Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Seperti sebuah manipulasi


__ADS_3

Mansion utama Ahem Hillatop,


kamar tidur utama.


"Mari menyambung benang kusut." Hayat bicara dengan Ahem.


"Dari kakak tua Ibra peristiwa masa lalu cukup rumit, kematian untie Aish jelas tidak mudah untuk diterima." Hayat bicara pelan, menatap kearah suami nya untuk beberapa waktu


"Meskipun begitu daddy All tidak membahas persoalan itu lagi itu artinya bisa dikatakan daddy All sudah cukup ikhlas menerima kenyataan pada masa lalu tentang kematian untie Aish." lanjut perempuan tersebut lagi.


"Kita tidak usah terlalu khawatir soal ini karena tidak ada pembahasan dari daddy soal hal tersebut." Ahem bicara pelan.


"Daddy hanya menyalahkan orang nya yang melakukan kejahatan soal kematian untie Aish, jadi dia sama sekali tidak menyalahkan nama keluarga atau orang lainnya." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


Hajat terlihat menganggukkan kepalanya, dia melirik kearah diary di tangan nya, kemudian berusaha untuk kembali membaca nya bersama suaminya.


********


Masih di masa lalu


Perempuan itu mengawasi pergerakan Louise dari kejauhan untuk beberapa waktu, dia Fikir laki-laki itu mencari informasi atas permintaan Sherkan soal seorang gadis.


Setelah Louise laki-laki kepercayaan Sherkan berlalu, Perempuan itu langsung melesat pergi dari posisi dia berdiri sejak tadi.


Kini disebuah ruangan bernuansa abu-abu, Perempuan itu mengeratkan rahang untuk beberapa waktu, secara perlahan dia meremas kertas yang ada di tangan nya.


"Dia tertarik pada seorang gadis miskin?"


Tanya nya pada seorang wanita berusia sekitar 38 tahunan.


"Kenapa kamu begitu khawatir Sherkan bakal serius dengan gadis seperti itu"


Wanita itu bertanya sambil menaikkan kaki kanannya ke paha kirinya, duduk di atas kursi sofa dengan gaya yang begitu angkuh dan sombong.


"Untie fikir Sherkan type Casanova? tidak ada yang tidak tahu karakter Sherkan, sekali dia menyukai seseorang dia tidak pernah main-main dengan hati nya, seperti dia mencintai kekasih masa lalu nya"


Ucap Perempuan itu cepat dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu.


"Dia bukan keturunan Hillatop yang suka bergonti-ganti pasangan"


Lanjut nya lagi.


"Aku khawatir, Sherkan benar-benar serius dengan perasaan nya yang akan berkembang"


Setelah berkata begitu, Perempuan itu mulai membuka satu persatu lembaran kertas yang ada di hadapannya.


"Elvitania?!"


Dia mengerutkan keningnya, memperhatikan foto yang ada di tangan nya untuk beberapa waktu.


"Aku seperti pernah melihat wajah nya, tidak asing dan begitu familiar"


"Lupakan soal asing tidak asing, untie fikir sebaiknya kamu memutar sebuah skenario, buat gadis itu dekat dengan laki-laki lain, sebelum Sherkan memulai komunikasi intens dengan gadis tersebut"


Setelah berkata begitu, wanita itu mencoba untuk menghubungi seseorang dari handphone miliknya.


Terlihat dia menggoyangkan kakinya untuk beberapa waktu, menunggu jawaban dari seberang sana.


"Katakan pada ku, apa yang ingin diberikan Louise pada gadis itu tadi?"


Tanya wanita itu tiba-tiba.


Sejenak wanita itu diam, mendengar kan jawaban dari sana dengan seksama.


"Tukar kertas memo nya, aku akan memutar pertemuan gadis itu dengan laki-laki lain"


Wanita itu bicara cepat.


"Aku akan menghubungi Sherkan dan membuat dia tidak menemui gadis itu bagaimana pun caranya"


Setelah berkata begitu, wanita itu mematikan panggilan nya.


Dia kemudian menatap Perempuan yang sejak tadi menatap dirinya.


"Aku akan mengatur pertemuan makan malam kalian, dia akan menemui gadis itu malam ini"


Ucap wanita itu pelan.


"Kau harus pandai ber'akting untuk membuat Sherkan tidak beranjak dari hadapan mu meski pun hanya satu menit saja, liez"


Mendengar ucapan wanita itu, perempuan yang dipanggil liez menaikkan ujung bibirnya.


"Untie jangan khawatir soal itu"


*******


Masih di masa lalu.


Sherkan terlihat bergerak terburu-buru, dia mencoba untuk mengejar keadaan, menatap bingung antara jam di tangannya dan panggilan di handphone nya.


Gadis itu menunggu anda di kafe xxxxxx tuan.

__ADS_1


Sherkan, sesuatu yang buruk terjadi pada liez.


Sejenak laki-laki itu mengusap kasar wajahnya, dengan gerakan terburu-buru dia melesat menuju kearah parkiran.


Pada akhirnya Dia terpaksa memilih salah satu dari kedua pilihan Rumit tersebut.


********


Disisi lainnya


Elvitania memperhatikan kertas memo yang di berikan seorang laki-laki pada nya siang tadi, tidak tahu kenapa laki-laki itu berkata seseorang ingin bertemu dengan dirinya.


Dia sama sekali tidak punya gambaran siapa yang ingin menemui dirinya.


Sejenak gadis itu melirik kearah jam di tangan nya, beberapa kali Elvitania menarik pelan nafasnya.


*******


Disisi lainnya lagi


Seorang wanita berjalan perlahan menuju kearah sebuah meja bartender dimana seorang laki-laki terlihat asik dengan minuman nya, laki-laki itu mengobrol dengan beberapa temannya sambil sesekali menyesap minuman nya.


Seketika laki-laki itu menoleh kebelakang saat seseorang menyentuh bahu ku.


"Untie?"


Laki-laki itu mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.


"Bisakah kamu membantu untie, Zahir?"


Wanita itu bertanya sambil mencoba mengulas senyuman.


"Ya?"


Yang dipanggil Zahir terus mengerutkan keningnya.


"Sherkan lagi-lagi menolak sebuah pertemuan kencan buta, bantu bibi untuk mewakili dirinya, jika kamu tidak tertarik pada gadis itu, kamu bisa menolaknya dengan cara yang halus, tapi jangan pernah menyebutkan nama Sherkan pada gadis itu"


"Ya?"


Zahir mencoba untuk mencerna maksud dari ucapan wanita itu untuk beberapa waktu.


"Sekali ini saja, untie mohon"


*****


Kembali ke masa lalu


Ditengah pesta perayaan ulang tahun


Ketika kembang api terus mengeluarkan cahaya nya di atas langit malam, ketika suara petasan saling bersahutan Antara satu dengan yang lainnya, ketika acara puncak ulang tahun perusahaan berjalan.


Elvitania berjalan dengan kondisi sedikit pusing menuju ke arah belakang menuju ke bagian jembatan penghubung perusahaan Hillatop dan Apartement Hillatop group company.


Tanpa sadar dia berjalan menuju ke arah kolam renang area belakang yang saat ini kosong melompong tanpa penghuni.


Mengingat semua orang berada di gedung utama Hillatop company.


Belum juga kaki nya tiba ke arah kolam renang tersebut, seketika dia terkejut saat seseorang mengunci pintu jembatan penghubung dua company milik Hillatop Tersebut, dan tidak tanggung-tanggung semua lampu dimatikan secara serentak di bagian jembatan penghubung.


Hahhh Oh my god.


"Tuannnn"


Seketika Elvitania Berteriak panik, berusaha menuju ke arah pintu kaca penghubung Dua gedung raksasa tersebut.


Alih-alih mendengar, petugas yang mengunci pintu dan yang mematikan lampu telah melesat menjauh.


Bugggggg


Bugggggg


"Bapakkkkkkk yakkk bapakkkkkkk tidak bisakah bapak lihat ada manusia disini?"


Pekik Elvitania panik, dia terus berusaha memukul pintu kaca kedap suara tersebut dengan sekuat tenaganya.


"Bapakkkkkk oh tuhannnnn pakkkkk ohhh disini gelap, bagaimana jika ada hantu nya???"


Elvitania seketika berbalik kebelakang, Suasana suram benar-benar mendukung keadaan.


"Huwaaaaa Pakkkk mati aku, Pakkkk aku bisa mati muda Disini"


Gadis itu terus berteriak panik, buru-buru mencari handphone milik nya di dalam tas tangan y.


"Ohhhh apa perusahaan ini begitu miskin? gedung semewah ini tidak bisa menangkap sinyal? harus nya dia meletakkan tower darurat di atas gedung"


Elvitania terus bicara panik, berusaha mencari sinyal sambil menyalakan lampu senter nya.


"Oh ya Allah apa yang harus aku lakukan? oh bagaimana jika ada banyak makhluk sakral nya disini?"


Dia terus berceloteh, mencoba bergerak maju kedepan dengan gerakan perlahan.

__ADS_1


Dia fikir kenapa hidup nya selalu sial belakangan ini?!.


"Ini pasti efek buruk dari tuan Zahir, bayangkan sejak bertemu dengan bos menyebalkan itu hidupku jadi berantakan"


Gadis itu mengeluh disepanjang perjalanan nya, berjalan meraba-raba dengan hak tinggi nya , tangan kanan nya terus berusaha memegang handphone nya yang menyenteri jalanan di depan nya.


"Aku butuh sesuatu yang bisa membuang kesialan didalam hidup ku?!. Oh ayolah elv kenapa kamu bicara yang tidak-tidak sejak tadi"


"Ah apa aku harus minta cuti awal pada tuan Hill? atau aku minta pindah kantor saja?"


"Apa aku harus mandi kembang tuju rupa? atau aku harus cari air 7 sumur untuk mandi sekalian? mereka bilang itu bisa menghilangkan kesialan"


Ditengah ocehannya tiba-tiba saja.


Prangggg


Terdengar suara yang memekakkan telinga nya di ujung lorong sana.


"Akhhhhhh hantu pocong hantu kuntilanak, nenek lampir, nenek gayung, aku gadis baik-baik yang tidak banyak Tingkah, selamatkan hamba mu ya Allah dari pada syetan terkutuk disekitar nyaaaaa"


Setelah mulut nya komat-kamit kesana-kemari seketika Elvitania berlarian kocar-kacir kearah depan.


Belum juga hilang keterkejutan nya, tiba-tiba.


Duggggg


Dia merasa telah menabrak tubuh seseorang.


Elvitania membeku untuk beberapa waktu, Mencoba untuk menetralisir keadaan di jantung nya yang berfikiran tidak-tidak soal hantu.


Dia mendongakkan kepalanya untuk beberapa waktu.


Satu sosok tubuh besar tinggi berdiri tepat dihadapan nya.


"Akhhhhhhhh"


Lagi-lagi gadis itu Berteriak histeris saat dia menyadari sesuatu.


"Genduruwooooooooo"


Ditengah kepanikannya yang tidak tahu harus bagaimana, rasanya dia ingin melompat dari atap gedung Menuju kebawah, tahu-tahu suara seseorang mengejutkan dirinya.


"Apa? genduruwo?"


Suara bariton dari tubuh yang dia tabrak Tersebut memenuhi Gendang telinga nya.


"Hahhhh?"


Seketika Elvitania menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.


Kau ingat elv? itu adalah pertemuan kedua kita.


Setelah itu insiden tak terduga terjadi, karena sesuatu kamu terjatuh didalam kolam renang, kamu kehilangan nafas mu untuk waktu yang begitu lama.



"Elvitania bangun, Elvitania dengar Suara ku, lihat aku, aku mohon, elv....elv... bernafaslah, ada aku disini"





********


Begitu tubuh mu naik ke atas semua orang berhamburan datang, Aku tidak bisa meneruskan penyelamatan ku untuk mu, sebab keadaan ku saat itu juga tidak baik-baik saja dan Zahir meraih tubuh mu dengan cepat.


"Sherkan... sayang... kau tidak apa-apa? apa yang terjadi?"


Liez berteriak panik, mencoba menyadarkan ku yang juga nyaris kehilangan keseimbangan atas tubuh ku sendiri.


*******


Masih di mansion utama Ahem Hillatop,


kamar tidur utama.


"Apakah ini manipulasi pertemuan dan penyelamatan?." Dan Hayat terlihat mengernyitkan keningnya untuk beberapa waktu, bertanya ke arah suaminya dengan tatapan serius.


"bisa jadi ini seperti sebuah manipulasi dua laki-laki yang mencintai satu perempuan." Dia mulai merangkai peristiwa yang terjadi.


"Perempuan bernama Liez berhasil menukar pertemuan, dan siapa wanita yang ikut andil lainnya?." Hayat mengernyit sejenak.


"Kita bisa mencari tahu, aku pikir sesuatu mungkin terjadi pada ingatan nenek buyut Elvitania." Sherkan menjawab cepat.


"Liez-," Hayat tampak berpikir.


"Aku tidak pernah mendengar nama ini dalam keluarga besar, bukankah ini agak aneh?!." Tanya Hayat lagi kemudian.


Ahem terlihat diam untuk beberapa waktu.

__ADS_1


"Mungkin kita bisa bertanya pada beberapa tetua di Azzurra." Ucap Ahem kemudian.


"Pasti ada yang bisa kita gali Informasi nya dari seseorang yang tahu kisah mereka."


__ADS_2