Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Menawarkan keuntungan


__ADS_3

Restoran xxxxxxxx


Itali.


O'Neill terus mengetuk-ngetuk jemarinya untuk beberapa waktu sembari berpikir, dimana bola matanya menatap kearah perempuan yang ada dihadapan nya tersebut, Ahem duduk tepat disamping Perempuan itu yang belakangan dia ketahui dari keturunan Azzura, yang merupakan istri dari sahabat dan sekaligus mantan atasannya.


Yeah sebentar lagi laki-laki tersebut menjadi mantan atasannya.


"bagiku ini terlalu sulit." pada akhirnya laki-laki tersebut membuka suaranya, dia menatap ke arah Ahem untuk beberapa waktu dimana dia pikir apa yang diinginkan laki-laki tersebut cukup sulit dan rumit.


"kasus ini berlalu sudah terlalu lama, bahkan telah ditutup ratusan tahun yang lalu, jika membuka kasus ini lagi harus melewati beberapa proses rumit, kau tahu?, aku memiliki beberapa kasus saat ini dia tidak mungkin aku kerjakan sekarang bersamaan, jika membuka kasus ini sekarang, jelas akan memakan waktu yang tidak sebentar." Ucap O'Neill lagi kemudian.

__ADS_1


"aku tahu kasus ini tidak mudah dan cukup rumit, tapi aku yakin ini akan cukup menguntungkanmu ketika kamu mampu membuka kasus lama ini, aku yakin kasus ini pasti memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya pada masa lalu, setidaknya yang pertama akan ada beberapa keluarga yang bisa kamu selamatkan keadaan nya, aku akan memberikan banyak keuntungan di kasus ini, yang sangat meminta mu untuk melakukan nya dengan sia-sia." Ahem bicara dengan cepat, meyakinkan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut jika kasus ini tidak mungkin sia-sia, bahkan dia menjanjikan keuntungan jika O'Neill mampu menyelesaikan kasusnya.


"ini bukan tentang uang tapi-,"


"Mari membuat sebuah kesepakatan keuntungan bersama."


Belum sempat O'Neill bicara, Ahem langsung memotong ucapan laki-laki di hadapannya tersebut dengan cepat di mana dia mencoba untuk menawarkan keuntungan pada laki-laki tersebut.


"Apa ini seperti sebuah sogokan?." O'Neill mengernyitkan keningnya.


"Aku pikir itu bukan lagi hal yang tabu, tidak menjadi rahasia umum bukan untuk saling memberikan keuntungan dalam suatu transaksi?." Ahem bicara dalam tantangan antara laki-laki yang ada di depannya itu.

__ADS_1


Hayat sebenarnya sejak tadi cukup khawatir dengan pembicaraan yang dilakukan oleh dua laki-laki tersebut di mana dia pikir laki-laki yang duduk di hadapan mereka seolah-olah cukup sulit untuk membuka kasus lama. ini adalah syarat yang diajukan oleh kakek buyut, dia ingat apa yang diucapkan oleh laki-laki tua tersebut beberapa hari yang lalu.


"Aku tidak akan menghalangi hubunganmu dan juga Ahem, karena aku bukan laki-laki yang terlalu ribet dengan keadaan." Laki-laki tua itu bicara sembari menatap dirinya.


"kau hanya perlu membuka kasus lama dan menjelaskan pada dua keluarga jika kejadian di masa lalu hanya kesalahpahaman dan bukan kasus pembunuhan, selanjutnya aku ingin kamu-," Laki-laki tua itu menoleh ke arah sisi kiri dan kanan nya untuk beberapa waktu, dia kemudian menggerakkan jemarinya dan meminta Hayat untuk mendekati dirinya.


Hayat mengernyit, dia mencoba untuk mendekati kakek buyut tua secara perlahan, berusaha untuk menajamkan pendengarannya.


Dan laki-laki tua tersebut bicara berbisik pada dirinya.


"Katakan pada ku, apakah keuntungan tersebut begitu menggiurkan untuk kamu berikan padaku." Ucap O'Neill kembali dengan cepat, mengejutkan pemikiran Hayat untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2