
Hayat menutup mulutnya dengan cepat seandai menyadari seseorang berdiri di ruang di mana dia bersembunyi saat ini, kekhawatiran jelaskan tentang dirinya di mana dia merasa perutnya menjadi tidak baik-baik saja saat ini, bisa dilihat laki-laki yang berdiri terserah tanpa menatap rasa sekelilingnya untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya laki-laki itu terlihat menaikkan ujung bibirnya dan menaikkan ujung alis nya. kemudian selang beberapa waktu laki-laki itu mencoba untuk berbalik, menatap ke arah ruangan di mana dia berada dan tiba-tiba laki-laki tersebut berjalan melangkah secara perlahan untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Hayat jelas saja langsung bulatkan bola matanya dan dia langsung memundurkan langkahnya untuk beberapa waktu, perempuan itu berpikir dia harus mendapatkan tempat perlindungan sementara sebelum laki-laki itu menemukan.
Suara detak jarum jam yang telah tua di ruangan tersebut menambah suram keadaan dan menambah tegang suasana di mana ruangan itu terlihat sedikit remang-remang, membuat siapapun yang melihat dan merasakan adegan yang terjadi di sana terasa begitu sangat mencekam dan menakutkan.
suara telapak sepatu terdengar dengan jelas melangkah dari arah depan dan masuk menuju ke arah dalam, Hayat berusaha untuk menetralisir detak jantung saat ini dan meyakinkan diri jika tidak ada yang harus dia takutkan karena dia pasti bisa mengatasinya.
__ADS_1
"Come kau bisa mengatasinya, Hayat." perempuan itu membatin di dalam hati kemudian dia membiarkan bola matanya menatap ke arah pintu yang terbuka secara perlahan.
Jantung Hayat jelas terlihat tidak baik-baik saja namun perempuan itu mencoba untuk mengabaikan apa yang ada di dalam hatinya dan juga perasaan ini, laki-laki di depan sana secara perlahan melangkahkan kakinya ke arah dalam, membuat Hayat sejenak menggenggam erat telapak tangannya untuk beberapa waktu.
********
"Come nak, berikan aku petunjuk dimana keberadaanmu saat ini." laki-laki tersebut membatin di dalam hatinya dalam jutaan kekhawatiran yang menghantam dirinya saat ini.
__ADS_1
Dia sejenak menatap ke arah depannya di mana dia bisa melihat sebuah bagian lorong yang mengarah ke arah depan yang terlihat cukup gelap dan remang-remang, tuan All zigra mencoba untuk terus melanjutkan langkah kakinya tanpa banyak bicara gimana tangannya tetap awas memegang senjata. mungkin ini firasat atau filling di mana dia berpikir seolah jika menantunya ada di ujung sana.
Tuan All zigra secepat kilat terus melangkahkan kaki, suara deru nafas terlihat tidak baik-baik saja dimana laki-laki itu berfikir biar segera menyelesaikan pada ini secepatnya dan dia berharap menemukan Enrico yang datang menyesal dirinya. harus membantu dirinya untuk mengeluarkan menantunya dari sana secepatnya karena jika tidak dia takut hal yang buruk akan terjadi kepada Hayat dan juga calon cucunya.
laki-laki tersebut tahu keadaan saat ini tidak baik-baik saja dan ia cukup mengkhawatirkan dirinya.
sejenak bola mata tuan All zigra membulat dengan sempurna saat dia menyadari terdapat bayangan seseorang yang bergerak di ujung sana dengan gerakan yang begitu santai.
__ADS_1