
Pada akhirnya tuan All zigra secepat kilat keluar dari kediamannya tanpa berpikir panjang, dia mencoba mengajari keberadaan putranya saat ini di mana sembari membawa mobilnya laki-laki tersebut berusaha untuk kembali menghubungi putranya.
cukup lama dia mencoba untuk menghubungi ahem hingga pada akhirnya teleponnya tersambung, memastikan jika apakah mungkin Hayat telah pulang ke rumah dan ditemukan. Dia masih berusaha untuk berbaik sangka dan berharap hal-hal buruk tidak lagi terjadi kepada anak dan merantaunya karena baginya dia sudah tidak sanggup lagi dan tidak mampu untuk menerima ujian kembali saat ini atas kehidupan yang dia jalani.
"Katakan pada daddy, apakah Hayat telah kembali?," begitu panggilannya tersambung laki-laki itu langsung bertanya kepada putranya, ingin tahu apakah istri putranya tersebut sudah kembali ke rumah.
Sejenak laki-laki itu diam mencoba mendengarkan jawaban dari Ahem. Nyata nya jawaban yang diharapkan sama sekali tidak terjadi, Ahem berkata jika Hayat sama sekali belum ditemukan dan handphone perempuan itu sama sekali belum bisa dihubungi.
"Oh shi-t," tuan All zigra terlihat mengumpat dengan kesal dia pikir bagaimana bisa perempuan itu menghilang saat ini tanpa memberikan berita.
__ADS_1
Sekelebat penyesalan tiba-tiba menghantam dirinya di mana dia pikir kenapa dia tidak mengantar perempuan itu langsung pulang ke rumah mereka sebelum dia memilih untuk pergi kembali ke kediaman nya. Seandainya saja dia tidak seceroboh itu mungkin kejadian saat ini tidak akan terjadi.
"Daddy dalam perjalanan ke restoran terakhir dimana daddy dan Hayat bertemu." laki-laki tersebut kemudian berkata seperti itu lantas setelah itu langsung mematikan panggilannya dengan cepat.
Tanpa memikirkan persoalan apapun dia langsung melanjutkan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk mengejar keberadaan putranya, laki-laki itu terlihat sangat khawatir di mana fokus pemikirannya jelas tidak berada di dalam mobil tersebut hanya raga nya yang ada disana, namun meskipun begitu dia mencoba untuk memfokuskan pandangannya terus menatap ke arah depan agar tidak kecolongan kendaraan lain saat dia melakukan aksi kebut-kebutannya.
"Come jangan lagi, aku mohon." laki-laki itu berdoa di dalam hati berharap kejadian buruk tidak lagi terjadi menimpa keluarga mereka.
"Bagaimana?," dia buru-buru bertanya begitu dia melihat putranya di ujung sana.
__ADS_1
Ahem terlihat berdiri menatap kehadirannya di mana pada akhirnya dia langsung merangkul putranya tersebut dengan cepat.
"Aku seharusnya tidak meninggalkannya di sini dan mengantarnya pulang langsung ke rumah kalian," tuan All zigra berdasarkan sejuta sesalnya kepada putranya tersebut.
"Ini bukan salah daddy." Ahem menjawab dengan cepat ucapan dari daddy nya.
"Katakan apa kamu menemukan titik lokasinya atau apa yang sebenarnya terjadi?," tuan All zigra langsung bertanya kepada putranya tersebut dengan cepat.
"Anak buah Kalina membawa nya, dad." dan Ahem tidak perlu terlalu banyak basa-basi, dia langsung bicara pada ibunya kepada laki-laki tua di hadapan tersebut.
__ADS_1
Dan tuan All zigra langsung terkejut.
"Apa?,"