
Seperti gerakan slow motion saat tuan All zigra menatap seseorang yang mengacungkan senjata ke arah dirinya, dia cukup terkejut karena dia tidak memiliki persiapan sama sekali untuk bisa mengacungkan balik senjata di tangannya. Sebab tuan All zigra ingat dia sama sekali tidak memiliki senjata saat ini, karena senjata yang dia pegang tadi telah dia berikan kepada menantunya, Hayat.
Seketika bisa dia lihat sebuah peluru tampak melesat bagaikan angin bergerak dengan cepat dari ujung moncong pistol milik laki-laki yang jelas dia kenal di ujung sana. Bergerak menuju ke arah dirinya dimana dia jelas tidak persiapan sama sekali untuk melindungi dirinya sendiri, tuan All zigra pikir mungkin ini memang sudah suratan takdir di jalan akhir kehidupannya, mati bisa jadi pilihan akhirnya saat ini. Namun nyatanya terkadang apa yang kita pikirkan tidak sejalan dengan apa yang terjadi, hal tidak terduga terjadi ketika tiba-tiba saja dari arah sisi depan bagian kanannya Hayat berlarian berhamburan bergerak menuju ke arah diri sembari menggenggam erat pistol di tangannya.
Entahlah dia tidak yakin bagaimana semua nya bisa terjadi, semua terasa bergerak begitu dengan cepat. Seakan-akan ini merupakan scrip sebuah drama film di mana bisa dia rasakan perempuan itu tahu-tahu sudah berada tepat di hadapannya dalam jarak beberapa meter saja. Hayat dalam sejuta keberanian menggunakan tubuhnya menjadi temeng terkuat untuk melindungi All Zigra.
Doorrrrrr.
Terlalu cepat, semua terjadi begitu saja. suara letusan senjata api menggema memekakkan telinga, tuan All zigra membeku tanpa kata.
Doorrrrrr.
Dia pikir itu hanya terjadi satu kali saja tapi rupanya dia salah, ada suara tembakan berikutnya yang membuat dia semakin membeku dan mematung sempurna.
Doorrrrrr.
__ADS_1
Lagi terdengar suara tembakan berikutnya, begitu tembakan ketiga terjadi tiba-tiba saja sosok laki-laki yang menembak ke arah dirinya di ujung sana tanpa diduga jatuh tumbang begitu saja tanpa terelakkan. Tuan All zigra tidak bisa mencerna kejadian yang barusan ada dihadapannya tersebut.
Hingga akhirnya dia sadar di sisi yang berbeda di bagian kanan terdapat seorang laki-laki yang menembak laki-laki yang mengarahkan senjata kearah dirinya tadi, laki-laki muda yang tidak dia kenal sama sekali.
Hayat perlahan membalikkan tubuhnya, menatap kearah ayah mertuanya sambil mengembangkan senyumannya. Terlihat begitu cantik dan indah, wajah pucat itu memberikan senyuman paling tulus nya. Didetik berikutnya Hayat bisa merasa jika tembakan tadi mengenai bagian perut nya. Darah segar mengalir di sana secara perlahan.
Perempuan tersebut menyentuh perutnya lembut, dia bergumam pelan dan mencoba menekan kesadarannya.
"Anak pintar, kau melindungi grandpa dengan baik,"
Dan didetik berikutnya Hayat jatuh tumbang begitu saja, melepaskan diri nya dalam jutaan beban yang ada. Dia masih bisa melihat tuan All zigra yang histeris berlarian kearah dirinya, berteriak dengan cara yang luar biasa.
"Hayatttttt," suaranya terdengar samar-samar, tapi Hayat masih bisa mendengar nya.
Dia bahkan masih bisa melihat laki-laki tua dengan tubuh kokoh dan kharismatik melalui bola mata indahnya tersebut berlarian kearah dirinya, persis seperti orang gila dan menyambar tubuh nya.
__ADS_1
"Hayat dengarkan daddy, Hayat," tuan All zigra langsung meraih tubuh Hayat, dia memeluk perempuan tersebut sambil berteriak histeris. Tangan kanan nya mencoba menepuk pipi Hayat, dan di detik berikutnya dia sadar perut Hayat mengeluarkan begitu banyak darah, bahkan rembesan darah juga mengalir dari balik celana yang digunakan Perempuan tersebut.
Kalina diujung sana membeku menatap apa yang terjadi, dia sadar jika Alberto tumbang bersamaan dengan Hayat. Dia berniat untuk kabur saat ini juga, namun ketika dia menoleh kearah sisi kanan Kalina seketika terhenyak saat dia tahu seseorang mengacungkan senjata kearah dirinya.
Klatakkkkk.
*******
Ah entahlah malam terasa begitu dingin, aku tiba-tiba merindukan daddy dan mommy, ingin kembali ke masa anak-anak saat aku tidak mengerti arti sebuah beban berat yang bertengger di bahu ini.
Mom, dad, apa kalian rindu pada ku?.
Aku rindu pada kalian, sungguh.
Hazal Hayat Azzura.
__ADS_1