
Beberapa hari kemudian,
Mansion Utama All zigra Hillatop,
Dapur Utama.
Kepala tuan All zigra sebenarnya berdenyut-denyut saat ini, dia pikir urusan tentang anak-anak belakangan membuat kepalanya terasa ingin pecah. Setelah pernikahan anak ke dua nya Gao Han, dia harus bergelut dengan membatalkan pernikahan putrinya Nadine Dan tunangannya karena tunangan putri nya terlibat sebuah skandal kasus yang cukup berat yang membuat dia harus berpikir ulang untuk melaksanakan pernikahan kedua orang tersebut.
Belum lagi pernikahan itu ditukar karena sebuah insiden yang terjadi di masa kemarin menyangkut salah satu putra dari relasi bisnisnya hingga membuat kacau pernikahan putri ketiganya tersebut.
Ditambah lagi urusan putra pertamanya Ahem yang menikah tanpa izin darinya dengan putri musuhnya, jadi laki-laki itu pikir kehidupan dirinya dalam mengurus anak anaknya tidak pernah berakhir hingga hari ini dan itu cukup membuat lelah dirinya.
Sejenak laki-laki tersebut menatap punggung istrinya yang sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka, meskipun sebenarnya mereka memiliki pelayan tapi untuk urusan masak dan perutnya sang istri tidak pernah mempercayai pelayan sepenuhnya untuk membuat makanan suaminya tersebut.
kali ini dia pikir dia harus mendisiplinkan putra terakhirnya hingga jangan sampai terjerat sekali dalam kasus seperti anak-anak yang lainnya. Dia mungkin harus mulai mendisiplinkan soal Zoe.
"Aku fikir kita akan membahas lagi soal perjodohan Zoe." Laki-laki tersebut bicara dengan cepat.
Nyonya Nadya tampak menghentikan kegiatan tangan nya untuk menyiapkan makan malam ketika suaminya berkata seperti itu soal putra lain mereka. Ekspresi wajah nyonya Nadya langsung berubah membuat wanita itu seketika langsung berbalik, menatap laki-laki yang telah hidup bersama nya lebih dari 30 tahun tersebut untuk beberapa waktu.
Tuan All zigra terlihat menyesap kopi milik nya secara perlahan kemudian dia meletakkan cangkir kopi nya ke atas meja lantas laki-laki itu mulai membaca majalah di tangan nya. Dia hanya bicara seadanya tanpa mau melanjutkan kata-katanya.
"Sayang."Nadya bicara pelan kemudian berjalan mendekati suami nya.
"Hmmm kenapa?." Laki-laki tersebut masih fokus menatap kearah majalah ditangan nya.
__ADS_1
"Aku fikir sebaiknya kita tidak membahas soal perjodohan Zoe lagi." Ucap istri nya itu pelan, nyonya Nadya memeluk lembut leher suami nya dari belakang, mengalungkan kedua tangan nya di leher itu kemudian mencoba bersandar lantas memejamkan perlahan bola matanya.
All zigra jelas mengerut kan keningnya.
"Kenapa?." Ucap laki-laki tersebut pelan.
'Bukankah kita sepakat membiarkan anak-anak untuk memilih jodoh mereka sendiri-sendiri? Gao memilih jodoh nya sendiri, meskipun kita pernah membuat kesepakatan bersama keluarga Abimanyu dimasa anak-anak mereka, realita nya Gao memilih Ayana dengan sendirinya." Ucap nyonya Nadya pelan.
"Nadine memilih jodoh nya sendiri, karena dia tahu siapa yang terbaik untuk dirinya setelah skandal yang merebak soal mantan tunangan nya yang brengsek kemarin." Lanjut wanita itu lagi.
"Ahem juga memilih jodoh nya sendiri sesuai keinginan nya." Dan kata Ahem terpaksa sedikit dipelankan, meskipun tuan All zigra pada akhirnya mau merestui hubungan kedua nya karena mulut pedas Hayat, tapi hati laki-laki tersebut tetap saja merasa tidak ikhlas.
"Aku memberikan sedikit restu, hanya sedikit dan tidak banyak, minta restu pada paman, bibi, kakek, nenek dan entahlah dari seluruh keluarga Hillatop, jika mereka memberikan restu mungkin aku akan meredam sedikit hati ku dan benar-benar menerima kamu masuk menjadi bagian daripada keluarga Hillatop" itu yang diucapkan tuan All zigra tempo hari pada Hayat.
Nyatanya dia tidak hidup sendiri jadi untuk memutuskan segala sesuatu dia tidak mungkin melakukannya juga sendiri karena itu akan beresiko fatal atas hubungannya dengan para keluarga dan tetua lainnya.
Istrinya memang selalu juara dalam membujuk nya.
"Pernikahan bukankah menyangkut soal hati? harus ada aspek kecocokan didalam pernikahan, ada visi dan misi serta tujuan, punya obrolan soal masa depan yang ingin di Songsong bersama" Kini wanita tersebut bicara sembari mengingatkan suaminya.
"Setiap individu itu unik bukan? Karena itu kita lebih suka mencari pendamping dengan kriteria tertentu. Kalau kebetulan yang dijodohkan pas dengan kriteria itu bagus sebab kemungkinan akan bahagia lebih besar, tetapi kalau bertolak belakang apakah akan menjamin kebahagiaan mereka?," Lanjut nyonya Nadya lagi.
Tuan All zigra terlihat diam, dia tidak menyahut atau menjawab, mencoba mencerna ucapan istri nya untuk beberapa waktu.
"Aku hanya khawatir." Ucap Allzigra pelan.
__ADS_1
"Berikan dia waktu hingga kita menyelesaikan urusan pernikahan Nadine dan Aslan, kemudian mari tuntaskan persoalan pelik keluarga Azzura dan Hillatop, setelah itu mari kita mendiskusikan soal Zoe.' Pada akhirnya nyonya Nadya kembali bicara, memutar tubuhnya lantas duduk tepat dihadapan suaminya.
Nyatanya tuan All zigra belum tahu tentang persoalan pelik lainnya tentang Zoe dan putri bungsu mereka Freya. Mungkin suaminya akan semakin menggila saat tahu kedua orang tersebut telah menikah diam-diam di belakang semua orang.
Bagi nyonya Nadya, saat ini mereka tengah mengurusi soal pernikahan Nadine dan Aslan, belum lagi PR persoalan hubungan pelik antara Ahem dan hayat, suami nya cukup tertekan menyelesaikan persoalan kedua putra dan putri mereka.
Mengurusi pembatalan pertunangan Nadine dengan kekasih nya yang berakibat pada hubungan Nadine berubah haluan bersama Aslan penerus Del Piero yang sejak awal seharusnya di tunangkan dengan freya.
Belum lagi perjuangan panjang semua orang untuk meredam kemarahan suaminya demi bisa merestui hubungan Ahem dan hayat dengan jutaan perjuangan luar biasa.
Jika ditambah dengan satu persoalan baru, bisa Nadya pastikan bagaimana kondisi suaminya nanti.
Kemarahan mungkin tidak dapat di elakkan, bisa jadi Zoe akan di buang atau bahkan entahlah nyonya Nadya enggan memikirkan nya. Belum lagi kesehatan sang suami yang mulai menurun karena banyak nya persoalan pelik yang di hadapi belakangan ini.
"Biarkan Zoe kembali ke uni emirat Arab, mengurus perusahaan nya sendiri disana, disini kita fokus pada Nadine dan Ahem lebih dulu"
Ucap Nadya sambil menyentuh lembut tangan Allzigra.
"Setelah semua nya selesai, baru kita membahas soal Zoe"
"Selama disana, biarkan freya yang mengawasi dan mendampingi Zoe, dia akan mengajarkan Zoe dalam menjalankan perusahaan hingga perusahaan Zoe mampu di lepas oleh Hillatop Secara perlahan"
Mendengar permintaan sang istri yang tiba-tiba ingin mengirim Zoe ke uni emirat Arab jelas membuat Tuan All zigra mengerutkan keningnya.
"Apa itu tidak terlalu cepat?" laki-laki tersebut bertanya tanpa rasa curiga maksud dan tujuan dari istri nya.
__ADS_1
"No sayang, ini waktu nya dia memimpin perusahaan nya sendiri, berdiri di atas kakinya sendiri tanpa nama Hillatop yang terus Mengikuti dirinya."
dan demi apapun jika tuan All zigra tahu apa yang terjadi sebenarnya pada putrinya Freya dan putra Zoe yang merupakan putra angkat dimana di ambil oleh mereka saat laki-laki tersebut masih anak-anak kini menikahi putri kandungnya diam-diam, bisa dipastikan tuan All zigra akan semakin menggila terhadap seluruh kasus anak-anak nya.