Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Yang lebih dulu bertemu


__ADS_3

"Jadi siapa yang lebih dulu bertemu?, kakek buyut Zahir dan nenek buyut Elvitania atau kakek buyut Sherkan dan nenek buyut Elvitania?." Hayat bertanya pada suaminya untuk beberapa saat sembari mengerutkan keningnya.


Mereka cukup kesulitan untuk merangkai semuanya karena tidak ada tangga yang tertulis di sana, hanya susunan tiap baris kertas yang terlepas atau masih tertempel dengan baik di dalam besi penyangga diare tersebut.


"Susunan nya seolah-olah sudah berubah penempatannya, ini cukup membuat bingung siapapun yang melihatnya." Lanjut Hayat lagi kemudian.


Dia mencoba untuk membolak-balikkan kertas diary yang ada di hadapannya itu satu persatu, tidak dipungkiri beberapa lembar kertas setelah lepas dari posisinya.


"Aku juga tidak berani menyimpulkan, tapi dari tulisan ini sepertinya nenek buyut Elvitania lebih dulu bertemu dengan kakek buyut Sherkan." Ahem mencoba untuk menebak-nebak, sebenarnya takut salah tapi dia mencoba untuk menyusun beberapa kepingan kertas yang bisa terjadi ya dan dia mencoba meyakinkan sepertinya kakek buyut kan memang lebih dulu bertemu dengan nenek buyut Elvitania.


"lalu apa yang terjadi hingga membuat mereka saling melupakan?." Hayat terlihat mengerutkan keningnya. Sejenak mereka saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.


*****


Masih di masa lalu,


Hillatop company,


Peresmian kerjasama Hillatop dan Azzura company.


Sherkan mengerutkan keningnya saat melihat seorang gadis muda dengan penampilan begitu kacau berdiri disampingnya di sebuah kamar elevator.


Sejenak laki-laki itu menatap gadis muda tersebut dari ujung kaki hingga ke ujung kepala, sebenarnya gadis itu Cantik dengan penampilan manis yang sederhana, tapi entah apa yang terjadi pakaian nya terlihat begitu kacau, belum lagi rambut yang di ikat dengan cara yang asal, kaca mata yang membingkai bola mata indah itu yang kurang cocok dengan model nya.


Dan Beberapa bagian tubuh gadis tersebut terdapat beberapa bekas tumpahan sayuran.


Dikala dia memperhatikan gadis tersebut, seketika sebuah tragedi paling buruk terjadi, elevator yang Mereka naiki seketika berhenti tanpa alasan yang jelas.


"Oh no...." Gadis itu tampak kebingungan, mencoba meraba-raba pintu dan dinding elevator untuk beberapa waktu.


"Aku fikir ini tidak akan sebentar." Sherkan bicara sambil berusaha menyalakan handphone nya, dia berharap ada sinyal disana, realita nya tidak ada.


Laki-laki itu mencoba mencari tombol darurat kemudian mencoba mendekati telinga nya ke arah pintu.


"Apa ada orang diluar?"


Sherkan mencoba untuk bertanya, mengetuk-ngetuk pintu elevator untuk beberapa waktu.


Cukup lama mereka Terjebak, menunggu jawaban diluar sana hingga akhirnya beberapa orang berkata petugas akan datang dan membantu mereka, meminta mereka menunggu dengan sabar didalam sana hingga bala bantuan tiba.


Pada akhirnya ditengah kegelapan hanya bola mata mereka yang menyatu kala itu, tidak sengaja saling bertemu.


Gadis itu serba salah.


"Kamu tidak takut terjebak didalam kegelapan?." Sherkan bertanya demi memecah kecanggungan, dia bertanya sambil bersandar di sisi belakang elevator, bola mata laki-laki itu terus menatap ke atas.


"Tidak." Gadis itu menjawab sambil ikut mendongak keatas, dia fikir apa asik nya menatap ke arah langit-langit elevator tersebut.


"Aku punya seorang teman yang jika terjebak didalam kegelapan akan membuat dia jadi histeris." Cerita Sherkan pelan.


Kala itu ingatan nya terpaku pada Violet.


Gadis itu melirik kearah laki-laki itu untuk beberapa waktu, dia mengulum kan senyuman nya.

__ADS_1


"Teman atau orang yang spesial?," tanya gadis itu pelan.


"Aku fikir yang dibicarakan orang yang spesial, Laki-laki jarang membicarakan teman perempuan mereka yang tidak berkesan pada perempuan lain, kecuali seseorang itu benar-benar terasa istimewa di hati nya." lanjut gadis itu lagi.


Mendengar ucapan gadis itu serkan langsung menoleh.


"Begitu kentara? Kamu pandai membaca lawan bicara." Ucap Serkan cepat.


Gadis itu terkekeh.


"Terlihat begitu jelas, ada cinta di balik bola mata itu."


Mendengar tebakan gadis muda itu, Sherkan ikut terkekeh.


"Mungkin, tapi dia sudah dimiliki oleh laki-laki lain."


"Ckckkckc di tikung teman sendiri?,"


Mendengar tebakan gadis itu seketika Sherkan tertawa lepas.


"Aku suka type gadis smart seperti kamu."


"Yah aku cukup smart, Kamu tahu tuan? aku ini sangattttttt istimewa di kantor, saat orang-orang merasa stress mereka akan tertawa bahagia mendengar candaan ku."


Gadis itu bicara dengan bangga.


"Ahhh type gadis smart yang penuh keceriaan? aku pikir kekasih mu pasti bukan orang yang kaku, dia bahagia memiliki pacar dengan tipikal ceria seperti kamu"


"Sayangnya aku tidak punya kekasih, tuan."


"Payah dalam berkencan?"


"Hmmmm"


Gadis itu terlihat berfikir.


"Mungkin lebih tepatnya aku pemilih"


Sherkan mengulum senyumannya saat mendengar ucapan gadis itu.


"Berikan nomor handphone mu," ucap Sherkan tiba-tiba.


"Ya?," Gadis itu mengerutkan keningnya.


"Aku akan memikirkan nya dalam 2*24 jam, bagaimana jika aku mengajak mu berkencan?."


Seketika Gadis itu menoleh kearah Sherkan.


"Apa?"


Belum sempat Sherkan kembali bicara, tiba-tiba pintu elevator terbuka.


Gadis itu masih sempat menatap ke arah Sherkan, dia ingin menanyakan kembali ucapan Sherkan, tapi beberapa orang besar dan atasan nya langsung menghampiri laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Anda tidak apa-apa tuan?"


"Maafkan kami atas ketidak nyamanan perusahaan kami"


"Tuan Hill menunggu anda di atas"


Sherkan sejenak menoleh ke arah gadis tadi, berniat meminta nomor handphone nya tapi dia pikir keadaan sangat tidak memungkinkan.


"Katakan pada ku siapa nama mu?." Tanya Sherkan sambil kembali ke arah gadis itu.


Dengan perasaan bingung gadis itu menjawab.


"Elvitania"


Setelah itu beberapa orang kembali mengalihkan perhatian Sherkan.


Elvitania sejenak menyentuh Tengkuk nya, dengan perasaan bingung dia mencoba beranjak dari sana saat beberapa staf kantor menghampiri nya.


"Oh Tuhan, kamu lihat laki-laki tadi? yang disamping Elvitania? itu putra pemilik Azzura company"


"Hahhh kau lihat bagaimana wajah tampan nya tadi?"


"Apa kalian mengobrol?"


Mendengar celotehan teman-teman satu kantor nya, Elvitania langsung memotong ucapan mereka.


"Ahhh aku fikir kita akan terlambat"


"Ishh kau ini"


"Ngomong-ngomong katanya putra bungsu pemilik Hillatop company akan masuk ke perusahaan dalam beberapa hari kedepan"


"Siapa?"


"Mereka bilang nama nya Zahir Al kaffi"


"Dia tampan, sumpah...aku pernah melihat nya"


"Dari putra Azzurra tadi?"


"Mereka punya nilai nya masing-masing"


"Aiyaaaa berhenti lah membicarakan laki-laki"


******


"Fix, no debat. Mereka bertemu lebih dulu." Ucap Hayat kemudian menutup buku diary nya.


"Aku pikir kita harus mencari beberapa kertas yang hilang atau setidaknya pasti ada yang tahu dan menyimpan sejarah masa lalu tapi memilih diam." Lanjut Hayat lagi kemudian.


Ahem terlihat diam, menelisik wajah istrinya untuk beberapa waktu.


"Kita punya banyak PR di sisi kiri dan kanan, ini mungkin tidak akan mudah Hayat, masih kuat berjalan bersama ku untuk menuntaskan semuanya?." Dan laki-laki tersebut bertanya, menatap dalam bola mata istrinya.

__ADS_1


"Tentu saja, bukankah sudah aku katakan kita akan menyelesaikan semuanya sama-sama hingga mendapatkan restu di semua pihak." Jawab Hayat penuh percaya diri.


__ADS_2