Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Maafkan diriku


__ADS_3

Makkk q udah nulis panjanggggggg lebar, tiba-tiba terhapus tanpa sengaja, pengen nangis untuk Ahem dan Hayat malam in, waktu mepet karena kerjaan di dunia nyata banyak, cari cuan di dunia nyata untuk lebaran jajan anak juga untuk beli baju baru😭😭😭😭.


pengen nangis darah ketikan sebanyak itu menghilang tiba-tiba Mak karena diriku ga sengaja ngetik kalimat akhir saking lelah nya ketiduran ga sengaja klik delete dan tidak bisa di refresh atau di undo lagi mak, tiba-tiba semua Ambyar hilang ga bersisa layar putih kosong, bisa di bayangkan ga Mak yang panjanggggg tulisan nya tiba-tiba terhapus? padahal pertemuan Ahem dan Azlan membahas tentang semua yang cukup menegang kan, apa yang diketik hilang semua dan mau tulis ulang kejepit waktu dan diri ku udah kebingungan mau gimana ngetik nya😭😭😭😭, waktu batas setoran nas_kah ga bisa lebih dari jam 11 malam, ngetik ga mudah dengan ide yang harus di ulang lagi dan sudah pecah.


maafkan diriku terpaksa kasih pro _mo no.vel lain KL ga nanti ga cukup hitungan waktu up-nya Mak😭😭😭, beban nulis tu ga bisa libur lebih dari tiga hari Sebulan, KL ga maka ga dapat cuan bo_nus padahal kehidupan dunia nyata juga ada.


jadi aku terpaksa kasih ini no_nel untuk pro_mo Mak, baru q up besok.



******


 


"Dom.... come... bangun sekarang dan berangkat lah bekerja setelah ini"


Satu teriakan terdengar memenuhi satu ruangan kamar mendominasi berwarna putih tersebut.


Seorang wanita paruh baya lebih terlihat mulai menghela nafasnya kesal sambil sesekali memijat-mijat kepalanya karena rasa sakit yang sebenarnya tidak ada.


"Dominic...."


Lagi satu teriakan memenuhi ruangan kamar tersebut.


Oh shi..t.


Yang di panggil Dominic terlihat menggeliat sambil meraih handphone nya yang tergeletak di atas nakas disisi kanan dimana dia terlelap tadi, laki-laki itu mengumpat dirinya sendiri didalam hati saat sadar pukul berapa saat ini.





Rasa sakit di kepala nya jelas masih menghantam sejak tadi, dia fikir dia terlalu banyak minum semalam.


Dan sial nya ditengah banyak nya dia minum, teman-teman nya malah pergi meninggal kan dirinya sendirian di mobil nya dan membiarkan dirinya tenggelam didalam ke mabukan nya bersama sang sopir pribadi nya.


"Dom..."


Teriakan Mommy nya membuat laki-laki itu pada akhirnya bangun juga.


Laki-laki itu mengerutkan keningnya, dia fikir kapan Mommy nya datang ke apartemen nya? bukan kah seharusnya wanita bertubuh imut-imut itu ada di rumah saudara Pertama nya? mereka akan menyambut kelahiran cucu pertama.


Tapi kenapa sang Mommy nya ada disini pagi ini!?.


Dominic secara perlahan membalikkan tubuhnya sambil dia melebarkan senyumannya.


"Morning Mom"


Ucap Dominic sambil mengedipkan sebelah matanya.


Melihat gaya sang putra nya Sang Mommy nya hanya bisa menggelengkan pelan kepala nya.


"Tidak bisakah kamu berhenti bermain-main Dom? Mommy fikir ini waktunya kamu serius memikirkan soal kehidupan kamu"


Bisa Dominic dengar keluhan yang sama yang dilontarkan sang Mommy nya sejak tahun kemarin.


Berhentilah bermain-main?!.


Jika di kerucutkan dan di saring artinya, sang Mommy nya ingin dia berhenti bermain-main dengan para perempuan dan memintanya menikah dengan cepat sekarang juga.


Sang Mommy nya sudah terlalu ribut minta di Carikan menantu dan menambah calon cucu baru di silsilah keluarga Faith yildiz.


Dominic memutar bola matanya dengan cepat, dia berdiri sambil berkata.


"Apakah istri Ayaz tidak jadi melahirkan? aku fikir Mommy pernah berkata waktu nya sudah dekat"


Mendengar pertanyaan Dominic jelas saja sang Mommy nya mulai berkicau panjang lebar.


"Orang tua siapa yang bisa dengan tenang meninggalkan Putra mereka yang setiap harinya Sibuk dengan minuman dan Perempuan? oh ya Tuhan, kenapa aku bisa melahirkan putra model begini? katakan kapan? kapan kamu akan berubah dom?!"


Dan bisa dibayangkan bagaimana wanita tua yang sekalinya bicara pasti akan berbuntut panjang dan lebar, dari pada mendengar kan kicauan Mommy nya, Dominic fikir berhentilah menanyakan hal yang tidak masuk akal pada kaum perempuan dan wanita.


"Bisa kita membicarakan nya nanti Mom? come...aku harus ke kantor dengan cepat bukan? sekarang Mommy bisa menunggu aku turun ke meja makan dalam 20 menit"


Ucap nya lantas memutar tubuh Mommy nya secara perlahan, kedua tangan nya menggenggam hangat bahu sang Mommy nya lantas membiarkan mommy nya untuk keluar dari kamar nya.


"Dom... Mommy bicara serius, Mommy fikir ini waktunya kamu menikah, selagi Daddy Aland mu belum bicara dan ikut masuk terlibat, ada baik nya kamu menentukan sendiri pilihan kami dari sekarang"


Wanita itu terus bicara sambil berusaha menoleh ke arah wajah Putra nya, tapi laki-laki itu selalu berhasil menghindar dengan cara nya sendiri.


"20 menit Mom, I love you"


Setelah berkata begitu, Dominic mencium pipi kanan Mommy nya dengan penuh kasih sayang, setelah itu dia langsung menutup pintu kamar nya dengan cepat.


Oh god.


Dominic menghela nafas sejenak, dia langsung membuka pakaian nya dengan cepat.


Setelah itu dengan cepat laki-laki itu Bergerak menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


*****


Dominic Faith yildiz


Siapa yang tidak tahu dengan keluarga besar Faith yildiz yang terhubung langsung dengan keluarga Al Jaber.


Dominic Faith yildiz putra ke dua dari Aland Faith yildiz dan Ailee Burja memiliki sifat yang sangat luar biasa aneh binti ajaib didalam keluarga nya.


Jika Ayaz Hilmi Faith yildiz memiliki sifat lebih teratur,lebih sabar, pemberani dan begitu enggan berurusan dengan yang nama nya Perempuan.

__ADS_1


Maka lain hal nya dengan Dominic Faith yildiz, laki-laki itu memiliki temperamental tinggi, suka bertindak sesuka hati, selalu mengencani Perempuan secara acak, playboy dan sangat tidak Ber'otak.


Catat, tidak Ber'otak ah tidak.... tepat nya sangat tidak memiliki hati.


Dominic tidak sebaik Ayaz dalam memperlakukan seorang perempuan, dia selalu menganggap uang bisa mengalahkan siapapun termasuk kaum perempuan.


Mungkin karena kiblat kehidupan nya lebih lekat ke barat, maka kehidupan yang dia jalan kan jelas kehidupan bebas dengan gaya hura-hura.


Baginya kesenangan adalah yang paling utama.


Bahkan dia tidak pernah berfikir untuk menghentikan seluruh kebahagiaan dalam hidup nya hanya karena kaum perempuan.


Dan ikatan pernikahan bagi nya hanya sebuah simbol yang tidak benar-benar di butuhkan.


32 tahun dia hidup, baginya tidak ada yang bisa memenjarakan hati nya kecuali Mommy nya.


Baginya kaum perempuan adalah parasit berjalan yang akan mengacaukan seluruh susunan kehidupan nya.


Pernikahan awal karena kebodohannya membuat dia semakin teliti berhadapan dengan Perempuan.


Sebab dimasa kemarin, seorang perempuan di anggap dia menipu dirinya karena tragedi tidur satu malam.


Jelas-jelas saja perempuan itu tidur dengan beberapa laki-laki, bisa-bisa nya dia terjebak bersama Perempuan itu hanya demi menutupi status perempuan itu dengan kata pernikahan.


Karena itu dia memutuskan Menikahi Perempuan itu tidak lebih dari 1*24 jam kemudian menceraikan nya.


Dan sesuai dengan tebakan nya, Perempuan itu bahkan pernah bermain dengan beberapa teman nya, bahkan berpura-pura hamil dan membuat Sang Mommy nya shok berat atas hasutan perempuan tersebut.


Bisa-bisa nya?!.


Hah..!.


Dominic fikir benar-benar sial bertemu Perempuan semacam itu.


Setelah kejadian itu, dia lebih memilih bermain aman bersama para perempuan itu tanpa mau mengulang kejadian yang sama.


Secara perlahan laki-laki itu mulai membasahi tubuhnya, dia fikir mandi adalah salah satu pilihan untuk menghilangkan rasa sakit dikepalanya karena efek minum semalam.





Dan.... oh... shi..t.


Dominic fikir hari ini dia punya janji pertemuan dengan klien nya, seharusnya dia pergi lebih awal tapi efek minum berlebihan membuat dia terlelap hingga pagi.


Dia fikir dimana Reihan, sang sekretaris dan asisten pribadi nya itu?.


Laki-laki itu biasanya sudah datang mengurusi seluruh keperluan nya.


Tapi hingga jam segini laki-laki itu belum juga muncul di apartemen nya.


Setelah menyelesaikan sesi mandinya, laki-laki itu dengan cepat melesat keluar dari dalam kamar mandi nya.


"Kau cukup terlambat hari ini"


Ucap Dominic sambil menaikkan ujung alisnya.


Laki-laki itu melangkah menjauhi Reihan.





"Maafkan aku, tuan"


Seperti biasa laki-laki datar itu hanya berkata maaf tanpa pernah memberitahukan alasannya kenapa dia bisa datang terlambat.


Itu yang dia suka dari Reihan.


Sang sekretaris dan asisten serbaguna miliknya itu.


Bisa dia lihat pakaian nya telah di siapkan semua orang Reihan, dengan cepat Dominic meraih pakaian nya dan mulai berganti saat itu juga.


"Berikan aku jadwal hari ini"


Ucap Dominic sambil menggunakan pakaian nya satu per satu.


Reihan meletakkan satu map hitam ke atas meja nakas, seperti biasa dia lebih memilih diam dan menunggu tuannya selesai dengan pakaian-pakaian nya.


Setelah beberapa waktu berlalu, Dominic selesai dengan pakaian nya.





Laki-laki itu bicara sambil bergerak menuju ke arah pintu depan.


"Aku ingin tahu kemana kamu pergi semalam?"


Tanya Dominic tiba-tiba pada Reihan.


Yang ditanya terlihat sedikit membeku, agak bingung harus menjawab apa.


"Apa Daddy yang menarik mu untuk pulang?"


Laki-laki itu kembali bertanya sambil membalikkan tubuhnya, dia berdiri didepan pintu Lantas menatap wajah sang sekretaris nya yang diam mematung tanpa jawaban.


"Apa kau keberatan dengan apa yang Daddy mu lakukan, Son?"


Tiba-tiba suara seorang laki-laki mengejutkan dirinya.


Dominic langsung menoleh ke asal suara.

__ADS_1


"Dad?"


Dia fikir sejak kapan laki-laki tua itu ada di apartemen nya?!.


Oh shi..t, apa dia datang bersama Mommy?!.


Umpat Dominic Didalam hati nya.


******


Dominic Faith yildiz pada akhirnya hanya bisa menghela kasar nafasnya sejak tadi, di atas meja makan dimana seorang pelayan sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, Sang Daddy nya terlihat menatap nya untuk beberapa waktu dengan pandangan yang cukup membunuh, laki-laki itu memang begitu, tidak banyak bicara dengan anak-anak nya tapi sekalinya bertindak bisa membuat mereka kehilangan kata-kata.


Berbeda dengan Mommy nya yang selalu berceloteh mengingat kan dangan berbagai macam celotehan panjang nya.


Dia jelas bisa mengecoh Mommy nya, bilang tidak akan bermain-main lagi dengan kaum perempuan dan tidak mengulangi kembali mengecewakan mereka.


Tapi dengan Daddy nya dia jelas bisa apa.


Sehebat-hebatnya dirinya, orang yang paling disegani nya jelas Daddy nya.


Dan orang yang selalu dilindungi nya adalah Mommy nya.


"Daddy dengar kamu lagi-lagi bermain perempuan di luar sana?"


laki-laki tua itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, dia menatap Dominic dengan pandangan yang cukup mematikan.


Oh god.


Akhirnya berita itu lagi-lagi sampai ke telinga Daddy nya.


Dominic Fikir bisakah Mommy nya membawa pulang Daddy nya saat ini juga?! rasanya dia seolah-olah akan terjatuh ke liang neraka Paling dalam saat ini tanpa ada jeda nya sama sekali.


Jika sudah membicarakan persoalan tentang perempuan yang dia permainkan, bisa di pastikan habis sudah dia kali ini.


Selain Mommy nya yang mengadu, dia yakin si bungsu Faith yildiz yang juga bicara pada Daddy nya.


Adik bungsu nya itu pasti mengadu kembali soal kekasih-kekasih satu malam nya.


Oh god dia fikir bisa-bisa nya gadis itu membuka kedok buruk nya.


"Aku fikir Eisha pasti salah bicara dengan Daddy"


Dominic bicara cepat ke arah Daddy nya.


Aland Faith yildiz membuang pandangannya, laki-laki itu terlihat mulai meraih gelas kopi nya kemudian menyesap kopinya Secara perlahan.


Ailee Burja, sang Mommy nya terlihat ikut membuang pandangannya.


Dia fikir apa Mommy nya sedang berusaha menekan nya saat ini?!.


Dominic jelas langsung menaikkan ujung alisnya, menatap Mommy nya yang terlihat sibuk meletakkan keju ke atas roti yang ada dihadapan mereka.


"Jangan libatkan Eisha di sini, gadis itu bukan type pengadu"


Jawab Daddy nya dengan suara bariton nya.


"Kau tahu? cap buruk mu di club malam milik Farhan Stephard telah sampai ke telinga Keluarga Al Jaber, paman Murat mu berkata Daddy seperti nya harus lebih tegas memperingati dirimu"


Dan setelah mendengar ucapan Daddy nya seketika Dominic menghela nafas nya berat.


Yeah dia memang seburuk itu, tapi bukankah bermain-main dengan perempuan bukan hal yang terlalu buruk?!.


Dia fikir dibandingkan mempermainkan perempuan, berurusan dengan yang namanya narkoba jelas lebih mematikan.


Kenapa semua orang harus terlalu sibuk dengan kesenangan nya?!.


"Persiapkan waktu libur mu di akhir Minggu ini"


Tiba-tiba suara Daddy nya mengejutkan dirinya.


"Ya?"


Dominic bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Aku akan mengecek kembali jadwal ku Dad, aku fikir seperti nya ada beberapa pertemuan dengan klien di luar sana"


Alih-alih peduli dengan perkataan putra nya, Aland langsung berdiri dari posisi duduknya.


"Sayang, biarkan Ayaz yang menyelesaikan seluruh urusan Dom di akhir Minggu ini"


Sang Mommy Ailee nya terlihat mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


Yah jika Daddy nya sudah berkata begitu, dia memangnya bisa menolak seperti apalagi?!.


"Tidak ingin pergi bersama Dominic?"


Wanita itu bicara sambil mengunyah sisa akhir sandwich nya.


Aland membiarkan jemarinya membersihkan pinggir bibir istri nya yang terkena lepotan saus, kemudian laki-laki itu berkata dengan lembut.


"Eisha menunggu kita di apartemen nya"


Ckckckck si tua itu selalu saja memperlakukan istri kecilnya itu dengan begitu istimewa.


Dominic terlihat menatap kedua pasangan beda usia jauh itu untuk beberapa waktu.


Dia heran kenapa Daddy nya bisa dengan setia mencintai satu wanita?! bahkan bisa memperlakukan Mommy nya dengan Begitu istimewa meskipun sudah berpuluh-puluh tahun bersama.

__ADS_1


Dia fikir jika dia mencintai satu perempuan didalam hidup nya, mungkin dia bisa mati berdiri karena bagi nya dia pasti sudah gila.


__ADS_2