Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Masuk ke markas musuh


__ADS_3

Disisi lain.


Ahem jelas aja langsung mengeratkan rahangnya ketika dia mendengar apa yang diucapkan oleh Enrico soal keberadaan daddy nya.


"Sial, bergerak cepat karena daddy All zigra sudah melesat pada titik lokasi dalam beberapa menit yang lalu." Ahem bicara melalui headset bluetooth-nya kepada para anggota timnya di mana dia meminta orang-orang itu agar bergerak dengan cepat dan tidak bertele-tele.


"Yes, sir."


"Yes, sir,"


"Yes, sir."


terdengar jawaban serentak dari masing-masing posisi saat ini di mana mereka meyakinkan diri akan melaju dengan cepat dari waktu sebelumnya.


Ahem jelas saja merasa panik ketika dia tahu jika daddy nya sudah melaju lebih dulu ke bagian titik lokasi di mana istrinya berada, jutaan kekhawatiran menghantam dirinya saat ini dan dia berharap laki-laki tua tersebut tidak bergerak gegabah karena dia cukup takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada daddy nya.


Laki-laki tersebut mempercepat laju mobilnya menuju ke arah depan di mana dia menjadi ke arah jam tangannya dan memastikan akan tiba jauh lebih cepat dari prediksi, pada bagian petunjuk arah menunjukkan jika tidak butuh waktu telah jauh untukku pada tempat di mana istrinya berada saat ini.


Ahem pada akhirnya semakin melajukan mobilnya pada kekuatan penuh, membiarkan dari suara mesin mobil memecah keheningan malam sehingga pada akhirnya setelah lama waktu berlalu laki-laki itu bisa melihat sebuah bangunan tua yang ada di ujung sana dan bola mata laki-laki tersebut langsung membulat ketika dia melihat di bagian sisi kirinya tampak mobil daddy nya terparkir sempurna di bagian sisi jalan dan karena hal itu ahem langsung masuk ke bagian hutan untuk merapikan mobilnya agar tidak membuah orang-orang curiga karena barisan mobil yang menumpuk sebab bukan hanya mobil dadinya saja yang ada di sana tapi mobil Enrico juga ada di sana.


begitu mobil laki-laki tersebut berhenti ahem langsung mematikan mesin mobilnya kemudian dia langsung turun dari sana, mencoba untuk mendekati mobil laki-laki tua tersebut dengan cepat, bisa dia lihat di bagian kaca belakang mobil terdapat sebuah kertas yang cukup besar yang bertuliskan kode SOS dan juga beberapa kata-kata di dalamnya.

__ADS_1


"Shi-t." ahem sedikit mengumpan dia langsung bergegas bergerak menjauh dari sana menuju ke arah bangunan tua yang ada di ujung, laki-laki tersebut langsung mengeluarkan senjata yang ada di bagian punggungnya dengan cepat dan dia pikir dia siap berperang dalam keadaan apapun saat ini.


"Aku bergerak mendekati gedung tua utama di bagian sisi kanannya," Ahem bicara dengan cepat di balik headset bluetooth-nya.


"tim Alfa mulai ikut menepi, bergerak dengan cepat menuju ke arah titik lokasi." bisa dia dengar sahutan di ujung sana saat ini.


"Tim A berhenti di titik lokasi bagian belakang, bergerak menuju ke arah gedung tua, ganti." kembali terdengar sahutan dari balik headset bluetooth-nya.


"Tim B ikut menepi, ganti." kembali terdengar sahutan dari suara orang yang berbeda.


Ahem jelas saja cukup senang saat dia menyadari semua tim telah berhenti dan akan bergerak menuju ke arah titik lokasi gedung tua di mana orang-orang yang dia sayangi ada di sana.


Laki-laki tersebut langsung bergerak dengan cepat menuju ke arah bangunan tua tersebut dan dia pikir dia akan ikut masuk ke bagian sisi kanannya dengan gerakan yang hati-hati di mana bola mata awasnya itu dan memperhatikan apakah ada CCTV di sana atau ada penjaga yang berjaga di bagian sisi kanan.


Ahem sejenak yang dan membiarkan bola matanya tersengatan awas pada pejabat tersebut dan dia menunggu penjaga itu bergerak pergi dari sana. Cukup lama hingga pada akhirnya bisa dilihat penjaga itu bergerak menjauh dan akhirnya dengan cepat langsung turun dari sana dan mencoba bersembunyi di balik tiang tempat tersebut.


Namun ketika laki-laki itu akan bersembunyi seketika kakinya tersandung akan sesuatu, ahem langsung melihat dan membulatkan bola matanya saat menyadari terdapat seorang laki-laki yang terbeli tampak bergaya berhamburan darah di bagian dari arah punggungnya yang bersandar ke arah tiang bangunan tersebut.


Seketika laki-laki itu menebak jangan-jangan itu adalah perbuatan dari daddy nya.


"Oh god." Ahem bergumam di dalam hatinya pelan.

__ADS_1


Laki-laki tersebut mencoba untuk menyadarkan dirinya ke tiang dinding tersebut di mana kembali dia mendengar langkah kaki seseorang, laki-laki itu bersiap pada pistolnya dan mencoba untuk memperhatikan siapa yang datang.


Dan seperti apanya dia juga busuk datang dari arah berbeda dan laki-laki itu bersiap dengan pistol di tangannya untuk melakukan penyerangan terhadap musuh saat ini juga.


Dia mencoba untuk menahan nafasnya beberapa waktu, menunggu penjaga tersebut melewati dirinya, tidak butuh waktu lama ketika penjaga itu bergerak tepat di bagian belakang punggung di mana dia bersandar pada tiang laki-laki itu menaikkan pistolnya secara perlahan ke bagian sisi kanan wajahnya dan ketika penjaga itu bergerak melewati dirinya Ahem dengan gerakan yang begitu hati-hati langsung keluar dari posisinya dan dia langsung berkata


"Hei," ucap Ahem cepat.


Sosok yang dipanggil cukup terkejut dan dengan cepat dia menoleh, dan ketika dia menoleh hal tidak terduga terjadi di mana akhirnya menaikkan pistolnya dan mengarahkan tepat ke bagian kening depannya.


Cashhhhhh.


Brakkkkkkkk.


Laki-laki tersebut sama sekali tidak menyangka jika malam ini menjadi malam terakhirnya untuk menghirup nafas dalam kebebasan dunia.


seketika tembakan laki-laki tersebut mengenai tempat pada bagian keningnya tanpa sisa. sang penjaga tersebut seketika langsung tumbang dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Ahem langsung menyerang kedua belah kaki laki-laki tersebut dan meletakkan mayat laki-laki itu depan di depan rumahnya laki-laki yang dieksekusi lebih dulu di belakang tiang dinding, dia Merapi kak semuanya dengan baik dan menghapus udara dengan cepat agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Setelah itu, laki-laki tersebut dengan cepat berjalan mengendap-endap, sembari bola matanya tetap awas untuk mencari para musuh yang bisa saja datang kapan pun bahkan dari balik manapun.

__ADS_1


Ahem tetap menaikkan senjatanya secara perlahan dan melangkah untuk masuk ke dalam bangunan itu tanpa berpikir dua tiga kali.


__ADS_2