
Pada akhirnya kedua orang tersebut beranjak pergi dari klub malam itu tanpa mengeluarkan suara mereka sama sekali. Tuan All zigra memilih diam sembari memfokuskan pandangannya ke arah depan di mana dia lebih memilih untuk menyetir.
Ucapan Hayat bagaikan sebuah batu hantaman yang sangat luar biasa untuk dirinya gimana seperti ucapan perempuan tersebut saat ini dia selalu bergerak ke gegabah, tidak lagi produktif dan juga teliti seperti masa mudanya dan tidak langsung menuju sesuatu namun lebih dulu menyelidiki untuk mencari tahu. Di usia yang sudah tidak muda lagi membuat dia menjadi bodoh tuli dan buta tentang hal yang ada di sekitarnya bahkan seolah-olah ingin menutup mata atas apa yang dilihatnya karena keegoisannya.
*******
Hayat terlihat menundukkan kepalanya untuk beberapa waktu kearah ayah mertuanya, di mana laki-laki tersebut masih berada di dalam mobilnya sedangkan Hayat telah turun dari mobil tersebut.
"Hati-hati di jalan, dad." Ucap Hayat sambil berusaha untuk mengembangkan senyuman terbaiknya.
__ADS_1
Tuan All zigra sama sekali tidak menjawab, dia berdeham dan dia melajukan serta membelokkan mobilnya secara perlahan kearah depan.
Hayat terlihat melambaikan telapak tangan kanannya dan melepaskan kepergian ayah mertuanya secara perlahan. Dia membalikan tubuhnya secara perlahan dan berniat untuk beranjak pergi dari sana dan naik ke atas mobil nya yang terparkir tidak jauh dari tempat tersebut.
Hayat sengaja tidak membawa siapapun di antara dirinya, mengajak bertemu ayah mertuanya untuk memperlihatkan keburukan Kalina pada laki-laki tersebut, tidak melibatkan siapapun di antara mereka agar laki-laki tua tersebut membuka bola matanya tentang perempuan pilihannya. Terlihat egois cara main Hayat, tapi dia melakukan hal tersebut agar ayah mertuanya tahu bagaimana sebenarnya sosok Kalina ia ingin dijodohkannya dengan suaminya.
Belum juga Hayat beranjak dari posisi yang mendekat ke arah mobilnya tersebut, tiba-tiba saja dia merasakan handphone nya berdering, membuat perempuan tersebut langsung meraih handphone yang ada di dalam tas yang dia bawa.
Sebuah pesan bertuliskan sesuatu yang membuat dia bahagia terpampang jelas di layar handphone nya tadi.
__ADS_1
"Bawa Ahem pulang kerumah besok malam, mari makan malam bersama"
Daddy All zigra.
Bayangkan bagaimana bahagianya perempuan itu ketika pada akhirnya satu usaha panjangnya tidak berakhir sia-sia. Bola mata Hayat terlihat berkaca-kaca dan dengan cepat dia berusaha untuk masuk ke dalam mobil nya. Namun sayangnya belum sempat dia meraih gagang handle pintu mobilnya tiba-tiba saja seseorang mendekat dan mendekap mulutnya dari belakang.
Hal itu membuat Hayat terkejut, dia mencoba untuk memberontak namun usahanya sepertinya sia-sia karena seseorang yang membekap mulutnya menggunakan sapu tangan yang telah dibubuhkan dengan sesuatu hingga membuat perempuan tersebut merasa kesadarannya secara perlahan menghilang.
"No." Hayat mencoba untuk berikan kesadarannya namun rupanya sia-sia seketika dia memejamkan bola matanya secara perlahan.
__ADS_1
Sosok di belakangnya mencoba untuk menahan tubuh hanya dengan cepat agar tidak terjatuh ke lantai, seseorang yang lain nya memerintahkan nya untuk membawa tubuh perempuan itu menunjuk ke arah mobil yang berbeda.