
Bukan di jam malam biasa,
lapangan xxxxxxxx,
pinggiran kota.
Ahem menghentikan mobilnya dengan cepat ke dalam lapangan xxxxxxxx pinggiran kota, di mana di dalam lapangan tersebut semua orang telah berkumpul menjadi satu. mereka sengaja membuat rencana pertemuan besar dan tidak memilih di bagian jalanan untuk bertemu dan menyusun strategi ketika mengetahui di mana istrinya berada saat ini.
Laki-laki tersebut langsung turun dari dalam mobilnya dengan gerakan cepat di mana bisa dilihat ada banyak orang yang telah berkumpul di sana, termasuk ada adik iparnya yang telah menunggunya sejak tadi.
"Kau sudah datang?," Azlan bertanya, memberikan punggung tangannya dan saling beradu pada punggung tangan Ahem.
"He em, aku sudah datang." Ahem menjawab dengan cepat kemudian langsung menyapa beberapa orang lainnya termasuk kapten O'Neill.
"katakan padaku siapa yang ada di belakang Kalina?," Ahem pada akhirnya bertanya pada O'Neill, dia ingin tahu siapa yang bergerak di belakang kali ini karena dia pikir tidak mungkin perempuan itu bergerak sendiri saat ini.
"Kau pasti terkejut mendengarnya jika aku mengatakan siapa yang terlibat di belakang semua ini dan siapa yang bergerak saling tolong-menolong antara kalimat saat ini untuk menangkal istrimu dan membuat kekacauan." kapten O'Neill bicara dengan cepat para ahli sembari dia menaikan ujung bibir.
__ADS_1
"Aku harap kau siap menerima apa yang aku sampaikan." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Ahem jelas saja tidak berhenti menaikkan ujung alisnya dia menatap ke arah laki-laki di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu dan menunggu kelanjutan ucapannya.
"aku sebenarnya tidak suka menebak tapi tiba-tiba tidak berkata jika ini kurang baik dan mungkin akan menyebabkan peperangan besar."
Langsung bicara dengan cepat dan berusaha untuk menebak-nebak siapa yang dimaksud oleh kapten O'Neill.
"Musuh bebuyutan?," tanya Ahem kemudian.
"Bisa jadi itu salah satunya dan yang lebih parah lagi adalah orang itu pernah cinta mati kepada istrimu." lanjut kapten O'Neill kemudian.
"Dia mungkin nyaris menjadi Kasim, aku pikir dia tidak akan tertarik lagi untuk bermain-main denganmu." Azlan menjawab dengan cepat.
"O shi-t." dan Ahem seketika mengumpat saat dia sepertinya tahu tentang sesuatu.
"Alberto?," tiba-tiba saja dia mengingat musuh lama yang tidak pernah terlihat lagi kabarnya di masa lalu yang katanya pernah menyukai Hayat, tapi dia hanya mendengar kabar jika laki-laki itu pernah menyukai Hayat sebelumnya tapi dia tidak benar-benar paham.
__ADS_1
Dan laki-laki tersebut jelas merupakan musuh bebuyutannya di masa lalu, mereka pernah saling menyerang antara satu dengan yang lainnya bahkan saat rahim masih berada di dunia mafia, laki-laki itu pernah berada senjata dengan dirinya dan mengenyam kekalahan ya begitu luar biasa.
"Jangan katakan jika itu adalah dirinya." Ahem mencoba untuk tidak berpikir jika laki-laki itu yang telah menculik istrinya.
"bagaimana jika realitanya yang menculik Hayat memang dirinya?," dan kapten O'Neill bertanya pada Ahem.
"Brengsek."
Brakkkkkkkk.
Laki-laki tersebut berbalik dan membiarkan tangannya menghantam kap mobil yang ada dihadapan nya.
"Oh shi-t, brother kau menyakiti mobil kesayangan ku." seorang laki-laki terlihat menggerutu saat dia menata mobil miliknya sedikit kempot karena ditinju oleh Ahem.
"Kau harus membuatnya mulus seperti sediakala." Oceh laki-laki tersebut lagi kemudian.
Azlan hanya bisa mencoba menenangkan Ahem, laki-laki itu buru-buru berbisik kepada kakak iparnya.
__ADS_1
"Apakah malam ini kita harus berperang bersama untuk mendapatkan kakak ipar, brother?," tanya laki-laki itu dengan cepat.
"Bukan hanya berperang, aku pikir kalian harus memikirkan cara untuk membuat dia di penjara karena jika tidak aku akan membunuhnya ketika kita mengeksekusi segalanya malam ini." dan setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung bergegas bergerak menuju ke arah mobilnya, tanpa berpikir dua tiga kali dia naik ke dalam mobilnya lantas membiarkan deru mesin mobil miliknya tersebut memecah keheningan malam, di mana dia langsung melajukan mobilnya dalam kecepatan penuh karena Ahem tahu dimana dia seharusnya mencari laki-laki tersebut yang membawa istri dan juga calon buah hatinya itu malam ini.