
Mansion utama Kalina.
Perempuan tersebut bergerak perlahan menaiki anak tangga, membiarkan seorang laki-laki mengikuti dirinya.
"Kenapa begitu terlambat datang?." Kalina bertanya sambil melirik kearah laki-laki tersebut.
"Sedikit ada halangan dijalan." Laki-laki tersebut menjawab cepat.
"Semua berjalan sesuai rencana?."
"Seperti yang kamu inginkan, tidak ada satupun yang tersisa ." laki-laki tersebut menjawab menyakinkan.
__ADS_1
"Semua bener-bener berjalan sesuai dengan keinginanmu dosa ini problem baru mulai muncul." lanjut laki-laki tersebut lagi dengan penuh keyakinan.
"Itu bagus." Kalina terlihat begitu bahagia pada jarak dari laki-laki yang mengikuti langkahnya itu.
"ini akan menjadi batu sandungan baru, buat persoalannya semakin pelik dan pastikan ini akan memanas dalam waktu dekat." setelah berkata seperti itu Kalina sejenak menghentikan.
"Dan pastikan tidak ada celana sedikitpun untuk membuat mereka mengalami kesalahpahaman antara satu dengan yang lainnya." lanjut perempuan itu lagi kemudian.
Laki-laki dihadapan Kalina terlihat diam, dia sama sekali tidak menjawab ucapan dari perempuan tersebut, hanya menganggukan kepalanya untuk beberapa waktu.
"Pastikan berkas ini sampai kepada uncle All zigra." Ucap Kalina kemudian, dia meraih sebuah berkas yang ada di atas meja di mana biasanya dia menggunakannya untuk bekerja, menyerahkannya kepada laki-laki yang mengikutinya tadi.
__ADS_1
laki-laki tersebut menerima berkas yang diberikan oleh Kalina kemudian menetap berkas tersebut dengan seksama.
"Aku pikir apa ini tidak terlalu cepat?, mereka belum lama berduka, jika kamu melakukannya saat ini, mungkin bukannya akan bertambah." Ucap laki-laki yang ada di hadapan Kalina tersebut.
Mengingat keluarga Hillatop baru saja berduka besar sebenarnya membuat dia agar ragu untuk menghantam dan memberikan permasalahan baru dalam keluarga tersebut. Berita di televisi jelas sangat pecah soal keluarga mereka di mana kematian bayi Ayana dan koma nya perempuan itu membuat dua anggota keluarga berduka panjang. Baru beberapa bulan berlalu dan ini jelas akan semakin membuat keluarga tersebut semakin stres karena persoalan-persoalan baru yang kembali akan menghantamnya.
"Bukankah waktu yang paling baik adalah ketika kamu masuk di antara orang-orang yang terpuruk?," Kalina bicara sambil menaikkan ujung alisnya, bertanya balik laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"ini adalah kesempatan terakhirku untuk mendapatkan apapun yang aku mau dan memanfaatkan situasi ini." Dia jelas telah memikirkannya dengan mata dan memastikan waktu ini adalah yang paling tepat untuk mengacaukan semuanya dan juga mengacaukan perasaan tuan All zigra, daddy Ahem.
"ini akan jadi Boomerang untuk memisahkan Hayat dan Ahem, aku akan masuk ke dalam untuk menjadi pengantin laki-laki tersebut nantinya." Ucap Kalina dengan penuh kesenangan, dia terkekeh ngeri membuat siapapun yang mendengarnya pasti merinding dibuatnya.
__ADS_1
Laki-laki yang ada di hadapan perempuan itu hanya bisa diam, dia menundukkan kepalanya dan mematuhi ucapan Kalina, pada akhirnya dia secara perlahan beranjak dari sana dan memastikan jika berkas-berkas yang ada di tangan nya akan pindah ke tangan All zigra secepat nya.
"Pastikan kau tidak menuai kegagalan dalam rencana ini." Itu pesan terakhir Kalina terhadap laki-laki tersebut.