Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Ingin bicara 4 mata


__ADS_3

Bola mata Hayat menetap tajam ke arah wanita yang ada di sampingnya tersebut, dia pikir hari ini sepertinya dia siap untuk beradu argumentasi untuk meredam mulut atau bahkan beradu otak pada wanita yang ada di sisi kanannya itu. Entahlah dia hanya merasa tidak nyaman dengan apa yang diucapkan oleh wanita tersebut pada laki-laki tua yang ada di hadapannya itu, bener-bener seperti kehilangan sebuah etika cara menghormati orang tua hingga membuat siapapun yang mendengarnya pasti tidak suka.


Dia pikir bagaimana bisa di dunia ini ada anak yang seperti itu, seharusnya wanita itu menjadi penengah mencoba untuk bersifat lebih sabar dan juga bicara dengan penuh sopan santun kepada orang tua yang sudah tua renta, tapi bisa-bisanya setiap kali bicara dia mengeluarkan suara pedasnya dan itu membuat telinga Hayat jadi menghangat dan juga pedas dibuatnya.


"Kau bilang apa barusan?." wanita tersebut jelas saja kesal, dia langsung menaikkan ujung alisnya dan siap berdiri dari posisi duduk yang saat ini juga.


Tapi belum sempat wanita itu mengeksekusi keinginannya, tiba-tiba buyut Hillatop berkata.


"Berikan aku waktu untuk bicara dengan Putri Bii empat mata." ucap laki-laki tua itu kemudian.

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan oleh buyut Hillatop, membuat putrinya seketika terdiam, namun tatapan mata tajamnya mencoba menghunus ke jantung Hayat, bisa dilihat aroma permusuhan yang diberikan oleh wanita itu kepada Hayat saat ini, seolah-olah wanita itu berkata kau tunggu aku di luar sana.


Alih-alih dia takut pada pandangan wanita yang ada di sampingnya itu, Hayat seolah-olah memberikan tatapan dalam tantangan balik kepada wanita tersebut, di mana seakan-akan tatapannya berkata.


"aku sedikitpun tidak takut padamu, nyonya tua. Kau tantang aku lawan."


"Biarkan kami bicara empat mata, kalian berdua bisa meninggalkan kami di sini." buyut Hillatop kembali bicara melirik ke arah putrinya kemudian melirik ke arah Ahem untuk beberapa waktu.


Ahem langsung berdiri dari posisi duduknya meskipun tidak dipungkiri perasaannya cukup was-was tapi dia yakin istrinya mampu mengatasi segalanya, laki-laki itu menundukkan kepalanya dan sedikit membungkukkan tubuhnya, dia langsung beranjak dari sana dan meninggalkan istrinya juga buyut Hillatop di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Putri dari laki-laki tua itu mau tidak mau ikut beranjak pergi dari sana dalam kekesalannya, rasanya dia benar-benar mendapatkan musuh baru hari ini dan berpikir rupanya istri Ahem tidak selemah yang dia bayangkan.


begitu kedua orang tersebut beranjak pergi dari sana Hayat terlihat berusaha untuk duduk kembali ke posisinya dan menatap laki-laki tua di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu, menunggu apa yang akan dikatakan oleh buyut Hillatop kepada dirinya saat ini. Meskipun tidak dipungkiri jika dia juga merasa cemas dengan keadaan dan mencoba untuk menebak-nebak apa isi pembicaraan yang akan dilontarkan oleh laki-laki tua yang ada di hadapannya itu saat ini.


"Jadi apa kamu kemari datang untuk membicarakan hubungan kamu dengan putra All zigra?." dan kini laki-laki tersebut bertanya kepada Hayat dengan cara yang cukup serius.


dan percayalah berada di jalan laki-laki tersebut cukup membuat Hayat terkejut.


Laki-laki tersebut menampilkan sosok yang berbeda ketika tadi bersama Ahem dan putri buyut tersebut.

__ADS_1


__ADS_2