktu, lantas mengingat beberapa kenangan yang cukup dia rindukan.


*****


kembali ke masa lalu


SMK negeri 2


Lubuklinggau 2004.


Tinggggggggg.


tonggggggggg.


ketika suara bel pulang sekolah terdengar memenuhi seluruh isi sekolah menengah kejuruan tersebut, para Murid terus sibuk membenahi seluruh isi tas mereka memasukkan satu persatu buku tulis dan buku cetak ke dalam tas masing-masing murid, bahkan tidak lupa mengecek laci yang ada di bawah apakah ada barang yang tertinggal di sana sedangkan para guru masih sibuk ingin menerangkan sisa pembelajaran di depan papan tulis mendominasi berwarna hitam di mana barisan kapur warna-warni terutama berwarna putih masih menghiasi papan belajar tersebut.



melihat para murid telah sibuk dan bersiap untuk bergegas pulang, para guru hanya bisa mengalami nafas mereka meletakkan kembali kapur tulis lantas memilih duduk di atas kursi mereka.



saat suara ketua kelas menggema memenuhi ruangan kelas masing-masing para murid baik laki-laki maupun perempuan langsung berdiri dari posisi mereka sembari mengikuti sang ketua kelas yang mulai mengaba-abakan untuk membacakan doa.


lantunan doa pulang sekolah terdengar memenuhi seluruh isi ruangan kelas baik dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 baik kelas pilihan maupun kelas terbuang.


sebenarnya tidak ada kelas terbuang tapi terkadang anak-anak di kelas akhir menjadi penghuni yang di anggap terbuang karena tingkat kenakalan dan juga sulit nya mengatur semua anak-anak disana.


jika tidak menjadi langganan guru BP maka mereka tidak dibilang hebat sebagai penghuni kelas ujung atau kelas terakhir.


setelah lantunan doa selesai didendangkan para murid berhamburan keluar dari dalam kelas tersebut namun menunggu Sang guru mulai keluar dari pintu kelas itu.


seorang gadis cantik tanpa keluar dengan tergesa-gesa menuju ke arah depan tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya.


"Jelita.....mau kemana?"


satu teriakan menggema di belakang gadis tersebut, Alih-alih menjawab dia lebih memilih untuk melambaikan telapak tangannya.


"aku yakin kekasihnya dari kota pasti datang berkunjung"


satu teman yang lainnya bicara dengan cepat sambil terkekeh.


"Oh emak.... seharusnya aku tidak jadi Jodi aleas jomblo ngenes"


lagi terdengar kekehan saling sahut bersahut ketika jelita telah mulai menghilang dari hadapan mereka.


gadis itu bergerak menuju ke arah gerbang depan, dengan perasaan yang berbunga-bunga dan jantung yang terus berdetak dengan kencang, percayalah tidak ada yang lebih menegangkan kecuali ketika kamu kedatangan seseorang yang begitu spesial di hati.


Cakra.


Laki-laki tampan itu telah berdiri tepat di depan gerbang sekolahnya, melebarkan senyumannya sembari menyambut kedatangan Jelita.


"Cakra..."


gadis itu melambaikan tangannya dengan penuh kesenangan, terus berlarian mendekati laki-laki yang ada di ujung sana dengan perasaan berdebar-debar.


"Kapan datang?"


Jelita bertanya dengan cepat.


"Ba'da subuh"


Jawaban penuh senyuman merekah dibalik bibir Cakra.


Mereka bergerak dengan perlahan, menuju ke arah motor RX-KING yang terparkir di sisi kiri sekolah.


Jelita mengembangkan senyumannya, memilih duduk dibelakang Cakra sembari menerima sebuah walkman yang tiba-tiba diberikan oleh laki-laki tersebut.



"Aku akan memberikan sebuah lagu untuk dijadikan kenangan sepanjang masa kita"


Ucap Cakra dengan cepat.


gadis tersebut tidak menjawab, membiarkan sebelah headset nya terpasang di salah satu telinga nya.


"Ingat lagu ini jika kamu dan aku saling merindu."


Ucap Cakra kemudian.


alunan lagu mulai terdengar dibalik walkman tersebut.


******


Chrisye


Kisah kasih di sekolah.


Resah dan gelisah

__ADS_1


Menunggu di sini


Di sudut sekolah


Tempat yang kau janjikan


Ingin jumpa denganku


Walau mencuri waktu


Berdusta pada guru


Malu aku malu


Pada semut merah


Yang berbaris di dinding


Menatapku curiga


Seakan penuh tanya


"Sedang apa di sini?"


"Menanti pacar, " jawabku


Disepanjang perjalanan lagu tersebut terus berdendang tanpa henti, menautkan dua hati yang saling mencinta tanpa henti.


****


Kembali ke masa kini.


Aku rindu masa itu, Jelita. puluhan tahun telah berlalu.


Laki-laki tersebut bersandar di kursi kerja nya, memilih memejamkan bola matanya Sembari membiarkan buliran air mata nya jatuh begitu saja.


Aku benar-benar merindukan mu.


*******


"Apa kamu mencintai Cakra?"


"Tidak"


"Lalu Kenapa menikah?"


"Bukankah mereka bilang Hidup Itu Memilih Bukan Pilihan? tapi realitanya kita tidak bisa melakukan nya"


Manusia adalah makhluk paling sempurna diantara makhluk lainnya yang ada di dunia. Manusia memiliki akal sehat yang bisa digunakan untuk melakukan sesuatu sebelum bertindak. Akan tetapi kehidupan manusia bisa dikatakan baik dan sempurna apabila ia memperoleh kebahagiaan, baik berupa kebahagian batin, materi dsb. Sejatinya manusia ada di muka bumi tidak lain adalah untuk berbuat baik dan berguna untuk orang lain serta taat kepada-Nya agar memperoleh kebahagiaan yang kekal dan abadi.


Namun mereka terjebak dalam sebuah distorsi dimana ia pasrah akan suatu hal yang membuat hidupnya terkesan memaksa. Seandainya manusia dapat berfikir jernih ia akan memilih suatu hal yang membuat hidupnya tenang dan nyaman. Seharusnya memilih diantara pilihan adalah suatu hal yang sangat tepat, mengapa? Karena dengan memilih kita dapat siap melakukan sesuatu yang kita inginkan tanpa harus pasrah pada pilihan yang memaksa.


Tapi aku terjebak pada pilihan yang memaksa.


*****


"Mari mendiskusikan nya bersama"


tiba-tiba suara Cakra sudah terdengar di balik telinga nya, untungnya senja telah menghapus air matanya sejak tadi, dia buru-buru menoleh karena laki-laki yang ada di belakangnya tersebut, kemudian memilih membalikkan tubuhnya dengan cepat dan duduk dari posisi tidurnya.


"He em"


gadis itu menganggukkan kepalanya sembari ber'he em ria saat laki-laki dihadapan nya tersebut berkata mereka harus mendiskusikan semuanya bersama.


sejenak Cakra mengurutkan keningnya saat dia melihat bola mata senja tampak berkaca-kaca dan juga memerah.


dia pikir gadis tersebut sepertinya habis menangis, tapi masa bodoh itu bukan urusannya.


"kamu tidak menangisi pernikahan ini bukan? ini hanya kesepakatan di antara kita berdua dimana kamu setuju dan aku setuju"


laki-laki tersebut bicara dengan cepat.


"sejak awal kita sudah tahu kita saling mendapatkan keuntungan di dalam perjanjian pernikahan ini, dan jangan melibatkan hati di dalam perjanjian yang kita buat, pastikan kamu tidak jatuh cinta pada ku hingga harus membuat kamu tertekan dan menangis seperti saat ini"


Cakra bicara dengan sedikit sombong, mencoba membentengi diri dan tidak ingin gadis di hadapannya tersebut jatuh cinta lebih dulu pada dirinya.


mendengar ucapan Cakra seketika membuat senja tertawa kecil, gadis tersebut kemudian berkata.


"aku tidak mungkin jatuh cinta pada tuan lebih dulu bahkan jika langit dan tanah berpindah posisi sekalipun, jika tuan memiliki masa lalu maka begitu juga dengan diriku, kita sama-sama memiliki cinta pertama yang posisi nya tidak akan tergantikan pada cinta kedua, sama seperti Rasulullah mencintai Khadijah pada akhirnya tidak akan pernah sama seperti Rasulullah mencintai Aisyah"


pernah mendengarkan kalimat yang paling menyakitkan di dalam hatinya? pernah kesombonganmu dijatuhkan oleh seseorang begitu saja?!.


tidak pernah selama 35 tahun lebih dia hidup, senja menjadi satu-satunya gadis yang menjatuhkan dirinya ke dasar bumi atas ucapan sombong dan dinginnya.


Hah...!!.


Cakra seketika mendengkur tidak percaya atas ucapan gadis yang tidak banyak bicara di hadapannya tersebut.


"sedikit bicara tapi sekalinya bicara kamu lebih menyakitkan daripada diriku"


ucap laki-laki tersebut kemudian.


"aku Anggap itu sebagai kata pujian, tuan"


balas Senja kemudian.


Cakra hanya menaikkan ujung bibirnya, sejak awal pertemuan mereka dia tahu saat dia menjelaskan panjang lebar soal perjanjian mereka jawaban gadis yang ada di hadapannya sangat singkat padat yang jelas pada masa itu.


"Bisa aku mendapatkan uang muka nya?"


dia sudah bisa menebak karakter gadis tersebut, dari situ tidak akan peduli pada apapun kecuali uang dan juga orang-orang yang dianggapnya penting, dia memang lembut tapi begitu menyakitkan, dia memang patuh tapi diam-diam menghanyutkan.


"ambil jurnalmu dan Mari kita susun dengan benar tentang awal mula kita bertemu bagaimana cara kita bertemu dan siapa dulu yang jatuh cinta di antara kita"


laki-laki tersebut memerintahkan senja untuk mengambil jurnal yang memang pernah diberikannya pada gadis tersebut setelah pernikahan mereka, lu bawanya ke mana pun gadis tersebut pergi atau bahkan menyimpannya dengan rapat dengan caranya sendiri.


senja tidak menjawab hanya patuh menuruti apa ucapan Cakra, mulai bergerak mencari buku jurnal yang pernah diberikan Cakra kepada dirinya yang ada di dalam tasnya dan selalu dia bawa kemana-mana belakangan ini.


setelah mendapatkan buku tersebut gadis itu secara perlahan kembali naik ke atas kasur, menghadap ke arah Cakra dan menunggu apa yang dibicarakan oleh laki-laki tersebut.


pada akhirnya Cakra mulai berbicara menyusun setiap tanggal dan juga cara pertemuan mereka, tidak ingin ada satupun yang terlupa hingga satu saat nanti jika pertanyaan kembali menyelesaikan oleh salah satu keluarganya seperti apa yang dipertanyakan oleh papanya tadi, mereka tidak akan kehilangan komunikasi juga tidak akan klop memberikan keterangan antara satu dengan yang lainnya.


hingga pada akhirnya semua diskusi berjalan nyaris berakhir pada kata siapa yang jatuh cinta lebih dulu.


"jangan berkata akulah yang lebih dulu jatuh cinta pada tuan, seorang gadis miskin tidak akan mampu meluluhkan hati orang kaya yang memiliki segala-galanya, aku bukan Cinderella abad modern karena orang-orang tidak akan percaya jika aku jatuh cinta pada tuan lebih dulu"


Senja bicara sembari menatap bola mata Cakra, menunggu jawaban laki-laki di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


mendengar ucapan dari gadis yang ada di hadapan itu seperti kamu bacakan tertawa mengambang tidak percaya.


"aku baru tahu jika kamu gadis yang cukup pintar"


ucap Cakra kemudian.


setelah itu keheningan terjadi di antara mereka, masih mencari jawaban yang tepat sebenarnya siapa yang seharusnya tertulis jatuh cinta lagi dulu di antara mereka didalam jurnal mereka.


*******


"aku ingin dia tetap sopan, tidak dengan pakaian satu jari, terlihat elegan dan berkelas"


Nabila bicara pada para pelayan toko, menjelaskan keinginan nya saat memberikan pakaian pada senja.


beberapa pelayan toko mendengarkan dengan baik permintaan dari perempuan yang ada di hadapannya tersebut, mencoba untuk memperhatikan dengan baik tubuh senja kemudian kembali memperhatikan perempuan yang ada di hadapan mereka tersebut.


"jangan gunakan sesuatu yang ketat dan kekurangan bahan, yang menunjukkan lekuk tubuhnya pada banyak orang"


lanjut perempuan itu lagi sambil meyakinkan para karyawan toko untuk tidak salah memilih apa yang dia harapkan Dan dia inginkan.


"jangan membuatku kecewa dengan pilihan kalian, pastikan penampilannya jadi luar biasa, jangan membuat dia dewasa dari usia semestinya, usianya tidak lebih dari 21 tahun, jangan buat dia tanpa seperti ibu-ibu atau tante-tante"


lagi Nabila memperingati orang-orang yang ada di hadapannya tersebut.


mereka langsung menundukkan kepala mereka, mengerti apa yang diinginkan oleh sang pelanggannya, kemudian mereka dengan cepat langsung bergerak menjauhi Nabila dan mendekati Senja.


Bagi Nabila seseorang boleh berpakaian cantik atau berpenampilan cantik, tapi bukan berarti harus mengumbar aurat nya hingga menurunkan harga diri mereka.


"sesuatu yang pantas untuk seusianya, yang pada akhirnya menjadi ciri khasnya"


Yah seseorang akan memiliki ciri khas tersendiri dengan cara berpakaian nya.


Kita memang tidak boleh menilai orang dari luar saja, namun cara berpakaian seseorang bisa menceritakan sedikit soal kepribadiannya.


Cara berpakaian seseorang bukanlah tolak ukur soal baik atau buruknya kepribadian seseorang, melainkan cara mereka menanggapi masalah psikologis, sosial, keuangan dan lainnya yang ada dalam hidupnya.


Apa yang mereka kenakan, khususnya di depan orang lain, merupakan sebuah pesan tentang kepribadiannya atau bagaimana karakternya, bukan soal baik atau buruknya kepribadian orang tersebut.


"pastikan make up nya juga tidak berlebihan dan sesuai dengan usianya"


Nabila kembali bicara pada dua pelayan yang ada di hadapannya.


mereka yang mendengarkan ucapan Nabila mengganggukan kepala mereka, meyakinkan diri jika mereka mengerti apa yang diinginkan oleh perempuan itu, kemudian mereka kembali bergerak dan mencari beberapa pakaian yang paling cocok dengan karakter gadis yang dibawa oleh Nabila itu dan mencari make up yang paling cocok untuk wajah dari senja.


sebenarnya mereka tidak tahu itu siapa namun karena yang membawanya Nabila pada akhirnya mereka dengan cepat melayaninya, siapa yang tidak tahu dengan keluarga Gunawan, mereka adalah member aktif di sana yang setiap kali belanja akan menggelontorkan uang hingga ratusan juta.


kakak laki-laki Nabila terkenal dengan status dudanya juga sebagai pengusaha 10 teratas saat ini, setiap hari laki-laki itu datang mengantarkan kakak dan juga ibunya bayangkan bagaimana perasaan para pelayan di toko tersebut, bahkan tidak sedikit orang-orang berusaha untuk mencuri pandang hanya untuk menjadi perhatian.


ada beberapa puluh persen saham yang tertanam di sana, di mana laki-laki yang dipanggil cakrawala tersebut menjadi semakin di idolakan disana.


Sayang nya duda tampan tersebut begitu datar dan dingin, tidak pernah bicara pada siapapun atau menyapa siapapun ketika datang ke sana.


Padahal tidak pula sedikit pengunjung yang datang ke butik mereka mencoba untuk menyapa nya.


mungkin satu-satunya orang yang beruntung yang di sapa oleh cakrawala adalah sang pemilik butik nya, tapi sayang gadis tersebut hari ini tidak datang ke sana, ada kesibukan fashion show yang harus dia lakukan karena pemilik butik tersebut merupakan salah satu desainer kondang manca negara.


Nabila terlihat memiliki beberapa pakaian disana, membiarkan tangan nya menggeser satu persatu pakaian yang ada di hadapannya, sembari bola matanya menelisik pakaian demi pakaian yang mungkin setelah ini akan menjadi pilihan.


"bos kalian tidak datang ke sini?"


Nabila bertanya pada satu pelayan yang melayani dirinya.


"masih ada urusan dalam fashion show sejak kemarin nona"


"dia cukup sibuk dengan pekerjaannya"


"seperti yang Anda lihat, nona"


jawab pelayan itu lagi sambil mengembangkan senyumannya.


"katakan padanya aku datang berkunjung, mungkin jika ada waktu kembali aku akan datang dan mencoba untuk memilih koleksian yang terbaru"


"Baik Nona, akan saya sampaikan pesan anda pada Nona Tasya"


setelah itu keheningan terjadi diantara mereka berdua, Nabila kembali fokus untuk mencari beberapa pakaian yang dia inginkan.


"Nona?"


di tengah fokus dia mencari pakaian seorang pelayan mulai membuka suara dari arah belakangnya, Nabila buru-buru menoleh sambil mengembangkan senyuman nya.


seketika perempuan itu langsung membulatkan bola matanya saat dia melihat Senja keluar dari dalam kamar ganti sambil berusaha menatapnya dengan malu-malu di mana tangan kanan gadis tersebut mencoba untuk memegang pakaian yang dia gunakan dengan ekspresi yang sangat lucu dan sedikit tidak nyaman.


mungkin karena dia tidak pernah menggunakan pakaian seperti itu jadi rasanya begitu aneh dan juga begitu mahal, cukup takut jika pakaian yang dia gunakan tersebut rusak atau sobek mengingat harga nya yang terlalu fantastik.


"Itu bagus"


Seulas senyuman mengembang dibalik bibir Nabila, dia menatap takjub ke arah senja, menatap penuh rasa puas pada penampilan gadis yang ada di hadapannya tersebut.


dia pikir tidak sia-sia dia membawa senja ke tempat ini saat ini, bahkan tidak sia-sia dia memberikan pengarahan pada para pelayan untuk menyulam senja menjadi sesuatu yang sangat luar biasa.


"aku pikir aku akan mendokumentasikan nya"


perempuan itu bicara dengan cepat lantas mengeluarkan handphonenya dengan cepat dari dalam tasnya.


"gunakan posisi terbaik ku sayang, kakak akan mendokumentasikan nya sejenak"


saat Nabila berkata seperti itu, Senja terlihat bingung, dia mempertahankan posisinya yang berdiri di hadapan Nabila sembari menatap perempuan itu untuk beberapa waktu.


Tapi siapa sangka di ujung sana Rudi juga mengembangkan senyuman nya, menatap kearah Senja dengan penuh pandangan sarat makna, dia terpesona sambil bergumam didalam hati nya.


"Cantik, karena sejak dulu kamu memang cantik"

__ADS_1


Guman nya pelan sembari menatap dalam kearah wajah Senja untuk waktu yang begitu lama.


__ADS_2