Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Kekhawatiran nyonya Nadya


__ADS_3

Disisi lain,


mansion utama All zigra.


Nyonya Nadya sama sekali tidak bisa memejamkan bola matanya sejak tadi, kegelisahan menghantam dirinya dan dia pikir kenapa suaminya belum kembali sejak tadi padahal hanya berkata ingin mengambilkan berkas di perusahaan sedangkan waktu telah berlalu cukup lama. Sudah hampir 2 jam berlalu tapi nyatanya sama suami sama sekali belum kembali ditambah lagi dia bahkan tidak bisa menghubungi handphone laki-laki tersebut dan itu semakin membuatnya frustasi.


Nyonya Nadya berusaha untuk menghubungi sekretaris dari suaminya tersebut, mungkin Enrico tahu ke mana sang suaminya pergi saat ini. sebab biasanya laki-laki tersebut paling tahu ke mana All zigra pergi. Cukup lama wanita itu mencoba untuk menghubungi namun nyatanya panggilannya sama sekali belum tersambung sehingga menambah kecemasan di dalam hatinya dan dia terlihat duduk di ruangan tamu dengan perasaan gelisah terus menatap jarum jam yang berdetak sejak tadi hingga pada akhirnya setelah perjuangan panjang bisa dia dengar sahutan dari seberang sana .


"Halo nyonya?,"


*******


Disisi lain,


Apartemen Enrico.


Laki-laki tersebut sebenarnya cukup lelah dengan keadaan saat ini setelah melewati berbagai macam pekerjaan segudang yang tidak ada hentinya, ingin sekali rasanya dia membenamkan dirinya di atas kasur empuk miliknya tapi nyatanya belum juga dia berhasil untuk menenggelamkan dirinya ke atas kasur tiba-tiba saja seseorang menghubunginya dan tebak siapa yang melakukan hal tersebut?.


Tuan All zigra.


Oh God.


Enrico hanya bisa menghilangkan rasa kasar, secara perlahan laki-laki tersebut mengangkat panggilan dari sang tuannya tanpa banyak bicara kemudian dia langsung berkata.

__ADS_1


"Yes sir?," ucap laki-laki tersebut cepat.


"Lacak keberadaan Kalina sekarang juga," dan dia mendengar ucapan dari laki-laki di sebelah sana di mana itu adalah tuan All zigra.


"Ya?," Enrico mengerutkan keningnya setelah dia menerima perintah tersebut cukup terkejut saat laki-laki paruh baya lebih itu memerintahkannya untuk melacak keberadaan Kalina.


"Baik tuan." dia pada akhirnya langsung menjawab dengan cepat.


"Pastikan apa yang dia lakukan setelah dia bertemu dengan laki-laki itu dan aku ingin tahu apakah benar dia membawa menantu ku, jika benar maka aku akan membuat dia menyesali apapun yang dia lakukan malam ini kepada keluarga Hillatop." dan tuan All zigra kembali bicara mengeluarkan perintahnya.


"Berikan aku waktu beberapa menit untuk melacak keberadaannya aku Akan mengirim titik lokasinya pada tuan," Enrico menjawab dengan cepat dan dia langsung meraih laptop yang ada di atas nafas dengan gerakan cekatan.


Begitu tuan All zigra mematikan panggilannya, tanpa berpikir dua tiga kali enricorn langsung menggerakkan jemari-gemarinya dengan lincah untuk mendeteksi keberadaan Kalina, otak nya saat ini tersambung dengan cepat di mana dia pikir jika ingin berhubungan dengan Kalina pada jam segini tiba-tiba saja dia ingat dengan nona Hayat.


Mungkinkah?.


Mungkin persis seperti ucapannya dia tidak butuh waktu begitu lama untuk mendapatkan keberadaan Kalina, laki-laki itu benar-benar menemukan di mana perempuan itu berada saat ini dan bersamaan dengan itu juga dia menemukan keberadaan Hayat.


"Oh shi-t" Enrico langsung mengumpat ke sana saat menyadari mereka berada di tempat yang sama saat ini.


sifat kilat laki-laki tersebut langsung mengirimkan di mana titik lokasi kedua orang tersebut pada handphone tuan All zigra dan juga Ahem secara bersamaan tanpa harus menunggu lama.


Laki-laki tersebut mengurungkan niatnya untuk pergi menenggelamkan dirinya ke dalam alam tidur alam mimpinya karena saat ini dia pikir keadaan jelas tidak baik-baik saja dan dia bisa menebak jika Kalina akan berbuat sesuatu yang tidak baik pada Hayat. Enrico secepat kilat beranjak dari posisinya dan dia langsung menyambar kunci mobil miliknya kemudian bergegas keluar dari apartemennya menuju ke arah titik di mana dia mendapatkan posisi kedua orang tersebut saat ini.

__ADS_1


Enrico bergerak menuju ke area parkiran di mana mobilnya berada namun sayangnya baru saja dia masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba saja kembali handphonenya berdering dan membuat laki-laki itu langsung meliriknya ke arah handphonenya.


"Oh come, tidak bisa kah anda tidak menghubungiku saat ini nyonya?," dan kepalanya terasa berdenyut-denyut setiap kali istri atasannya tersebut menghubunginya.


Nyonya Nadya berusaha untuk menyambungkan panggilan mereka dan dia tahu sepertinya tuan All zigra pasti pergi tanpa pamit atau berkata hanya pergi sebentar namun nyatanya menghilang hingga waktu yang cukup lama.


"Halo, nyonya?,"


Pernah merasakan sulitnya berhadapan dengan para atasan ketika ingin menghadapi interview? itu yang selalu dirasakan setiap kali dia berhadapan dengan istri tuannya, menjadi Enrico jelas tidak semudah yang dibayangkan karena dia harus berputar di antara dua tuan di dalam hidupnya.


Bagaikan makan gua simalakama di mana jika dia memilih tuan All zigra dia bisa kehilangan jantung nya, dan jika dia memilih nyonya Nadya, maka dia akan kehilangan ginjal nya. Maka membuang salah satunya jelas sangat tidak mungkin karena dia tidak mungkin hidup tanpa kedua hal tersebut, kehilangan jantung dan ginjal jelas aja akan membuatnya mati dengan sia-sia di muka bumi ini.


"Ada apa?," laki-laki itu pura-pura bertanya tidak mengerti kepada nyonya Nadya.


"Apakah All zigra ada bersama mu?,"


sesuai dengan apa yang dia pikirkan nyonya pasti mencari di mana tuan yang berada. Enrico menghela nafasnya kasar.


"jangan khawatir soal apapun nyonya, saat ini tuan tertidur di dalam kantor setelah menyelesaikan sedikit urusan pada pekerjaannya, apakah aku harus membangunkannya? aku jadi tidak tega untuk melakukan hal tersebut." laki-laki itu berusaha untuk berkilah dan pikirkanlah ada berapa banyak dosa yang mantan dirinya saja yang melakukan kebohongan yang sangat tidak berfaedah.


Dia benar-benar harus belajar handal untuk menjadi seorang pembohong, laki-laki itu hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan. Bayangkan berapa banyak dosa yang harus dia miliki saat ini sejak pertama kali dia bekerja dengan keluarga dengan keluarga Hillatop.


"Tentu saja nyonya, jangan khawatir soal apapun... aku pasti akan menjaga tuan... Baiklah aku akan meminta teman untuk tidak kembali terlalu pagi...ya...baik nyonya." laki-laki itu bicara dengan lemah lembut membujuk dan merayu dan mencoba meyakinkan wanita di ujung sana jika semua pasti baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan sama sekali.

__ADS_1


"Ya, baik..." hingga pada akhirnya dia mematikan panggilannya dengan cepat kemudian memilih untuk langsung meletakkan handphonenya begitu saja ke atas dashboard mobilnya.


Enrico kembali mencoba untuk menghela nafasnya kasar.


__ADS_2