Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Kisah lama yang terulang


__ADS_3

Tuan Ibra terlihat mencoba meminjamkan bola matanya dan membiarkan dirinya tenggelam dalam pemikirannya untuk beberapa waktu, di mana dia terus menyandarkan tubuhnya ke kursi sofa tepat di samping putri dari pamannya tersebut.


Menikahi keluarga Hillatop?!, ini benar-benar gila pikirnya.


Menghadapi All zigra jelas bukan pilihan yang bijaksana, siapa yang tidak tahu siapa kerja yang laki-laki tersebut dan siapa yang tidak tahu dengan wataknya. Dia pikir sungguh banyak sekali persoalan pada anak-anak All zigra dan Nadya, kakak iparnya pasti cukup stres memikirkan semuanya.


Tuan Ibra bahkan tidak menyangka saat ini anak tertuanya pun yang dinanti-nantikan pernikahannya juga membuat skandal yang begitu mengerikan.


"Oh sayang menghadapi All zigra tidak semudah yang kamu bayangkan." pada akhirnya laki-laki itu membuka suaranya diiringi dengan membuka bola matanya kemudian tuan Ibra membenahi posisinya.


"Kamu tahu?, bahkan di masa lalu aku dan Shaikha sangat sulit sekali untuk mendapatkan restu, mungkin lebih tepatnya All zigra menunggu aku mati sejenak dulu untuk bisa mendapatkan restu atas pernikahan kami, semua dilakukan secara diam-diam bahkan di belakang dirinya dan kami juga melakukan hal yang gila pada masa itu dalam pernikahan kami dan-," Tuan Ibra menghentikan kata-kata nya, dia menatap putra paman nya yang adalah sepupu kecilnya tersebut dengan tatapan tidak percaya.


"Bagaimana bisa kalian mencoba untuk mengulang sejarah?." Pada akhirnya laki-laki tersebut bertanya sedikit putus asa.


"Dia laki-laki paling keras kepala dunia ini Hayat." Lanjut laki-laki tersebut lagi.


mendengarkan apa yang diucapkan oleh laki-laki di sampingnya itu membuat hayat bersemangat mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Yah kakak tua benar, ayah mertuaku memang sangat keras kepala bahkan dia sangat menyebalkan, dia bermuka datar dan juga dingin, saat bicara sangat pedas bahkan tidak memikirkan perasaan orang lain. Bayangkan saja bagaimana perasaanku ketika dia berkata dia tidak ingin merestui pernikahan dan diriku dan Ahem." Seperti nya saat berkata seperti itu hayat lupa mengucapkan kata amit-amit cabang bayi, lebih dan kurang apa Yang dikatakannya jelas adalah sedikit pemikiran mengejek dan mengumpat, dia lupa perempuan hamil tidak boleh merasa benci dengan sesuatu atau seseorang karena itu akan berakibat sifat yang diturunkan oleh sang bayi akan seperti apa yang dia ucapkan.


"padahal sebenarnya dia cukup ramah tamah di awal tapi begitu dia tahu aku adalah Putri dari tuan Zuu keturunan Azzura, dia langsung membenciku dan tidak menyukaiku." kini ekspresi perempuan tersebut langsung berubah, yang tadi bicara begitu bersemangat dengan penuh umpatan kini berubah menjadi sebuah kesedihan di mana dia melengkungkan bibirnya menuju ke arah bawah dan bersiap untuk menumpahkan tangisannya.


"Oh god." tuan Ibra buru-buru kembali melebarkan kedua belah tangan ya dan membiarkan adik sepupu kecilnya tersebut masuk ke dalam pelukannya.


"kau boleh menangis jika menginginkannya sayang." ucap laki-laki itu dengan cepat.


Hayat langsung mencelos, dia masuk ke dalam pelukan laki-laki tersebut dan mencoba untuk mengadu, sedikit terisak namun nyatanya air matanya benar-benar tidak bisa tumpah kali ini.


"Aku terlalu banyak menangis dalam beberapa bulan ini kakak tua, jadi aku tidak bisa menangis lagi saat ini." Keluh Hayat kemudian.


"Oh ya tuhan, dia masih saja somplak dan suka bercanda." Oceh tuan Ibra kemudian.


Hayat buru-buru melepaskan pelukannya kemudian pada akhirnya perempuan itu berkata.


"kali ini aku benar-benar serius, kakak tua." Dan Hayat menampilkan sisi wajah seriusnya dihadapan tuan Ibra.


Mendengar apa yang diucapkan oleh putri dari pamannya tersebut membuat Ibra menaikkan ujung alisnya.


"Aku butuh bantuan kakak tua untuk bisa mendapatkan restu dari ayah mertua ku." lanjut Hayat lagi kemudian.


"Caranya?." laki-laki tersebut jelas saja bertanya penasaran.


******


Disisi yang berbeda,


The Hillatop company,


Ruang kerja Ahem.


"Sudah mendapatkan kembali informasi lainnya?." Ahem bicara dengan seseorang dibalik handphone nya.


"Waktu semakin menyempit aku berharap semua berjalan sesuai rencana dan tidak menyulitkan keadaan." Ucap laki-laki tersebut cepat.


"kumpulkan beberapa informasi lainnya secepatnya dan aku akan menyambungkan semua benang kusuk yang terjadi di masa lalu." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


Setelah itu Ahem terlihat langsung mematikan panggilannya.


Acara Gao dan Ayana semakin menyempit, dia pikir minimal Hayat harus bisa masuk ke keluarga hilang atas lebih dulu meskipun belum mendapatkan Restu sepenuhnya, dia harus memiliki cara untuk membuat beberapa keluarga ini atau menerima istrinya bagaimanapun caranya.


Laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah jendela besar yang menghadap langsung ke arah jalanan ibu kota yang cukup bising, macet dan terik. Dia membiarkan bola matanya menatap lurus ke arah depan memecah keadaan, pikirannya melanglang buana ke beberapa arah.


Dia bisa memecahkan kasus apapun bahkan terbiasa menghadapi apapun, tapi kali ini rasanya perihal tentang masa lalu dan juga izin pelik dari dua keluarga cukup menguras tenaga dan isi kepalanya. Laki-laki tersebut mengehela nafasnya berat untuk beberapa waktu.


******


Catatan \=


Yang ingin tahu kisah adik perempuan Ahem, Nadine bisa kemari yah Mak.


...HASRAT DINGIN SANG MILYADER...



******


Disebuah bangunan mewah yang menjulang tinggi bergaya arsitektur Eropa yang terletak di titik tengah ibu kota, terdapat sebuah ruangan berukuran besar seluas lapangan bola kaki.


Interior modern menambah kesan indah Serta elegannya ruangan tersebut, konsep yang dipilih jelas bukan sembarang konsep.


Bisa dipastikan betapa Handal sang arsitek dan perancang nya bekerja demi mendesain Ruangan tersebut agar menjadi seperti saat ini.


Kaca-kaca jendela besar terlihat disapu bersih hingga mengkilap, susunan buku dari rak lemari kayu berwarna putih mendominasi disisi kanan kamar Tampak berdiri kokoh menjulang tinggi.


Disisi kiri terlihat sebuah kasur mendominasi berwarna hitam dengan desain suram ditambah lampu remang-remang cukup membuat mata sakit melihat konsep kamar tersebut.


Bisa dipastikan sang pemilik bukan orang yang bisa di ajak bersahabat, dari desain kamar tersebut bisa dilihat dan dipastikan bagaimana karakter sang pemiliknya.


Beberapa pelayan terlihat bergerak membersihkan ruangan tersebut dengan gerakan cepat namun harus dipastikan tidak menimbulkan kebisingan agar sang pemilik nya tidak merasa terganggu dengan apa yang para pelayan lakukan.


mereka harus memastikan ruangan tersebut bersih sebelum sang pemilik bangun dari tidur lelapnya.


Sebab sedikit saja mengeluarkan suara yang membuat sang pemilik menjadi tidak nyaman, bisa dipastikan tidak ada yang bisa menarik nafas mereka dengan baik pagi ini.


Azlan Del Piero.


Siapa yang tidak kenal laki-laki dengan julukan raja singa tersebut?!.


laki-laki garang dan perfectionist dengan sejuta aturan yang terus berjalan disekitar nya.


Tidak ada yang berani membantah ucapan nya, jika dia berkata A maka tidak akan pernah berubah menjadi B.


Siapa yang tidak tahu sifat Azlan Del Piero, Laki-laki itu memiliki karakter dan sifat seseorang yang punya standar tinggi dan mengejar kesempurnaan. Rencana-rencananya, hasil kerjanya, dan lainnya harus sempurna.


Yah semua nya harus sempurna.


Laki-laki itu bahkan tidak takut mengkritik orang lain yang dianggap nya tidak sejalan dengan apa yang dia inginkan.


Selain itu, dia memiliki type yang mampu mengkritik diri sendiri secara berlebihan karena takut akan penilaian orang lain.


Trangggg


Sepagi ini ketika semua orang sudah memastikan diri masing-masing jika mereka tidak akan membuat sedikit saja suara yang bisa membuat sang tuan terjaga.


Bisa-bisa nya seseorang membuat kekacauan di antara semua orang.


Bisa dilihat bagaimana paniknya mereka saat ini, bola mata semua orang langsung bergerak Menuju ke asal suara, kemudian menatap siapa sang pembuat ulah.


Bisa-bisa nya seorang perempuan membuat kekacauan padahal sudah jelas bagaimana aturan yang berlaku di tempat tersebut.


Bisa dipastikan bagaimana ekspresi semua orang saat ini.


Ketegangan jelas terjadi saat ini, suasana hening sejenak berganti menjadi sebuah suara kegaduhan besar kemudian berubah kembali menjadi sebuah keheningan.


Bagaimana perasaan mereka saat ini?!.


Entahlah jangan ditanya.


Ingin marah tidak berdaya, ingin menangis hilang kemampuan, ingin diam mungkin itu adalah satu-satunya cara untuk bertahan.


Seketika bola mata mereka melirik ke arah kasur di mana sang tuan tadi terlelap, keringat dingin mengucur deras dari dahi dan pelipis semua orang.


Jantung mereka jelas bertalu-talu dengan sangat tidak beraturan, menunggu pergerakan sang tuan dari tidur lelapnya yang terganggu.


Dan benar saja dalam Hitungan detik bisa semua orang lihat bagaimana laki-laki itu yang dalam posisi tidur tengkurap kini mulai menggerakkan punggung kokoh dan berotot nya secara perlahan.


Hanya satu yang bisa mereka ucapkan didalam hati masing-masing.


Semoga engkau mengampuni segala dosa-dosa kami ya Allah.


*****


Mendengarkan kata teman akan memperkenal kan dirinya dengan orang yang unik dan sepesial jelas membuat Azlan berfikir apakah ini soal Perempuan?!.


Dia tidak begitu suka soal Perempuan.


Dia bukan type orang yang suka berburuk sangka dengan orang lain, tapi dia fikir bisa jadi salah satu dari teman-teman nya memesan beberapa perempuan untuk menemani mereka.


"Ini soal perempuan?"


Tanya Azlan sambil memilih meletakkan tubuh nya senyaman mungkin di atas kursi sofa.


Bisa dia lihat ekspresi salah satu dari teman-teman nya.


"Kurang lebih"


Jawab laki-laki di sisi kanan nya sambil mengangkat gelas minuman nya.


Azlan terlihat menaikkan ujung bibirnya, laki-laki itu lebih memilih sebuah kaleng minuman dingin non Alkohol, yang tutup nya jelas masih terbentuk dan tertutup rapat demi menghindari Diri sendiri dari minuman ha..ram yang bisa memabukkan.


Kletakkkkk


Sssttttttttt


Setalah membuka tutup kaleng minuman tersebut, Azlan memilih sebuah gelas kosong untuk dia tuangkan minumannya.


Sejenak laki-laki itu menatap gelas yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.


Entah apa yang dilihatnya di dalam sana pada akhirnya Azlan tidak jadi menggunakan gelas tersebut dia lebih memilih langsung minuman tersebut melalui kalengnya.


"Berapa lama akan tinggal di Indonesia?"


tanya laki-laki yang ada di sisi kirinya.


Azlan terlihat menyesap minuman nya kembali secara perlahan, kemudian dia meletakkan kaleng minuman tersebut di atas meja yang ada di hadapannya.


"Hanya beberapa bulan hingga Putri pertama Del Piero menuntaskan semua pekerja nya"


"Siapa? Najwa?"


Seseorang bertanya cepat, laki-laki dihadapan Azlan bertanya dengan nada penasaran.


"Celine"


Jawab Azlan lantas kembali Meraih minuman kaleng nya, lagi dia menyesap minuman milik nya tersebut.


Yah jelas saja bukan di bungsu Najwa, gadis itu masih terlalu muda untuk tahu soal banyak hal di perusahaan, sejauh ini Mommy nya berkata gadis bungsu Del Piero tersebut masih sibuk bersenang-senang dengan dunia nya.


Celine, si sulung Del Piero, adik nya, anak kedua dari Daddy nya Ozvit Del Piero dan Mommy nya Hazel saat ini sedang berusaha menjadi penerus Del Piero berikut nya setelah dirinya.


Sang gadis tangguh tersebut belakangan Begitu antusias mengurusi soal perusahaan.


Jika memang Celine berhasil membuat kemajuan besar di Del Piero company Prancis, kemungkinan Daddy nya akan mengambil masa pensiun dan menyerahkan perusahaan Del Piero company di Indonesia pada gadis tersebut.


Mereka hanya memerlukan waktu 3 bulan untuk melihat kemajuan yang di lakukan oleh adik nya tersebut.


"Dia berkembang cukup cepat"


Ucap laki-laki dihadapan Azlan lagi.


"Kamu bisa melihat nya sendiri"


Jawab Azlan dengan nada datarnya.


Sejenak bola mata laki-laki itu tertuju ke arah pintu masuk didepan sana, ketika pintu Tersebut terbuka, tahu-tahu beberapa perempuan terlihat mulai masuk kedalam secara bergantian, Azlan jelas menaikkan ujung alisnya.


Dia fikir para laki-laki benar-benar memesan para perempuan.


Azlan sama sekali tidak tertarik, dia mencoba membuang pandangannya.


Tapi tiba-tiba kehadiran dua sosok perempuan paling belakang membuat laki-laki itu menajamkan pandang nya.


Bisa dia lihat dia perempuan yang berdiri di depan pintu masuk tersebut terlihat bingung dengan keadaan.


"Masuklah, apakah kalian termasuk dari pada mereka?. duduk lah Kemari dan mari bermain-main bersama kami"

__ADS_1


Saat salah satu teman Azlan bicara begitu pada perempuan tersebut.


Bola mata Azlan sejenak menatap salah satu dari dua perempuan tersebut.


Perempuan muda yang usia nya beberapa tahun lebih muda dari diri nya terlihat Bingung.


"Kami sudah membayar kalian, masuklah dan Jangan membuka pintu nya terlalu lama"


Seseorang berkata sedikit menatap aneh ke arah dua perempuan tersebut.


Dia memaksa dua orang tersebut untuk masuk.


Kini bola mata Azlan dan perempuan itu tidak sengaja saling bertemu.


Bola mata abu-abu yang terlihat tidak asing dan pernah di lihat oleh nya sebelum nya.


Saat mereka dipaksa masuk, Tiba-tiba perempuan bermata abu-abu tersebut berkata.


"Maaf, aku fikir kami salah masuk room"


Ucap perempuan itu sekali lagi.


******


Ketika semua orang larut dalam keheningan, tiba-tiba gadis tersebut langsung berkata.


"Apa yang anda lakukan, tuan?"


Mendengar pertanyaan dingin gadis itu, membuat Azlan cukup terkejut.


"Ya?"


laki-laki itu mengerutkan keningnya.


"Kau....menarik gaun ku? kau...?"


Bola mata indah gadis itu menatap kearah tangan Azlan dengan tatapan penuh kemarahan.


Seketika Azlan menatap telapak tangan nya, sedikit terkejut saat dia ternyata menggenggam sebuah besi seukuran jari telunjuk yang bentuknya sedikit bengkok.


Oh shi..t.


Azlan fikir gerakan refleks tadi membuat dia tanpa sengaja menarik besi yang mengenai gaun gadis tersebut agar tidak menambah robekan di gaun nya yang kemungkinan bisa menyebabkan semakin memanjang nya sobekan tersebut.


Niat hati ingin membantu tapi siapa sangka gadis itu seperti nya salah paham dengan dirinya.


Sang pelayan yang membawa meja troli makanan seketika menghentikan gerakan nya, cukup kaget sambil menelan salivanya saat dia melihat punggung indah itu terbuka begitu lebar.


Bayangkan gadis cantik di hadapannya itu benar-benar terlihat luar biasa, punggung terbuka nya begitu menggoda.


Membuat laki-laki manapun yang melihat nya akan berfikir untuk menyentuh kulit indah tersebut.


"Miss ma..."


Dia baru saja ingin berkata Maaf tapi gadis itu langsung berkata.


"Bagaimana bisa anda memperlakukan seorang gadis seperti ini?"


Gadis itu Bicara sambil menatap tidak percaya ke arah Azlan, bisa Azlan lihat bagaimana ekspresi gadis tersebut saat ini.


Malu dan marah bercampur aduk menjadi satu.


"Aku fikir ini sebuah kesalahpahaman"


Ucap Azlan cepat, dia dengan cepat mencoba menyembunyikan apa yang ada di tangan nya ke arah belakang.


Dalam seumur hidup nya ini kali pertama dia dituduh yang tidak-tidak, bahkan seolah-olah dia di anggap laki-laki me..sum yang tengah mencari kesempatan.


Padahal siapa yang tidak tahu bagaimana wataknya, bahkan dia bukan type laki-laki yang mau melakukan kecurangan atau hal hina seperti tersebut.


jangan kan melakukan hal tersebut, berurusan dengan perempuan pun dia enggan.


"Sudah lempar berani sembunyi tangan?"


Tanya gadis itu sambil mengerutkan keningnya.


Alih-alih menjawab pertanyaan gadis itu, Azlan yang cukup risih saat melihat pelayan laki-laki yang berdiri di ujung sana terus berusaha melirik punggung gadis tersebut.


Azlan buru-buru melepaskan jas nya sambil berkata.


"Jaga pandangan mu"


Nada suara yang dikeluarkan nya terdengar begitu dingin dan datar, bola mata elang itu menatap laki-laki tersebut dengan tatapan membunuh.


Laki-laki yang ditatap langsung menelan salivanya.


Dia fikir aroma kemarahan Serta wajah dingin dan datar di hadapannya tersebut persis seperti macan yang siap menerkam lawan nya.


Dia seketika mencoba Menjaga pandangan nya.


Azlan jelas langsung meletakkan jas nya ke tubuh gadis di hadapannya, seketika gadis itu terkejut.


"Minta maaf pada gadis itu karena kecerobohan mu"


Mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya, gadis itu langsung menoleh ke sisi kanan nya, tidak menyangka pelayan yang berpapasan dengan diri nya masih berdiri di antara mereka.


"Bagaimana maksudnya?"


Ketika gadis itu bertanya, pelayan tadi langsung menundukkan kepala nya.


"Apa kamu ingin mencoba membela diri?"


Gadis itu bertanya sambil semakin mengerutkan keningnya.


"Anda tidak perlu berterima kasih"


Bayangkan saja bagaimana ekspresi gadis itu.


Saat dia ingin berkata laki-laki itu bisa jadi ingin memanfaatkan pelayan tersebut, Bisa-bisa nya laki-laki itu berkata tidak perlu berterima kasih.


"Itu?"


Wajahnya seketika memerah.


"Ini kesalahan saya miss, ini kesalahpahaman, saya yang kurang berhati-hati berjalan, tuan ini mencoba membuat punggung anda tidak terluka"


Pelayan dihadapan nya terus Bicara sambil menundukkan kepalanya berkali-kali.


Gadis itu sejenak terdiam, mencoba menyentuh jas milik laki-laki yang tidak dikenalnya itu untuk beberapa waktu.


******


Mansion utama Hillatop


Jelang jam makan malam


Seketika Nadine menelan salivanya saat dia melihat bola api kemarahan di balik mata Daddy nya.


Tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba berita pertukaran pertemuan Antara diri dan Freya pada pertemuan perjodohan dengan Azlan sampai ke telinga Daddy nya.


Tapi yang dia dengar dari sekretaris Daddy nya, keluarga Del Piero, paman Ozvit Daddy nya Azlan terlihat begitu marah saat tahu pertemuan perjodohan di tukar dan mendatangi Daddy nya


"Apa yang bisa kamu jelaskan soal semua ini?"


Nada suara Daddy nya jelas meninggi.


"Dad... ini semua kesalahpahaman"


Nadine berusaha menetralisir kemarahan sang Daddy.


"Kamu selalu memberikan pembelaan pada anak manja itu"


Allzigra jelas semakin marah, laki-laki tua itu mengeratkan rahangnya.


"Frey hanya terbiasa di manja, mengikuti keinginan nya sendiri tanpa pernah berfikir apa konsekuensi yang di lakukan nya, aku yang salah karena menerima panggilan dan membantu nya malam itu Dad"


Ucap Nadine sambil mencoba meredakan kemarahan sang Daddy.


Dia mencoba menyentuh lengan Daddy nya, tapi laki-laki tua itu langsung menepis tangan gadis tersebut.


"Lalu kamu bisa membuat suasana menjadi kembali stabil? kemarahan Del Piero jelas begitu besar, mereka merasa di tipu habis-habisan, 2 kali pertemuan diwakilkan dengan orang lain, bahkan dengan saudara kembar nya yang sudah bertunangan? Dan kamu.....? kamu fikir Daddy dan uncle Ozvit mu sedang bercanda membicarakan soal perjodohan Azlan dan Frey?"


Ketika seorang Allzigra marah bisa dibayangkan bagaimana ekspresi wajah nya?!.


Merah padam dan benar-benar dipenuhi dengan kemarahan mendalam.


Nadine lagi-lagi hanya bisa menatap wajah Daddy nya dangan jutaan rasa bersalah.


"Ini kesalahan ku, aku akan mencoba menyelesaikan nya, aku akan bicara dengan Azlan"


Allzigra mendengus mendengar ucapan putrinya itu


"Menjelaskan? lalu bagaimana menjelaskan soal pertunangan kamu dan bill? kau juga membuat ulah dengan bill?"


Pertanyaan Daddy nya lagi-lagi membuat Nadine menelan Saliva nya.


Yah dia lupa, kemarahan Bill Rowland atas apa yang dilihat nya kemarin bersama Azlan, membuat laki-laki itu mengadu kepada Daddy nya dan pura-pura akan membatalkan pernikahan mereka.


Realita nya laki-laki itu mencoba mengendalikan dirinya dari Daddy nya agar pernikahan mereka segera dipercepat.


"Ini hanya kesalahpahaman"


Ucap Nadine pelan sambil menundukkan kepalanya


"Setelah merusak pertunangan kamu, sekarang mau bagaimana lagi?"


Laki-laki itu terus bicara sambil kali ini berusaha memijat kepalanya.


"Pertunangan ini sejak awal memang tidak sehat, aku dan Bill punya banyak sekali perbedaan pendapat Dad, aku rasa aku memang tidak mencintai dia sejak awal, dia tidak sebaik kelihatan nya, cover depan kadangkala terlihat begitu manis, tapi ketika kita menyelaminya kita akan tahu bagaimana isi dalam nya"


Dia Bingung untuk menjelaskan hubungan diri nya dan Bill Rowland yang sejak awal telah banyak kebohongan.


"Kamu lagi-lagi membuat petuah?"


Allzigra menaikkan ujung alisnya.


"Ini tidak seperti yang Daddy fikirkan"


Ucap Nadine sambil menatap bola mata Daddy nya


"Berhenti membela Freya, memberikan alasan yang tidak masuk akal, perbaiki hubungan kamu dengan Bill, Daddy akan bicara dengan Azlan dan perjodohan Frey juga Aslan akan tetap berjalan"


Setelah berkata begitu Allzigra berusaha untuk melangkah pergi.


"Dad..please...jangan bicara dulu dengan Frey soal perjodohan, anak itu masih begitu labil, dia bukan aku yang bisa menerima seluruh keputusan Daddy dengan lapang dada"


Nadine berusaha menahan langkah Daddy nya.


"Aku tidak menyesal pertunangan kami di batalkan, aku akan bicara pada Azlan"


Nadine spontan berkata begitu kearah laki-laki tua itu.


"Apa?"


Allzigra jelas menaikkan ujung alisnya.


"Kau ingin membuat Daddy semakin meradang?"


Kali ini intonasi suara Daddy nya menjadi meninggi.


"Dad...?!"


"Tidak ada pembatalan pernikahan, kau dan Bill akan tetap menikah, undangan kalian Hampir selesai disebarkan, keluarga besar sudah tahu semua, kau jangan ikut-ikutan ingin membuat Daddy malu, setelah pernikahan Gao, pernikahan kalian akan tetap berjalan"


"Dad..."

__ADS_1


"Dan perjodohan Frey akan tetap di atur sesuai keinginan 2 keluarga besar, kamu temui Bill dan perbaiki semua kesalahpahaman kalian"


"Dad..."


Nadine jelas hanya bisa menelan salivanya.


*****


Mansion utama Abimanyu


Setelah akad nikah Gao dan Ayana "Kakak Laki-laki Nadine'


Ketika keluarga besar Hillatop dan Abimanyu berkumpul


Sejenak Nadine mengerutkan keningnya saat dia melihat handphone nya terus mengeluarkan suara nya sejak tadi.


Acara pernikahan Kakak nya telah selesai lebih dari ½ jam yang lalu, dia fikir sebaiknya dia memilih kembali ke Mansion karena beberapa pekerjaan tertunda nya tidak bisa lagi di tinggalkan.


Apalagi menginap di rumah keluarga Abimanyu bukan pilihan yang baik, terlalu banyak orang yang berkumpul membuat dia merasa cukup tidak nyaman.


Dia baru saja berpamitan, melangkah masuk ke dalam mobilnya dan berniat melajukan mobilnya dari sana tapi seseorang terus menghubungi nya dari tadi.


Bill Rowland terus mencoba menghubungi nya.


Nadine sejenak menghela nafas nya, ketimbang mengangkat panggilan tersebut, dia lebih suka mengabaikan nya.


Dia fikir saat mereka terus berhubungan ini akan memperkeruh suasana.


Cukup lama Nadine mengabaikan panggilan laki-laki tersebut hingga akhirnya Bill Rowland merasa lelah sendiri mencoba menghubungi Dirinya.


Tidak lama kemudian handphone nya benar-benar terasa begitu tenang tanpa ada keributan atau suara panggilan yang mengganggu nya.


Gadis itu masih Terus melajukan mobilnya kearah depan.


Tapi selang beberapa waktu kemudian kembali suara panggilan terdengar.


Nadine fikir itu mungkin lagi-lagi Bill Rowland, tapi begitu bola mata nya melirik kearah handphone nya, rupanya yang menghubungi dirinya adalah orang lain.


Itu teman nya.


"Halo?"


Gadis itu langsung mengangkat panggilan nya dengan cepat.


"Ada apa?"


Begitu pertanyaan meluncur dibalik bibir nya, dia fikir dia mendengar teman nya menangis di seberang sana.


Nadine jelas mengerut kening nya.


"Ada apa dengan mu?"


Percayalah dia bukanlah type gadis yang memiliki banyak teman,tapi ada beberapa teman yang dekat namun tidak benar-benar dekat.


Nadine punya jiwa sosial yang tinggi dan paling sulit mendengar temannya sendiri kesulitan.


Begitu mendengar seseorang diseberang sana menangis dia jelas langsung bertanya bingung.


"Dimana kamu?"


Saat dia mendapatkan lokasi teman nya, Nadine langsung memutar mobil nya begitu saja.


Meskipun dia bebas melakukan apapun, tapi keluar di jam yang cukup tidak normal jelas tidak baik untuk gadis seusia dirinya yang memiliki orang tua dan saudara laki-laki.


Gadis itu dengan cepat mengirim pesan kepada kakak laki-laki tertua nya.


Seiring batre handphone nya yang mulai melemah, dia mengirim dengan cepat pesan yang menyatakan kemana pergi dirinya.


*********


Disisi lain.


Ahem baru akan melesat pergi menuju ke mansion Milik nya, rasa lelah luar biasa menghantam tubuh nya setelah acara akad nikah adik laki-laki nya.


Dia Fikir kembali ke kediaman dan menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur jelas menjadi pilihan terbaik untuk dirinya.


Tapi niat nya seketika terhenti saat dia yang masih fokus dengan stir mobilnya tiba-tiba saja menerima sebuah pesan dari seseorang.


Nadine?!.


Ahem seketika mengerut kan keningnya.


Club malam xxxxxxx?!.


Buru-buru dia melirik kearah jam di tangan nya.


Apa yang bocah itu lakukan? menjemput teman nya?!.


Oh shi..t.


Laki-laki tersebut mengumpat kesal.


Berusaha menghubungi Nadine tapi gagal.


Buru-buru Ahem mencoba menghubungi Azlan, meminta laki-laki itu bergerak cepat menuju kearah Pesan yang Nadine sampaikan.


*******


Disisi lain


Bill Rowland menatap Perempuan dihadapan nya untuk beberapa waktu setelah Perempuan itu selesai menghubungi Nadine.


"Bagaimana?"


Tanya Laki-laki itu sambil menaikkan ujung alisnya, bertanya dengan tidak sabaran.


"Dia dalam perjalanan kemari"


Jawab perempuan tersebut sambil mengembangkan senyuman nya.


"Kita akan lihat bagaimana bunga petunia Segar perlahan menjadi layu malam ini"


Bisik perempuan itu kemudian.


*****


Cafe xxxxxxx


Jam makan malam


Di sebuah ruangan kafe bernuansa klasik, dua laki-laki terlihat duduk berhadapan Antara satu dengan yang lainnya.


Satu terlihat begitu serius sedangkan satu nya tampak begitu santai dan tenang.


Allzigra sang Daddy Nadine menatap Azlan dengan tatapan yang begitu serius, sejak awal masuk ke tempat itu mungkin benar dia dilanda kegelisahan dan juga ketegangan mendalam tapi dia bukan type Laki-laki yang mau menampilkan ekspresi tidak tenang nya.


Entahlah, keadaan sebenarnya tidak baik-baik saja, bagi nya dia begitu menghormati keluarga Del Piero, apalagi dia cukup berteman dekat dengan Ozvit Del Piero yang tidak lain adalah Daddy Azlan.


Hubungan baik terjalin dan terbina begitu lama, bahkan beberapa kali mereka melakukan kerjasama bersama.


Ada beberapa jenis usaha yang dibangun bersama dan mereka melakukan kerjasama hingga hari ini, pembagian laba keuntungan, persen saham, bahkan banyak hal yang membuat mereka terkait kerjasama dibeberapa perusahaan dari sejak jaman dulu.


Sejak anak-anak tertua baru dilahirkan hingga kini.


Bahkan beberapa kerjasama yang terjalin sejak dulu hingga kini masih terus berjalan saling menguntungkan kedua belah pihak.


tapi hanya karena kecerobohan putri kembar nya Freya yang berani-beraninya Menukar pertemuan perjodohan yang di atur dirinya, membuat Ozvit tersinggung sedangkan sang Putra nya Azlan memutuskan untuk tetap mengambil perjodohan yang dibuat dengan putri nya yang ditukar.


Perjodohan yang seharusnya untuk Freya malah harus ditukar dengan Nadine karena kecerobohan Freya dan Nadine Sendiri.


Bagi nya permintaan putra Ozvit Del Piero begitu tidak masuk akal, dan saat dia tidak menyetujui keinginan itu, Azlan Del Piero mengancam akan mencabut Beberapa kerjasama yang terjalin sejak dulu tanpa mau memikirkan resiko kedepannya.


Padahal jelas-jelas Nadine sudah memiliki seorang tunangan, bahkan Nadine dan Bill Rowland telah menyebarkan undangan pernikahan mereka dan akan melangsungkan pernikahan tidak lama lagi.


Sesungguhnya Allzigra jelas marah dan tidak menyetujui keadaan ini, dia ingin tidak ada pernikahan yang ditukar, tapi tekanan yang diberikan oleh Azlan Del Piero begitu luar biasa.


Dan ditengah keadaan nya yang jelas-jelas tertekan, Allzigra harus mendapatkan Desas-desus tidak sedap soal Bill Rowland dari Putra nya ahem dan seseorang di luar sana.


Keluarga Rowland jelas tidak baik-baik saja, ada skandal tersembunyi dimasa lalu, ada kejahatan yang disembunyikan dan ada satu hal lain nya yang cukup mengejutkan yang Ahem bilang lamban laut Dirinya akan tahu dengan sendirinya.


"Aku tidak akan berbelit-belit, Tidakkah kamu ingin mengubah keputusan kamu?"


Allzigra mulai membukakan suara nya.


mendengar perasaan Allzigra, Azlan langsung menjawab.


"Aku fikir aku sudah membuat keputusan paling bulat dan aku bukan type orang yang mau mengubah keputusan ku"


Laki-laki itu bicara dengan begitu tenang, suara bariton nya terdengar begitu tegas, tatapan Azlan jelas begitu datar dan serius, tidak peduli siapa lawannya dia seolah-olah mampu membuat lawan nya menekukkan lutut dan kepala.


Tapi bukan Allzigra nama nya jika tidak bisa menampilkan sifat dan ekspresi yang sama.


"Kenapa kamu lebih tertarik pada Nadine? tidak kah kamu mau mencoba untuk benar-benar mengenal Freya? dia menurut ku jauh lebih cocok dengan kamu dari pada Nadine"


Laki-laki itu kembali bertanya dengan ekspresi yang begitu datar dan tidak kalah dinginnya.


Saat ini seolah-olah semua orang menghadapi 2 singa yang saling mencoba mengeluarkan taring mereka.


Suasana kafe tersebut Seketika menjadi sedikit menegang kan.


"Siapa yang membuat keputusan untuk jatuh cinta lebih dulu? apakah malam itu Nadine merayu mu?"


"Tidak, aku yang lebih dulu jatuh cinta dengan nya, bukan di pertemuan pertama, lebih tepat nya aku jatuh cinta pada Nadine jauh sebelum dia mekar seperti hari ini"


Laki-laki itu bicara begitu terus terang dan tegas, membuang sifat bertele-tele dan sama sekali enggan bicara berbelit-belit kesana-kemari.


"Ya?"


Allzigra jelas terkejut mendengar penuturan Azlan.


"Dimasa lalu Bill Rowland menipu Nadine untuk menjadi diri ku, anda bisa bertanya soal kebohongan nya di masa lalu, jika dia mengelak akan aku pastikan dia mengaku"


Saat Azlan berkata begitu seketika kerutan di kening Allzigra terlihat dengan sempurna.


"Menipu?"


"Aku tidak suka membahas laki-laki itu disini, aku lebih suka membahas soal Nadine bersama anda, misalnya membicarakan soal tanggal lamaran yang tepat kemudian membahas tanggal pernikahan"


Hah ..?!.


Allzigra jelas ingin sekali bicara.


Bocah ini bagaimana bisa jauh lebih terus terang dan lebih dingin dari ku?! bisa-bisa nya dia bicara langsung ke poin utamanya?!.


Dia benar-benar putra Ozvit Del Piero.


"Itu terlalu cepat bagi ku, Nadine sudah mengatur penikahan dengan Bill Rowland"


Allzigra mencoba untuk mengingat kan laki-laki itu.


"Tapi dia tidak mencintai nya, anda bisa bicara 4 mata dengan putri anda, bicara layaknya ayah dan anak kesayangan nya, dengarkan apa yang sebenarnya isi hati nya inginkan"


Azlan menjawab dengan cepat.


Oh god.


Allzigra fikir laki-laki ini...!!.


"Kenapa begitu yakin soal hati Nadine?"


"Anda ayah nya, seharusnya paling paham soal dirinya, anak perempuan paling sulit mengungkapkan soal perasaan mereka, dibandingkan laki-laki anak perempuan banyak lebih malu mengekspresikan perasaan mereka pada orang tua mereka, aku tidak bilang Anda ayah yang buruk, tapi aku yakin anda terlalu fokus dengan dunia anda dan mengatur semua keinginan Anda sendiri di atas kebahagiaan anak-anak Anda"


Kata-kata Azlan jelas seperti petir yang pecah di tengah hari bolong, menyambar begitu saja tanpa peduli keadaan cuaca.


Allzigra seketika terdiam.

__ADS_1


__ADS_2