Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Kekhawatiran Ahem


__ADS_3

Mansion utama Ahem dan Hayat.


Ahem melangkah kan kakinya masuk ke dalam kediaman mereka, mengendurkan dasinya secara perlahan sembari terus bergerak masuk ke dalam kediamannya menuju ke arah ruang tengah. Laki-laki tersebut terlihat mengerutkan keningnya karena dia sama sekali tidak melihat istrinya menyambut dirinya pulang. Biasanya perempuan tersebut selalu berlarian menyambut nya kedepan, tidak mengizinkan pelayan yang menyambut nya. Tapi kenapa malam ini dia pikir istrinya tidak melakukan nya?.


"Bi, dimana istri ku?," Laki-laki tersebut bertanya sembari melepaskan jas nya, menyerahkan pada sang pelayan sambil mencoba bola mata nya mencari sosok Istrinya.


Sang bibi yang ditanya seketika langsung menatap kearah tuan nya, bicara dengan perasaan khawatir.


"Nona pergi keluar menemui tuan All zigra," dan wanita tersebut bicara dengan cepat.


Mendengar apa yang diucapkan oleh sang pelayan membuat Ahem seketika terkejut setengah mati.

__ADS_1


"Apa?," tanya Ahem dengan cepat sembari membulatkan bola matanya, jelas saja laki-laki tersebut terkejut sama dengan apa yang diucapkan oleh bibi pelayan dihadapan nya.


"Menemui daddy?," keningnya berkerut, tidak percaya istrinya menemui daddy tanpa bicara dengan yang lebih dulu.


"Sejak kapan?," kembali dia bertanya.


"Sore nona pergi, seharusnya nona sudah pulang sebab nona menghubungiku sebelumnya dan berkata nona sudah di jalan menuju ke arah jalan pulang, tapi bibi bingung kenapa nona tidak kunjung kembali sejak tadi dan bahkan handphonenya sama sekali tidak aktif." wanita tersebut bicara dengan penuh kecemasan, menggenggam jas yang diberikan Ahem kepada dirinya, wajahnya menampilkan satu sisi kebingungan dan juga ketakutan.


Persis seperti apa yang diucapkan oleh sang pelayan, handphone istrinya sama sekali tidak aktif, berada di luar jangkauan dan tidak bisa dihubungi sama sekali. Dia masih berusaha untuk menghubungi siapa tahu handphone istrinya hanya kehilangan sinyal untuk beberapa waktu, nyatanya berkali-kali dia mencoba menghubunginya, handphone Hayat benar-benar tidak aktif.


"Kapan terakhir kali Hayat menghubungi bibi?," dia mencoba mencari tahu.

__ADS_1


"Lewat 1 jam yang lalu tuan," jawab pelayan tersebut pelan.


Ahem langsung menatap kearah jam dinding, dia lembur malam ini, sama sekali tidak berpikir untuk menghubungi Hayat setelah menyelesaikan pekerjaan nya, tapi dia sempat memberitahukan istrinya jika dia lembur sore tadi. Ini bukan soal siapa yang di temui Hayat, jelas saja dia senang mendengar istrinya menemui daddy nya tapi jika sudah lewat tengah malam belum juga kembali ke kediaman jelas saja dia khawatir setengah mati.


Ahem pada akhirnya menghentikan panggilan nya pada Hayat karena tahu sia-sia, sama sekali tidak tersambung pada istrinya, kali ini dia memilih untuk mencoba menghubungi daddy nya dingin sekali dan ingin tahu apakah Hayat masih bersama laki-laki paruh baya lebih tersebut.


Cukup lama laki-laki itu mencoba untuk menghubungi daddy nya, namun sayangnya tidak kunjung terdengar jawaban di ujung sana. Hal tersebut membuat Ahem cukup khawatir, dia daddy nya. hingga pada akhirnya setelah perjuangan panjangnya tiba-tiba panggilannya tersambung dan terdengar jawaban di seberang sana.


"Dad, apa kamu disana?," tanya Ahem cepat.


"Katakan pada ku, apakah Hayat masih bersama daddy?," Lanjut nya lagi kemudian.

__ADS_1


__ADS_2