Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Final episode


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian,


Mansion utama Hayat dan Àhem,


Jelang makan malam,


dapur.



Di sebuah dapur dengan nuansa manis dan elegan dalam balutan cahaya lampu yang indah, Hayat terlihat menyenandungkan lagu sambil sibuk berkutat dengan kegiatan ibu rumah tangga. Memasak kembali menjadi aktivitas terbaik nya dalam beberapa hari ini setelat cukup lama mengambil cuti untuk melakukan aktifitas nya.


Semua telah usai, meskipun sebenarnya masih ada banyak teka-teki yang membebani soal siapa yang menjadi pemain pokok dalam pecah nya hubungan keluarga Azzura dan Hillatop. Tapi karena kasus mengerikan menimpa Hayat pada akhirnya dua keluarga merestui hubungan mereka berdua. Tapi Àhem dan Hayat berkata dan berjanji berdua akan tetap mengorek kasus tentang siapa provokator yang menyebabkan pecahnya kedua keluarga di masa lalu saat Hayat benar-benar dalam kondisi yang baik dan tanpa beban.


Kalina ditangkap dan diadili karena kejahatan nya, Alberto tertembak tanpa ampun dan tewas ditempat malam itu. Ada hal yang tidak terduga jika yang mengangkat senjata menembak Alberto merupakan seorang laki-laki muda yang bekerja di Hurairah group, laki-laki tersebut kebetulan berkunjung ke rumah seorang teman dan melewati tempat dimana kejadian perkara Hayat berada, entahlah semua seolah-olah kebetulan menyeret laki-laki muda itu masuk kesana dan membantu Hayat malam itu.


Semua yang terlibat dalam penculikan Hayat telah di eksekusi tapi meskipun begitu tetap saja musibah tidak dapat dihindari. Hayat tetap harus kehilangan putra pertamanya. Semua jelas terasa berat tapi terkadang didalam hidup ini akan ada yang berkorban, ada yang dikorbankan,ada yang pergi dan ada yang memang tidak akan kembali.


Ilmu menerima jelas bukan hal yang mudah, tapi itu satu-satunya hal yang seharusnya manusia miliki selama mereka hidup di dunia ini, sebab seluruh peristiwa yang terjadi di muka bumi ini terjadi atas kehendak nya dan sudah di tulis dalam buku takdir masing-masing orang.


Hayat terus berkutat dalam kesibukan nya tanpa mempedulikan orang-orang disekitar nya sejak tadi, sebab nyatanya memang tidak ada siapa-siapa di rumah tersebut, pelayan sudah pulang sejak Sore, tidak ada tawa bayi yang diharapkan disana dan Ahem belum kembali dari perusahaan.

__ADS_1


Perempuan tersebut terus bergerak membuat makanan favorit suaminya, mereka sudah berjanji akan melewati makan malam bersama malam ini.


Siapa sangka ditengah kesibukan nya membuat salah satu menu favorit sang suami, tiba-tiba saja sebuah tangan menyentuh lembut pinggang Hayat, membuat perempuan itu agak terkejut. Hayat membeku sejenak hingga akhirnya dia mengembangkan senyumannya.


"Aku tidak dengar kamu pulang, sunshine," dia bicara cepat, dengan suara khas manja nya pada sosok dibelakang nya.


Sunshine, sang suami tercinta nya.


"Kamu terlalu fokus pada pekerjaan hingga mengabaikan diriku," laki-laki itu menjawab lagi sembari membiarkan dagunya berada pada bagian bahu sisi kanan istrinya.


Hayat mengembang kan senyumannya, menjawab sedikit malu.


"Aku payah dalam mendengar kehadiran suami ku,"


"Ahhh aku merindukan mu, sayang," bisik laki-laki tersebut hangat.


"Ckckck kita hanya berpisah beberapa jam bagaimana bisa sudah merindukanku?," Kali ini Hayat langsung berusaha membalikkan tubuhnya, dia mencoba untuk berdiri sejajar dengan sang suaminya meskipun sebenarnya tinggi tubuhnya tidak sama dengan laki-laki tersebut.


"beberapa jam terkadang menyiksa," Àhem mengembangkan senyumannya, dia meraih kedua belah pipi Hayat kemudian secara perlahan laki-laki tersebut menautkan bibir mereka secara perlahan.


Ciuman manis terasa dibalik bibir perempuan tersebut, dia selalu suka dengan kelembutan suaminya itu. Cukup lama ciuman terjadi hingga akhirnya Ahem secara perlahan melepaskan ciuman nya.

__ADS_1


Hayat terlihat menenggelamkan dirinya kedalam dekapan suaminya, dia memeluk laki-laki tersebut dengan hangat.


"Mari mengunjungi Freya, aku pikir tidak lama lagi waktu kelahiran nya," Ahem memeluk hangat istrinya, bicara dengan penuh kehangatan.


"Hmmm," Hayat menganggukkan kepalanya secara perlahan.


Dia masih menikmati pelukan nya pada laki-laki tersebut, belakangan begitu suka memeluk suaminya tersebut.


Ditengah pelukan nya tiba-tiba saja Hayat pikir perutnya terasa tidak baik-baik saja, dia pikir ini sudah ke 3 kali nya hari ini.


"Hmppp," dia menutup mulut nya dengan tangan kanannya.


"Kenapa?," Àhem mengerutkan keningnya.


Hayat mengernyitkan keningnya, menggelengkan kepalanya dan berlarian dengan cepat ke arah kamar mandi.


"Sayang?," Ahem terlihat panik, dia pikir apakah efek bekas tembakan masih membekas?.


bukankah dokter bilang semua sudah baik-baik saja?!.


*****

__ADS_1


...Alhamdulillah sudah sampai final kita Mak, terimakasih sudah ikut hingga sejauh ini di kisah Ahem dan Hayat. Maafkanlah jika alurnya membosankan, kadang demi bisa ngejar buat beli susu, bayar WiFi, jajan anak dll harus ngejar kata agar bisa ga_jian dan mungkin alurnya agak muter-muter sesuai dengan keinginan Ntun, maafkan lah 🙏....


__ADS_2