Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Bergerak cepat mencari


__ADS_3

Entah sudah berapa lama laki-laki tersebut mencari keberadaan istrinya namun nyatanya dia tidak melihat sedikit pun jejak mobil dari sang istri bahkan dia tidak melihat sosok dari Hayat sama sekali.


Ahem masuk ke arah restoran di mana terakhir kali tuan All zigra berkata dia bertemu dengan Hayat, mencoba bertanya pada para pelayan di restoran dan juga sang pemiliknya.


"Kami sama sekali tidak melihat istri kamu, Ahem." sang pemilik restoran jelas mengenal Ahem dan juga Hayat, dia meyakinkan laki-laki tersebut jika dia tidak melihat istri Ahem sama sekali, perempuan itu tidak pernah singgah di restorannya sama sekali hari ini.


"Terakhir dia berkunjung ke mari dua hari yang lalu bersama untie Nadya." kembali laki-laki itu meyakinkan diri kapan terakhir kali dia melihat Hayat dengan mommy nya.


Ahem jelas saja merasa begitu panik, dia sama sekali tidak menjawab apa yang diucapkan laki-laki tersebut di mana dia berusaha untuk mengambil handphonenya sembari mencoba untuk menghubungi seseorang. Laki-laki tersebut masih berusaha untuk berbaik sangka berpikir jika mungkin saja istrinya pulang ke rumah kakak iparnya atau orang tuanya.


Ahem mencoba untuk menghubungi kakak laki-laki Hayat tanpa berpikir dua tiga kali, cukup lama dia menunggu jawaban di ujung sana dengan perasaan berdebar-debar tidak menentu karena sejujurnya dia tidak tahu bagaimana cara bertanya dan membuka obrolan saat ini saking paniknya laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Halo?," pada akhirnya bisa dia dengar suara jawaban dari ujung sana.


"Ini aku," Ahem menjawab dengan siapa ucapan dari laki-laki di seberang sana.


"Aku cukup terkejut kalau hubungiku di waktu tengah malam lebih, apakah Hayat baik-baik saja? apakah ada satu persoalan pada kandungannya?," suara di seberang sana terdengar begitu cemas, bertanya ingin tahu apa yang terjadi pada adiknya.


Ahem langsung bisa menyimpulkan jika laki-laki di ujung sana sama sekali tidak tahu di mana keberadaan Hayat.


"Kalian bertengkar?," kembali terdengar tanya di ujung sana.


Ahem buru-buru menjawab dengan cepat.

__ADS_1


"Tidak sama sekali, aku hanya menghubungi kakak ipar untuk mengingatkan agar sesekali mengirimkan Hayat pesan, aku takut dia begitu merindukan kalian semua tapi tidak berani untuk mengekspresikan perasaan rindunya," di balik ucapan Ahem jelas tersirat sebuah kenyataan, dia berharap laki-laki itu menghubungi Hayat sesekali dan mengirimkan pesan, karena terkadang istrinya cukup merindukan laki-laki tersebut dan juga kedua orang tuanya tapi Hayat tidak pernah menceritakan kepada dirinya dan memendam semua perasaan di dalam hatinya sendiri.


Kakak laki-laki Hayat terlihat tidak menjawab sama sekali ucapan dari Ahem, cukup lama tidak ada pembicaraan di antara mereka hingga pada akhirnya laki-laki di sebelah sana berkata.


"Maafkan aku karena kesibukan nyaris melupakan Hayat." Ucok laki-laki itu dengan cepat dalam nada penuh penyesalan.


"Itu masalah, kak." setelah berkata seperti itu Ahem berpamitan dengan menutup panggilannya.


Laki-laki tersebut pikir Hayat tidak ada di sana dan dia yakin Hayat tidak mungkin pulang ke rumah salah satu keluarga. Ahem pada akhirnya buru-buru langsung menoleh kembali ke arah sang pemilik restoran.


"Bantu aku untuk mengeceknya dari CCTV di area manapun yang terpasang di luar restoran ini," ucap Ahem dengan cepat.

__ADS_1


Mungkin itu adalah pilihan yang paling tepat dan keputusan yang bisa diambil saat ini mengingat dia tidak tahu lagi ke mana harus mencari istrinya.


__ADS_2