Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Grandma muda Hillatop


__ADS_3

Mansion utama Grandma Hessa,


Untie tuan All zigra, adik tuan Enar.


Hayat dan Ahem berdiri didepan pintu masuk kediaman keluarga Grandma Hessa untuk beberapa waktu, bisa dilihat Hayat menarik nafasnya pelan sembari menatap lurus kearah pintu masuk mansion.


Seorang pelayan bergerak tergopoh-gopoh keluar menyambut kedatangan salah satu putra tuan All zigra tersebut dengan senyuman yang merekah penuh kebahagiaan.


"Sudah lama tidak kemari, tuan?." Wanita paruh baya tersebut bertanya, menyambut kedatangan Ahem dengan cepat.


Seulas senyuman diberikan nya pada Hayat saat sadar sang tuan muda membawa seorang perempuan cantik disampingnya. Ini untuk pertama kalinya laki-laki tersebut membawa seorang perempuan kesana, itu jelas membuat wanita tersebut seketika langsung menebak-nebak, mungkin perempuan yang dibawa Ahem adalah calon istri masa depan nya.


"Siapa bi?." dari dalam terdengar suara seseorang yang bertanya kepada wanita tersebut, cukup rentah dan penuh kelembutan.


"Tuan muda Ahem, nyonya." sang bibi menjawab antusias di cepat.

__ADS_1


Mendengar apa yang dijawab oleh pekerja di rumahnya, wanita yang tadi baru saja keluar dari arah dapur bersama pelayanan lainnya, secepat kilat langsung bergerak ke arah luar untuk menyambut kedatangan cucunya tersebut.


Hessa adalah nenek muda di keluarga Hillatop, dia adik bungsu tuan Enar ayah dari All zigra. Dimasa lalu wanita ini menjadi bibi yang paling memahami seorang All zigra, dia yang selalu bisa membuat All zigra patuh pada perintah nya dan lebih dekat dengan nya ketimbang dengan saudara mereka yang lainnya. Usia nya tidak terlalu jauh dengan All zigra, kelahiran tanpa terencana terjadi pada wanita tersebut di masa lalu.


"Oh my god sayang." Wanita tersebut cukup terkejut dengan kedatangan putra dari kemenakannya tersebut, merentangkan kedua tangannya dan menunggu ahem untuk masuk ke dalam pelukan.


Ahem langsung sedikit menundukkan kan tubuhnya dan dia langsung memeluk wanita tua tersebut dengan cepat mencium kedua belah pipinya lantas berkata.


"cukup lama aku tidak berkunjung ke sini Grandma." ucap laki-laki tersebut dengan cepat.


"Tentu saja sudah lama, Grandma pikir kamu sudah lupa di mana jalan untuk datang ke kediaman seorang Grandma Hessa." wanita tersebut bicara sedikit protes pada Ahem dimana pada akhirnya pelukan mereka terlepas secara perlahan.


"Oh god, katakan padaku siapa perempuan cantik ini?." Baru dia sadari jika Ahem tidak datang ke tempatnya seorang diri, wanita tersebut menatap ke arah Hayat dengan cepat.


Hayat buru-buru memberikan salamnya kemudian dia memeluk wanita tua tersebut dengan cara yang hangat.

__ADS_1


"Apa dia calon istrimu sayang?." kembali wanita tersebut bertanya kepada cucunya itu.


Ahem belum menjawab pertanyaan dari wanita itu dia membiarkan sang pelayan membawa beberapa macam oleh-oleh yang ada di tangan istrinya.


Grandma Hessa nya mencoba menunggu dengan sabar jawaban dari cucunya tersebut soal siapa perempuan yang di bawa nya, mereka masuk neraka ke arah dalam dan bergerak menuju ke arah ruang keluarga.


"Apa kalian sudah makan?, grandma membuat kepiting asam pedas kesukaan mu, kita bisa makan bersama jika mau." Wanita tersebut menawarkan untuk melakukan makan bersama, melirik kearah Ahem dan Hayat secara bergantian.


Mendengar kata makan membuat Hayat seketika menjadi lapar.


"No, baby apa kamu lapar?." Hayat berguman didalam hati nya, menyentuh lembut perutnya untuk beberapa waktu.


Grandma Hessa memperhatikan gerakan tangan Hayat, sejenak dia mengernyitkan dahinya menatap perut tidak normal gadis bertubuh kecil dan ramping tersebut.


"Apa kamu hamil?." Spontan dia bertanya.

__ADS_1


Pengalaman memiliki anak-anak setelah menikah sudah cukup untuk nya menebak kehamilan perempuan muda. Pemikiran berkacamuk menjadi satu, dia pikir apa Ahem melalui hubungan terlarang diluar nikah.


"Ahem?." Dia masih mengernyitkan keningnya, melirik ke arah cucu tertua All zigra.


__ADS_2