Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Pelan tapi pasti


__ADS_3

Hayat terlihat duduk tepat dihadapan daddy All zigra, menatap sang mertuanya yang mulai meraih gelas kopi hangat yang baru saja dia buat.



"Itu sedikit panas, dad." Hayat bicara perlahan, mengembangkan senyuman nya untuk beberapa waktu.


Alih-alih menjawab All zigra perlahan menyeruput kopi buatan perempuan dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu, menikmati kopi yang diinginkan nya sejak beberapa jam yang lalu.


Dia sebenarnya masih belum siap bicara dan mengamini perempuan dihadapan nya itu, tapi istrinya yang terus merayu dan mendesak dirinya. Membuat dia mau tidak mau melakukan nya.


Hayat masih terlihat diam sembari meremas kedua belah telapak tangannya, menatap khawatir ke arah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, di mana dia berpikir jika sang mertuanya tidak begitu menyukainya dan juga bayi yang ada di perutnya.


Yah katakan menantu mana yang tidak berharap mertuanya menyukai dirinya karena realitanya bohong kalau dia tidak bersedih saat semua keluarga merayakan acara kehamilan Ayana, tapi daddy mertuanya sama sekali belum menerima kehadiran dia dan anak yang ada di dalam perutnya. tapi Ahem selalu berusaha untuk berkata dan menghiburnya, laki-laki tersebut berkata daddy All zigra hanya butuh sedikit kesabaran untuk mendapatkan Restu yang mereka inginkan.

__ADS_1


Untungnya mommy Nadya selalu menghubungi nya dan menghibur nya begitu juga dengan mommy Bii. Meskipun bohong jika dia tidak menangis diam-diam karena merindukan mommy nya dan berharap ada wanita tersebut di masa kehamilan nya.


Hayat menundukkan kepalanya secara perlahan.


"Apa kalian sudah menemui beberapa keluarga Hillatop?." Pada akhirnya daddy All zigra membuka suaranya.


Hayat buru-buru langsung mendongakkan kepalanya, dia mengangguk dengan cepat.


"He em, kami sudah menemui beberapa keluarga Hillatop, dad." dia menjawab dengan cepat sembari membiarkan kedua belah telapak tangan yang kini berpindah ke atas meja.


"Apa daddy lapar?, karena sibuk pasti sedikit kesulitan untuk makan, aku akan ambilkan makanan untuk -," hayat belum menyelesaikan kata-katanya saking gugupnya dan bingung harus berkata apa.


Namun tuan All zigra langsung berkata.

__ADS_1


"Apa Ahem memperlakukanmu dengan baik?." tanya laki-laki tersebut tiba-tiba.


Bayangkan bagaimana perasaan hanya ketika laki-laki tersebut bertanya perihal soal itu, rasanya tersulit satu perhatian besar saat seorang ayah mempertanyakan bagaimana sifat anak nya terhadap pasangan mereka.


"Apa dia pernah menyakitimu atau membuatmu menangis?, apa dia membuatmu lelah saat dirumah?." Tanya laki-laki tersebut lagi.


Seketika mendengar tanya tersebut membuat bola mata Hayat terlihat berkaca-kaca, dia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Dia begitu hangat dan baik, memperlakukan ku juga dengan baik, dia benar-benar suami yang begitu bertanggung jawab dan tidak pernah sekalipun menyakiti kuat dan membuatku menangis." rasanya saat menjawab apa yang dipertanyakan oleh laki-laki yang ada di hadapannya tersebut membuat dadanya begitu sesak, tidak tahu kenapa dia yang selalu bersemangat dia yang selalu tidak memikirkan soal apapun tiba-tiba merasa tersentuh dan bersedih hati ketika mendapatkan pertanyaan yang sederhana dari laki-laki yang dia sebut ayah mertua itu.


"Baik-baiklah dalam pernikahan kalian, dan jangan pernah berpikir untuk hal yang berat selama kehamilan." Ucap daddy All zigra lagi kemudian, setelah itu laki-laki tersebut menyeruput kopinya yang terakhir lantas dia berdiri dari posisi duduknya secara perlahan.


"Aku tidak bilang menyetujui hubungan kalian 💯% karena keadaan sepenuhnya belum memungkinkan, tapi daddy ingin kamu menjaga dengan baik kandunganmu selama kehamilan, pastikan jangan bekerja terlalu keras dan jangan terlalu aktif kesana-kemari." dan setelah berkata seperti itu, laki-laki itu berbalik meninggalkan Hayat di dalam diam.

__ADS_1


Hayat hanya bisa mengganggukan kepalanya sembari mencoba untuk menahan gemuruh di dalam hatinya. Dia pikir tidak masalah belum 100% sepenuhnya memberikan restu, asalkan bisa bicara sedikit-sedikit dan laki-laki tersebut sudah mau menerima anak yang ada didalam perut nya dan pernikahan nya dengan Ahem, itu jelas sudah merupakan kemajuan yang signifikan.


Bukankah semua butuh proses?, pelan memang tapi semua akan menjadi pasti.


__ADS_2