Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Dia tidak baik-baik saja


__ADS_3

Kletekkkkk.


Srrrtttttttt.


Takkkkkk.


"Akhhhh,"


Dan tanpa di duga peluru pistol tersebut menerjang dada laki-laki dihadapan tuan All zigra.


Brakkkkkkk.


Laki-laki tersebut ambruk tanpa bisa dicegah.


Hayat tampak bergetar, mencoba membalikkan tubuhnya secara perlahan, melihat laki-laki yang menyerang nya tadi kini tergeletak di atas lantai dengan darah berhamburan.


"Daddy?," dia bicara bergetar.


"Kamu baik-baik saja?," tuan All zigra tidak peduli dengan tubuh lawan nya, dia langsung bertanya panik pada Hayat, mencoba untuk meraih tubuh Hayat secara perlahan melihat perutnya.


Perempuan tersebut terlihat bingung, seperti orang linglung, dia sebenarnya tidak baik-baik saja tapi tidak berani mengadu dan berkata tentang kondisinya karena dia tahu ini bukan waktunya membuat cemas seseorang atau merengek dan berkata dia tidak baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja," pada akhirnya Hayat berkata seperti itu, sedikit berbohong dalam keringat dingin yang mulai membasahi diri, dia membiarkan telapak tangan nya menyentuh perutnya sembari berharap bisa keluar dari sana secepatnya dan dia ingin segera pergi ke rumah sakit bagaimanapun caranya.


"Daddy bagaimana bisa ada disini?," Hayat bertanya dengan nafas yang berat, kepalanya tiba-tiba terasa pusing dan mual.


"Àhem memberitahukan ku kamu belum kunjung kembali," jawab tuan All zigra cepat.


Mendengar kata Àhem jelas saja membuat Hayat langsung membulatkan bola matanya.


"Àhem? dia kemari?," tanya Hayat gemetar, dia bahagia mendengar nya.


"Daddy belum tahu dia di sisi mana, tapi kita bisa mencoba mencari nya, mari berdiri dan pergi dari sini." laki-laki tersebut mencoba memapah Hayat, membawa perempuan yang sudah dinikahi putra nya tersebut cepat untuk pergi dari sana.


Hayat patuh, mencoba berpegangan pada ayah mertua nya, berusaha melangkah dalam keadaan yang sebenarnya sungguh tidak baik-baik saja dan dia berharap bisa bertemu Àhem secepat nya, memeluk laki-laki tersebut dan berkata sesuatu yang salah terjadi pada dirinya.


Mereka melangkah pergi dari sana, bergerak pada sisi yang berbeda dimana tuan All zigra mencoba membawa langkah Hayat, hati-hati memang tapi cukup cepat. Terlalu lama di sana jelas bukan pilihan yang tepat, mereka harus segera keluar dari sana secepatnya nya.


******


Disisi lain.


Kalina berteriak histeris saat semua telah usai, Alberto memperkosa nya, yah Alberto memaksa nya untuk tidur bersama laki-laki tersebut, memperlakukan nya dengan tidak manusiawi, dan berkali-kali memperkosanya dengan cara yang sangat mengerikan.


Laki-laki tersebut seperti tidak dia kenal, begitu buas dan seperti kehilangan akal sehat, berkali-kali dia berteriak histeris dan berkata dia Kalina, bukan Hayat. nyatanya tidak membuat Alberto Sadar dan melepas kan diri nya.


Kalina benar-benar marah dan histeris setelah sesi penyatuan mereka yang tidak main-main, entahlah berapa ronde Alberto menyerbu nya, membuat dia nyaris tidak bisa berdiri.


"Aku tidak sadar melakukan nya, Kalina," laki-laki tersebut bicara sambil mengusap kasar wajah nya.


"perempuan sialan itu bagaimana bisa membuat ku yang menggunakan obat brengsek itu, ini karena kau yang bodoh ingin aku menggunakan obat tidur masuk akal tersebut," bisa-bisa nya laki-laki tersebut menyalahkan Kalina, dia terlihat kesal dan jijik karena meniduri Kalina.

__ADS_1


perempuan yang sudah digilir banyak laki-laki.


harapan nya dia memiliki Hayat, membuat hubungan kacau Hayat dan Àhem sesuai rencana Kalina tapi lihat semua rencana kacau balau.


mendengar ucapan Alberto membuat Kalina meradang, dia bangun dari posisi nya, meraih pakaian nya dengan cepat dan menggunakan nya dengan kacau. Kalina kemudian dalam kemarahan nya mencoba untuk memukul Alberto dengan jutaan kemarahannya.


"kau bilang aku bodoh hah? kau benar-benar sialan, bergerak, cari Hayat dan lakukan semua dari awal " Kalina meradang, dia terlihat marah luar biasa.


"Bagaimana pun caranya, semua harus di eksekusi malam ini," setelah berkata seperti itu Kalina mendorong tubuh Alberto ke belakang dengan cara yang kasar, kemudian dia membalikkan tubuhnya dengan cepat dan bergerak pergi dari sana, sebelumnya Kalina meraih sebuah pistol di atas meja dengan cepat.


Dia harus mendapatkan Hayat, itu yang ada di dalam pikiran perempuan tersebut saat ini sembari dia menggenggam pistol ditangan nya dengan erat.


"Ini puncak nya, aku tidak peduli bagaimana caranya, jika aku tidak mendapatkan Àhem, makan kau tidak akan juga mendapatkan nya, Hayat," geram Kalina kemudian.


Dia terus melangkah ke arah depan di mana kini dia berusaha untuk mencari titik lokasi di mana hayat berada, Kalina berusaha untuk menghubungi seseorang melalui handphonenya, cukup lama hingga akhirnya panggilannya terhubung juga.


"Berikan aku titik lokasi ja-lang itu," ucap Kalina kemudian.


Dia mendengarkan jawaban dari seberang sana, hingga akhirnya seulas senyuman mengembang di balik bibirnya.


Kalina menutup panggilan dengan cepat dan dia bergerak menuju ke arah sisi Utara.


******


Hayat dan tuan All zigra terlihat terus bergerak mencoba mencari jalan keluar disana, cukup lama hingga akhirnya mereka menemukan sebuah pintu keluar dari sana, Hayat berusaha untuk menghentikan langkah kakinya, dia pikir sesuatu mengalir di bawah sana.


"Ada apa?," tuan All zigra terlihat mengerutkan keningnya, dia menatap kearah Hayat dengan jutaan kekhawatiran.


"Aku hanya lelah, dad,"


Hayat mengembangkan senyumannya, dia menatap wajah tua yang ada dihadapannya dengan tatapan berkaca-kaca.


"Apa Daddy memaafkan ku?," sebaris tanya konyol meluncur di balik bibir nya yang mulai memucat.


"Kamu terlihat pucat, Hayat!,"


"Dad?,"


"Hayat,"


Alih-alih menjawab tuan All zigra mencoba menggenggam kedua belah pipi menantu nya.


"Jangan membuat daddy takut, apakah sesuatu yang buruk terjadi sebelum daddy tiba?,"


Hayat terlihat menggelengkan kepalanya, dia masih menatap wajah tua tersebut kemudian kembali melesatkan tanya.


"Jika kita keluar dengan selamat, apakah daddy akan merestui pernikahan kami?," dia bertanya dalam jutaan pengharapan.


Tuan All zigra terlihat diam sejenak, menatap wajah Hayat yang pucat pasi.


"Tentu saja,"

__ADS_1


"Itu bagus," Hayat terlihat berusaha tersenyum kembali.


"Aku hanya mampu berjalan sampai pintu, daddy pergilah mencari pertolongan dan kendaraan, aku pikir aku tidak sanggup berjalan lebih jauh lagi," dia memaksakan diri berjalan, berpikir hanya beberapa meter saja hingga pintu tercapai.


Tuan All zigra terlihat gusar melihat keadaan Hayat, dia tidak pernah berpikir jika perempuan itu menyembunyikan sesuatu dari nya.


"Daddy pergilah," Hayat berhenti di ujung pintu, mendorong ayah mertuanya agar bergerak pergi dari sana.


"Daddy akan menggendong mu," mana mungkin dia meninggalkan Hayat, dia pikir menggendong nya mungkin pilihan yang tepat.


"Daddy mungkin tidak sekuat Ahem," Hayat tertawa kecil, bicara seperti itu sambil menahan ringisannya.


"Aku akan berlindung di tempat yang aman, aku akan keluar begitu melihat Daddy membawa kendaraan, aku tidak sanggup berlari lebih jauh lagi," Hayat mencoba kembali mendorong tubuh tuan All zigra, berharap laki-laki tersebut mencari bala bantuan dan kendaraan.


Hayat pikir bagian celana nya mulai basah, dia yakin tidak lama lagi akan merembes keluar dan ayah mertuanya akan melihat nya.


Tuan All zigra terlihat ragu, dia terlihat bingung untuk mengambil keputusan.


"Aku baik-baik saja, dad " Hayat masih mengembangkan senyumannya, berusaha untuk berkata dia baik-baik saja ditengah keadaan yang jelas sangat tidak bisa dikendalikan.


Pada akhirnya tuan All zigra berusaha memberikan senjatanya pada Hayat, dia kemudian berkata.


"Bersembunyi lah di sana, daddy akan kembali dengan cepat." ucap laki-laki tersebut kemudian, mencoba menyembunyikan Hayat dibalik tumpukan kardus yang meninggi di sisi kiri mereka.


Hayat patuh, menggenggam pistol yang diberikan ayah mertuanya.


"Tidak lama, ini tidak akan lama." ucap laki-laki tersebut kemudian.


Dia bergerak, mencoba bertahan dan tenang, sudah tua tenaganya bukan seperti dia saat masih muda, benar kata Hayat, dia mungkin tidak akan sanggup menggendong menantu nya lebih jauh ditengah kondisi tubuhnya yang tidak juga baik-baik saja.


Laki-laki tersebut bergerak menjauh, meninggalkan Hayat dalam jutaan keraguan dan kekhawatiran.


Disisi berbeda Kalina bergerak dengan cepat, dia membulatkan bola matanya saat menyadari siapa yang dilihatnya di ujung sana.


Tuan All zigra seketika mematung menyadari kehadiran Kalina, dia menatap tajam kearah perempuan tersebut.


"Kau ...,"


Alberto mengikuti langkah Kalina, sama terkejutnya saat melihat sosok di ujung sana, tiba-tiba saja hal tidak terduga terjadi, laki-laki tersebut menaikkan ujung pistol nya ke arah depan sambil menaikkan ujung bibirnya.


"Mati kau, All zigra."


Hayat yang menyadari apa yang terjadi jelas saja terkejut, dia tahu dua orang tersebut belum menyadari keberadaan nya, Hayat berlarian dengan cepat kearah tuan All zigra diikuti gerakan jemari tangan Alberto yang menarik pelatuk pistol nya.


Semua terjadi begitu cepat, bagaikan kilatan petir yang menyambar begitu saja.


Disisi lain.


Doorrrrrr.


Dan sebuah letusan terdengar memecah keheningan, membuat Àhem yang berlarian seketika tercekat, dia menatap kearah sisi kanan nya, mencoba untuk menajamkan pendengarannya dengan baik dan benar.

__ADS_1


******


Catatan \= Beberapa part menuju ending, mungkin kita butuh banyak tisu disini nanti Mak.


__ADS_2