
Nyonya Nadya jelas terlihat panik dia mencoba mencari sosok Zoe ketika suaminya membawa freya menuju ke kamar utama lantai atas untuk diperiksa oleh dokter keluarga mereka kondisi kesehatan nya.
bahkan nyonya Nadia mencoba menelusuri ruangan bawah tersebut untuk mencari Nadine putrinya, sebab putri nya itu lah yang saat ini bisa membantunya mencegah All zigra untuk melakukan pemeriksaan pada Freya.
Dia takut tebakan nya tadi benar jika Freya tengah hamil, seandainya itu benar maka habislah sudah.
sesuatu yang buruk pasti akan terjadi.
Ini bukan waktu yang tepat untuk sang suaminya tahu hubungan antara Freya dan Zoe, juga bukan waktu yang tepat untuk All zigra tahu soal kehamilan Freya. Sebab persoalan sulit Ahem dan hayat pun belum bisa diselesaikan, persoalan masa lalu yang terus menjadi teka-teki awal mula ketidakcocokan antara keluarga Azzura dan Hillatop mempersulit hubungan Ahem dan hayat untuk bersatu.
Apalagi ini adalah acara 7 bulanan Gao dan Ayana.
Dia pikir dia butuh seseorang untuk membantu nya dan pilihan nya adalah Azlan, laki-laki itu pasti bisa membantu nya untuk mengecoh suami nya, Nadya harus bicara dengan dokter pribadi mereka sekarang juga agar setelah pemeriksaan laki-laki itu tidak buka mulut soal putri nya.
Tapi....
Dimana?!.
Azlan?!.
Secepat kilat Mommy Nadya melesat ke arah depan, mencari sosok laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Ditengah kepanikan yang melanda nya, Nadya terus Berlarian kearah depan.
"Mom?"
Tiba-tiba satu suara mengejutkan dirinya.
"Nadine."
"Ada apa mom?."
"Dengarkan Mommy, ini cukup darurat." Nyonya Nadya langsung menarik Nadine dan membisikkan sesuatu ke arah sang kembaran Freya tersebut.
Sejenak Nadine membeku, dia secepat kilat melangkah dari sana menuju ke arah tangga, berlarian menaiki anak tangga satu persatu.
Sedangkan Mommy Nadya nya Bergerak mencari sosok Azlan di Anata semua orang.
"Dad...?!." Dikala Freya terlihat berbaring di kamar utama Keluarga mereka, dimana dokter pribadi tengah memeriksa keadaan saudara kembar nya, Nadine secepat kilat masuk ke dalam kamar tersebut.
All zigra langsung menoleh, bertanya dengan nada santai ke arah putri nya.
"Ada apa nak?."
"Dimana Mommy?." Pertanyaan itu terdengar begitu konyol, tapi Nadine tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana dan melakukan apa.
Daddy All terlihat enggan beranjak dari kursi sofa yang ada di samping kasur dimana Freya tengah diperiksa keadaan nya, laki-laki itu membuang pandangannya dari Nadine dan terus memperhatikan Freya.
"Wajah nya terlihat begitu pucat, tidak kah sesuatu yang buruk terjadi pada dia? aku takut Freya sakit atau bagaimana." Ucap tuan All zigra cepat ke arah laki-laki dihadapan nya itu.
"Selama di Dubai, sangat sulit sekali kami bertemu, sekali nya bertemu dia seperti orang yang sakit, lihatlah bahkan tubuh nya terlihat lebih kurus sekarang"
Ucap All zigra lagi.
Laki-laki yang di tanya belum menjawab, masih mencoba memeriksa denyut nadi Freya.
"Belakangan nafsu makan berkurang?."
Laki-laki itu bertanya sambil mengerutkan keningnya ke arah Freya.
Sumpah demi Allah, Nadine benar-benar ingin menangis saat ini, dia takut dokter tersebut salah bicara. Dia tidak bisa merangkai kata-kata yang pantas untuk membuat Daddy nya beranjak dari kamar tersebut.
"Bisakah kita mencari mommy sejenak dad?, aku fikir ada yang kurang dengan beberapa barang untuk dibawa ke rumah Ayana."
Nadine berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Bisa tunggu Daddy sebentar?, kita akan lihat hasil dari kesehatan adik mu."
__ADS_1
Tolak tuan All zigra cepat.
"Dad.."
"Sayang!." Dan jika Ekspresi laki-laki itu telah berubah, mana mungkin Nadine bisa membuat kata-kata baru yang bisa memicu kemarahan dan kecurigaan.
Dia fikir kenapa Mommy dan Azlan Begitu lama sekali?!.
"Apa perut terasa mual dan ingin muntah?."
Tanya dokter itu lagi.
Freya terlihat berfikir.
"Hmmmm mual iya, kalau muntah....ada beberapa kali hanya di pagi hari."
"Oh god." Nadine berteriak didalam hati nya.
"Apa hal buruk terjadi?."
Daddy All zigra bertanya pada dokter tersebut.
"Aku fikir iya."
"No...!!!." Nadine berusaha untuk melangkah maju dan memotong pembicaraan.
"Bukan penyakit parah kan dok?, maksud ku aku berharap hanya demam biasa?."
Nadine berusaha memberikan kode pada dokter tersebut, tapi sepertinya sia-sia.
"Aku fikir ini sedikit buruk."
Apa Nadine harus pura-pura pingsan saat ini? maksudnya untuk mengalihkan perhatian kedua orang itu?.
Dia panik, benar-benar panik saat ini.
"Seperti nya...."
Akhhhhhhh Nadine benar-benar ingin menjerit, Mommy nya tidak kunjung tiba dengan Azlan dan ekspresi sang Daddy terlihat begitu serius.
"Oke anggaplah aku sudah gila." Pekik Nadine dalam hati.
1
2
3
Gubrakkkk
Seketika Nadine pura-pura menjatuhkan dirinya dan pingsan.
"Oh sialan.. aku menimpa apa?, Nadine kau gila, kenapa jatuh ke sembarang arah? gila kepala ku rasa nya ingin copot."
"Nadine...." Tuan Allzigra jelas berteriak panik Melihat Putri nya panik.
Freya langsung bangun dari tidur nya dan berlarian mengejar langkah Daddy nya, sang dokter juga ikutan panik.
'Ada apa ini?." Saudara kembar identik apa bisa mengalami hal yang sama?.
Dokter itu mulai berfikir yang tidak-tidak.
Azlan dan Mommy Nadya yang baru saja masuk ikutan panik.
"Akkhhh Nadine." Pekik Mommy Nadya histeris.
Azlan langsung menyambar tubuh Nadine lebih dulu ketimbang Allzigra.
__ADS_1
Buru-buru laki-laki itu meletakkan tubuh Nadine ke atas kasur dan membiarkan sang dokter memeriksa nya.
Azlan langsung menampilkan ekspresi wajah yang cukup aneh, menatap sang dokter untuk beberapa waktu.
"Apa Nadine baik-baik saja, dokter? aku harap bukan berita buruk yang kami dengarkan dimana keluarga besar sedang melewati masa bahagia karena pernikahan Gao dan Ayana." Ucap Azlan cepat.
Daddy Allzigra terlihat begitu cemas, dia terus menatap Nadine sambil berusaha memijat perlahan kepala nya.
Kekhawatiran menghantam dirinya, dia Fikir kenapa kedua putri nya jadi begini.
"Ini akan memicu kepanikan kekuarga seandainya hal buruk terjadi"
Lanjut Azlan lagi.
Entahlah tapi sang dokter terlihat diam untuk beberapa waktu, mencoba mencerna ucapan Azlan sejenak, dia menatap wajah laki-laki itu dan kini seolah-olah dia paham ke arah mana ucapan laki-laki tersebut, hingga akhirnya dia berkata.
"Bukan hal yang begitu serius"
Jawab nya pelan.
"Nona Freya hanya mengalami sakit lambung yang sedikit kronis,aku Fikir sebaiknya pergi mendapat kan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dan sehat serta hindari makanan yang bisa memicu asam lambung naik (Hindari makanan yang bisa menyebabkan perut mual di pagi hari)"
Kode dari ucapan sang dokter cukup bisa Azlan pahami.
"Dan nona Nadine seperti nya kelelahan, cukup Dengan Istirahat dan minum vitamin semua akan baik-baik saja"
Mommy Nadya terlihat diam tidak banyak bicara.
Dia fikir syukurlah ada Azlan saat ini.
Dia tidak punya cara untuk memberikan kode kepada dokter pribadi mereka agar tidak buka suara.
Daddy Allzigra terlihat menarik lega nafas nya, dia fikir syukurlah kedua putri nya baik-baik saja.
"Tapi Kenapa Nadine terlihat begitu pucat?"
Tanya nya pelan.
"Mungkin karena efek dimana asam lambung naik dan nafsu makan. menurun membuat wajah nya memucat"
Jelas dokter itu pelan.
"Aku akan membuatkan resep obat untuk Nona Freya"
Oh god.
Sang dokter fikir siapa yang akan pergi menebus resep obat nya?.
Membiarkan sembarangan orang melakukan nya, jelas akan memperkeruh suasana.
"Tapi siapa yang akan menebus resep obat nya?." Tanya laki-laki itu pelan.
"Aku yang akan pergi tidak masalah." Begitu mendengar Jawaban tuan All zigra jelas saja semua orang terlihat panik.
Tentu saja itu akan jadi masalah untuk mereka saat laki-laki tua tersebut tahu apa obat nya.
"Aku akan menebus nya Daddy." Tiba-tiba dari arah pintu, Zoe masuk dengan nafas tersengal-sengal, dia menatap semua orang dengan pandangan begitu tegang.
laki-laki itu baru mendapatkan panggilan dari Mommy Nadya nya, wanita itu mengirimi nya pesan jika Daddy mereka nyaris mengetahui soal kehamilan Freya.
Baiklah bagaimana mengungkap kan nya saat ini? dia bahagia, sangat bahagia. tapi juga khawatir dan cemas jika Daddy Allzigra tahu soal mereka.
Melihat Zoe masuk dengan nafas tersengal-sengal membuat Daddy Allzigra mereka mengerut kan keningnya.
"Kenapa kamu berlarian menuju kesini? begitu khawatir nya dengan adik mu Zoe?"
Tanya Daddy Allzigra masih dengan ekspresi aneh nya.
__ADS_1
"Cukup khawatir Daddy, karena Freya seharusnya menjadi tanggung jawab ku, aku mungkin sedikit lalai menjaga nya, maafkan aku Dad." Ucap Zoe pelan sambil menatap ke arah Freya yang masih belum tahu soal keadaan nya yang sebenarnya.
"Jangan khawatir soal aku Zoe, Daddy, aku baik-baik saja. Hanya asam lambung tidak akan menyusahkan aku." Dia bicara sambil terus mengembangkan senyuman nya.