
Mansion utama Hillatop,
Ruang keluarga.
"Kita perlu bicara All." Nyonya Nadya bicara dengan suaminya pelan, laki-laki tersebut tengah menikmati kopinya, membaca surat kabar dan terlihat fokus dengan bacaan nya tersebut.
Mendengar ucapan istrinya, tuan All zigra langsung menaikkan kepalanya, dia menanam ke arah wanita yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu, dia terlihat mengernyit kan dahinya dan di detik berikutnya laki-laki tersebut meletakkan surat kabar yang ada ditangan nya.
"Ada apa?," Tuan All zigra bertanya.
Setelah memastikan suaminya telah meletakkan surat kabar di atas meja dan menyesap kopi terakhirnya wanita tersebut pada akhirnya berusaha berganti posisi mendekati suaminya dan duduk tepat di samping All zigra secara perlahan, kemudian dia menatap dalam bola mata suaminya untuk beberapa waktu.
"Benarkah kamu membuat keputusan untuk menjodohkan Ahem dan keponakan tuan Wuu?." Pada akhirnya wanita tersebut menanyakan hal itu, sejak kemarin dia mendengar informasi soal tersebut.
Bayangkan bagaimana perasaan nona Nadya saat mendengar berita soal hal tersebut.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan istrinya, seketika membuat tuan All zigra terdiam, dia menelisik bola mata istrinya untuk beberapa waktu dan berpikir dari mana yang paling cocok untuk memulai semuanya.
"Katakan All, jangan diam saja, apa kamu dan tuan Wuu mengatur perjodohan untuk Ahem?." Nyonya Nadya kembali bertanya.
Dia mencoba untuk menekan akal warasnya saat ini, sangat gusar atas tingkah suaminya yang terlihat tidak baik-baik saja, membuat dia khawatir dengan keadaan.
Tuan All zigra pada akhirnya berkata.
"He em,itu benar," Laki-laki tersebut menjawab pelan, berusaha untuk membuang pandangannya dari istrinya.
Guratan kekecewaan terlihat dengan jelas di balik bola mata dan juga wajah cantik yang mulai menua tersebut saat ini, nyonya Nadya langsung membiarkan telapak tangan kanannya meraih wajah suaminya dan tidak mengizinkan laki-laki tersebut berpaling darinya atau membuang pandangannya.
"Tatap aku dan lihat aku All, tidakkah kau lupa jika putra kita sudah menikah saat ini dengan perempuan yang dicintai." Lagi nyonya Nadya bicara, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat sembari menatap dalam penuh kekecewaan terhadap suaminya tersebut.
"Aku tidak lupa jika dia memiliki seorang istri, Nad." Tuan All Zikra menjawab dengan cepat ucapan istrinya.
__ADS_1
"Tapi bukankah kamu tahu sejak awal aku tidak merestui mereka sama sekali?," laki-laki tersebut kembali melanjutkan ucapannya sembari melesatkan sebuah tanya.
"Aku sejak awal telah meragukan pernikahan mereka jadi aku pikir mereka tidak akan pernah cocok antara satu dengan yang lain karena pada dasarnya hubungan keluarga Hillatop dan Azzurra tidak akan pernah berkembang menjadi baik bagaimanapun caranya." tuan All zigra melanjutkan ucapannya sembari menetap tajam ke arah istrinya.
"Kamu tidak lihat bagaimana dia menipu ku, Nad? mereka jelas-jelas menipu ku dengan mencuri proyek dan menarik tuan Ghazali untuk mengkhianati ku." Lanjut laki-laki itu lagi dengan cepat.
"Tapi itu belum tentu perbuatan dari mereka, bagaimana bisa kamu berpikir buruk seperti itu tanpa menyelidikinya lebih dulu, All." Istrinya terlihat protes, dia tidak setuju atas apa yang dipikirkan oleh suami, ditambah lagi hal yang terjadi pada perusahaan kemarin dia yakin seseorang tengah bermain-main dengan keadaan.
"Ditambah lagi, didalam keluarga Hillatop tidak akan pernah ada perceraian bagaimana bisa kamu memikirkan untuk membiarkan Ahem menikah lagi?."
"Aku tidak meminta mereka bercerai sama sekali, biarkan saja perempuan itu tetap jadi istri yang disembunyikan dari dunia." Dan kali ini jawaban tuan All zigra benar-benar membuat nyonya Nadya terkejut setengah mati.
"Apa?." Bayangkan bagaimana ekspresi wanita tersebut saat ini.
"Kamu bilang apa, All?." wanita tersebut berusaha untuk kembali menajamkan pendengarannya.
__ADS_1