Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak Season 2
Istri yang manja


__ADS_3

Jelang acara 7 bulan Ayana dan Gao,


Menghitung hari,


Apartment Ahem,


Jakarta.


Mereka baru saja tiba di Jakarta untuk bisa menghadiri perayaan 7 bulanan Ayana, Hayat jelas begitu antusias saat ini untuk menyambut acara 7 bulanan Ayana dan Gao, karena dia dan Ayana jelas merupakan sahabat dekat, jadi sangat tidak mungkin dia tidak menghadiri perayaan 7 bulanan sahabat baiknya.


Ditambah lagi keluarga Ayana jelas kenal baik dengan keluarga Abimanyu, jadi dia yakin mommy Bii pasti akan ikut hadir di sana nanti nya. Dia sudah sangat merindukan orang tua nya tersebut, dan dia ingin melihat bagaimana keadaan daddy Zuu.

__ADS_1


Terakhir mommy nya berkata jika laki-laki tersebut baik-baik saja dan kondisinya sehat daripada kejadian tempo hari ini yang membuat laki-laki tersebut tumbang, hal itu cukup membuatnya lega dan Hayat merasa dia cukup bisa menarik nafas nya dengan baik, melihat daddy nya baik-baik saja itu jelas membuatnya sangat bahagia.


"Ingin mandi lebih dulu?." Ahem bertanya pelan, laki-laki tersebut melepaskan kancing jaket istrinya secara perlahan, membiarkan jaket tebal yang digunakan istri nya terlepas secara perlahan.


Hayat terlihat diam, membiarkan suaminya melakukan apapun yang diinginkan Ahem mengingat betapa lelah nya dia saat ini.


"Hmmmm." Perempuan tersebut menjawab pelan.


"berbaringlah lebih dulu, aku akan menyiapkan air hangat dan meminta security untuk membeli beberapa macam makanan." Ucap Ahem sambil menyentuh lembut wajah Hayat.


Laki-laki tersebut bergerak menggantung jaket yang digunakan istrinya tanding yang kini berpindah ke tangannya menuju ke arah sebuah gantungan yang ada di sisi bagian kiri kasur, setelah itu laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah kamar mandi untuk menyiapkan air hangat bakal istrinya dan juga calon buah hati mereka.

__ADS_1


Hayat jelas aja langsung menggulungkan senyumannya dia pikir suaminya selalu memahami bagaimana kondisinya dan selalu saja berlaku romantis dan juga baik, itulah mengapa dia selalu merasa bahagia setiap kali bersama Ahem meskipun persoalan yang mereka hadapi sangat pelik dan rumit. laki-laki tersebut selalu mampu membuat dia tidak terbebani oleh banyak hal dan laki-laki itu selalu memanjakannya terhadap banyak hal pula.


perempuan tersebut secara perlahan bergerak menuju ke arah atas kasur, memilih untuk membaringkan tubuhnya beberapa waktu, sembari menunggu air hangat untuk dia mandi disiapkan oleh laki-laki tersebut.


jangan ditanya bagaimana lelah nya saat ini, yang jelas tidak bisa dikibarkan dengan kata-kata. cukup lama dia menunggu hingga pada akhirnya sang suami bergerak keluar dari arah kamar mandi.


"Sayang kamu belum tidur bukan?." Ahem bertanya sembari melirik ke arah istrinya tersebut, khawatir jika Hayat memilih tidur dalam kondisi belum membersihkan diri, karena dia pikir itu akan membuat Hayat cukup gerah dengan keadaan, penerbangan yang memakan waktu lama, gerah dalam kondisi hamil jelas bukan pilihan yang baik.


Mendengar apa yang di ucapkan suaminya membuat Hayat mengulum senyumannya, dia melirik kearah suaminya.


"Tentu saja belum, aku menunggu kamu Sunshine." Hayat menjawab pelan, mengeluarkan ekspresi manja nya dan menunggu laki-laki itu mendekati dirinya dan mengangkat tubuhnya untuk bergerak masuk menuju ke arah kamar mandi.

__ADS_1


"Lihat betapa manja dirinya." Ahem terlihat tertawa kecil, mendekati istrinya dan bergerak meraih tangan Hayat agar bangun dari posisi berbaring nya.


__ADS_2