
"Kamu menghamili anak orang diluar nikah?." Wanita tersebut kembali bertanya agak panik, ingin tahu jawaban dari cucunya tersebut.
Dia kembali melirik ke arah perut perempuan yang dibawa oleh Ahem, saya tidak suka jika ada hubungan terlarang di luar nikah dan memiliki anak sebelum pernikahan terjadi.
"Apa kamu lakukan satu hal di luar batas kewajaran?, mengabaikan norma juga tata susila?, bukan jika akan ada karena pada anak dan cucu kedepannya?."
Mendengar apa yang diucapkan oleh wanita tersebut jelas saja membuat ah yang sedikit gelombang laki-laki tersebut buru-buru berkata.
"Tidak, aku pikir ini tidak seperti yang grandma pikirkan, tidak ada hubungan seperti itu dan aku tidak pernah menyentuh perempuan sebelum menikahinya." laki-laki tersebut buru-buru menjawab dengan cepat dan memperbaiki pemikiran yang ada di kepala grandma nya.
"Inilah alasannya kenapa aku kemarin bersama Hayat untuk menemui grandma." Lanjut Ahem lagi kemudian.
Nyonya Hessa cukup lega mendengar apa yang diucapkan oleh cucunya tersebut, dia lu pengen takut jika Ahem berikan contoh mengalami percintaan seperti layaknya anak zaman now ya sudah tidak memiliki lagi urat nanggung ya untuk berbesar-besar di depan umum atau bahkan membuat permasalahan besar sebelum menikah hingga mengakibatkan hamil kekasih mereka.
"Grandma cukup senang mendengar nya, tapi aku pikir dia hamil, perutnya cukup buncit dan beberapa tanda menunjukkan jika dia hamil." Nyonya Hessa cukup bernafas lega tapi kemudian dia bertanya untuk meyakinkan Ahem soal perempuan yang dibawanya.
Ahem secara perlahan menyentuh bahu wanita tua tersebut yang usianya tidak jauh berbeda dari daddy All zigra, dan yang jelas jauh lebih tua dari sang mommy Nadya nya.
"kali ini aku serius Mari kita bicara empat mata, grandma." Ahem kembali bicara kepada wanita itu dan dia tidak ingin para pelayan mendengarkan percakapan mereka.
__ADS_1
mendengar apa yang diucapkan oleh cucunya membuat nyonya Hessa sejenak mengganggukan kepalanya kemudian dia berkata.
"Mari bicara perbatasan itu kita akan menikmati makan bersama, aku pikir perempuan cantik ini terlihat cukup lapar, bi bawakan beberapa cemilan ringan dan minuman. Jangan yang bersoda atau yang terlalu pedas, itu tidak terlalu baik untuk perempuan hamil." Grandma Hessa bicara dengan cepat kemudian memerintahkan pelayan nya untuk membawa makanan dan minuman yang bisa mengganjal perut sementara.
pelayan mengganggukan kepalanya dengan cepat adalah sumber gerak menuju ke arah belakang. Mereka memilih duduk di ruang keluarga dan mencoba untuk bicara serius empat mata.
Jika ada yang bertanya bagaimana perasaan nya saat ini, jawabannya adalah dia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Setiap kali mereka bergerak menemui satu persatu keluarga dari Hillatop atau Azzura, terbersit satu kekhawatiran juga ketakutan yang menghantam, bagaimana jika pernikahan mereka tidak direstui atau di tolak oleh mereka. Bagaimana jika kehadirannya sama sekali tidak diinginkan dan tidak disambut hangat ketika orang-orang tahu jika dia adalah Putri dari Zuu dan Bii.
Perempuan tersebut terlihat meremas telapak tangannya untuk beberapa waktu kemudian dengan ragu-ragu dia mengikuti langkah suaminya dan juga grandma Ahem, begitu tiba di kursi ruang kekurga Ahem membantu nya duduk secara perlahan, membuat Hayat agak khawatir dimana grandma Hessa tampak menatap mereka dengan pandangan yang terlalu sulit dan rumit untuk diartikan.
Ahem kemudian duduk tepat di samping Hayat, laki-laki tersebut menatap grandma Hessa untuk beberapa waktu kemudian mulai membuka suaranya.
Nyonya Hessa langsung mengernyitkan dahinya.
"Yah." Dia menjawab pelan.
Tentu saja dia ingat, kapan dia terakhir kali bertemu dengan wanita itu?!.
Bii pernah menjadi putri angkat kesayangan kakak nya, menjadi adik kesayangan All zigra keponakan nya. Serasa pengganti Aish yang meninggal karena tragedi berdarah, tapi semua lenyap saat gadis tersebut menghilang ditelan bumi dimana dia pergi untuk membalaskan dendam keluarga nya pada keluarga Azzura.
__ADS_1
Alih-alih berhasil membalaskan dendam nya, nyatanya gadis tersebut menikah dengan putra Azzur tanpa pernah mereka duga. menangis meminta bantuan All zigra untuk melacak keberadaan suaminya, Zuu secara tiba-tiba.
Dia tidak paham bagaimana sebuah dendam bisa mengubah perasaan seseorang menjadi cinta.
Kemarahan kakak laki-laki nya, Enar menjadi-jadi karena yang dinikahi putri angkat kesayangan nya adalah putra dari musuh terbesar Hillatop.
"Dia adalah putri mereka." Ahem bicara sambil menelisik dalam bola mata grandma nya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh cucunya tersebut jelas saja membuat wanita itu terkejut.
"Apa?." dia melirik ke arah ya biar terlihat menunduk kan kepalanya.
"Dan saat ini." Tiba-tiba Ahem menggenggam erat telapak tangan Hayat.
"Kami sudah menikah, Grandma." Lanjut Ahem lagi kemudian.
Dan banyangkan bagaimana ekspresi wajah wanita tersebut saat ini.
"What?." Wanita tersebut jelas bertanya dalam keterkejutannya, dia bergetar sambil menatap bagaimana Ahem menggenggam erat telapak tangan perempuan yang ada disampingnya tersebut.
__ADS_1
"Kau gila."