
Dan saat mendengar Jawaban daddy nya jelas saja membuat Ahem panik setengah mati.
"Sudah pulang dan berpisah sejak satu jam yang lalu."
"Di mana kalian berpisah dad?," Ahem kembali bertanya kepada laki-laki tua tersebut dibalik handphonenya.
"Tidak jauh dari rumah kalian, restoran xxxxxxxx, seharusnya Hayat sudah tiba sejak tadi."
"Tapi Hayat sama sekali belum pulang, dad," Ucap Ahem dengan cepat.
__ADS_1
"Apa?," tanya laki-laki tua do seberang sana.
"Belum kembali?,"
Ahem sama sekali tidak menjawab ucapan dari daddy nya, dia hanya berkata.
Ahem tidak lagi peduli dengan rasa lain menghantam dirinya bahkan dia tidak lagi berpikir untuk membersihkan dirinya atau berniat untuk beristirahat. Jutaan kekhawatiran menghantamnya saat ini dan dia langsung menyambar kunci mobilnya dengan cepat kemudian bergerak menuju ke arah di mana mobilnya terparkir. Bagaimana dia tidak khawatir pada istrinya tersebut, Hayat jelas tengah berbadan dua dan lagi terkadang kondisi kesehatannya sedikit menurun, belum kembali di jam malam seperti ini jelas saja membuatnya panik berbagai macam pemikiran menghantamnya menjadi satu. Dia takut sesuatu yang buruk terjadi di jalan atau ada hal lain nya yang tidak pernah dia ketahui.
Mendatangi tempat di mana istrinya berada terakhir kali jelas merupakan pilihan yang paling baik.
__ADS_1
"Tuan?,". bibi pelayan terlihat berusaha untuk mengejar langkah laki-laki tersebut.
"Tetap awasi di bagian rumah, jika istri ku sudah kembali hubungi aku dengan segera bi, aku khawatir jika ada sesuatu yang terjadi di jalan karena itu aku pikir akan menyusulnya ke sana." Ahem buru-buru memberikan pesan kepada sang bibi pelayan kemudian dia tidak lagi melanjutkan ucapannya memilih bergerak mendekati mobilnya dan masuk ke dalam sana dengan cepat.
Sang pelayan mengganggukan kepalanya tanda mengerti dia menundukkan tubuhnya dan membiarkan laki-laki itu masuk ke dalam mobilnya, gaun wajah penuh kekhawatiran di balik wajah tua itu terlihat dengan jelas, tidak tahu kenapa tapi firasatnya berkata seolah-olah ada hal yang telah terjadi pada nyonya majikannya.
Ahem pada akhirnya tanpa berpikir dua tiga kali langsung melajukan mobilnya dengan cepat, dia bergerak dengan kecepatan penuh menuju ke arah restoran di mana terakhir kali istrinya berada, garis tidak ingin memperhatikan jalan karena fokusnya hanya ada pada Hayat. Dia takut, sangat takut dengan keadaan karena perempuan itu sebelumnya tidak pernah pergi tanpa menghubunginya dan jika pun dia pergi handphone Hayat tidak pernah dimatikan. Tapi kali ini meskipun berulang kali dia mencoba menghubungi perempuan tersebut nyatanya semua sia-sia, dia sama sekali tidak bisa menghubunginya dan berulang kali dia kembali mencoba tetap saja gagal dan handphone istrinya sama sekali tidak aktif sejak tadi.
Bola mata Ahem bergerak dengan cepat mencari keberadaan mobil milik istrinya di sekitaran restoran yang ada dihadapan nya, mencari di area parkiran yang terlihat sudah cukup sepi mengingatnya jelas bukan lagi pada waktu malam yang masih rendah, saat ini waktu malam sangat tinggi dan bahkan sudah lewat dari batas normalnya dan hal tersebut semakin membuat Ahem merasa tidak baik-baik saja.
__ADS_1