
Restoran xxxxxxxx,
pusat kota.
"Apa?."Hayat cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh laki-laki dihadapan nya tersebut.
Enrico, sekretaris ayah mertuanya menghubungi nya dan meminta mereka bertemu.
"Mari bertemu untuk membicarakan sesuatu hal yang penting nona, ini cukup genting. Tapi pergilah bersama nyonya Nadya karena jika kita membuat pertemuan hanya berdua takutnya hanya menyebabkan sebuah kesalahpahaman besar nanti nya." Laki-laki tersebut bicara seperti itu pada dirinya saat menghubungi dirinya.
Hayat pikir wajar saja daddy mertuanya memilih laki-laki tersebut sebagai sekretarisnya dan juga sebagai orang yang hilir mudik mengurusi keperluan dan kepentingan mommy mertua nya ke sana kemari sejak dulu hingga kini, karena laki-laki itu sangat tahu adab dan etika juga sangat menjaga dengan baik orang-orang di sekitar ayah mertuanya. Enrico sangat tahu bagaimana bersihkan dan juga bagaimana menjaga batasan dengan orang-orang di sekitarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Pada akhirnya Hayat memutuskan untuk pergi bersama dengan ibu mertuanya, ingin tahu apa yang terjadi dan kenapa laki-laki tersebut menghubungi dirinya. Dan bayangkan bagaimana terkejutnya dirinya saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh Enrico barusan.
__ADS_1
"Tuan berpikir jika perusahaan Azzura sengaja menarik tuan Ghazali untuk membuat kekacauan di perusahaan Hillatop." Ucap Enrico lagi kemudian sembari menatap Hayat dan juga nyonya Nadya secara bergantian.
"Daddy ku atau kakak ku tidak mungkin melakukan hal fisik seperti itu karena aku tahu betul bagaimana mereka berdua." Hayat jelas tidak percaya jika dua orang yang begitu dia sayangi tersebut maka melakukan hal curang dan fisik seperti itu untuk menjatuhkan ayah mertuanya jadi dia pikir pasti ada kesalahan yang terjadi tanpa pernah diduga oleh semua orang.
"aku takut ada seseorang yang mencoba untuk mengacaukan keadaan juga menyambut hasil semua hal yang ada dan aku yakin seseorang itu masuk mengambil kesempatan karena dia ingin melakukan sesuatu yang tidak terduga." dia meyakinkan diri pasti seseorang yang tidak diketahui siapa telah merencanakan hal tersebut hingga membuat tuan Ghazali bergerak menuju ke perusahaan azzura dan membuat kesepakatan dengan daddy atau kakak laki-lakinya.
Daddy nya dan Kakak laki-laki nya pasti tidak tahu jika Tuhan Ghazali akan menandatangani kesepakatan dengan ayah mertuanya tersebut, kedua orang yang disayanginya itu pasti berpikir jika tuan Ghazali tidak memiliki kesepakatan kerjasama dengan siapapun, karena melihat prospek yang dijanjikan dan juga keuntungan pasti membuat daddy dan kakak nya langsung menerima kesepakatan kerjasama dan menandatangani proyek terbaru mereka.
"aku akan bertanya kepada kakak apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin ini kesalahpahaman mom." Hayat bicara dengan ibu mertuanya dengan cepat dan mencoba meyakinkan wanita itu jika ini tidak mungkin seperti apa yang dipikirkan.
"Aku juga berpikir ini pasti sebuah jebakan, karena sepertinya sangat kebetulan sekali tiba-tiba tuan Ghazali membatalkan kontrak kerjasama. dia yang paling bersemangat saat itu untuk melakukan kerjasama pada proyek terbaru itu, mencoba meyakinkan tuan All zigra jika proyek itu akan menguntungkan kedua belah pihak dan tidak akan pernah merugikan mereka. Saat tuan pada akhirnya menyetujui proyek tersebut dan semua telah disiapkan termasuk orang-orang yang akan bergerak di bidang jasa tersebut juga telah mengeluarkan modal yang cukup banyak tiba-tiba saja tuan Ghazali membatalkan kesepakatan kerjasamanya yang akan ditandatangani kemarin." Enrico menyahut ucapan dari Hayat, dia seolah-olah menyetujui apa yang diucapkan oleh perempuan yang ada di hadapannya itu.
"Seseorang pasti bergerak di belakang semua ini dan aku akan menyelidikinya dengan secepatnya, hanya saja keadaan tuan All zigra cukup buruk karena dia sangat marah dengan segala kegagalan ini dan berpikir jika Azzura benar-benar mencoba untuk menaikkan bendera perang dengannya." raut wajah penuh kekhawatiran terlihat jelas di balik wajah laki-laki tersebut di mana dia takut jika kemarahan tuan nya akan menyebabkan buruknya hubungan Ahem dan Hayat.
__ADS_1
Siapa yang tidak tahu jalan pikiran dari tuan All Zigra, laki-laki itu selalu saja memutuskan sesuatu dengan cepat dan bahkan ketika marah cukup tidak bisa untuk mengendalikan emosinya, dia juga takut jika laki-laki tersebut akan mencoba untuk mendepak Hayat dari kehidupan Ahem, mengingat dalam beberapa waktu ini seorang perempuan terus mendekati tuan nya.
Kalina, perempuan itu terus-menerus meminta pamannya, suami dari bibi nya yang keturunan orang Jepang agar menjodohkan dirinya dan Ahem melalui tuan All zigra, mengingat orang-orang tahunya jika Ahem masihlah seorang laki-laki yang belum berkeluarga dan memiliki seorang istri. pernikahan yang disembunyikan dari muka dunia jelas saja tidak pernah diketahui oleh siapapun, jadi orang-orang berpikir jika Ahem masihlah seorang bujangan. maka itu memicu ketakutan di mana Kalina memanfaatkan kesempatan ini untuk mendoktrin isi kepala tuannya.
"Aku harap Nona mempercepat penyelidikannya dan bertanya kepada kakak nona apa yang sebenarnya terjadi, aku akan mencari barang bukti jika tuan Ghazali memang sengaja melakukan hal tersebut untuk menghasut dua perusahaan sekaligus." Enrico masih bicara dengan penuh keyakinan jika tuan Ghazali pasti bekerja sama dengan seseorang untuk membuat kekacauan.
"Aku akan menyelidikinya dan meminta orang untuk mencari bukti jika Azzura group tidak mungkin melakukan hal picik dan licik seperti itu untuk mendapatkan keuntungan, dan daddy ku juga kakakku tidak mungkin melakukan hal memerlukan seperti itu di dalam perusahaan hanya untuk meraih keuntungan yang tidak seberapa." ucap Hayat lagi penuh dengan keyakinan.
"kamu juga bergerak dengan cepat untuk mencari barang bukti nya, Enrico." Mommy Nadya yang tidak banyak bicara sejak tadi karena berpikir dengan keras atas apa yang terjadi kali ini bicara dengan Enrico dengan cepat.
"Aku yakin ini hanya manipulasi keadaan yang sengaja dibuat oleh Ghazali dan orang yang ada di belakangnya." lanjut wanita itu lagi kemudian.
Dia terlihat berusaha untuk berpikir dengan perasaan ini namun mencoba untuk menenangkan diri karena dia tahunya mungkin tidak bisa mengalami terlalu banyak tekanan ditambah lagi dia juga jelas masih dalam keadaan berduka atas kehilangan cucunya.
__ADS_1