
Ditengah pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita tersebut tiba-tiba saja suara decitan terdengar memecah keadaan, itu adalah suara kursi roda yang didorong secara perlahan dari arah dalam menuju ke arah ruangan tersebut. Membuat semua orang langsung menoleh ke asal suara.
Terlihat seorang wanita tampak mendorong sebuah kursi roda di mana di atas kursi roda tersebut terdapat seorang laki-laki tua yang duduk di atasnya, Hayat menatap laki-laki tua tersebut untuk beberapa waktu di mana wanita yang mendorong kursi roda itu membiarkan mereka duduk sejajar antara satu dengan yang lainnya.
"Sangat sulit sekali menjelaskan nya, yang jelas ayah nya salah satu putra dari salah satu kakek buyut Hill, dia merupakan sepupu kakek Enar, kakek tua All zigra Hillatop yang tersisa." Itu yang diucapkan Ahem pada dirinya semalam.
Hayat tidak mau ambil pusing memikirkan nya, dia bukan perempuan ribet yang harus tahu terlalu detail soal silsilah karena dia tidak memiliki ingatan baik soal menyusun silsilah keluarga, bahkan silsilah keluarga Azzura saja membuat dia ingin pecah kepala dalam menghafalnya. Meskipun daddy Zuu hanya dua bersaudara, tapi bukankah saudara kakek nya banyak? belum lagi saudara nenek dari istri kakek nya, ditambah saudara dari kelurga nenek dari pihak ibu nya? grghhhhh entahlah lupakan saja, dia sulit menghafal nya.
__ADS_1
Laki-laki tersebut jelas sudah sangat tua, usia nya diatas 100'an tahun, daebak sungguh luar biasa laki-laki setua itu masih hidup di jaman serba instan seperti hari ini, dia pikir pola makan nya pasti sangat baik sekali, meskipun tidak dipungkiri kerutan dan uban sudah menghiasi diri laki-laki dihadapan nya tersebut.
Dia memanggil nya kakek buyut, satu orang yang dihadapi sudah membuat dia rasanya menegang setengah mati, apalagi nanti menghadapi para nenek dan kakek yang lainnya.
Menurut cerita Ahem, hanya grandma Hessa yang paling hangat dan bersahabat dengan semua orang, adik bungsu dari kakek Ahem, yang merupakan bibi dari daddy All zigra yang tidak akan berpihak pada siapapun, pasti berada di tengah-tengah di antara semua nya, sebab sejak dulu dia selalu mendukung hubungan siapapun yang ada disekitar nya.
Hayat menghela pelan nafasnya, dia buru-buru berdiri dari posisi nya, dia memilih untuk menundukkan kepalanya secara perlahan.
__ADS_1
Wanita tua yang menyambut mereka tadi terlihat masih menatap Hayat, dia sedikit mendengus tidak bersahabat, Ahem berkata wanita itu merupakan salah satu sepupu ayah mertua nya.
Ah kepala Hayat mau pecah dibuat nya, terlalu rumit untuk menghafal seluruh silsilah keluarga, lupakan saja.
Laki-laki tua dihadapan nya terlihat mengerutkan keningnya, pada realitanya kening itu sebenarnya telah menunjukkan kerutan yang sangat jelas, semakin laki-laki itu mengerutkan keningnya semakin turun seluruh bagian wajah dan garis-garis di kening tuanya tersebut. Laki-laki itu kemudian meraih kaca mata nya, mencoba untuk memperhatikan wajah Hayat dengan seksama.
"Kau Bii?." Laki-laki tersebut tiba-tiba mengeluarkan tanya, seolah-olah dia melihat duplikat Bii didalam diri Hayat.
__ADS_1
"Ya?." Tanya Hayat agak terkejut.