Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Sisi lain All zigra


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxxx,


Dokter psikologi,


Pusat kota.



Seorang laki-laki terlihat berbaring di sebuah kursi panjang santai mendominasi berwarna cream muda, memejamkan bola matanya sejak tadi dan berusaha untuk menenangkan diri, dihadapan nya seorang laki-laki berpakaian serba putih terlihat duduk sambil menatap laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.


Cukup lama waktu berlalu saat ini, hingga pada akhirnya sang laki-laki yang berbaring terjaga dari tidurnya secara perlahan.


"Sudah merasa lebih tenang, All?." Dokter laki-laki dihadapan nya bertanya, menatap kearah laki-laki yang satu tahun belakangan hilir mudik kembali untuk berkonsultasi pada dirinya.


Tubuh laki-laki dihadapan nya memang segar, bugar dan kekar, masih sangat produktif di masa tua, tapi kondisi psikologis nya jelas tidak baik-baik saja. All zigra sedang bermasalah dengan kejiwaan nya. Guncangan hebat, ujian demi ujian dan persoalan berat menghantam nya sejak muda. Tidak mudah menjaga akal waras di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja.


Manusia normal di uji sedikit saja kehilangan uang 100 ribu atau kehilangan salah satu anggota keluarga pasti sudah menjerit berkata Tuhan tidak adil, menangis meraung dan ada yang sampai bunuh diri, dia cukup salut All Zigra masih mampu berusaha untuk menjaga akal waras nya sendiri bagaimanapun caranya di tengah-tengah tekanan demi tekanan yang menghantam nya. Percayalah tanpa penanganan yang tepat, tekanan batin dapat menyebabkan seseorang mengalamiĀ gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan berlebihan, dan All zigra terus mengalami nya belakangan ini.


"He em." Tuan All zigra menjawab pelan.


Mereka bergerak perlahan mendekati meja kerja dokter laki-laki tersebut, dimana tuan All zigra memilih menggunakan kembali jas nya dan memilih duduk dihadapan laki-laki itu.

__ADS_1


"Aku pikir kondisi psikis mu sedang tidak baik-baik saja, kamu butuh bicara dengan Nadya untuk sedikit menenangkan keadaan mu All, teman hidup biasanya jauh lebih memahami keinginan dan kebutuhan kita ketimbang dokter."



Laki-laki dihadapan nya bicara, menatap kearah tuan All zigra secara serius.


"Tekanan darah tinggi mu saat inj juga cukup mengkhawatirkan, jantung mu mulai bermasalah, All dan ini serius," Lanjut laki-laki tersebut lagi.


Mendengar apa yang diucapkan oleh teman baik ya membuat tuan All zigra sejenak diam, dia mengehela nafasnya perlahan kemudian berkata.


"Nadya sedang tidak baik-baik saja, kehilangan cucu pertama membuat nya cukup stress, aku tidak bisa membagi persoalan dan permasalahan kesehatan ku pada nya." Jawab laki-laki tersebut pelan.


"Tapi kamu butuh seseorang untuk bisa dijadikan tempat bersandar saat ini, kondisi mu tidak baik-baik saja Mungkin anak-anak ada yang bisa kamu andalkan? salah satu harus tahu tentang keadaan kesehatan mu All, jika tidak ditangani dengan benar, depresi mu berakibat fatal, kau tidak dalam keadaan benar-benar waras, kasar nya All." dokter tersebut terus menekan keadaan kejiwaan All zigra.


"Seharusnya kamu tidak terlalu memikirkan seluruh persoalan yang ada." Lanjut dokter tersebut lagi.


"Aku tidak bisa memikirkan nya, bahkan akibat ulah Ghazali, perusahaan mengalami kerugian hingga hampir 1 triliun, para karyawan membutuhkan gaji mereka saat ini meskipun proyek tertunda dan tidak berjalan beberapa bulan."


"Kamu bisa menunda pembayaran gaji All,"


Mendengar ucapan dokter tersebut, tuan All zigra tertawa kecil.

__ADS_1


"Kau pikir aku tega? dirumah mereka, ada anak dan istri yang harus di nafkahi."


"Tapi ini menyulitkan kamu."


"Bukankah sudah resiko sebagai seorang pemimpin? jika pemimpin perusahaan pusat tidak mengendalikan semuanya dengan benar, anak-anak perusahaan akan ikut terkena imbas nya dan hancur, kau tahu? ada berapa ribu karyawan yang memiliki tanggungan perut yang harus mereka isi tiap hari nya?."


"Tapi bukan berarti kamu harus lupa dengan kesehatan mu sendiri, All."


"Aku bukan melupakan nya, hanya saja waktu ku tidak cukup untuk dibagi demi memikirkan kesehatan ku sendiri."


Dokter laki-laki tersebut hanya bisa menghela pelan nafasnya.


"Bicaralah dengan Nadya atau putra Gao."


"No, bukankah aku sudah bilang? Nadya tidak dalam kondisi baik-baik saja, psikisnya jauh lebih tertekan dari ku, dan Gao aku tidak bisa mengadu pada nya, aku tahu bagaimana rasanya kehilangan putra dan hampir kehilangan istri secara bersamaan." Dan kini bola mata All Zigra terlihat berkaca-kaca, dia berdiri dari posisi nya.


"Kalau begitu bicara lah pada Ahem." Ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.


All zigra terlihat diam sejenak, dia memilih untuk mengembangkan senyuman getirnya.


"Saat anak-anak dewasa, dunia mereka bukan lagi kita Paul, bahkan jalan pulang ke rumah pun mereka mungkin sudah lupa." Dan setelah berkata begitu, tuan All zigra membalikkan tubuhnya, memilih beranjak pergi dari sana.

__ADS_1


Dokter Paul hanya bisa menatap punggung sahabat baiknya tersebut untuk beberapa waktu, dimana dia cukup kehilangan kata-kata nya saat mendengar ucapan terakhir All Zigra. Yah sedikit banyak itu adalah realita nya, bahkan saat anak-anak sudah berkeluarga sangat jarang sekali ada yang datang berkunjung untuk pulang kerumah orang tua mereka.


Padahal bukan oleh-oleh yang orang tua harapkan dari mereka, tapi kunjungan dan perhatian yang sama, saat mereka para orang tua dulu memperlakukan anak-anak dimasa kecil mereka dengan penuh perhatian dan cinta.


__ADS_2