
Tuan All zigra mengernyit kan dahi nya menatap ke arah paper bag yang ada di hadapannya itu ketika sekretarisnya telah keluar dari dalam ruangan yang. Laki-laki tersebut secara perlahan membuka dengan gerakan hati-hati, ke dalamnya dan melihat sebuah kertas yang telah ditulis sesuatu di dalamnya.
All zigra buru-buru meraih kertas itu secara perlahan, mencoba untuk membaca tulisan tersebut untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya dia tampak mengerutkankan keningnya cukup lama saat menyadari siapa yang membuat tulisan tersebut.
Mereka bilang ini bagus untuk kesehatan tubuh daddy, mungkin harga nya tidak seberapa, tapi nilai kesehatan nya akan cukup membuat daddy membutuhkan nya. Jangan menolak nya, karena aku yakin daddy sedang membutuhkan nya.
Hayat Hazal Azzura,
Menantu kesayangan daddy 🤗.
__ADS_1
Jangan lupa bahagia, dad.
Barisan tulisan tersebut membuat All zigra seketika tidak bergeming, dia membiarkan bola matanya terus merata ke arah tulisan tersebut untuk beberapa waktu hingga akhirnya laki-laki itu menoleh karena isi paper bag-nya secara perlahan.
Ada sekotak obat ginseng dan juga beberapa obat kesehatan lainnya di dalam sana, ada alat pengatur detak jantung dan juga sebuah buku di dalamnya, memang harganya tidak seberapa, mungkin. Tapi seperti yang tertulis nilainya cukup sangat berarti bagi diri nya.
Anggap yang memberikan nya bukan seorang menantu pada mertuanya, lihat aku sebagai putri yang memberikan perhatian kepada ayahnya, daddy.
Laki-laki tersebut masih tidak bergeming dan dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya membiarkan diri tenggelam dalam pemikiran rumitnya. tiap barisan kata yang dituliskan oleh perempuan tersebut membuatnya cukup kehilangan kata-kata.
__ADS_1
dia tidak bisa mendeskripsikan perasaan yang saat ini, diantara sisa kemarahan yang menghantam diri ada satu bagian dari Palung hatinya yang tersentuh atas perhatian yang diberikan oleh perempuan itu untuk dirinya. Mungkin hingga sejauh ini dia tidak mendapatkannya dari putra putri nya.
Tuan All Zikra membiarkan tangannya membuka satu persatu obat herbal dan juga obat ginseng serta vitamin yang ada di hadapannya tersebut secara perlahan, kemudian dia membuka buku yang ada di hadapannya tersebut.
Tidak tahu kenapa tiba-tiba saja dia merasa ada satu dari sisi hatinya yang membuat dia merasa dia tidak baik-baik saja ketika dia melihat buku tersebut saat ini, dengan hati-hati dia mencoba membalikkan tubuh tersebut secara perlahan, membiarkan jemari-jemarinya mulai membuka lembar demi lembar buku tersebut di mana bola matanya secara perlahan menatap dan membaca bagian daripada buku yang ada di hadapannya tersebut saat ini.
Tuan All Zigra sama sekali tidak membuka suaranya dan dia membiarkan dirinya bergelayut dalam apa yang dia lihat saat ini, membaca satu demi satu kata-kata yang ada di hadapannya tersebut hingga pada akhirnya secara perlahan laki-laki tersebut memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu.
Laki-laki itu menyandarkan tubuhnya ke atas kursi di mana dia berada, mencoba untuk menenangkan dirinya dalam keadaan.
__ADS_1