Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Berbagai macam mimpi buruk nyonya Nadya


__ADS_3

Disisi lain,


mansion utama Tuan All zigra dan nyonya Nadya.


Wanita tua itu berbaring lelap didalam tidurnya dalam kegelisahan, dia sepertinya bermimpi buruk di mana ingatannya tentang masa kemarin menghatam dirinya.


*****


Ingatan dalam mimpi nyonya Nadya.


Bisa wanita itu lihat putra nya Gao tidak mengeluarkan suara saat keluar dari emergency room / ruang operasi, saat mama Ayudia ibu Ayana dan dirinya bertanya, Gao hanya menyentuh kedua wajah yang mulai menua itu dengan lembut.


"Tidak apa-apa, mereka akan melakukan operasi pengangkatan janin, insyaallah semua baik-baik saja" Gao hanya mampu berkata begitu.


nyatanya sebagai seorang ibu dia tahu putranya tidak dalam keadaan baik-baik saja.


"Apakah sesuatu yang buruk terjadi pada kandungan nya Gao?" nyonya Nadya bertanya pada sang putra dengan suara pelan, menangis sejak tadi sambil menggenggam erat tangan sang putra tersebut.


Gao hanya menatap dalam wajah mommynya, mencoba tersenyum meskipun hati terasa hancur dan sakit.


"Jika Allah mentakdirkan dia hilang di antara kami, itu artinya belum Rizki milik kami mom, kami akan mengulang nya kembali" Gao bicara sambil menyentuh wajah mommynya pelan


"Aku lebih membutuhkan Ayana saat ini, kami akan membuka lembaran baru bersama, menutup cerita kemarin dan membuka cerita yang baru"


"Gao," seakan tahu apa yang terjadi, Nadya menyentuh pelan wajah putra nya, menatap nanar bola mata Gao.


"Allah sayang kalian Gao, karena itu Allah sedang menguji kalian hmm"


Gao mengangguk pelan, berusaha terus tersenyum didepan mommy nya.


*********


"Bagaimana?," Saat pintu ruangan operasi terbuka, jelas saja 2 keluarga besar Abimayu dan hillatop bertanya cepat pada paman Ijal. Pria itu hanya mengangguk pelan menatap bola mata gao, menyentuh pundak Gao lembut sambil berkata.


"Maafkan kami nak, hanya ibunya yang selamat"


Ketika dokter berkata seperti itu,mama Ayudia jelas berteriak histeris,mommy Nadya langsung masuk ke dalam pelukan All sang suami, Gao sedikit pun tidak mengeluarkan suaranya, Hanif langsung menyeruak diantara semua orang, memeluk Gao dalam keheningan, berbisik pelan sebagai seorang laki-laki dengan laki-laki lain nya.


"Semua akan baik-baik saja, percaya lah" Hanif menepuk pelan punggung Gao, sedangkan Gao hanya memejamkan mata nya sejenak. Dia jelas berusaha tegar, sudah tahu jika dia telah mengambil keputusan berat sejak awal.


******


Saat layar monitor pengatur detak jantung tiba-tiba bersuara kacau disaat Hayat masih berceloteh pada Ayana, jelas menimbulkan kepanikan pada diri Hayat. Beberapa dokter tampak berdatangan dan langsung bergerak cepat.


Mama Ayudia yang baru tiba membawa rantang makanan langsung panik melihat keadaan,tanpa mempedulikan rantang makanan yang dia buang ke lantai, mama ayudia langsung menyambar tubuh Hayat.


"Ada apa?,"Hayat tanpak menangis sambil menggeleng pelan.


Mama Nadya yang tadi pamit keluar sejenak begitu kembali jelas dikagetkan oleh ke adaan, raut panik terlihat jelas di wajah mereka saat ini.


"Ada apa?," dia bertanya dalam jutaan kekhawatiran.


*******


Jemari-jemari tangan Nyonya Nadya terus bergerak tidak menentu, seolah-olah ada yang mencoba menahan kesadaran, membuat wanita tersebut terus menyebutkan sesuatu di dalam mulutnya dengan berbagai macam kata-kata yang tidak bisa terdengar dengan jelas, cukup lama keadaan dia itu terjadi hingga pada akhirnya,


"Hahhhh," Seketika nyonya Nadya langsung menarik nafasnya panjang dan dia membuka bola matanya dengan cepat.


"Gao.. Ayana." Wanita itu menampilkan ekspresi wajah wanita bukan main, dia pikir kenapa dia bermimpi buruk lagi soal Ayana dan Gao, cerita yang baru saja berlalu dan ingin dia lupakan sejauh ini.


Wanita tersebut terlihat mencoba menarik panjang nafasnya, dia mencoba menatap ke arah sisi kanannya di mana suami nya belum juga kembali sejak tadi.


Nyonya Nadya terlihat diam, dia melirik kearah jam di dinding, hari jelas sudah hampir pagi tapi suaminya sama sekali belum menghubunginya.


Wanita itu Memilih untuk menyandarkan tubuhnya di bagian kepala kasur, memijat-mijat kepalanya secara perlahan.


Entahlah karena mimpi yang terjadi tiba-tiba kepada berbagai macam peristiwa yang menghantam dirinya tentang anak-anak. Dan dia merindukan Gao dan Ayana, putra dan menantu tidak beruntung nya tersebut.


Satu ingatan menghantam dirinya, mengingat bagaimana perjuangan Gao untuk melepaskan salah satu di antara putra atau istrinya. Malam itu kehidupan keluarga Hillatop tidak baik-baik saja.


*******


Flashback,


kembali pada ingatan kisah Gao dan Ayana,


ujian salah satu keluarga Hillatop yang terberat.


Tidak tahu berapa lama semua orang menunggu, hingga ketika tiba-tiba paman Ijal tau-tau meminta nya untuk masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi wajah yang begitu sulit untuk dijelaskan.


"Kita perlu bicara"


Bola mata Gao jelas membulat, ekspresi nya juga sama dengan paman Ijal, jelas benar-benar tidak bisa dijelaskan, Gao seolah tahu apa yang akan dibicarakan selanjutnya.


"Anaknya laki-laki"


ucap paman Ijal pelan


bola mata Gao berkaca-kaca, namun sepersekian detik paman Ijal kembali berkata.


"Anggap lah kita tengah memilih salah satu dari 2 kemungkinan, paman tahu ini sulit, jika paman bertanya mana yang akan kamu pilih, ibunya atau putra nya?"


Gao menelan salivanya, menatap paman Ijal dengan dada yang begitu sesak, sudah dia duga, ini yang akan terjadi sejak tadi.


"Kalau kamu memilih ibunya, kau harus menerima konsekuensi nya Gao, kalian dalam seumur hidup tidak akan pernah memiliki seorang anak lagi, kalau kamu memilih putra mu, kamu dalam seumur hidup mu tidak akan pernah melihat Ayana lagi"


"Kondisi ke dua-duanya dalam keadaan kritis, Ayana mengalami tingkat pendarahan hebat, kantong rahimnya terluka, sobek dan ..."


Paman Ijal tidak bisa melanjutkan kata-katanya


"Prosedurnya kita akan melakukan Operasi yang akan menyelamatkan salah satunya, jika beruntung salah satunya akan selamat,jika tidak...."


"Kantong rahimnya harus di angkat"


"Kau tahu resikonya jika kantung rahim seorang wanita telah di angkat Gao? dia sudah tidak menjadi sempurna lagi sebagai seorang wanita"


Air mata paman Ijal mulai tumpah, membuang pandangannya dari Gao.


Kebahagiaan mereka benar-benar menghilang dengan cara yang luar biasa.


"Maafkan kami"


ucap paman Ijal pelan


"pilihan nya ada ditangan mu"


Gao menatap wajah Ayana, yang seluruh tubuhnya telah terpasang selang-selang dengan sempurna, nuansa hijau mendominasi didalam ruangan operasi, beberapa dokter masih bersiap menunggu keputusan, diam tanpa suara dengan kedua tangan masing-masing bersiap sejak tadi , monitor pengatur detak jantung masih menyala disana dengan gerakan teratur.


"Selamat ibunya,aku lebih membutuhkan Ayana dari pada semua hal yang ada di dunia ini"


Seketika air mata Gao Tumpah, mencoba mencari pegangan apapun yang ada dihadapannya, dia benar-benar ingin tumbang saat ini juga.


Dia baru sadar, kegelisahan nya dalam beberapa hari ini karena soalan ini, dia bahkan tidak bisa makan dengan baik, tidak bisa tidur dengan nyenyak,kerinduan yang membuncah pada sang istri, jantung yang terus berdebar kencang tiada henti, kekhawatiran yang terus merayap tiba-tiba dan entah apa lagi.dalam beberapa hari ini ternyata dikarenakan pada akhirnya mereka akan menghadapi ujian sebesar ini.


Dia mencoba menyakinkan hati sejak kemarin, insyaAllah semua akan baik-baik saja, meminta Allah menghilangkan segala kegelisahan nya beberapa waktu ini, dia berusaha mempercayai diri jika mereka tidak mungkin di beri ujian sedemikian rupa


Tapi apa yang terjadi hari ini? semua berada di luar ekspektasi nya, dia bahkan harus menghadapi keadaan menegangkan ketika Ayana menghilang, dan kini dia harus memilih satu dari 2 pilihan rumit, dimana dua pilihan itu adalah kehidupan nya juga mimpi terindah nya.


Dia fikir dimana Gao yang hebat dulu, dimana Gao sang Casanova, dimana Gao yang angkuh dan sombong dulu? jelas saja dia tidak bisa memilih salah satu di antara ke dua nya, mereka nyawa Gao, kehidupan Gao, kedua-duanya jelas adalah mimpi Gao.


Apa Allah harus mengujinya dengan begitu berat?


"Semua pilihan tidak ada yang benar-benar baik Gao, jika kau pilih ibunya kau jelas tahu konsekuensi terburuk dalam seumur hidup kalian, jika kau memilih putra mu, kau dalam seumur hidup tidak akan pernah lagi melihat Ayana"


Hahaha Gao ingin tertawa, terbahak-bahak didalam tangisan.


pilihan macam apa itu Tuhan?


Hidup tak sebercanda ini kan?


*******


"Nak bangun lah, waktunya Sholat magrib"


seorang bapak-bapak tua membangunkan Gao, yang tidur meringkuk di pinggir masjid, bapak-bapak itu menatap laki-laki keturunan bule itu dengan wajah bahagia, dia fikir ada warga keturunan yang datang tiba-tiba ke masjid mereka.


Gao menyalami bapak itu, tersenyum kemudian langsung beranjak mengambil air wudhu.


Laungan suara adzan kali ini jelas terdengar berbeda di balik telinga nya, jika biasa nya Ayana akan mencium wajahnya dengan lembut, berbisik ini waktunya sholat, mengajaknya berwudhu dan Sholat bersama, kali ini jelas Berbeda, dia berada di masjid, dimana tidak ada satu orang pun yang dia kenali saat ini.


Setelah menunaikan sholat magrib, Gao masih duduk bersila sambil berzikir, dia fikir bukan kah tempat paling baik ketika hati mu gundah saat ini adalah masjid? bicara dari hati ke pada Allah, bukan lagi ke diskotik atau bahkan melampiaskan nya kepada perempuan diluaran sana.


Sesaat bahunya ditepuk lembut oleh seseorang, Gao menoleh secara berlahan.


Bapak yang membangunkan nya tadi tampak tersenyum padanya, duduk disampingnya, Gao memberikan salamnya, kemudian sang bapak ikut berzikir.


"Sudah lebih tenang?"


Bapak itu tiba-tiba bertanya sesaat setelah Gao sudah menyimpan tasbihnya.


Gao menatap dalam bola mata bapak itu, dia fikir kenapa bapak ini seakan-akan tahu kegelisahan hatinya.


"Hidup itu tidak luput dari ujian"


bapak itu bicara pelan, bola matanya menatap ke depan.


"mualaf atau memang muslim sejak lahir?"


bapak itu bertanya pelan menoleh ke arah gao


"Mualaf"


jawab Gao pelan, menundukkan kepalanya sambil menatap karpet sajadah berwarna biru indah bercorak masjid dibawah tempat duduknya.


"Apalagi sebagai seorang mualaf, ujian demi ujian akan menghampiri dirimu, pilihan akhirnya akankah kamu sanggup melewati semuanya?"


"Jika tidak kuat, kamu akan kembali ketempat asal mu, dengan keyakinan lama mu, tapi kalau kuat maka kamu akan bertahan hingga akhir"


Gao hanya menelan salivanya


"Kau tahu nak? Allah SWT sudah tahu seberapa besar kapasitas kita untuk sanggup menerima ujian dari NYA, dan Allah SWT sudah tahu dimana batas kemampuan mu dalam melewati nya"


"Allah menurunkan cobaan kepada manusia dengan berbagai maksud. Yakni untuk menguji keimanannya, memberikan peringatan, hingga menurunkan laknat tergantung kepada siapa dan dalam kondisi apa cobaan itu diturunkan. "


"Orang-orang saleh akan berhasil melalui cobaan tersebut, beda halnya dengan kaum laknat yang menantang cobaan Allah (berupa jabatan dan harta) dengan jumawa seperti Firaun."


"Dalam kitab Mukhtashar As-Shahih Al-Bukhari karya Nashiruddin Al-Albani disebutkan bahwa cobaan juga dialami Rasulullah SAW. "


Aisyah RA pernah berkata: 


ما رَأَيْتُ أحَدًا أشَدَّ عليه الوَجَعُ مِن رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ


“Ma ra-aitu ahadan asyadda alaihil-waja’u min Rasulillah SAW.” 


Yang artinya: “Aku (Aisyah) tidak pernah melihat seorang pun yang merasakan nyeri melebihi yang diderita Rasulullah SAW.” 


"Sedangkan bagi umat Muslim yang dilanda kesulitan, Allah SWT berjanji bahwa dengan kesulitan yang dideritanya itu dapat menjadi penebus dosa."


Gao menelan kembali salivanya


penebus dosa?


Yah bukankah dia amat sangat berdosa selama sebelum menikah dengan Ayana? bermain perempuan, minum minuman keras, berbuat seenaknya, memerintah seseorang membunuh hanya dengan satu kaki ucapan bahkan dia terlibat dengan para kartel narkoba paling menyeramkan di dunia ini.


jelas saja dia seorang pendosa


lalu kenapa dia risau dengan ujian dan cobaan yang belum seberapa?


"Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah. Redaksi haditsnya berbunyi


عن النَّبيِّ ﷺ قَالَ: مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَن وَلاَ أَذًى وَلاَ غمٍّ، حتَّى الشَّوْكَةُ يُشَاكُها إِلاَّ كفَّر اللَّه بهَا مِنْ خطَايَاه

__ADS_1


“’An Abi Sa’id Al-Khudri wa an Abi Hurairah ani-Nabi SAW qala: ma yushibul-muslima min nashobin wa la washobin wa la hammin wa la huznin wa la adzan wa la ghammin hatta as-syaukati yusyakuha kafarallahu biha min khatayahu.”  


Yang artinya: “Dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Huraiah dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: setiap kesulitan, penyakit, kerisauan, kesedihan, aniaya, dan bencana yang menimpa Muslih, bahkan duri yang menusuknya niscaya Allah akan jadikan itu semua sebagai penebus berbagai kesalahannya.”


bapak itu menepuk-nepuk pundak Gao secara Berlahan


"InsyaAllah kamu bisa melewati semuanya selagi tidak kehilangan tiang agama"


"Dan akan ada banyak bonus yang akan kami dapat setelah ujian yang menyakitkan"


Bapak itu beranjak meninggalkan Gao diiringi suara adzan isya yang menggema menembus hati Gao.


Yah ini salah satu ujian, lalu kenapa dia harus bersedih hati?


bukankah akan ada banyak bonus yang akan kamu dapatkan ketika kamu mampu melewati segala ujiannya?


dibandung dosa-dosa dimasa lalu nya, jelas saja ujian ini belum seberapa.


******


Seketika nyonya Nadya tersadar dari pemikirannya nya, wanita tersebut berusaha untuk menarik nafasnya beberapa waktu. Ingat peristiwa Gao dan Ayana membuat nya gelisah, tiba-tiba berpikir kenapa perasaan malam ini sama seperti pada masa itu.


******


Catatan \=


Yang ingin baca kisah Azlan dan Nadine adik ipar Ahem dan adik kandung nya jangan lupa disini ya Mak.



******


Disebuah bangunan mewah yang menjulang tinggi bergaya arsitektur Eropa yang terletak di titik tengah ibu kota, terdapat sebuah ruangan berukuran besar seluas lapangan bola kaki.


Interior modern menambah kesan indah Serta elegannya ruangan tersebut, konsep yang dipilih jelas bukan sembarang konsep.


Bisa dipastikan betapa Handal sang arsitek dan perancang nya bekerja demi mendesain Ruangan tersebut agar menjadi seperti saat ini.


Kaca-kaca jendela besar terlihat disapu bersih hingga mengkilap, susunan buku dari rak lemari kayu berwarna putih mendominasi disisi kanan kamar Tampak berdiri kokoh menjulang tinggi.


Disisi kiri terlihat sebuah kasur mendominasi berwarna hitam dengan desain suram ditambah lampu remang-remang cukup membuat mata sakit melihat konsep kamar tersebut.


Bisa dipastikan sang pemilik bukan orang yang bisa di ajak bersahabat, dari desain kamar tersebut bisa dilihat dan dipastikan bagaimana karakter sang pemiliknya.


Beberapa pelayan terlihat bergerak membersihkan ruangan tersebut dengan gerakan cepat namun harus dipastikan tidak menimbulkan kebisingan agar sang pemilik nya tidak merasa terganggu dengan apa yang para pelayan lakukan.


mereka harus memastikan ruangan tersebut bersih sebelum sang pemilik bangun dari tidur lelapnya.


Sebab sedikit saja mengeluarkan suara yang membuat sang pemilik menjadi tidak nyaman, bisa dipastikan tidak ada yang bisa menarik nafas mereka dengan baik pagi ini.


Azlan Del Piero.


Siapa yang tidak kenal laki-laki dengan julukan raja singa tersebut?!.


laki-laki garang dan perfectionist dengan sejuta aturan yang terus berjalan disekitar nya.


Tidak ada yang berani membantah ucapan nya, jika dia berkata A maka tidak akan pernah berubah menjadi B.


Siapa yang tidak tahu sifat Azlan Del Piero, Laki-laki itu memiliki karakter dan sifat seseorang yang punya standar tinggi dan mengejar kesempurnaan. Rencana-rencananya, hasil kerjanya, dan lainnya harus sempurna.


Yah semua nya harus sempurna.


Laki-laki itu bahkan tidak takut mengkritik orang lain yang dianggap nya tidak sejalan dengan apa yang dia inginkan.


Selain itu, dia memiliki type yang mampu mengkritik diri sendiri secara berlebihan karena takut akan penilaian orang lain.


Trangggg


Sepagi ini ketika semua orang sudah memastikan diri masing-masing jika mereka tidak akan membuat sedikit saja suara yang bisa membuat sang tuan terjaga.


Bisa-bisa nya seseorang membuat kekacauan di antara semua orang.


Bisa dilihat bagaimana paniknya mereka saat ini, bola mata semua orang langsung bergerak Menuju ke asal suara, kemudian menatap siapa sang pembuat ulah.


Bisa-bisa nya seorang perempuan membuat kekacauan padahal sudah jelas bagaimana aturan yang berlaku di tempat tersebut.


Bisa dipastikan bagaimana ekspresi semua orang saat ini.


Ketegangan jelas terjadi saat ini, suasana hening sejenak berganti menjadi sebuah suara kegaduhan besar kemudian berubah kembali menjadi sebuah keheningan.


Bagaimana perasaan mereka saat ini?!.


Entahlah jangan ditanya.


Ingin marah tidak berdaya, ingin menangis hilang kemampuan, ingin diam mungkin itu adalah satu-satunya cara untuk bertahan.


Seketika bola mata mereka melirik ke arah kasur di mana sang tuan tadi terlelap, keringat dingin mengucur deras dari dahi dan pelipis semua orang.


Jantung mereka jelas bertalu-talu dengan sangat tidak beraturan, menunggu pergerakan sang tuan dari tidur lelapnya yang terganggu.


Dan benar saja dalam Hitungan detik bisa semua orang lihat bagaimana laki-laki itu yang dalam posisi tidur tengkurap kini mulai menggerakkan punggung kokoh dan berotot nya secara perlahan.


Hanya satu yang bisa mereka ucapkan didalam hati masing-masing.


Semoga engkau mengampuni segala dosa-dosa kami ya Allah.


*******


Begitu Azlan terjaga dari tidurnya karena satu suara berisik yang cukup memekakkan telinga nya, laki-laki itu langsung mengerakkan seluruh tubuh nya.


Laki-laki itu Bangun secara perlahan dari tidur nya tanpa berfikir dua tiga kali.


Bisa mereka lihat bagaimana wajah rupawan itu menampilkan cahaya bangun tidur nya.


Laki-laki dengan Kulit indah dan halus seperti milik seorang wanita itu benar-benar bisa membuat perempuan manapun tergoda untuk melihat nya.


Alis lebat dengan perpaduan hidung dan bibir yang begitu menggoda, rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus disekitar nya membuat lakiitu terlihat lebih kharismatik.


Entahlah bagaimana makhluk satu ini bisa tercipta begitu sempurna, yang jelas dibalik sosok tampan dan kharismatik Tersebut tersembunyi sosok singa jantan yang sekalinya dibangunkan bisa membuat siapapun mati ketakutan.


Bekerja semalaman karena harus mengejar proyek terbaru yang dia kerjakan dalam beberapa hari ini benar-benar menyita waktu, tenaga Serta pikiran nya.


Dan sebenarnya Azlan butuh istirahat lebih banyak lagi hari ini, tapi dia cukup bersyukur bisa bangun saat ini mengingat dia masih memiliki pertemuan penting dengan rekan bisnis nya pagi ini.


Alih-alih marah karena suara berisik yang membangun kan nya tadi, dia lebih memilih berdiri dari posisi nya dan mulai bergerak menuju kearah sisi kanan kamar mandi.


Para pelayan jelas cukup terkejut melihat reaksi Azlan, mereka fikir sejak kapan sang singa menjadi begitu dermawan?!.


Apakah ada yang salah dengan laki-laki itu pagi ini?!.


Biasanya jika ada yang berani membuat kekacauan di jam istirahat nya, bisa dipastikan semua orang tidak akan menjadi baik-baik saja.


Laki-laki itu bisa bangun menjadi singa jantan yang begitu mengerikan, mengeluarkan kemarahan nya yang begitu mengerikan.


Mengaum tanpa bisa dihentikan oleh mereka.


"Paman Sam"


Tiba-tiba Azlan menghentikan langkah kakinya untuk beberapa waktu.


Melihat sang tuan yang tiba-tiba menghentikan langkah nya, seketika semua orang berusaha untuk menahan nafas mereka.


Mereka Fikir apakah laki-laki itu tiba-tiba berubah fikiran?!.


"Ya tuan?"


Seorang laki-laki berusia di atas 50 tahunan terlihat langsung menyahut.


"Apa paman sudah mendapatkan kabar nya?"


Azlan bertanya sambil membalikkan tubuhnya kearah laki-laki tua tersebut.


"Iya tuan"


Laki-laki yang di panggil Sam menjawab dengan cepat sambil menundukkan kepalanya.


"Tuan Ozvit sudah memindahkan semua tanggung jawab Anda ke perusahaan Del Piero di Indonesia untuk sementara waktu hingga nona Celine bisa menguasai perusahaan di sini ( Prancis)".


Lanjut laki-laki tua itu lagi.


"Berapa lama?"


Azlan Bergerak menyambar handuk yang diberikan salah satu pelayan.


"Tuan besar bilang secepat-cepat nya 3 bulan dan selambat-lambatnya 6 bulan hingga nona muda bisa dipindah kan ke Indonesia"


Mendengar ucapan laki-laki itu Azlan terlihat diam sejenak.


"Aku akan menyelesaikan proyek kali ini hingga tuntas, setelah itu katakan pada David Agar memindahkan posisi ku dan Celine sesuai keinginan Daddy".


Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung berbalik lantas bergerak menuju ke arah kamar mandi.


"Baik tuan"


Jawab laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya.


Azlan fikir tidak masalah kemanapun Daddy nya melempar dirinya, tapi kembali ke Indonesia kali ini membuat dia cukup curiga, keputusan kali ini sedikit aneh dan terlalu tergesa-gesa.


Bahkan Desas-desus berkata Daddy nya sedang merencanakan sesuatu di belakang Diri nya.


Entahlah apa yang tengah laki-laki tua itu rencanakan sebenarnya, tapi firasat nya berkata ini mungkin tidak baik-baik saja.


Apalagi Mommy nya yang biasa nya sering datang berkunjung tiba-tiba mengurangi jadwal kunjungan nya.


Pasti ada alasan khusus kenapa Mommy nya sampai harus menghentikan kunjungan secara tiba-tiba dalam 2 bulan terakhir ini.


Laki-laki itu pada akhirnya masuk kedalam kamar mandi miliknya tanpa banyak bicara.


*******


Jika ada yang bertanya sebesar apa kesuksesan seorang Azlan Del Piero?!.


Sangat luar biasa.


Dia sukses besar membangun perusahaan yang hampir bangkrut dimana nyaris di jual oleh orang tua nya hingga berkembang menjadi besar seperti hari ini.


Hanya butuh waktu kurang dari 2 tahun membuat perusahaan yang jelas-jelas berada di ambang kehancuran tersebut menjadi sebesar hari ini.


Mungkin karena sikap perfectionist nya yang berlebihan membuat apa yang dia kerjakan menjadi berhasil dengan sempurna.


Sifat dia yang jelas memiliki standar tinggi dalam mengejar kesempurnaan diimbangi Rencana-rencana luar biasa sehingga melahirkan karya sempurna, hingga akhirnya dia meraih hasil kerja luar biasa.


Tidak ada yang tidak bangga dan tidak mengakui kehebatan Dirinya.


Bahkan karena kesuksesan nya membangun perusahaan yang jelas hampir mati hingga bangun dan berkembang menjadi seperti hari ini, pada akhirnya dunia mengakui dirinya.


Tidak heran banyak para pengusaha mencoba menggandeng dirinya untuk bisa bekerjasama bersama menciptakan proyek-proyek terbaru yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.


Dan Azlan jelas menjadi incaran semua orang saat ini untuk banyak proyek kerjasama.


Jika dia sukses didalam pekerja nya, maka sebaliknya untuk persoalan asmara.


Sikap perfectionist yang dimiliki dirinya membuat Azlan cukup kesulitan mencari pendamping hidup untuk dirinya.


Karena standar tinggi yang dia harapkan dan dia miliki jelas membuat momok melanjutkan bagi perempuan manapun yang mencoba mendekati dirinya.


Mungkin dia tidak khawatir soal tersebut, bagi nya Menikah tidak menjadi prioritas utama nya saat ini.


Namun jelas tidak bagi orang tua nya, terutama pada Mommy nya.


Wanita paruh baya itu harus mati-matian mengatur banyak kencan untuk putra nya agar dia bisa segera mendapatkan seorang menantu dan bisa segera mendapatkan seorang cucu.

__ADS_1


Karena trend saat ini adalah ketika para wanita tua berkumpul dalam arisan sesama istri pengusaha atau sosialita, 1 obrolan yang selalu menjadi topik hangat dalam perkumpulan.


Memamerkan menantu, mengumpat menantu atau memamerkan cucu mereka.


"Jadi kapan kamu akan memberikan Mommy seorang menantu dan cucu?"


Barisan pertanyaan itu selalu menjadi makanan sehari-hari dirinya.


Namun dua bulan terakhir sang Mommy nya tiba-tiba tidak pernah lagi datang berkunjung ke apartemen nya, namun tahu-tahu hari ini menghubungi Dirinya dan berkata agar dia mengabulkan permintaan wanita tua tersebut.


"Temui gadis ini, Mommy mohon"


Dan pada akhirnya disinilah dia saat ini.


Disebuah kafe bernuansa klasik, duduk berdua menghabiskan waktu untuk berbincang hal yang di anggap nya tidak menarik.


Laki-laki itu Fikir Di musim ber salju di ibukota Paris jelas menjadi pilihan cukup baik untuk duduk santai di sebuah kafe, dimana mereka mengeluarkan lagu-lagu jadul jaman dulu ditemani kopi hangat yang mengeluarkan aroma khasnya.


Tapi sayang nya keadaan itu menghilang kan segala mood nya saat Perempuan yang ada di hadapannya itu sama sekali tidak mampu membuat dia tertarik.


"Untie Hazel bilang jika anda merasa nyaman dengan pertemuan ini, kita bisa membuat hubungan ini berkembang lebih cepat"


Perempuan dihadapan nya bicara sambil mengembangkan senyuman nya.


Azlan tidak suka pada perempuan yang terlalu banyak memiliki senyuman menggoda, dia bisa membedakan yang mana senyuman tulus dan yang mana Mencoba menggoda nya.


Apalagi saat di pertemuan pertama mereka menggunakan nama Mommy nya (Hazel) dia jelas merasa seolah-olah lawan nya sedang menekan nya agar pertemuan ini berubah menjadi sesuatu yang lebih.


"Berapa kali Anda pernah mengikuti kencan buta?"


Tanya Azlan tiba-tiba.


"Ya?"


Perempuan itu terlihat mengerut kan keningnya.


"Ah.. pernah beberapa kali, tapi dari sekian banyak pertemuan kencan buta yang di atur orang tua saya, belum ada yang mampu membuat saya tertarik, anda harus merasa beruntung karena ini kali pertama nya saya tertarik dengan kencan buta ini, anda punya nilai lebih untuk saya mempertimbangkan soal pernikahan"


Dia benci pada karakter perempuan yang suka berbohong demi sebuah keuntungan.


Gerakan bibir dan ekspresi perempuan itu jelas berlawanan, perempuan itu sedang berusaha berbohong soal hati nya.


Dia tahu dibeberapa pertemuan kencan buta perempuan itu berhasil mengencani lawannya, tapi bisa di pastikan karena perempuan itu pandai bermain kata dan hati, para lelaki pada akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan mereka.


Perempuan itu tidak benar-benar mengandalkan hatinya, dia hanya butuh penyokong serta seseorang yang mampu memenuhi segala kebutuhan nya dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


Dia benci type manusia yang tidak setia.


"Sayang nya saya tidak tertarik dengan pertemuan kencan buta ini, bahkan saya tidak mendapatkan perasaan yang nyaman ketika kita bicara seperti ini"


Azlan lebih suka berterus-terang, dia tidak harus bersusah payah menutupi sesuatu dengan kebohongan hingga bisa menyakiti perasaan seseorang.


Bagi nya mencari istri harus dengan kwalitas terbaik nya, dia punya kwalitas sendiri untuk memilih calon pendamping dan ibu untuk anak-anak nya nanti.


Yang jelas bukan perempuan dengan level seperti yang ada dihadapan nya saat ini.


"Apa?"


Perempuan itu bertanya sedikit terkejut.


******


Mansion utama Azlan Del Piero


Prancis


Azlan mengendurkan dasi nya dengan gerakan yang kasar, setelah itu dia menghempas kan tubuhnya ke atas kursi sofa yang ada di hadapannya.


Sebenarnya dia cukup kesal dengan keadaan hari ini, ditengah kesibukan yang padat dia harus memaksakan diri bertemu dengan perempuan yang jelas tidak berkualitas.


Bicara sesuatu yang terdengar tidak masuk akal bahkan terkesan begitu mengobral diri.


Bahkan bisa-bisa nya ada type Perempuan yang pandai bermain hati.


Bagi Azlan type Perempuan seperti itu benar-benar tidak pantas dijadikan seorang istri.


Wanita yang gampang jatuh cinta pada seseorang akan berpaling satu hari ketika diterpa ujian bersama pasangan nya.


Karena itu type yang seperti itu benar-benar harus dia hindari.


Laki-laki itu kemudian berdiri dari duduknya, dia berjalan menuju ke arah lemari khusus bartender yang ada di sisi kanan dapur.


Lucunya meskipun dia membuat desain lemari bartender terbaik di dalam dapur nya, tidak pernah dia mengisi barisan-barisan minuman haram didalam nya.


Sebab dia bukan type laki-laki yang harus membuang uang nya juga kesehatan nya demi minuman yang di anggap nya tidak berguna.


Dia lebih suka menyusun minuman-minuman ringan seperti Coca cola didalam lemari Tersebut atau bahkan menyimpan koleksian beberapa botol bekas minuman yang dia anggap unik dan menarik tidak lebih.


Azlan meraih satu kaleng minuman di dalam lemari tersebut, sebuah kaleng minuman Coca cola didalam nya kemudian mulai membuka nya secara perlahan.


Takkkkk


Casshhhhh


Seketika tutup atas minuman Coca cola tersebut terbuka.


Kemudian Dia langsung menyesap minuman tersebut secara perlahan.


Bisa Azlan Rasakan sensasi rasa khas Coca-Cola yang merupakan Minuman berkarbonasi dimana diperoleh dari kacang kola tersebut melintasi tenggorakan nya secara perlahan.


Mungkin tidak ada banyak yang tahu jika Kacang kola yang berasal dari buah pohon Cola Vera, Cola acuminata, atau Cola nitida, genus asli hutan hujan tropis di Afrika aslinya di olah dalam bentuk yang begitu segar.


Kacang ini berwarna putih, namun setelah dikeringkan, warnanya akan menjadi merah kecokelatan dan dalam satu buah kola biasa nya terdapat sekitar 12 biji kacang kola.


Aroma manis seperti mawar. Saat digigit awalnya terasa pahit, namun berangsur-angsur menjadi manis jika dikunyah. Untuk mendapat ekstraknya, kacang kola dapat direbus. Karena mengandung kafein seperti kopi, tapi cara terbaik untuk mendapatkan rasa kacang kola ternikmat biasanya hanya melalui proses digiling saja.


Setelah Azlan memastikan isi minuman tersebut habis, dia langsung meletakkan kaleng kosong tersebut ke atas meja.


Laki-laki itu kemudian berjalan kembali mendekati kursi sofa, dia fikir sebaiknya dia memejamkan bola matanya sejenak setelah itu dia bersiap untuk membersihkan diri nya.


Namun baru saja dia ingin meregangkan otot-otot nya dan me relaksasi kan tubuhnya, tiba-tiba satu panggilan dari Daddy nya seketika menambah tingkat ketegangan di dalam dirinya.


Dan percayalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia seolah-olah masuk kedalam pusaran kesesakan yang membuat dia merasa tercekik secara tiba-tiba hanya laki-laki tua itu.


Dia bisa melakukan apapun sesuai keinginan nya, memutuskan apapun sesuai kemauan nya dan memerintah siapapun Sesuai kehendak nya tapi dia akan diam saat laki-laki tua itu mulai bicara dan membuat perintah untuk dirinya.


"Halo, dad"


Azlan menjawab cepat panggilan di Balik handphone nya.


"Kau ada dimana?"


Dan percaya lah sebaris pertanyaan singkat dari Daddy nya mampu membuat dia tidak bisa bernafas dengan baik.


"Aku ada dirumah"


Azlan kini mencoba untuk menebak-nebak apa sebenarnya yang ingin Daddy nya bicarakan kali ini.


*******


Mansion utama Azlan Del Piero


06.10 AM


Azlan menatap sosok laki-laki tua dan seorang wanita tua yang kini baru saja turun dari sebuah mobil mendominasi berwarna hitam.


Dimana seorang sopir dengan terburu-buru turun pantas berlarian Menuju ke arah pintu belakang, menurunkan dua koper besar dan di sambut oleh 2 pelayan perempuan.


Dua pelayan lainnya lagi terlihat mencoba mendekati kedua orang tua tersebut, menunggu jika-jika ada permintaan khusus sejenis bantuan dan lain sebagainya dari kedua orang tua tersebut.


Di sisi kiri dan kanan Azlan beberapa pelayan lainnya jelas telah menundukkan kepala mereka secara perlahan.


Menunggu ke dua orang tersebut berjalan semakin mendekat.


"Dad...Mom..."


Azlan bicara cepat, menyambut kedua orang tua nya Tersebut dengan pelukan penuh kerinduan.


cukup tidak menyangka setelah hampir 6 bulan tidak bertemu Daddy nya, hari ini tahu-tahu laki-laki tua itu mengunjungi dirinya setelah tiba-tiba semalam laki-laki itu menghubungi diri nya.


Rupanya sang Daddy sudah tiba di Prancis sejak lusa kemarin dan tidak memberitahukan nya sama sekali.


Cukup aneh!.


Itu yang ada di kepalanya semalam.


Dia fikir ingin menjemput Daddy dan Mommy nya yang berada di rumah Paman Low nya, tapi Mommy nya berkata dia masih merindukan Bibi Anushka nya.


Pada akhirnya Azlan menurut, tidak jadi beranjak menjemput mereka malam ini dan bersabar menunggu orang tua nya datang di keesokan paginya.


"Kenapa baru memberitahu aku soal kedatangan Daddy dan Mommy semalam?"


Tanya Azlan pelan.


Dia menggandeng tangan Mommy nya secara perlahan, sambil sesekali menatap wajah tua yang cukup dia rindukan tersebut.


"Sengaja ingin membuat sebuah kejutan"


Ucap Mommy nya (nyonya Hazel), dia bicara sambil mengembangkan senyuman nya.


"Hmmm"


Terdengar Daddy nya hanya ber dehem kecil.


Laki-laki tua itu bukanlah type laki-laki yang suka bicara, dulu saat Azlan dan adik nya masih kecil, Daddy nya lebih banyak diam mengamati, membiarkan anak-anak nya bergerak selama Sesuai dengan aturan dan tidak melenceng dari ajaran agama.


Ketika membuat sebuah kesalahan laki-laki tua itu membiarkan Mommy nya bicara lebih dulu, dia memberikan 3 kali kesempatan untuk memperbaiki diri.


Jika melampaui batasan nya sang Daddy nya langsung bertindak.


Maka disana lah batasan Daddy nya berlaku.


Laki-laki itu langsung mengeluarkan taring nya, memberi sebuah hukuman yang bisa membuat mereka tidak akan berani untuk kembali mengulangi Kesalahan yang sama.


Dan sifat itulah yang pada akhirnya menurun kepada dirinya.


Pada akhirnya mereka tiba didalam mansion milik Azlan, Sang Daddy dan Mommy nya langsung memilih masuk kedalam kamar utama yang telah di siapkan oleh Azlan sejak semalam.


"Aku sudah minta pelayan menyiapkan sarapan pagi untuk kalian"


Ucap Azlan cepat.


Dia membiarkan dua pelayan yang membawa koper Daddy dan Mommy nya meletakkan koper tersebut ke dalam lemari walk in closed.


Mommy nya memilih untuk duduk di atas tepian kasur, sedangkan Daddy nya terlihat bergerak mendekati Azlan.


"Kamu bisa pergi ke perusahaan setelah ini, pastikan tidak pulang terlambat, mari menikmati makan malam bersama dan setelah itu Daddy ingin bicara 4 mata dengan mu"


Tiba-tiba laki-laki tua itu bicara sambil menatap kearah Azlan.


Daddy Ozvit nya selalu terkesan simple, bicara Sesuai dengan keinginan nya kemudian berhenti jika dia menginginkan nya.


"Apakah ada hal yang penting dan darurat Dad?"


Tanya Azlan sambil berusaha untuk menebak-nebak.


"Kita akan bicara nanti malam"


setelah berkata begitu, Daddy nya lebih memilih membalik kan tubuhnya.


Itu seperti sebuah kode keras agar dia segera pergi ke perusahaan sekarang juga.

__ADS_1


"Baiklah, Dad"


Jawab Azlan pelan kemudian secara perlahan berjalan menjauhi kedua orang tua nya tersebut.


__ADS_2