Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Sejuta khawatir


__ADS_3

Disisi lain.


Mansion utama Ahem dan Hayat,


Kamar tidur utama.


Hayat terlihat gelisah, menggenggam handphonenya dan meletakkannya di samping telinganya sejak tadi, dia mencoba menghubungi seseorang di seberang sana namun sayangnya beberapa kali dia mencoba untuk menghubungi seseorang tersebut panggilannya sama sekali tidak diangkat.


Perempuan tersebut terlihat menggigit bibir bawahnya untuk beberapa waktu gimana dia pada akhirnya memilih untuk bergerak menuju ke arah teras kamar yang ada di sisi kirinya. Dia sedang berusaha untuk menghubungi kakak laki-lakinya beberapa waktu, tapi nyatanya laki-laki tersebut sama sekali belum mengangkat panggilannya.


Dia pikir apakah mungkin laki-laki itu cukup sibuk dengan keadaan hingga mengabaikan panggilan nya . Setelah beberapa waktu mencoba menghubungi kakaknya namun nyatanya tidak diangkat sama sekali pada akhirnya Queen W menyerah, dia mematikan panggilannya dengan cepat. Setelah itu gadis tersebut berusaha untuk menghubungi orang lain di seberang sana.


Cukup lama dia melakukan hal tersebut sembari mencoba untuk duduk di atas sebuah kursi di teras kamar di mana dia berada saat ini.


"Come angkat lah." Perempuan tersebut bicara sedikit bergumam, masih berusaha untuk menunggu jawaban di ujung sana.


hingga pada akhirnya tiba-tiba saja panggilannya tersambung.

__ADS_1


"Halo, mom?." Dia bicara dengan cepat tanpa harus mengulur waktu.


bisa dia dengar sahutan di seberang sana yang bertanya dengannya dalam keadaan cukup khawatir.


"Apa mommy baik-baik saja?." Dan Hayat mencoba untuk membuka pembicaraan secara perlahan.


dia tidak ingin memulai pembicaraan di antara mereka saat ini soal apa yang terjadi pada perusahaan namun yang jelas, dia sedang berusaha untuk mempertanyakan beberapa hal yang masuk akal yang tidak membuat mommy nya terkejut dengan keadaan.


"Apa mommy baik-baik saja?" itu adalah pertanyaan pertama yang dia lesatkan kepada wanita yang ada di seberang sana.


"Apa daddy baik-baik saja?." kembali dia bertanya kepada sang mommy nya tersebut.


jawaban di sebelah sana cukup memuaskan dirimu di mana wanita tersebut berkata jika semua orang di rumah baik-baik saja termasuk daddy nya. Nyonya Bii berkata agar Hayat tidak usah terlalu khawatir dan gelisah karena semua orang baik-baik saja dan keadaan tuan Zuu juga sangat baik sekali jadian tempo hari di mana dia terpaksa dirawat di rumah sakit. Saat ini daddy nya tidak bisa kembalikan diri ke perusahaan untuk mengecek keadaan.


"aku senang mendengarnya, mom." ucap hayat dengan cepat ke arah mommy nya dari balik handphonenya tersebut.


obrolan demi obrolan terus berlanjut hingga pada akhirnya Hayat berkata.

__ADS_1


"aku mencoba menghubungi kakak tapi kakak sama sekali tidak menjawab panggilan ku.". ucapnya dengan cepat.


"mungkin kakak kamu tengah sibuk, kamu bisa menghubungi nya setelah ini, sayang." Jawab mommy nya pelan.


"He em." Ucap Hayat pelan.


"Aku aku coba untuk kembali menghubungi kakak setelah ini." Lanjut Hayat lagi.


kemudian sejenakkan yang terjadi di antara mereka, tidak ada percakapan yang terjadi untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya nyonya Bii berkata.


"Katakan pada mommy sayang." Ucap wanita tersebut pelan.


"apa ada hal yang ingin kamu katakan pada mommy, sayang?." Tanya wanita tersebut kemudian.


Cukup lama Hayat mencoba untuk menjawab nya, hingga pada akhirnya Hayat berkata.


"Mom, aku-,"

__ADS_1


__ADS_2