Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Kegelisahan yang dipendam selama puluhan tahun


__ADS_3

"Tidak banyak tahu, tapi beberapa orang membuka cerita dari keluarga Azzura dimasa lalu." Grandma Hessa menjawab dengan cepat dan pertanyaan Ahem dan Hayat.


"Ini adalah PR panjang kalian, aku yakin jika kalian bisa membuka kisah masa lalu kembali dan menyambung benang merah yang terputus, pasti masih banyak kisah yang belum tuntas di kekuarga Azzura dan Hurairah," dan tiba-tiba saja pembicaraan mereka menjadi sangat serius saat ini.


"Kalian ingin tahu sesuatu yang mengganjal hati ku selama puluhan tahun ini?," wanita tersebut menatap kearah Ahem dan Hayat secara bergantian.


"Ini tentang kematian Aish dan Abraham ayah Ibra jiga Ibrahim paman Ibra." lanjut wanita tersebut lagi kemudian.


Bayangkan saat grandma Hessa berkata begitu tidak tahu kenapa tapi suasana menjadi sangat serius seolah-olah ada musik-musik misterius yang muncul di atas kepala masing-masing orang selain ini ditambah suasana seketika menjadi sedikit mencem di dalam rumah besar tersebut.


Ahem dan Hayat jelas saja mengernyitkan dahi mereka mendengarkan wanita dari keluarga Hillatop tersebut bicara, tidak tahu kenapa jantung mereka tiba-tiba terasa tidak baik-baik saja mendengar apa yang diucapkan oleh grandma Hessa. Aura penuh keseriusan benar-benar terjadi di antara mereka saat ini.


"Apa itu, grandma?." Ahem bertanya pelan, sejujurnya dia cukup tidak sabaran ingin tahu apa yang akan diucapkan oleh wanita tersebut tapi dia berusaha untuk menetralisir detak jantung dan ketidak sabaran nya saat ini.


"puluhan tahun aku menyimpannya seorang diri karena aku tidak ingin ada perpecahan lagi di dalam keluarga, tapi semakin kemari aku melihat semakin besar kejanggalan yang terjadi." Lanjut wanita tersebut lagi kemudian.


Ahem dan Hayat jelas langsung menatap serius ke arah grandma Hessa.

__ADS_1


"Katakan, grandma." Ucap Hayat agak tidak sabaran.


Belum sempat wanita tersebut menjawab, seorang pelayan masuk membawa nampan berisi minuman disusul makanan cemilan lainnya, mereka menghentikan obrolan serius mereka sejenak dan grandma Hessa langsung mengalihkan pembicaraan.


"Jadi kalian sudah datang ke rumah untie Shaikha dan uncle Ibra kalian?." Pandai wanita tersebut mengalihkan pembicaraan.


Mungkin karena itu pembicaraan yang sangat serius dan tidak bisa sembarang didengar orang, wanita itu memilih mengalihkan nya. Bagi nyonya Hessa tidak sembarang orang yang boleh masuk ke rana itu dalam keluarga mereka.


Ahem terlihat diam, Hayat menggelengkan kepalanya secara perlahan.


"Pergilah kerumah mereka untuk mendapatkan restu." perintah grandma Hessa dengan cepat.


Mendengar hal itu membuat Hayat mengangguk kan kepala nya dengan cepat, itu yang mereka rencanakan setelah ini


Setelah para pelayan selesai meletakkan minuman dan berbagai macam cemilan di atas meja dua orang tersebut bergegas pergi dari sana meninggalkan ketiga orang itu.


Mereka masih sempat mengobrol sejenak masih mengalihkan pembicaraan, grandma Hessa menanyakan beberapa hal dan dijawab oleh Hayat atau Ahem secara bergantian. Hingga akhirnya kembali obrolan serius terjadi di antara mereka.

__ADS_1


"Jadi-," dan kini grandma Hessa kembali bicara pada mode serius.


"Kembali pada topik awal tadi."


Kali ini mereka kembali bicara serius.


"Ini tentang Abraham daddy Ibra dan saudara laki-laki nya Ibrahim." Grandma Hessa bicara dengan cepat dalam intonasi suara rendah yang sangat serius.


"Kematian Aish dimasa lalu semua orang tahu ada hubungannya dengan daddy Ibra, tapi laki-laki itu pasti berada di bawah pengaruh Ibrahim adik bungsunya."


Dan kalimat terakhir grandma Hessa cukup membuat Ahem dan Hayat mengernyitkan dahinya.


"Ya?."


"Kenapa?."


Tanya kedua orang tersebut secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2