Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Laki-laki yang masih hebat berperang


__ADS_3

Kembali ke bangunan gedung kosong,


02.35 AM.


Hayat pada akhirnya memutuskan apa yang harus dia lakukan saat ini, dia harus bergerak menuju ke arah kamar mandi, plafon menjadi pilihan terbaik saat ini untuk dirinya karena dia bisa masuk lewat sana dan berusaha untuk mencari lubang penghubung yang bisa membawanya ke bagian kamar mandi bawah.


Melewati jendela menuju ke arah atas sangat tidak memungkinkan, apalagi jika dia ingin melewati pintu masuk keluar kamar tersebut itu jelas akan beresiko sangat fatal jadi pilihan yang paling terbaik adalah melewati bagian kamar mandi yang terhubung ke kamar mandi bawah karena dia bisa melihat tiang yang digunakan tiang buatan bukan tiang beton yang sulit untuk dilewati.


Mungkin dia harus sedikit berjuang untuk melewati tempat tersebut tapi Hayat kamu dia pernah melakukan itu dulu ketika dia harus melarikan diri beberapa kali dari tempat tinggalnya saat masih muda karena takut dihukum oleh daddy nya, ketika dia melarikan diri dari sekolahannya karena takut berhubungan langsung dengan para guru yang akan menghukumnya. Itu adalah gedung tua yang cukup dia ketahui sistem pembangunannya.


Hayat bergegas masuk menuju ke arah kamar mandi dan dia mulai mencari celah untuk masuk dan turun menuju ke arah kamar mandi bawah. Dia harus bergegas dan tidak meninggalkan jejak sama sekali karena dia takut ini akan cukup berbahaya jika dia meninggalkan jejak. Dan sebelum dia meninggalkan tempat tersebut tidak lupa perempuan itu mencoba untuk kembali meraih handphone yang tergeletak di atas nakas, mencoba untuk mengirimi pesan kepada seseorang, kemudian dia sengaja mematikan lampu kamar tersebut dan menyisakan penerangan yang sangat minim.


Hayat memiliki rencananya sendiri untuk mengeksekusi Alberto malam ini.


setelah memastikan semua berjalan sesuai kemauannya perempuan tersebut langsung bergegas melakukan rencananya dengan cepat tanpa berpikir dua tiga kali. Dan begitu dia berusaha untuk masuk ke dalam kamar mandi bisa dia dengar langkah kaki dari arah luar di mana jendela kamar mandi di bagian ventilasi atas terhubung langsung pada bagian ruang yang berbeda.


Hayat terlihat menaikkan ujung bibirnya untuk beberapa waktu kemudian secara perlahan dia bergerak menghilang dari sana.


*******

__ADS_1


Disisi lain.


Daddy All zigra berhasil menyusup masuk ke dalam bangunan tersebut, melihat apakah ada orang-orang yang berjaga di bagian sisi kanan gedung itu dan rupanya ada seseorang yang berjalan sembari memegang senjata dari arah ujung sana dan bergerak menuju ke arah dirinya. Tuan All zigra langsung menyadarkan tubuhnya kebagian dinding bangunan, dia memejamkan sejenak bola matanya sembari berusaha untuk terus menggenggam senjata yang ada di tangannya, dia pikir ini untuk hari pertamanya dia kembali mencoba untuk melenyapkan seseorang setelah sekian lama waktu berlalu dan dia cuti dari pekerjaan seperti ini.


Sosok laki-laki yang berjalan tersebut semakin mendekati laki-laki tua itu, sejenak laki-laki muda tersebut tanpa menghentikan langkah kakinya dan dia menatap ke arah sisi kiri dan kanan bagian atas bangunan tersebut kemudian menatap lurus ke arah depan untuk beberapa waktu, di detik berikutnya laki-laki itu berniat untuk berbalik namun tiba-tiba tuan All zigra langsung menyerang.


laki-laki itu membekap mulut laki-laki tersebut dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mau menodongkan pistol di bagian punggung laki-laki itu dan,


Cashhhhhh.


Brakkkkkkkk.


Dia langsung menyerah tubuh laki-laki itu menuju ke arah bagian belakang tiang, meletakkannya secara perlahan dan memastikan jika orang-orang cukup kesulitan untuk melihatnya, karena juga tidak saat seseorang melihatnya dengan jelas itu akan membahayakan nyawanya dan dia tidak akan bisa keluar membawa Hayat dari sana.


Laki-laki paruh bayar lebih tersebut kemudian mengambil sebilah pisau yang ada di bagian paha laki-laki tersebut dan mencoba untuk meletakkannya di belakang punggungnya, dia tahu dia pasti membutuhkan hal itu nanti cepat atau lambat. Setelah memastikan semua aman laki-laki tersebut langsung berdiri dari posisinya kemudian dia mencoba untuk mengintip apakah ada hal ancaman kembali atau penjaga yang kembali bergerak mendekati dirinya. Laki-laki tersebut bergerak sangat hati-hati dan membuat mata awalnya untuk tidak lepas dari keadaan.


Dia bergerak secara perlahan untuk mencari bagian pintu masuk ke ruangan tersebut saat ini.


******

__ADS_1


Disisi lain.


Enrico mencoba untuk melacak keberadaan mobil tuanya saat ini melalui sebuah layar kecil yang ada di bagian dashboard mobil, dia memasang alat pelacak pada mobil tuan All zigra sebelumnya, sengaja melakukan itu agar mempermudah dirinya untuk mencari keberadaan laki-laki tersebut jika seandainya tuan All zigra pergi dan memanggil dirinya. Tidak menyangka jika hal ini pada akhirnya sangat menguntungkan dirinya sehingga membuat media lebih cepat dan lebih mudah untuk melacak keberadaan laki-laki paruh baya tersebut.


Sejenak Enrico mencoba untuk mengerutkan keningnya beberapa waktu dan dia bisa melihat sebuah titik berwarna hijau yang terus bergerak menuju ke suatu tempat di mana sebenarnya itu adalah tempat tujuan Hayat berada. Enrico jelas aja langsung menambah laju kecepatan mobilnya karena kecemasan seketika menghantam dirinya saat ini, dia pikir dia harus mengejar langkah laki-laki paruh baya tersebut bagaimanapun caranya.


Dia takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada sang tuannya, mengingat bagaimana laki-laki itu memperlakukan dirinya selama ini, kebaikan yang diberikan oleh Tuhan alzikra sama sekali tidak bisa dia balas, jadi dia jelas aja langsung merasa cemas dengan keadaan mencoba untuk mengejar langkah laki-laki tua tersebut dengan cepat.


Menembus bagian jalanan tanpa memperhatikan bagian kiri dan kanannya karena mengingat legamnya jalanan pada malam hari menjelang waktu dini hari tersebut.


Enrico terlihat menggerakkan rahangnya untuk beberapa waktu, sembari tatapan bola matanya terus menatap ke arah depan, fokusnya sama sekali tidak terganggu di mana dia tidak lupa untuk bicara melalui headset bluetooth-nya kepada Ahem.


"Tuan bergerak menuju ke arah bangunan tua dan telah tiba di sana beberapa detik yang lalu." Enrico bicara cepat melalui headset bluetooth nya tersebut.


"Shi-t." bisa dia dengar jawaban dari ujung sana di mana Ahem terdengar mengumpan dengan perasaan kesal dan cemas yang bercampur aduk menjadi satu.


"Kau ada di mana?," laki-laki di ujung sana bertanya kepada dirinya.


"tidak terlalu jauh dari lokasi, aku akan tiba dalam beberapa menit, langsung menyusul ke mana tuan All zigra berada." Enrico menjawab ucapan dari Ahem dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Ahem sama sekali tidak menjawab ucapan laki-laki tersebut di mana dia terlihat menampilkan ekspresi meja cemas luar biasanya saat ini.


__ADS_2