
Hari H
Acara 7 bulanan Ayana dan Gao
Mansion utama keluarga Abimanyu.
Hayat terlihat mengembangkan senyumannya saat dia melihat Ayana bergerak dengan cepat kearah dirinya, perempuan tersebut memeluk erat dirinya dalam balutan kerinduan mendalam.
"Barapa lama kita tidak bertemu?." Ayana bertanya dengan tatapan penuh rindu, menatap sahabat somplak terbaik nya itu.
"Terlalu sepi rasa nya tanpa kesomplakan mu, Hayat." Ucap Ayana sambil bercanda kearah sahabat baiknya tersebut.
Hayat terlihat langsung terkekeh mendengarkan apa yang diucapkan oleh Ayana.
__ADS_1
"Sangat kesepian kah?, aku senang saat kamu merindukan ku dengan sangat banyak."
Bayangkan bagaimana perasaan dua sahabat karib bertemu, mereka sudah terbiasa membagi kisah suka dan duka bersama jadi sekalinya berpisah rasanya terasa begitu aneh, terkadang tidak diselipkan kemungkinan timbul kerinduan untuk bergabung bersama teman-teman, apalagi dengan sahabat paling terbaik dan terdepan. Namun apalah daya nyata nya setelah berumah tangga keinginan untuk bisa terus berkumpul bersama acap kali pupus dan pudar begitu saja.
Mereka sempat bertemu pada urusan Zoe dan Freya di Paris, itu pun karena mereka diam-diam ke Paris untuk merayakan pernikahan di belakang semua orang. Setelah bertemu sebentar mereka tidak pernah lagi bertemu antara satu dengan yang lainnya. Dan hingga kemarin nyaris tidak pernah bertemu dan akhirnya hari ini di berikan kesempatan dan umur yang panjang untuk bisa berada di sini.
Jadi pada acara 7 bulanan ini tentu saja mereka sangat bahagia untuk bisa bertemu seperti itu.
"Berjanjilah tidak langsung pulang nanti, aku ingin bercerita tentang banyak hal dan mengingat masa-masa sendiri kita." Ayana bicara cepat karena dirinya berharap agar dia tidak pulang dengan cepat pada hari ini karena bisa terlihat betapa layanan merindukan dirinya.
Mereka sempat bicara dan mengobrol untuk beberapa waktu, membiarkan orang-orang lalu lalang karena acara puncak belum terjadi. Ayana membawa Hayat ke kamar nya, menghabiskan sedikit waktu untuk bercengkrama bersama beberapa orang lainnya.
Disisi lain mommy Nadya terlihat begitu gelisah, entahlah tidak tahu kenapa tapi dia begitu gelisah seolah-olah hal buruk akan terjadi di antara semua orang.
__ADS_1
Mama Ayudia, mama nya Ayana juga sejak tadi merasa perasaannya tidak baik-baik saja, berulang kali berkata pada suaminya agar memperhatikan barang-barang disekitar dengan baik karena takut bisa membuat Ayana tersandung atau menyulitkan putri mereka berjalan.
"Ada apa?." Tuan Ardhan, ayah Ayana bertanya sambil menatap dalam wajah istrinya, bisa dia lihat gurat gelisah di balik wajah wanita yang masih terlihat begitu awet muda tersebut.
"Bukan masalah, mungkin perasaan seorang ibu karena cukup nervous soal 7 bulanan cucu pertama." Wanita itu menjawab sambil mengembangkan senyumannya.
Tuan Ardhan terlihat mengembangkan senyuman nya, menyentuh lembut wajah istrinya untuk beberapa waktu.
"Kita dulu pernah melewati nya, jangan cemas hmmm." Bisik laki-laki tersebut pelan.
Disisi lainnya Gao berkali-kali terlihat gelisah, entahlah dia tidak tahu kenapa tapi dia pikir seperti nya sejak beberapa malam ini dia terus pimpi buruk dan dia pikir dia sedikit terlalu gelisah.
******
__ADS_1
Catatan \= Ujian bertubi-tubi tuan All zigra yang tidak terputus hingga hari ini.
Pasti ingat Ayana dan Gao kan Mak?, story yang menguras habis air mata dalam cerita mereka.