Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Pagi yang manis


__ADS_3

Beberapa bulan setelah kejadian Ayana dan Gao,


Musibah besar tanpa henti,


Mansion utama Ahem dan Hayat.


Setelah kejadian mengerikan yang menimpa Ayana dan Gao, semua keluarga jelas berduka cita, itu adalah musibah besar yang sangat menyakitkan banyak orang.


Ahem dan Hayat terpaksa menunda penyelidikan soal kasus Keluarga Hurairah bahkan mencoba untuk tidak egois membuka kasus lama tentang permusuhan dua keluarga Hillatop dan Azzurra. mereka memilih untuk lebih tenang dan tidak bergerak secara terburu-buru, yang penting saat ini adalah membuat keluarga Hillatop melupakan sedikit lebih dulu luka yang disimpan dan dirasakan oleh semua orang.


Hayat terlihat menyiapkan pakaian suaminya, menunggu laki-laki tersebut keluar dari kamar mandi dan membiarkan suaminya untuk bekerja. Perempuan tersebut pikir dia akan pergi menemui Ayana untuk menjenguk sahabat baiknya tersebut. Mungkin dia bisa melihat Freya juga atas kehamilan nya yang mulai membesar. Mungkin mereka bisa berbagi tips kehamilan untuk beberapa waktu bersama.


Sejak jadi istri, Hayat jelas lebih sering di rumah, dia jarang keluar karena memang dia pikir kehamilan membuat nya enggan untuk kemana-mana, dirumah jauh lebih menyenangkan daripada menghabiskan waktu diluar sana.

__ADS_1


Setelah menyiapkan semua keperluan suaminya, perempuan itu kini bersiap untuk turun ke lantai bawah, menyiapkan teh hangat atau kopi panas untuk sang suami. Tapi belum keinginannya dan rencana nya terealisasi Ahem sudah keluar dari kamar mandi dan bergerak mendekatinya, tiba-tiba saja laki-laki tersebut menyentuh lembut pinggang nya, memeluknya dan kemudian laki-laki tersebut membiarkan tangan nya mengelus lembut perut nya.


"Mau kemana?." Bisik laki-laki tersebut pelan.


Hayat terlihat mengulum senyuman nya, dia menyentuh lembut punggung tangan Ahem yang mengelus lembut perut nya.


"Tentu saja kebawah, membuat sarapan untuk kita, Sunshine," Hayat menjawab sambil mengulum senyuman nya.


"Kenapa?, pagi-pagi jadi begitu manja?," Hayat kembali bertanya, cukup penasaran akan tingkah suaminya.


"Akhhh Sunshine.". Perempuan tersebut seketika terkejut, memejamkan bola matanya secara refleks atas perlakuan suaminya.


Sensasi dingin menjalar karena Ahem baru menyelesaikan sesi mandinya, di sertai sensasi hangat dan juga membuat dia meremang dibuat nya.

__ADS_1


"Kamu harus pergi ke perusahaan Sunshine, ini mungkin akan terlambat." Dia melirik kearah jam di dinding, memastikan waktu yang dimiliki suaminya tidak terlalu banyak.


"Pekerjaan ini tidak memakan waktu yang banyak, 30 menit itu jauh lebih dari cukup." Kembali Ahem berbisik, menyusupkan telapak tangan nya kedalam pakaian istrinya.


Seketika Hayat terkekeh, dia menahan telapak tangan suaminya agar tidak masuk kedalam.


"Sunshine." Wajah nya merona merah, setiap kali di goda dia mulai merasa malu, sejak hamil Ahem yang lebih agresif sedangkan dia terlihat sedikit malu-malu kucing, mungkin ini nama nya bawaan ibu hamil, mereka pasti punya bawaan masing-masing.


"Sayang ini terlambat." Hayat berusaha terus mengingatkan suaminya.


"Hanya sebentar." Laki-laki tersebut kembali berbisik, kali ini dia membalikkan tubuh istrinya secara perlahan, tanpa aba-aba begitu Hayat berbalik laki-laki tersebut menyambar bibir istrinya dengan cepat.


Memberikan ciuman panas di pagi yang dingin, dan dengan nakal membawa istrinya dalam petualangan indah sejenak.

__ADS_1


Hayat cukup terkejut atas ciuman yang dipersembahkan suaminya, laki-laki tersebut benar-benar ingin membawa nya berpetualang dalam pagi panas yang nakal.


__ADS_2