
Bayangkan bagaimana perasaan wanita tersebut saat ini ketika dia mendengar putra keponakan kesayangan nya berkata dia menikahi putri dari musuh bebuyutan turun temurun kekuarga Hillatop.
"All zigra mungkin akan membunuh kalian, Ahem." Spontan dia mengeluarkan kata-katanya ke arah cucu nya tersebut.
"Kau tahu bagaimana ayah mu bukan?, kau tahu saat dia marah dan tidak memberikan toleransi pada siapapun yang tidak dia inginkan?." Wanita tersebut jelas agak panik, jantung nya saat ini terasa tidak baik-baik saja, dia menatap kearah Ahem dengan pandangan tidak percaya.
"Daddy sudah tahu, grandma." Ahem menjawab pelan.
Hayat mengencangkan pegangan pada genggaman Ahem di telapak tangannya, ada rasa takut jika grandma Hessa tidak menyukainya, akan memaki nya dan memarahi nya atau bahkan mengusir nya saat ini juga.
Pikiran buruk menghantam dirinya.
"Oh ya ampun, lalu apa kata laki-laki keras kepala itu?." Tiba-tiba ekspresi wajah wanita tersebut berubah.
"Awalnya sangat sulit, tapi beberapa hari yang lalu daddy berkata, dia mungkin akan memberikan restu jika semua keluarga Hillatop sudah memberikan restu." Lanjut Ahem lagi.
Oke, nyonya Hessa sudah dapat menyimpulkan apa yang dimaksud oleh cucunya tersebut, kedatangan Ahem ke kediaman nya sudah cukup jelas untuk apa.
Dia melirik kearah perempuan yang berada di samping cucu nya tersebut, memilih untuk berkata.
"Siapa nama kamu?." Dan dia melayangkan tanya pada istri Ahem dengan cepat.
Hayat terlihat langsung benarkah dalam bola mata grandma Ahem, dengan ragu-ragu dia menjawab.
"Hayat, grandma." Jawab Hayat pelan.
"Kemarilah." Pada akhirnya wanita tersebut bicara cepat, menepuk-nepuk kursi nya, meminta Hayat duduk tepat disampingnya.
Hayat menoleh kearah Ahem, dia menunggu jawaban dari laki-laki tersebut.
Ahem terlihat menganggukkan kepalanya dengan cepat, melebarkan senyumannya dan melepaskan genggaman tangan mereka.
"Pergilah." Ucap Ahem pelan.
Hayat pada akhirnya patuh, bergerak dari posisi nya mendekati grandma Hessa, wanita tersebut menatap Hayat yang bergerak sedikit takut-takut kearah dirinya.
"Duduklah kemari." Ucap wanita tersebut lagi kemudian.
Hayat pada akhirnya secara perlahan mendudukkan dirinya tepat di samping wanita tersebut, mereka duduk berhadapan antara satu dengan yang lainnya di mana grandma Hessa menatap dalam bola mata, menelisik wajah Hayat untuk beberapa waktu.
"Dia memang cukup mirip dengan ibunya." Nyonya Hessa mencoba untuk mengingat-ingat wajah Bii, ada beberapa bagian yang cukup mirip dengan wanita tersebut saat dia melihat kearah Hayat.
"Sudah lama sekali tidak melihat dia, Nadya bilang mereka sering bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan All zigra dan Zuu, tidak menyangka pada akhirnya candaan Nadya soal ingin menjodohkan kalian benar-benar terjadi." Lanjut wanita tersebut lagi kemudian.
Mendengar ucapan grandma nya, sejenak membuat Ahem dan Hayat mengernyitkan kening mereka.
"Dua wanita itu selalu melangkah di luar ekspektasi orang-orang secara diam-diam."
******
Mau kisah All zigra dan Nadya untuk pendatang baru???.
Ini diriku pemula banget pas bikin cerita All zigra dan Nadya Mak, jadi jangan di bully yah🤧🤧🤭🤭, masih acakadul lah istilah nya.
Ada rencana mau bikin ulang dengan season lebih panjang dan jelas, dari awal benar-benar dibuat semenarik mungkin ga kek yang ini yang isi nya dikit-dikit dan banyak yang ngambang agar tidak bingung, tapi mau lihat komentar dulu apakah banyak yang tertarik baru mikir dibuatkan kisah baru mereka.
Cari di Ntun dengan ju_dul
...GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA...
Ingat Mak All dan Nadya ya bukan Gao dan Ayana.
*******
Nadya muda mulai kesal menunggu sahabat nya Anna karena sejak tadi dipesta pernikahan Rara & dilan sahabat mereka Anna terus saja menghilang kesana kemari tanpa tujuan yang jelas. Dia pikir gadis tersebut pasti terlalu rempong melirik para laki-laki bening karena gadis tersebut tidak lama lagi akan menikah juga, atau mungkin terlalu sibuk mencari makanan enak di sekeliling gedung pesta.
"Na Kau pulang lebih dulu yah"
Pada akhirnya Nadya bicara lewat handphone nya dengan Anna,dia fikir menunggu merupakan pekerjaan paling menyebalkan dalam seumur hidupnya ditambah lagi hari ini dia benar-benar begitu lelah mondar-mandir dengan segudang urusannya.
tanpa menunggu sahutan dari ujung telepon,Nadya langsung mematikan handphone nya. Sebelumnya dia sudah pamit dengan dilan dan rara untungnya sahabat baiknya itu begitu pengertian atas rasa lelah yang dia derita selama 1minggu lebih ini.
Nadya berjalan keluar dari ruang gedung pernikahan,dia bergerak ke arah dimana gadis itu fikir sebaiknya dia mencari udara segar terlebih dahulu baru kembali ke kamar hotel mereka.
Nadya menghela nafasnya, jika tahu Anna bakal mengabaikan nya mending dia menitipkan amplop nya saja tadi tapi hahahaha dan bisa dipastikan bagaimana amarah Rara dan dilan jika dia melakukan nya.
Sejenak dia menghentikan langkahnya, menatap tumit kakinya yang mulai sedikit lecet mungkin karena tidak terbiasa menggunakan Hells tinggi dan lebih nyaman menggunakan sepatu kets hingga melukai kakinya sendiri malam ini.
Pada akhirnya dia melepaskan Hells cantik berwarna merah miliknya itu, sambil menunggu pintu lift terbuka,Nadya menghela pelan nafasnya.dia fikir satu persatu teman-temannya sudah menikah semua bahkan Anna pun kalau tidak ada halangan bakal menikah juga bulan depan.
Undangan dan persiapan lainnya sudah disiapkan semua dari jauh-jauh waktu dan dia pun ikut terlibat menyiapkan semuanya.
tringgg.
Saat pintu lift terbuka seketika bola mata Nadya membulat, tampak satu sosok tampan dihadapan nya yang tengah sibuk menghubungi seseorang dari ponselnya.dia pikir laki-laki dihadapan nya ini terbuat dari apa? terpahat begitu sempurnah.
"alamakkkk"
Nadya membatin.
__ADS_1
Dia patut senang hati Sebab bisa satu lift dengan manusia berwajah kan dewa ini,dengan cepat gadis tersebut langsung masuk ke dalam lift tersebut dan buru-buru memencet lantai dasar menuju kearah gedung paling bawah.
Nadya melirik sejenak laki-laki tersebut, dimana bisa dia lihat laki-laki itu sama sekali tidak mempedulikan dirinya.
"hmm"
Nadya menarik nafasnya pelan.
"Yah memang nya aku punya pesona apa sampai harus membuat laki-laki disamping ku itu melirik ke arah ku?"
Nadya mulai mengomel dalam hati.
pada akhirnya dia bersandar kesamping sambil memukul-mukul hells nya ke dinding lift, laki-laki yang ada disampingnya mematikan ponselnya kemudian tampak melirik nadya, dia mengerutkan keningnya dimana laki-laki tersebut tampak memperhatikan Nadya dari ujung kaki hingga kepala,dia fikir ada type gadis yang dengan cueknya nyeker di hotel bintang lima?!.
"Eh?"
Laki-laki tersebut berguman.
Tiba-tiba dia mengerutkan dahinya,dia fikir sudah melihat gadis ini 2 kali hari ini.
Nadya tampak tidak peduli,terus mengetuk Hells nya ke dinding lift, sedetik kemudian ponsel gadis tersebut berdering.
"Hmmm aku sudah mau keluar"
Gadis tersebut mengangkat panggilan nya, itu dilan.
"Sangat aneh pengantin baru menghubungi ku di akhir acara? awas jika istri kamu cemburu"
Nadya bicara sambil terkekeh, menggoda dilan diseberang sana.
"smSialan lu nad"
Terdengar sahutan seorang perempuan di balik handphone nya
"apa aku bilang? istrimu ngamuk"
Nadya kembali terkekeh diikuti kekehan di seberang sana.
"kamu dimana? apa langsung kembali ke kamar?"
Rara bertanya cepat
"Tidak,aku turun sebentar untuk mencari udara segar.m, cukup lelah Ra karena seharian berkutat dengan pekerjaan"
Gadis tersebut menjawab mantap.
"kamu turun pake lift?"
Kala itu Rara kembali bertanya.
Nadya kembali terkekeh.
"Aku serius nad, ada Andre, dia barusan menghubungi ku berkata jika dia ada di lantai dibawah bawah"
Rara bicara cepat dari seberang sana.
Nadya melotot kaget
"hah? serius?"
Dia jadi terkejut, buru-buru maju ke depan pintu lift untuk memencet sembarangan tombol,yang penting tidak turun ke lantai pertama.
"Mati aku,kamu serius? tidak sedang mengerjai aku kan Ra? kamu serius dilan?"
seketika gadis tersebut terlihat begitu panik.
"serius"
dilan menjawab cepat
Tanpa basa-basi Nadya langsung menutup panggilannya.
Laki-laki yang sekarang berdiri di belakang Nadya tampak mengerutkan dahinya,dia bukan hanya terganggu dengan gerakan gadis itu tapi juga terganggu dengan pakaian gadis itu.punggung gadis itu berada tepat didepan nya,dan tampak begitu terbuka, memperlihatkan warna putih bersih punggungnya dan juga karena rambutnya terikat ke atas ala Korea membuat leher jenjang gadis itu tampak jelas dihadapannya.
"Ya Tuhan"
Nadya terus memencet tombol lift secara sembarangan, tapi ternyata dia gagal,apa yang ditakutkan pada akhirnya terjadi juga,saat pintu lift terbuka dia melihat sosok laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya dulu baik dalam suka maupun suka hingga akhirnya berujung pengkhianatan bersama sahabat baiknya sendiri sudah berdiri tepat dihadapan nya
"Nadya?"
Laki-laki yang ada dihadapannya nya bicara pelan,dia tidak menyangka bakal bertemu mantan kekasihnya disini.
Hah?!.
Nadya membeku, gadis tersebut segera berbalik karena malas memandangi wajah laki-laki itu,tapi ketika berbalik dia malah melihat wajah laki-laki dalam balutan rupawan dewa yuny tadi yang ada disampingnya.
karena dalam keadaan terdesak pada akhirnya dia terpaksa berkata.
"tuan,bisakah anda membantu ku? pleasee "
dia bicara setengah berbisik sambil mengangkat kedua telapak tangannya dengan memohon
__ADS_1
Laki-laki tersebut menampakkan wajah dingin nya bagaikan patung dewa, tidak bergiming beberapa saat seakan mencoba mencerna kata-kata gadis yang ada dihadapannya itu.
"Nad, nad mari bicara, aku tahu itu kamu, mari bicara sebentar"
laki-laki dibelakang nya Bicara cepat, menyadari jika itu Nadya
Dia mencoba menarik lengan Nadya cepat hingga membuat tubuh Nadya spontan berbalik,Nadya jijik jika laki itu menyentuh tubuhnya.karena itu membuat nya ingat betapa hinanya laki-laki itu dulu,yg telah mendustai dirinya dan pernah kepergok bercinta dengan sahabatnya sendiri.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan"
Nadya menjawab begitu dingin, dia agak malu karena beberapa tamu yang lalu lalang tampak melirik ke arah mereka
"kamu segampang ini melupakan aku? kamu sudah punya pacar yang baru?"
Nadya tidak bergeming, bingung harus menjawab apa.
"mari mulai semua nya dari awal nad"
Hoekkk
rasanya Nadya ingin muntah mendengar ucapan laki-laki tersebut.
Nadya mulai malas meladeni Andre.
"Diana?"
"aku bisa meninggalkan dia sekarang juga Nadya,aku cuma butuh kamu, kemarin itu ke egoisan ku saja"
"waw"
Nadya merasa kata-kata Andre begitu luar biasa.
"Gila, setelah bercinta dengannya, kemudian kamu boleh mencampakkan dia begitu saja?'
what the hell? dia baru tahu jika dia pernah mencintai laki-laki sebreng.sek ini kemarin.
"Oke aku akui aku salah nad,tapi menjalin hubungan cinta bersama kamu tanpa sek.s sama sekali itu terdengar dan terlihat tabu,semua nya membuat aku gila nad,karena komitmen yang kamu buat membuat aku khilaf saat Diana datang membawa begitu banyak godaan"
"pacaran dengan kamu dengan aturan kolot itu membuat aku setengah mati nad,tapi Oke aku sadar sekarang mari kita menikah saja nad"
Gila
Nadya mendengus.
"Tapi sayang nya aku tidak bercinta dengan laki-laki yang pernah tidur dengan sahabat ku sendiri"
"Nadya"
"Singkirkan tangan kamu dari tubuh ku, ndre"
Nadya kembali berbalik,dia baru sadar jika laki-laki tadi masih tetap berdiri dengan setia di belakangnya.
"Apa kah kamu sudah tidak perawan lagi? laki-laki lain mendahului aku? laki-laki ini?"
Andre kalang kabut,ingin marah dan mengamuk saat itu juga,terus menarik lengan Nadya agar menjauh dari laki-laki tampan blasteran dihadapan nya.
laki-laki itu All Zigra seketika menaikkan sedikit bibirnya.
"Oh god itu bukan urusan mu, kalau aku bilang ini pacar ku itu juga bukan urusan mu"
Nadya menghentakkan lengannya kasar.
"bohong,kamu bahkan tidak pernah mencium ku,jangan membuat kebohongan besar dihadapan ku nad"
Laki-laki tersebut mulai menggila
"Gila, jika apa yang aku bilang benar, kau bersedia melepaskan aku sekarang juga?"
Nadya menarik ujung alisnya.
"Aku tahu betul siapa kamu nad"
Andre tahu gadis dihadapannya itu tidak pandai berbohong,dan dia tahu betul betapa gadis itu menjaga harga dirinya selama ini.
3 tahun waktu yang begitu sabar untuknya bersama Nadya tanpa menyentuh bagian manapun dalam diri gadis itu.
Nadya berbalik,menghadap kembali laki-laki tampan itu, tangannya berada di atas dada,dia bicara nyaris tidak terdengar.
"tuan tolong bantu aku kali ini saja, please...maafkan aku,ini juga sebenarnya ciuman pertama ku"
setelah berkata begitu,dengan cepat Nadya mengalungkan ke dua tangannya di leher laki-laki itu dan dia dalam hitungan detik sambil memejamkan bola matanya dia melesat kan ciuman nya pada laki-laki asing dihadapan nya tersebut tanpa basa-basi.
All Zigra mematung, cukup terkejut,tapi dia sama sekali tidak menghindar ataupun menolak nya.
beberapa tamu tampak terkejut,para pelayan hotel terkejut sambil menutup mulut mereka dengan tangan mereka masing-masing, ezzar sang sekretaris pertama All zigra yang tadi baru keluar dari pintu lift melihat tuannya berdiri di depan seorang gadis cantik berwajah oriental dan laki-laki berencana mendekati tuannya,tapi saat gadis cantik itu dengan tiba-tiba mencium tuannya,ezzar langsung membeku ditempat.
"What?"
Ezzar ternganga.
Nadya fikir laki-laki ini orang asing yang bertamu,setelah dari sini pasti kembali ke negara asalnya,dia lebih baik berurusan dengan orang asing ketimbang berurusan dengan orang dari negeri sendiri,karena ini akan mempersulit keadaaan nya ke depan.
__ADS_1
Andre diam terpaku tanpa suara.
.