
Brakkkkkkk.
Suara pintu terdengar di buka dengan paksa, membuat Hayat seketika membeku saat silaunya cahaya lampu menyeruak masuk kedalam lemari dimana dia berada.
Lampu ruangan tersebut menembus langsung ke bagian celah persembunyian nya, membuat Hayat mematung untuk beberapa waktu, dia mengintip dan melihat laki-laki suram tersebut berdiri tepat dihadapannya. Wajah laki-laki itu menampilkan ekspresi yang sangat mengerikan, menyeringai menatap lurus kearah nya namun belum menyadari jika didalam sana ada Hayat.
Laki-laki tersebut terlihat mengendus sesuatu, bisa mencium dengan jelas aroma berbeda didalam sana.
"Disini kau rupanya baby?,"
Srakkkkkk.
Laki-laki tersebut menyingkap dan menggeser barisan pakaian yang tergantikan di hadapan Hayat dan seketika pandangan mereka beradu antara satu dengan yang lainnya.
Laki-laki tersebut menyeringai, didetik berikutnya laki-laki itu langsung meraih tubuh Hayat dan menyeret nya keluar dengan cara yang begitu kasar.
"Akhirnya aku menemukan mu, baby," ucap laki-laki tersebut dengan tawa yang menggema memenuhi ruangan.
__ADS_1
Hayat cukup panik saat tangan nya ditarik paksa untuk keluar dari sana, tubuhnya diseret dengan sedikit kasar. Ini bukan soal dirinya tapi soal kandungan di perut nya.
"Lepaskan aku brengsek," dia berusaha melindungi diri nya dan perutnya, mencoba mencari cara untuk lepas dari cengkraman laki-laki tersebut.
Alih-alih mampu melepaskan diri laki-laki tersebut semakin erat mencengkeram dirinya, menyeretnya dan menghempaskan nya ke lantai.
Brakkkkkkk.
"Akhhhhh," Hayat terkejut saat tubuh nya di hempaskan ke lantai, dia terduduk dan terhenyak, merasa perutnya tidak baik-baik saja.
Laki-laki tersebut tiba-tiba menjambak rambut nya dengan kasar, membuat Hayat langsung mendongakkan kepala ke atas, rasa silau atas cahaya lampu diatas sana membuat Hayat memicingkan bola matanya.
"Bercinta dengan perempuan hamil juga bukan hal yang buruk, mampu menambah indahnya permainan malam ini," lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Apa? no.
Hayat jelàs saja tidak rela, dia paham apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut, laki-laki itu ingin memperkosanya karena itu hanya harus bergerak cepat untuk menyelamatkan dirinya dan juga bayi di dalam perutnya. tanpa berpikir dua tiga kali perempuan terserah secepat kilat langsung memelintir tangan kiri laki-laki tersebut. Laki-laki itu lengah, melepaskan jembatannya dan hayat secepat kilat langsung menggigit tangan kiri laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Akhhh brengsek-," laki-laki itu meringis dan mengumpat.
Hayat secepat kilat langsung berlarian mencoba untuk melindungi dirinya dan kabur dari laki-laki tersebut, mencoba melangkah keluar dari ruangan tersebut, nyatanya belum sempat dia menggapai pintu tiba-tiba saja tubuh nya kembali di tangkap oleh oleh laki-laki tersebut.
Hayat jelas saja terkejut, laki-laki tersebut meraih pinggang nya dan menarik dirinya kembali masuk kedalam dan,
Brakkkkkkk.
Seketika Hayat terdiam, dia meringis dan langsung terjatuh saat tubuhnya terhempas ke arah depan, menabrak sebuah meja dihadapan nya. Rasa sakit menghantam perut nya.
"Ahem-," dia terjatuh sembari menyebut nama Ahem, menegang perut nya secara perlahan dalam posisi tengkurap.
"Kau benar-benar ingin cari mati," laki-laki itu menggoceh, terlihat kesal dan kali ini mencoba menarik tubuh Hayat kebelakang tapi,
Buggggggg.
Brakkkkkkk.
__ADS_1
"Oh shi-t,"
Bisa dia dengar laki-laki tersebut mengumpat dibelakang, dia tidak sanggup melihat kebelakang karena Hayat pikir sesuatu yang buruk seperti nya terjadi pada perutnya saat ini.