
Kembali ke Mansion utama All zigra dan Nadya,
kamar tidur utama.
"Tidak mungkin dia tidur di perusahaan." wanita paruh bayar lebih tersebut meyakinkan diri jika suaminya tidak mungkin tidur ke perusahaan karena dia pikir lagi lagi tua itu tidak biasa melakukan hal seperti itu sebelumnya.
Nyonya Nadya secepat kilat mencoba untuk berdiri dari posisinya dan dia berusaha untuk bergerak mengambil kunci mobil lantas tidak lupa menyambar jaket yang ada di gantungan kamar tersebut.
tidak tahu kenapa, dia merasa jika Enrico pasti membohongi dirinya bila suaminya ada di perusahaan, dia mencoba untuk memastikan apakah laki-laki tua tersebut benar-benar ada di sana saat ini, dia harus memastikan sendiri apakah ada hal buruk yang terjadi yang sama sekali tidak dia ketahui.
Nyonya Nadya langsung bergegas melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dengan cepat dan bergerak menuju ke arah lantai bawah kemudian dia langsung bergegas bergerak menuju ke area bagasi mobil dan mengambil mobilnya di sana dia harus menyusul suaminya saat ini juga ke perusahaan karena sejak tadi dia terus mencoba untuk menghubungi laki-laki tersebut nyatanya tetap tidak berhasil bahkan dia mencoba untuk menghubungi sekretaris suaminya kembali namun nyatanya handphone laki-laki tersebut sejak tadi selalu dinyatakan berada di panggilan berbeda.
Hal itu jelas saja membuat wanita tersebut semakin gelisah dengan keadaan jadi daripada dia menjadi gelisah dan berpikir yang tidak tidak dan dia takut jika seandainya sesuatu terjadi yang buruk pada suaminya lebih baik dia sekarang menyusul laki-laki paruh baya tersebut menuju ke perusahaannya.
Begitu wanita itu berada di bagasi mobil dengan cepat meraih mobilnya dan naik ke sana kemudian dia bergerak dengan cepat keluar dari sana bergerak menuju ke arah perusahaan suaminya tanpa berpikir panjang.
bola mata wanita tersebut menatap tajam ke arah depan dan memastikan jika dia tidak akan kehilangan pandangannya dan memastikan jika dia fokus pada jalanan, memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuju ke perusahaan mengingat jarak antara rumah dan perusahaan yang cukup jauh jadi dia harus bersabar sembari mencoba terus menghubungi Enrico atau juga suaminya siapa tahu ada yang mengangkat atau artis dari panggilannya hingga itu bisa membuat dia menjadi sedikit lega.
Namun meskipun berulang kali dia mencoba untuk melakukan panggilan namun nyatanya tidak ada satupun yang mengangkat panggilannya saat ini sehingga tiba-tiba dia berpikir tentang Ahem.
"Yah, Ahem." batin wanita tersebut kemudian.
__ADS_1
Jadi dia berpikir sebaiknya mungkin dia menghubungi Ahem saat ini juga karena bisa jadi putranya tahu sesuatu saat ini tentang suaminya tersebut. hingga pada akhirnya dia mencoba untuk mengalihkan panggilan kepada putranya itu siapa tahu akhir belum tidur dan dia menunggu Ahem mengangkat panggilannya dengan segera.
Nyatanya butuh waktu cukup lama untuk menunggu putranya menyambut panggilannya karena sejak tadi beberapa kali dia mencoba nyatanya laki-laki muda itu sama sekali tidak mengangkat panggilannya, nyonya Nadya pikir apa kamu ke putranya sudah tidur mengingat hari ini jelas bukan lagi masih petang atau sore hari ini jelas sudah malam bahkan lewat tengah malam atau lebih tepatnya ini sudah dini hari.
wanita tersebut merasa sedikit putus asa karena putranya sama sekali tidak mengangkat panggilannya jadi dia pikir untuk menghentikan panggilannya namun tiba-tiba saja,
Klikkkk.
"Helo, mom?,"
bayangkan bagaimana bahagianya wanita tersebut saat dia mendengar suara putranya di sana dia jelas langsung bahagia dan menyuguhkan senyumannya meskipun sebenarnya perasaannya tidak baik-baik saja dan diliputi jutaan kekhawatiran di dalamnya.
"Ahem." nadanya terdengar begitu gugup dan dia mencoba untuk bicara pada putranya tersebut.
"Apakah kamu melihat daddy mu saat ini? sebenarnya ini cukup sedikit aneh karena Enrico berkata jika daddy mu pulang ke perusahaan." ucap wanita tersebut kemudian dengan jutaan ada khawatir yang tidak bisa dia kendalikan sama sekali.
"Katakan pada ku, mommy ada dimana?," bisa dia dengar putranya bertanya tentang keberadaannya yang ada di mana saat ini.
nyonya Nadya pada akhirnya menjawab dengan cepat.
"Mommy bergerak menuju ke arah perusahaan untuk melihat di mana daddy mu saat ini dan memastikan jika daddy mu baik-baik saja," ucap wanita itu dengan cepat masih diliputi jutaan kekhawatiran di dalam hatinya.
__ADS_1
"Apakah mommy sudah melaju jauh dari rumah?," suara ayam terlihat bertanya dengan nada kecemasan kepada dirinya.
Dan mendengar pertanyaan dari putra nya tersebut seketika nyonya Nadya menjawab.
"belum begitu jauh dari rumah dan mommy pikir akan menyusul faddy mu ini juga karena ini sangat tidak normal dan daddy mu tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya." wanita itu bicara seolah-olah dia tengah curhat kepada putranya tersebut.
dan itu adalah realita kerena suaminya tidak pernah pulang di jam seperti ini atau keluar tengah malam melewati batasannya namun malam ini sedikit aneh.
"Pergilah berputar balik, biar aku yang melihat di mana daddy berada saat ini mom." dan seketika Ahem meminta mommy nya untuk berputar balik sekarang ini juga.
Mendengar permintaan dari putranya seketika membuat wanita tersebut menjadi gelisah dan dia mencoba untuk mengurangi kecepatan mobilnya.
"tapi bagaimana bisa ibu tidak khawatir? rasanya berputar balik terlalu membuat khawatir ibu saat ini, biarkan ibu bergerak menuju ke perusahaan untuk menghilangkan rasa khawatir ini dan menemui daddy mu saat ini juga ." wanita tersebut menjawab dengan sopan apa yang diucapkan oleh putranya.
Dia merasa terbebani dan cukup tidak puas jika seandainya Ahem lah yang bergerak pergi untuk menyusun suami nya.
Tapi tiba-tiba saja laki-laki tersebut kembali berkata.
"tentu saja itu kecemasan yang normal dari seorang istri untuk suaminya, tapi angin malam dan cuaca malam jelas akan semakin mengganggu mommy dan aku tidak ingin kalian berdua sama-sama terserang demam atau harus pergi ke rumah sakit." putranya mencoba untuk mengingatkan dirinya dan hal tersebut seketika membuat nyonya Nadya terdiam.
"pergilah pulang mom dan aku akan mengatasi daddy, aku berjanji akan membawa pulang daddy hari ini." Ahem bicara dengan ada begitu meyakinkan agar dirinya tidak khawatir tentang suaminya.
__ADS_1
Nyonya Nadya pada akhirnya mau tidak mau mendengarkan apa yang diucapkan oleh putranya tersebut, dia berusaha untuk mengalah dan menuruti perintah dari Ahem saat ini juga.
dan setelah itu wanita tersebut secara perlahan menghentikan mobilnya di pinggiran jalan kemudian dia mematikan handphonenya secara perlahan.