Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Rencana picik Alberto


__ADS_3

Gedung kosong,


pinggiran kota.


Hayat memicingkan bola matanya setelah Alberto meletakkan tubuhnya di atas kasur, laki-laki tersebut terlihat bergerak menuju ke arah meja, entah mengambil apa di sana dia cukup sulit untuk mengintip dan melihat saat ini, tapi Hayat berusaha untuk sedikit memperhatikan gerak-gerik laki-laki tersebut. Sejenak Hayat berusaha untuk mencari sesuatu, dia berharap bisa mendapatkan handphone dan lain sebagainya saat ini dan mencoba untuk mengirimkan pesan kepada seseorang atau mengirimkan kode SOS.


Bola mata perempuan itu terlihat begitu awas, memperhatikan gerakan dari Alberto, tapi dia juga mencoba untuk menelisik bagian sekitar kasur nafas dan meja apakah mungkin dia bisa menemukan sebuah handphone atau telepon lainnya. Hayat pikir dia membutuhkan benda tersebut untuk bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Seharusnya dia tidak meletakkan handphonenya di dalam mobilnya tadi, sehingga tidak menyulitkan dirinya untuk menghubungi siapapun.


Tapi setelah dipikir-pikir tetap saja percuma pada akhirnya para penculik pasti akan merampas handphonenya meskipun dia membawanya dan itu mungkin akan jauh cukup lebih berbahaya, karena jika busuk mendapatkan handphonenya itu berarti musuh akan bisa melacak seluruh hal dari handphone tersebut.

__ADS_1


Setelah perjuangan panjang menelisik ruangan dan mencari, pada akhirnya bola mata perempuan tersebut tertuju pada satu sisi bagian kecil lemari nakas, bisa dilihat ada handphone di sana saat ini.


"Itu dia," batin Hayat di dalam hatinya.


perempuan tersebut secepat kilat langsung berbalik, membuang pandangannya dari handphone yang dilihat nya tadi, dan kini dia menatap ke arah Alberto yang masih terlihat menghadap ke arah meja nakas di ujung kamar tersebut.


"Apa yang dilakukan oleh laki-laki tersebut?," itu yang ada di pikiran Hayat saat ini.


Alberto terlihat bergerak menyusun sesuatu di beberapa sisi ruangan, dari sisi depan kasur kemudian sisi kiri kasur dan kanan kasur. Laki-laki tersebut meletakkan beberapa kamera di sana seolah dia telah menyiapkannya dengan baik dan benar, ingin merencanakan sesuatu yang ada di luar pemikiran.

__ADS_1


Laki-laki tersebut terlihat menyusunnya dengan sangat rapi dan baik dan dia melakukan hal tersebut dengan cara yang sangat luar biasa di mana sejak awal laki-laki itu sengaja melakukan hal itu untuk merekam setiap adegan demi adegan yang akan dia lakukan bersama Hayat. Dia berencana membawa Hayat ke dalam malam panas bersama dirinya malam ini menjelang pagi, dia akan membuat sebuah video dari berbagai macam sisi kemudian dia akan mengirimkannya kepada Ahem, mengatakan jika mereka berselingkuh sejak lama dan bagi yang ada di kandungan perempuan itu anaknya dan bukan anak dari Ahem.


Sejak awal dia dan Kalina sudah merencanakan semuanya dengan sangat baik dan dia yakin tidak akan ada yang menghalangi rencana mereka saat ini dan semua pasti berhasil sesuai dengan target yang dia inginkan.


Alberto terus menyusun kamera dari sudut yang paling terbaik dari setiap sisi kamar tersebut hingga pada akhirnya dia menyelesaikan seluruh tugas-tugasnya dengan cara yang sangat memuaskan. Alberto tanpa mengembangkan senyumannya setelah dia menyusun seluruh sisi penjuru dari apa yang dia kerjakan tadi.


Kini setelah melakukan hal tersebut laki-laki itu terlihat berbalik dan menetap ke arah Hayat yang masih tertidur pulas, laki-laki tersebut bergerak kembali menuju ke arah meja nakas di mana di sana terdapat sebuah jarum suntik yang telah diisi dengan cairan obat, laki-laki tersebut bergerak secara perlahan menuju ke arah ayah dan siang meletakkan jarum suntik itu dan memberikannya tepat di lengan perempuan tersebut tanpa basa-basi.


Alberto bergerak naik ke atas kasur sembari mengeluarkan tatapan mengerikan.

__ADS_1


"Mari menikmati malam indah kita, baby." bisik laki-laki tersebut kemudian.


__ADS_2