Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Pergerakan Hayat


__ADS_3

Mansion utama Ahem dan Hayat.


Hayat terlihat seperti biasa, menemani suaminya untuk makan bersama, merapikan dasi kerja nya dan terakhir mengantar laki-laki tersebut menuju ke arah depan, melepaskan kepergian suami nya untuk pergi ke perusahaan.


"Terus dirumah, jangan pergi kemana-mana hmmm." Ahem bicara dengan cepat, takut jika Hayat pergi keluar ditengah kondisi kehamilan nya yang mulai membesar.


Mendengar apa yang diucapkan suaminya, membuat perempuan tersebut mengagukkan kepalanya sembari mengembangkan senyumannya.


"Jangan khawatir soal apapun hmmm." Hayat bicara, merapikan dasi suaminya kembali secara perlahan.


"kita akan memeriksakan kembali kandungan kamu besok, aku pastikan akan menyisihkan waktu untuk pergi di jam kerja, karena malam sangat tidak memungkinkan untuk kita pergi, aku tidak ingin kamu terkena angin malam." Ahem terus bicara pada istrinya, berita dalam bola mata perempuan yang ada di hadapan tersebut untuk beberapa waktu.


"Baiklah." Hayat menepuk-nepuk kedua bahu depan Ahem, dia kembali menganggukkan kepalanya dan membiarkan Ahem mencium lembut kening nya.


"Hati-hati di rumah."


"He em."

__ADS_1


Mereka bolehkah pergi menuju ke arah depan, Hayat melepaskan kepergian suaminya tanpa banyak bicara sembari belalaikan tangannya hingga pada akhirnya mobil Ahem mulai menghilang dari pandangannya.


Setelah memastikan suaminya pergi bekerja, perempuan itu bergerak secara perlahan menuju ke arah kamar, dia mencoba untuk mencari handphonenya kemudian berusaha untuk menghubungi seseorang.


"Apa kamu di sana? kamu bisa membantuku untuk apa kamu bisa membantu ku sekarang juga?." Ucap Hayat kemudian.


"Aku menunggu kamu di rumah." lanjut perempuan itu lagi kemudian.


********


Ruang Kerja tuan All zigra.


Laki-laki tersebut terlihat cukup fokus dengan pekerjaannya, dia membiarkan tangan-tangannya terlihat cekatan menandatangani beberapa berkas yang ada dihadapan nya tersebut. Sekretaris nya, Enrico tampak berdiri tepat di hadapan laki-laki tersebut menunggu tuan All zigra menandatangani seluruh berkas yang ada.


Tidak terjadi percakapan sama sekali di antara mereka berdua sejak tadi di mana sang tuannya terlihat begitu fokus dengan pekerjaannya sehingga mengabaikan siapapun yang ada di sekitarnya, laki-laki tua itu memiliki segudang pekerjaan yang tidak bisa dia tunda karena dia tahu kesulitan atas pekerjaan yang kemarin pada akhirnya menumpuk menjadi satu dan harus dia selesaikan satu persatu.


setelah dia selesai menandatangani seluruh berkas yang ada, tuan All zigra pada akhirnya menggeser berkas tersebut dan memberikannya kepada Enrico, dia membiarkan laki-laki itu memeriksa ulang dan memastikan tidak ada sedikitpun kesalahan lagi di dalam seluruh berkas yang dia tanda tangani.

__ADS_1


"pastikan tidak ada lagi pengulangan setelah ini, bekerjalah jauh lebih cepat dari biasanya karena kita harus mengejar ketertinggalan yang terjadi kemarin." ucap laki-laki paruh baya lebih itu dengan cepat.


Enrico langsung menganggukan kepalanya dan berkata.


"Baik tuan, saya mengerti." setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung berbalik dan beranjak pergi dari sana meninggalkan sang tuannya.


Seiring kepergian laki-laki tersebut dari arah pintu depan seseorang bergerak mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Itu adalah salah satu karyawan kepercayaan diri tuan All zigra, gadis itu sempat menganggukkan kepalanya dan melirik ke arah Enrico kemudian bergerak mendekati tuan All zigra.


"Ada apa, Mona?," tuan All zigra bertanya sembari dia menaikkan ujung alisnya menatap gadis yang ada di hadapannya tersebut yang kini membawa sebuah paper bag di tangannya.


"Aku mengantarkan sebuah kiriman dari seseorang, dia bilang Tuhan pasti membutuhkan semuanya saat ini." gadis itu menjawab dengan cepat kemudian menyerahkan sebuah paper bag berwarna merah kearah atasannya tersebut.


mendengar apa yang diucapkan oleh gadis di hadapan yaitu membuat laki-laki paruh baya lebih tersebut mengerutkan keningnya.


"Kiriman? seseorang? siapa?." laki-laki itu bertanya penasaran.


"Saya kurang tahu tuan, mungkin ada catatan di dalamnya dan anda bisa melihatnya secara langsung." jawab gadis tersebut lagi kemudian.

__ADS_1


__ADS_2