
Disisi lain,
gedung tua kosong,
pinggiran kota.
Hayat berhasil keluar dari kamar mandi atas menuju ke arah kamar mandi bawah, diam di dalam kamar mandi itu dan mencoba untuk mengetik keluar di mana dia melihat itu merupakan sebuah kamar yang cukup lama tidak terpakai, untungnya dia bukan tipe perempuan yang penakut dan tidak berani untuk masuk ke dalam tempat seperti itu, perempuan tersebut bergerak menuju ke arah pintu keluar kamar itu dan mencoba untuk mengenten apakah ada penjaga di luar sana yang berjaga.
Dia mencoba untuk mengintip dari bagian kaca jendela di sisi kanan pintu tersebut secara perlahan, bola mata perempuan itu menantang begitu jeli pada bagian tiap sisi dari luar ruangan tersebut.
Hayat sejenak memperhatikan dengan baik bagian daripada tempat tersebut, hingga pada akhirnya dia memastikan diri tidak melihat satu penjaga pun di sana. Hayat pikir itu cukup wajar terjadi karena pada dasarnya tempat seperti itu tidak dilindungi oleh penjaga.
Hayat mencoba untuk meraih jepit rambutnya secara perlahan kemudian dia mencoba untuk mengintip lubang pintu kunci yang ada di hadapannya, perempuan itu mencoba untuk menjebol pintu tersebut secara perlahan dan memastikan jika dia bisa melewati tempat itu dengan.
Hayat duduk secara perlahan, mencoba memasukkan jepit rambutnya ke dalam lubang kunci pintu itu dengan gerakan hati-hati dan dia mencoba membuka pintu tersebut sesuai dengan kemampuannya. Cukup lama hal itu terjadi di mana dia mencoba membuka kunci pintu secara perlahan, hingga pada akhirnya setelah perjuangan panjang yang dilakukan Hayat berhasil untuk membuka kunci pintu tersebut.
klikkkk.
seketika bola mata hangat membulat dengan sempurna, 11 senyuman mengembang dibalik pipinya saat dia menyadari dia benar-benar berhasil membukanya dengan baik.
Hayat meletakkan kembali jepit rambut di rambutnya kemudian dia mencoba untuk memegang handle pintu yang ada di hadapan tersebut, berusaha untuk membukanya dan mengintip ke arah luar baik ke sisi kiri dan kanannya.
__ADS_1
Cukup lama perempuan itu mencoba untuk melihat hingga pada akhirnya dia keluar secara perlahan dari sana.
Hayat pikir seharusnya dia mengetahui ke arah mana posisinya saat ini, seharusnya dia bergerak ke sisi kiri atau ke sisi kanannya karena itu cukup menyulitkan dirinya saat ini. dia mungkin tidak bisa berpindah terlalu ceroboh karena takut akan ketahuan di mana posisinya saat ini oleh orang-orang yang ada di bangunan tersebut ditambah lagi Hayat pikir apakah yang telah dia lakukan kepada Alberto cukup bekerja dengan baik saat ini dan sesuai dengan rencananya.
Dia cukup takut jika seandainya dia tertangkap atau usahanya gagal, bahkan dia pikir apakah kau di sms-nya telah terkirim saat ini, perempuan itu benar-benar khawatir dan dia pikir ini jelas tidak baik-baik saja.
Hayat pada akhirnya mencoba memilih untuk melangkah ke sisi kanannya dengan cepat dan bergerak untuk segera pergi dari sana serta berharap tidak ada hal yang menghalangi jalannya di bagian sisi kanan tersebut.
*******
Disisi lain,
Kalina terlihat mengerutkan keningnya saat dia menerima sebuah pesan dari handphonenya, dia pikir seharusnya Alberto berada di kamar bersama Hayat, mungkin menikmati penyatuan mereka di tengah berbagai macam rekaman yang telah dibuat oleh laki-laki tersebut, namun yang jadi pertanyaan nya kenapa tiba-tiba laki-laki itu mengiriminya pesan, hal itu jelas saja membuat perempuan itu sedikit agak bingung.
Pada akhirnya Kalina berusaha untuk berinset dari posisinya saat ini di mana dia berada di dalam ruangan yang dijadikan kamar untuk nya beristirahat, dengan rasa penasaran yang tinggi perempuan itu bergerak menuju ke arah kamar di mana Alberto dan Hayat berada saat ini.
"Nona?," suara seseorang terdengar membaca keadaan di mana seorang laki-laki menundukkan kepalanya ke arah dirinya.
"perhatikan di sekitar, aku takut ada penyusup yang datang tanpa ketahuan." Kalina berkata kepada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut dengan cepat.
laki-laki yang diajak bicara tersebut mengangguk kan kepalanya, seakan-akan memberikan kode tanda mengerti dan membiarkan perempuan itu berlalu meninggalkan dirinya. Dia menjauh dari posisinya tersebut dan berusaha untuk melihat apakah ada orang yang datang atau bahkan menyusun ke tempat mereka.
__ADS_1
Sedangkan Kalina bergerak menuju ke arah yang berbeda di mana dia mencoba untuk mencari keberadaan dari Alberto.
juga bergerak menuju ke arah sisi kanannya dan mencoba untuk keluar dari tempat tersebut dan melihat dengan teropong yang ada di tangannya secara perlahan.
Laki-laki tersebut terlihat mencoba untuk menjelajahi ke sekitar bangunan gedung tua tersebut dari bagian teras lantai di mana dia berada saat ini, terus memperhatikan ke bagian sekitarnya kemudian mengecek para penjaga apakah mereka tertidur atau meninggalkan pekerjaan mereka atau mungkin sedang bermain kartu atau bahkan menikmati minuman di atas meja bulat bersama para teman-teman yang lain nya.
Kalina sendiri terus bergerak menuju ke arah sisi kiri dan mencari ke arah ruangan di mana Alberto berada, jutaan tanda tanya masih saja penghargaan dirinya di mana langkah kaki perempuan tersebut terlihat begitu mantan sambil berlenggak-lenggok bergerak menuju ke arah depannya seakan-akan dia adalah penguasa panggung malam ini di tempat tersebut dan dia ingin mendengar apa yang akan diucapkan oleh Alberto apakah laki-laki itu telah berhasil melewati sesi malam panas bersama Hayat dan mendapatkan rekamannya kemudian tinggal mengirimkannya kepada Ahem.
Perempuan itu sejenak menatap kearah pintu di mana ruangan Alberto dan Hayat berada, dia menaikkan ujung alisnya dan menaikkan ujung bibirnya secara bersamaan kemudian perempuan itu kembali terus bergerak menuju ke arah pintu tersebut tanpa banyak bicara. seorang penjaga di depan ruangan terlihat mendudukan kepalanya kepada dirinya namun Kalina mengabaikannya.
Perempuan itu hanya berusaha untuk mengetuk pintu ruangan itu secara perlahan. Namun sayangnya saat dia mengetuk pintu tersebut sama sekali tidak ada sahutan atau seseorang yang membuka pintu itu untuk dirinya sehingga membuat perempuan tersebut berusaha untuk berinisiatif membuka pintu ruangan itu dengan gerakan hati-hati.
"Dia belum keluar?," Kalina masih bertempat bertanya kepada laki-laki yang berjaga di depan sana
"Belum, Miss." laki-laki tersebut menjawab dengan cepat jika dia belum melihat Alberto keluar dari sana.
Kalina terlihat diam hingga akhirnya dia membalikkan tubuhnya dan kembali mencoba membuka pintu ruangan di mana laki-laki itu berada,
Klikkkk.
"Alberto?," dia mengeluarkan suara tanyanya sembari mengerutkan keningnya saat menyadari ruangan tersebut sedikit gelap dia pikir apa yang dilakukan oleh laki-laki tersebut di dalam sana dengan ruangan yang gelap.
__ADS_1