
Masih di mansion utama Ahem Hillatop,
Kamar tidur utama.
Ahem baru keluar dari arah kamar mandi, memilih bergerak menuju ke arah lemari walk in closet untuk mencari pakaian nya tapi buru-buru sang istri berkata.
"Sunshine, pakaian kamu di atas kasur." Hayat bicara dengan cepat di mana dia telah duduk di depan meja kaca rias sembari membersihkan wajahnya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya buru-buru membuat Ahem menoleh, membuat laki-laki tersebut mengurungkan niat nya menuju ke arah lemari, dia memilih bergerak menuju ke arah kasur, mencari pakaian yang di sana dengan cepat. Persis apa yang dikatakan oleh istrinya dia menemukan pakaiannya di atas kasur, tanpa berpikir dua tiga kali laki-laki tersebut langsung mengambil pakaiannya dan berganti dengan cepat.
__ADS_1
"Apa ada yang mau kamu makan malam ini?." sembari mengganti pakaiannya laki-laki tersebut bertanya kepada istrinya, ingin tahu apakah ada yang ingin Hayat konsumsi di waktu malam seperti ini.
Mommy Nadya nya berkata, ibu hamil biasanya gampang lapar dan suka mengkonsumsi sesuatu di malam hari, wanita itu berkata dia harus menjadi suami siaga dan mempersiapkan beberapa makanan atau membeli beberapa makanan yang mungkin diinginkan oleh istrinya mengingat kehamilan muda terkadang membuat sang ibu dan anak terkadang menginginkan sesuatu di luar batas kewajaran.
Dia sedang berusaha untuk menjadi suami siaga dan juga ayah yang siaga.
Mendengar pertanyaan dari suaminya seketika membuat Hayat menoleh ke arah laki-laki tersebut, wanita tersebut terlihat mengulum senyumannya untuk beberapa waktu.
Belum tahu apakah laki-laki atau perempuan baby mereka nanti, tapi bagi Hayat ini seperti sebuah anugerah dan berkah, bayi diperutnya tidak banyak tingkah sejak kehamilan awal. Bahkan Hayat sama sekali tidak tahu jika dia hamil kemarin, tiba-tiba telat datang bulan dan merasa tidak enak badan saja, sisanya tidak ada hal yang aneh.
__ADS_1
Tidak ada mabuk yang signifikan, tidak ada ngidam yang aneh, tidak ada mood booster yang naik turun atau hal apapun yang terasa mengganggu. Baginya seolah-olah baby mereka tahu bagaimana kesusahan dia dan suaminya. Baby itu tampak begitu pengertian dan sangat manis.
Ada satu kebanggaan tersendiri yang terselip di hati Hayat atas calon buah hati mereka, di mana dia pikir anak yang akan dilahirkan olehnya insya Allah akan menjadi seorang bayi yang penuh pengertian dan mengalah dalam banyak hal tapi mampu menjadi pemimpin yang ditakuti oleh orang-orang di sekitarnya dan juga insya Allah para saudara-saudaranya.
"Dia tahu jika keadaan kita cukup sulit saat ini oleh karena itu dia tidak memiliki banyak keinginan yang mampu menyusahkan kita." lanjut perempuan itu lagi kemudian sembari melepaskan elusan tantangannya dari perutnya kemudian beroleh ke arah suaminya.
Ahem terlihat diam mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya, dia baru selesai menggunakan seluruh pakaiannya dan kini secara perlahan laki-laki tersebut bergerak mendekati Hayat. dengan gerakan hati-hati dia memeluk istrinya dari arah belakang kemudian menyentuh perut Hayat secara perlahan.
"Dia akan menjadi anak selalu yang bisa membaca situasi dalam keadaan apapun hmmm." bisik laki-laki tersebut kemudian.
__ADS_1
Hayat mengganggukan kepalanya sembari dia mengembangkan senyumannya dan menikmati pelukan yang diberikan oleh sang suami di mana kini tangan laki-laki tersebut mengelus perutnya secara perlahan.